I Shall Seal The Heavens

ISSTH 16 – Ayo ke Sini!

Ini transliterasi kelima belas untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf saya agak sibuk beberapa hari terakhir ini jadi jadwal rilis agak tidak pasti.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 15 – Serangan Penentu

Ini transliterasi kelima belas untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf saya agak malas beberapa hari terakhir ini jadi jadwal rilis agak tidak pasti.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 14 – Ancaman

Ini transliterasi keempat belas untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf saya agak sibuk beberapa hari terakhir ini.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 13 – Cao Yang yang Gagah

Ini transliterasi ketiga belas untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf saya kebanyakan ngegame jadi baru bisa rilis sekarang. Kalau main game jangan lupa waktu.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 12 – Halo Elder Sister Xu

Ini transliterasi keduabelas untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf tadi mati listrik jadi baru bisa rilis sekarang.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 11 – Pill Cultivation Workshop Outlet

Ini transliterasi kesbelas untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf untuk delay rilisnya yang amat sangat lama. Jika ada typo dan translasi yang kurang pas mohon memberitahu.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 10 – Wang Tengfei

Ini transliterasi kesepuluh untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf untuk delay rilisnya yang amat sangat lama. Jika ada typo dan translasi yang kurang pas mohon memberitahu.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 9 – Ketidaksabaran dan Frustasi

Ini transliterasi kesembilan untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf untuk delay rilisnya yang amat sangat lama. Jika ada typo dan translasi yang kurang pas mohon memberitahu.
Notes : Cermin perunggu diganti menjadi cermin tembaga

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Chapter 9 : Ketidaksabaran dan Frustasi

Menggunakan teknik ini di level 3 membuat kekuatan dan kecepatan Zhao Wugang meningkat beberapa tingkat. Senyum mengerikan, wajah penuh kerakusan, dia menerjang Meng Hao, cakar tajamnya bercahaya dibawah sinar matahari.
Dia merasa yakin kalau ketakutan Meng Hao akan menghancurkannya. Dia bisa lari tapi tidak bisa kabur.

“Larilah,” tawa Zhao Wugang dengan senyuman kejam, suaranya bergemuruh di udara. “Kau tidak bisa lari dari teknik milik Zhao Wugang.”

Saat Zhao Wugang berubah wujud menjadi monster, Meng Hao sudah lari terlebih dahulu. Dia melihat apa yang terjadi saat melirik dan dia merasa sangat terkejut. Tapi dia lalu berpikir tentang sesuatu dan ekspresi berbeda yang lebih aneh menggantikan keterkejutannya. Bentuk monster itu mirip seperti bentuk hewan yang sudah diledakkan cermin perunggu. Faktanya, dia memiliki bulu yang lebih indah dibandingkan dengan hewan lain.

Meng Hao melihat Zhao Wugang dengan teliti, ekspresi aneh masih terlihat di wajahnya. Bulu tebal keemasan itu membuat dia terlihat seperti semacam raja hewan.

Saat Zhao Wugang melihat ekspresi Meng Hao, dia terkejut. Saat dia mencapai level tiga QI Condensation, dia sudah mencoba wujud were-demon, tapi ini pertama kalinya dia menunjukkannya ke orang lain. Ekspresi aneh Meng Hao membuatnya jengkel. Dia mendengus, dan pandangan membunuh muncul di matanya.

“Aku pikir…kau akan menyukai cermin tembaga ini,” kata Meng Hao. Melihat kecepatan Zhao Wugang yang naik dengan cepat dalam wujud monsternya, dia sadar kalau Zhao Wugang akan mendekatinya dengan cepat. Dia mundur beberapa langkah dan menepuk tas pembawanya dengan tangan kanan. Cermin tembaga muncul secara langsung. Dengan ekspresi aneh masih terlihat di wajahnya, Meng Hao mengarahkan cermin tembaga itu ke arah Zhao Wugang yang masih terlihat arogan.

Segera setelah cermin itu mulai bersinar, Meng Hao merasa cermin itu mulai mengeluarkan panas yang tidak pernah dia rasakan. Reaksi cermin ini jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan reaksi cermin ini pada hewan demonic, seperti rasa haus yang kuat dilepaskan dari dalam cermin. Pada saat itu, semacam aura tak terlihat keluar dari cermin dan ditembakkan.

Zhao Wugang melompat ke arah Meng Hao, auranya memancarkan pembunuhan dan keganasan. Tiba-tiba, Zhao Wugang merasa aneh seperti ada semacam gas yang memasuki tubuhnya. Gas itu mengacaukan seluruh tubuhnya dan dari luar hal itu terlihat seperti aura di dalam tubuhnya berusaha keluar dengan merobek tubuhnya. Ekspresi Zhao Wugang berubah. Dia merasakan sakit yang luar biasa di organnya yang dengan cepat naik menjadi keadaan kritis. Tanpa berpikir, dia menekan aura tersebut ke area dantian dengan harapan memaksa aura itu keluar.

Aura itu kuat dan berusaha mencari titik lemah di tubuh Zhao Wugang agar bisa keluar. Saat dia menekan aura tersebut ke dantiannya, aura tersebut langsung bergerak ke arah bokongnya dan meledak dengan rasa sakit yang luar biasa. Zhao Wugang berteriak kesakitan yang tidak terkendali.

Dia tidak pernah berteriak seperti itu sebelumnya dalam hidupnya karena dia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Tubuhnya mulai bergetar dan dia menatap Meng Hao dengan penuh amarah. Keinginan membunuh di matanya semakin terlihat jelas.

“Elder Brother Zhao,” kata Meng Hao, jantungnya berdetak kencang, Ini pertama kalinya dia bertarung dengan seseorang. “Kenapa tidak kita akhiri saja disini? Jika kau tidak menyulitkan aku, aku tidak akan menyulitkanmu. Akhir yang bahagia.” Dia mengapit tangannya diatas cermin. Suara teriakan musuhnya sudah membuatnya tidak tenang. Meng Hao tidak tahan karena dia adalah manusia, bukan hewan demonic.

“Dasar bajingan kecil!” teriak Zhao Wugang. “Hari ini, tidak hanya aku akan membunuhmu; aku akan turun dari gunung, mencari keluargamu, dan membunuh mereka juga! Aku akan mempermalukan seluruh klanmu!” Rasa sakit sudah membuatnya hampir gila. Matanya memerah, dan dengan raungan, dia melompat ke arah Meng Hao, kuku tajamnya siap merobek Meng Hao.

Meng Hao hanya seorang cendekiawan dan dia tidak pernah berada dalam pertarungan. Tapi dia memiliki keberanian dan mendengar Zhao Wugang mengatakan hal seperti itu membuat keinginan membunuh muncul. Tidak ada gunanya dalam berbicara dengan orang yang jelas ingin memprovokasinya. Dia tidak tahan dengan teriakan penderitaannya tapi mendengar ancaman seperti itu akan membuat siapapun marah. Meng Hao mundur beberapa langkah dan mengangkat cermin itu.

Saat Zhao Wugang mulai mendekat, dia merasa sesuatu meraung ke arahnya. Sekali lagi, dia merasakan aura mengerikan itu masuk ke dalam tubuhnya. Mengingat apa yang baru dia rasakan, dia melindungi dirinya dan mengurung aura itu supaya tidak bisa keluar. Saat dia mulai merasa yakin dengan keberhasilannya, aura itu keluar melewati tubuhnya dan meledakkan kuping kirinya.

Rasa sakitnya beberapa kali lebih buruk dari sebelumnya dan dia mengeluarkan teriakan melengking mengerikan yang tidak mungkin dijelaskan. Lalu, kuping kananya meledak dan mengeluarkan darah.
Dia merasa kepalanya akan terbelah tepat di tengah dan wajahnya berubah menjadi putih pucat. Terkejut, dia melihat Meng Hao. Lalu wajahnya dipenuhi kebencian yang luar biasa.

“Aku akan membunuh seluruh keluargamu dan menghabisi seluruh klanmu! Aku akan membuat mereka merasakan rasa sakit seperti ini dan membiarkan mereka mati berteriak!” Menahan rasa sakitnya, dan juga tuli, dia melompat ke arah Meng Hao, dipenuhi tekad untuk membunuh musuhnya.

“Aku sudah memberimu kesempatan dan kau mengabaikannya!” kata Meng Hao. Dia tidak pernah melihat cermin itu meledakkan telinga sebelumnya. Terlihat tegang, dia mundur lebih jauh dan mengarahkan cermin itu ke Zhao Wugang.

“Meng Hao!!” teriak Zhao Wugang, telinga kanannya meledak berkeping-keping. Kedua telinganya bengkak. Ekspresinya bukan lagi kemarahan, tapi terkejut dan takut. Dia berbalik dengan sangat cepat dan kabur, kehilangan niat untuk berurusan dengan Meng Hao. Rasa takutnya membuatnya terus gemetar dengan kencang sampai dia tidak bisa kabur. Akhirnya, dia mulai fokus dan memunculkan keinginan membunuhnya lagi. Dia akan memberi rasa sakit ke keluarga Meng Hao dan mengambil cermin tembaga sialan itu.

Tapi, saat Zhao Wugang berbalik, cermin itu terbang dari tangan Meng Hao untuk pertama kalinya. Cermin itu mulai tertarik dengan Zhao Wugang. Cermin itu terbang mengejar Zhao Wugang menyerangnya beberapa kali. Mata Zhao Wugang dipenuhi keputusasaan; rasanya seperti ada kekuatan luar biasa memasuki tubuhnya. Dia berteriak tidak terkendali, tidak bisa kabur. Sesuatu melemparnya ke udara dan telinga kanan, telinga kiri, dada, dan kaki meledak dengan keras.

Aura itu meledak keluar dan mengirimkan kabut darah ke udara, dan dalam waktu untuk bernafas sepuluh kali, mata Zhao Wugang menjadi gelap dan tubuhnya kembali normal. Bulunya menghilang dan sepertinya karena hal ini, cermin tembaga itu kehilangan ketertarikannya dan terbang kembali ke Meng Hao. Tubuh Zhao Wugang terjatuh ke tanah.

Darah menutupi semuanya. Mata Zhao Wugang masih terlihat ketakutan dan putus asa. Siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan.

Melihat mayat Zhao Wugang, Meng Hao mengambil nafas dalam. Cermin tembaga itu terbang kembali ke arahnya dan tubuhnya bergetar. Rasa kagum dan hormat memenuhi matanya.

Melihat beberapa hewan liar meledak bukan hal yang luar biasa tapi saat ini adalah manusia hidup. Melihat darah dan bagian tubuh dimana-mana membuat dia ketakutan. Bau kematian di cermin itu membuatnya ingin membuang cermin itu. Dia membuang cermin itu ke tanah.

Dia hanya seorang cendekiawan. Cermin itu awalnya terlihat menarik tapi sekarang terlihat mengerikan dan berlawanan dengan kepercayaan Confucian yang dipercayai Meng Hao.

Dia berdiri diam untuk beberapa saat, merasa bingung dalam hatinya. Frustasi bisa terlihat dalam hatinya. Dalam hatinya, dia masih seorang cendekiawan dari Yujie County. Dia berkata kebenaran pada orang lain dan tidak pernah bertarung, apalagi membunuh orang. Perilaku seperti itu sudah tertanam dalam hatinya dan tidak bisa dengan mudah diganti. Saat dia memikirkan situasi ini, hatinya bimbang.

“Etika, kebahagiaan, kebaikan, dan keadilan dari Confucianism dan pencarian kebenarannya membutuhkan seseorang untuk tidak membunuh. Tapi sekte berkata ‘yang kuat akan memangsa yang lemah.’ Sekarang aku paham apa maksud kata itu, tapi untuk benar-benar melakukannya sangat berbeda…” Gemetar, Meng Hao merasa takut hanya dengan memikirkan apa yang terjadi. Setelah beberapa lama, mengela nafas dan mulai berjalan pergi.

Tapi baru beberapa langkah, dia menggertakan giginya, berbalik, dan berjalan ke arah mayat Zhao Wugang. Dia mengambil tas pembawanya lalu memunculkan Fire Serpent dan membakar tubuhnya.

Apinya tidak sepenuhnya membakar mayatnya, jadi Meng Hao mengonsumsi sebuah Spirit Condensation Pill dan menembakan tiga Flame Serpent lagi. Setelah beberapa saat, mayat itu sudah terbakar sampai tidak bisa dikenali.

Meng Hao melakukan sedikit latihan pernafasan, menggertakan giginya, lalu menembakkan dua lagi Flame Seerpent. Sekarang, mayat itu sepenuhnya menjadi abu.

Melihat cermin itu ditanah, Meng Hao mengatupkan rahangnya, berjalan mendekati cermin itu dan mengambilnya, memegangnya dengan kencang.

Masih merasa bimbang dan takut, Meng Hao pergi, berjalan menuju Immortal Cavenya dengan cepat. Dia duduk sambil melamun. Dia duduk untuk waktu yang lama sebelum akhirnya membuka tas pembawa milik Zhao Wugang. Saat dia melihat yang ada di dalam, matanya bersinar. Mood yang disebabkan pembunuhan pertamanya langsung berubah.

“Orang ini sangat kaya,” kata Meng Hao. Tas itu berisi delapan Spirit Stones, tujuh Spirit Condensing Pill, dan sebuah pecahan tulang yang ditutupi simbol aneh.

Dia melihat ke pecahan tulang itu dan dia langsung membuangnya. Pecahan itu menjelaskan teknik yang dipakai Zhao Wugang. Dia tidak berani menyentuhnya. Dia tidak mau berubah menjadi monster berbulu dan dihancurakn oleh cermin tembaga itu.

Saat dia membuang pecahan tulang itu, dia lalu ingat tentang pedang terbangnya. Dia keluar dari gua dan mencarinya kembali ke dalam hutan. Dia mengangkat pedang pendek putih dan kembali ke guanya, matanya bersinar.

Meng Hao tidak bisa menemukan ide bagaimana menyelesaikan perbedaan antara jalan Immortals dan Confucius. Dia memutuskan untuk berhenti memikirkan hal itu. Mungkin dia akan memahaminya suatu saat nanti, tapi untuk sekarang, hal paling penting adalah memikirkan cara untuk bertahan hidup dalam sekte.

Mata dipenuhi keyakinan, dia mengambil Spirit Stones dari dalam tas. Dia lalu mengerluarkan cermin perunggu dan menaruhnya di sebelahnya sambil melihatnya selama beberapa saat.

“Elder Brother Zhao memprovokasiku,” gumamnya. “Aku harus menyerang balik. Aku berusaha meluruskan masalahnya, tapi dia menolak. Aku membunuh seseorang, tapi aku berusaha untuk menjadi masuk akal. Aku berusaha menjadi baik, tapi dia malah bergerak menuju kematiannya sendiri.

“Cermin ini berbau darah. Di tangan orang jahat, cermin ini akan menjadi senjata jahat, tapi di tanganku, hal itu tidak akan terjadi. Aku punya kebaikan Confucian di hatiku, dan cermin ini milikku. Pasti akan berbeda dari para penjahat itu.” Dia melihat cermin itu dan mengambil nafas panjang.

“Tidak hanya meledakkan sesuatu, dan juga tidak hanya untuk membunuh. Di masa depan, aku akan menggunakannya dengan hati-hati.” Dia bergumam ke dirinya sendiri selama beberapa saat, lalu mengangkat kepalany, memikirkan misteri lain dari cermin tembaga itu, dan harapannya. Dia menggertakan giginya.

“Sukses atau tidak. Sekarang akan kita lihat. Jika sukses, latihan cultvationku akan menjadi luar biasa.” Tanpa keraguan, Meng Hao mengeluarkan Demonic Core dan setengah Spirit Stone dan meletakkannya di atas cermin itu. Dia menunggu dengan gugup.

Waktu berlalu selama setengah dupa terbakar, tapi tidak ada yang terjadi. Demonic Core tidak berubah, dan Spirit Stone itu tidak menghilang. Hanya ada satu Demonic Core.

Meng Hao mengerutkan keningnya. Dia berjalan mengitari gua untuk beberapa saat sebelum melihat cermin itu lagi.

“Tidak mungkin. Bulan lalu membuat Demonic Core itu jadi dua…” dia menatap Spirit Stone di cermin itu dan mulai berpikir. Setelah beberapa saat, dia menepuk tas pembawanya dan mengeluarkan separuh Spirit Stone lagi yang dia taruh diatas cermin itu dengan hati-hati.

Sesaat setelah dia menaruh Spirit Stone itu, aura hitam terlihat di permuakaan cermin dan sepertinya berubah menjadi danau. Dua Spirit Stones itu tenggelam dan kegelapan itu bergetar, memadat menjadi Demonic Core kedua. Lalu, Demonic Core yang pertama muncul di sebelah yang kedua!

Meng Hao terkejut. Meskipun dia sudah menyiapkan diri, dia masih terkejut. Setelah beberapa saat, dia mengambil dua Demonic Core itu dan melihat keduanya dengan senang.

“Jadi benar! Benar-benar luar biasa!” Dia mulai kegirangan dan butuh beberapa saat agar dia bisa tenang kembali. Tiba-tiba semua terlihat mungkin. Dia mengambil beberapa nafas dalam dan mencoba proses yang sama.

Satu, dua…sembilan Spirit Stone, dia hanya punya satu sisa. Di depannya ada empat Demonic Core. Jika mengitung yang asli, ada lima Demonic Core.

Spirit Stones mengeluarkan bau manis yang makin menguat, membuatnya mabuk. Senyum bodoh muncul di wajahnya, dia sadar bahwa ini adalah kekayaannya yang terbesar yang pernah dia miliki dalam hidupnya. Ini merupakan sesuatu yang belum pernah dilihat murid Outer Sect.

Kesenangannya bertahan sampai malam hari. Menggenggam Demoni Coresnya, dia meletakkan satu di lidahnya dan menelannya. Dua jam setelahnya, dia membuka matanya dan menelan Demonic Cores lain.

Dia tidak pernah melakukan hal yang sangat boros sebelumnya. Saat energi dari dua Demonic Cores itu sudah masuk ke dalam tubuhnya, fajar tiba.

Tubuhnya berbunyi, dan kotoran keluar dari pori-porinya. Saat dia membuka matanya, keduanya bersinar terang.
“Level tiga Qi Condensation!” Meng Hao masih belum puas. Dia melihat 3 pil yang terisisa. Dia memakan satu lagi. Saat fajar tiba esok hari, dia sudah memakan semua Demonic Cores. Level Cultivationnya sudah sedikit lagi mencapai puncak level tiga Qi Condensation.

Untuk delapan Spirit Condensation pills, mereka tidak akan berguna banyak bagi Meng Hao jika melihat level cultivationnya. Bahkan menggunakan semuanya tidak akan membantunya. Dia mencurigai hal itu dikarenakan Demonic Core. Mengingat Spirit Cultivation Pills dibagikan secara rutin oleh sekte, seharusnya tidak berefek kecil seperti ini.

“Jumlah sedikit tidak membantu. Meskipun aku menggunakan belasan, hal itu tidak akan banyak membantu.” Meng Hao menutup matanya, berkonsentrasi pada energi spiritual dalam tubuhnya. Energi di dalam tubuhnya tidak hanya aliran, tapi sudah menjadi sungai. Meskipun belum menjadi sungai yang besar, energinya sekarang sudah lebih besar daripada aliran sebelumnya. Saat dia mensirkulasi energinya, dia merasa diisi kekuatan. Dia bisa merasakan energi yang banyak dalam dirinya.

Mengingat tingkat kekuatan yang mengejutkan, Meng Hao tahu jika dibandingkan sebelumnya, tubuhnya sudah seperti dilahirkan kembali. Sebelumnya, dia hanya Cultivator lemah yang bisa dimanfaatkan siapapun. Sekarang, diantara murid level tiga yang bisa menempati Public Zone, level cultivationnya sudah sangat tinggi dan menempatakannya di posisi sebagai salah satu yang paling kuat.

Dia mengayunkan tangan kanannya dengan senang dan sebuah Flam Serpent sepanjang lengannya muncul. Panasnya langusng mengisi Immortal Cave. Flame Serpent ganas itu, diisi dengan keganasan luar biasa, menembakkan bola api.

Jika dia bertemu Zhao Wugang dengan kekuatan ini, Flame Serpentnya akan minimal membuatnya luka parah jika tidak membunuhnya.

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 8 – Zhao Wugang

Ini transliterasi kedelapan untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf untuk delay rilisnya yang amat sangat lama. Jika ada typo dan translasi yang kurang pas mohon memberitahu.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca! Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments

ISSTH 7 – Aku Butuh Spirit Stones!

Ini transliterasi ketujuh untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf untuk delay rilisnya yang amat sangat lama. Jika ada typo dan translasi yang kurang pas mohon memberitahu.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Continue reading →

Posted by Prinzer in I Shall Seal The Heavens, 0 comments