Martial World

MW 9 – Inscription Technique

Kenyataannya adalah.. Saat Lin Ming mengesampingkan keinginannya untuk menjadi Master Inkripsi, hal itu karena dia ingin memfokuskan dirinya untuk berlatih bela diri, dan jalan untuk menjadi master inkripsi sangatlah sulit! Seseorang harus bekerja banting tulang, dan mampu mempelajari buku yang tebal dalam waktu yang pendek. Pekerjaan ini juga membuat seseorang mengkonsumsi energi spiritualnya. Lin Ming tidak memiliki energy untuk berlatih bela diri dan inkripsi secara bersamaan. Tapi sekarang situasi sudah berubah, dan itu karena… dia butuh Uang!

Bagi pesilat di level Transformasi tubuh, tidak ada yang namanya obat bagus, yang ada hanya obat yang lebih baik! Yang dia gunakan saat ini adalah obat-obatan murah! Ada obat-obatan di dunia yang mampu meningkatkan level pembelajaran langsung, ataupun yang mampu membantu mengatasi kebuntuan untuk mencapai tahap berikutnya. Untuk tipe obat seperti ini, tentu harganya selangit.

Tidak hanya itu, tapi senjata, pelindung, jurus, semuanya membutuhkan uang! Bagi Lin Ming, 1000 liang emas yang dia menangkan masih sangat minim. Uang sejumlah itu masih tidak cukup untuk membawanya menembus tahap penguatan nadi.

Jika dia mau membuat uang, tidak harus menjadi seorang master inkripsi. Lin Ming langsung memutuskan untuk menyewa sebuah ruangan dan mulai menggabungkan memori yang tertinggal dari pecahan jiwa yang diserapnya.

Memori ini memiliki porsi yang besar dari pecahan jiwa yang kecil itu, dan sangat sulit untuk dipahami. Bagi Lin Ming, penyatuan ini menghabiskan beberapa jam.

Lin Ming meninggalkan Lin Xiaodong, dan Lin Xiaodong berkeliling sendirian di pameran. Sangat sulit membayangkan temannya datang ke sini hanya untuk berlatih! Dedikasi ini sangat mengagumkan. Dia benar-benar orang yang gila bela diri.

Di siang hari, Lin Ming akhirnya membuka mata. Walaupun dia merasa kepalanya bagaikan pecah, senyum licik terlihat di wajahnya, raut wajahnya menunjukkan kegembiraan!

Teknik Inkripsi yang berasal dari Dunia para dewa sangat maju dan mendalam. Teknik-teknik tersebut tidak bisa dibandingkan dengan teknik yang ada sekarang.

Teknik Inkripsi yang ada di dalam pecahan jiwa tersebut ternyata sangat mengagumkan! Teknik-teknik di sana bisa meningkatkan level peralatan, bisa juga memperkuat efek obat. Seseorang juga bisa mengukir tubuhnya untuk mempercepat kecepatan berlatihnya!

Ini adalah pengetahuan yang terkumpul di dunia para dewa. Dan ini hanya sebagian kecil saja! Manusia di bawah dunia para dewa mungkin memiliki teknik dengan level yang sama, tapi menghilang dengan berjalnnya waktu karena hancurnya sekte legendaries atau alasan lainnya.

Teknik Inkripsi Benua Tumpahan Langit hanya bisa meningkatkan level peralatan saja; selain itu peningkatannya juga hanya sedikit! Jika dibandingkan dengan teknik dari Dunia para dewa ini tentu bagaikan membandingkan bumi dan langit.

Lin Ming pun berdiri. Tiba-tiba dia merasa mual. Informasi yang sangat banyak itu mulai mengendap dalam pikirannya. Tapi rasa sakit itu muncul dengan keyakinan baru. Dia sudah menghabiskan waktu 3 jam untuk menyatukan informasi itu ke dalam pikirannya, dan hanya bisa menyatukan separuhnya saja. Tapi di pikirannya, Lin Ming sudah memiliki rencana yang jelas.

Pertama-tama dia akan membeli bahan-bahan dan mulai dari dasar untuk berlatih! Kemudian dia akan memfokuskan diri untuk berlatih teknik peningkatan obat, kemudian metode mengukir tubuh. Lin Ming sangat bersemangat memikirkan kemungkinan yang tidak terbatas!

Sejumlah pil, obat dan tumbuhan obat di dunia ini ada yang sangat langka dan berharga. Walaupun seeorang memiliki jumlah uang yang banyak, belum tentu mereka bisa membeli obat-obatan seperti ini! Jika inkripsi obat-obatan ini digunakan, maka kekuatan sebuah obat-obatan yang langka akan berlipat ganda. Benar-benar konsep yang sangat kacau…

Untuk inkripsi pengukiran tubuh, tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Teknik ini sama saja dengan meningkatkan talenta bela diri seseorang. Benar-benar teknik yang tidak menghiraukan hukum alam.

Namun, memikirkan bahan-bahan yang diperlukan, Lin Ming tersenyum kecut. Dia berhasil mendapatkan 800 liang emas, dia harus menggunakannya dengan bijak.

Jus Rumput Angin Langit, Darah hewan buas level 3, kelupasan kulit jangkrik ekor panjang, udang terbungkus es… Lin Ming membeli bahan-bahan ini dengan membabi buta.  Dia hanya mendapatkan beberapa bahan. Mungkin bahan yang dia ingat adalah bahan dari Dunia Para Dewa.  Jika begitu, mungkin di Benua tumpahan langit, bisa jadi bahan-bahan itu tidak tersedia.

Untung atau rugi, Lin Ming sudah menghabiskan uangnya untuk belajar inkripsi. Dia membeli beberapa kertas simbol dan kembali untuk berlatih teknik inkripinya. Ini benar-benar ranah membakar uang. Dja harus berhasil mengukir inkripsi ini dan menjual beberapa. Kalau tidak, dia tidak akan punya dana lagi.

Ketika Lin Ming sedang berhitung, Lin Xiaodong kembali dari pameran. Matanya terbelalak ketika dia melihat bahan-bahan yang menumpuk di depan Lin Ming. “Gila Kamu, Apa yang sudah kamu lakukan?!”

Lin Ming tidak tahu harus menjawab apa, dia hanya berkata dengan jujur, “Aku sedang mempelajari teknik mengukir inkripsi.”

“..belajar… belajar apa?” Tanya Lin Xiaodong sambil berbisik, matanya membesar seukuran telur ayam. Dia tidak berani mempercayai pendengarannya!

“Belajar Teknik Mengukir Inkripsi.” Balas Lin Ming lagi.

“Kamu b-b-b-b-belajar teknik me-mengukir inkripsi?! Ya Tuhan….! Saudaraku, mengapa kamu berubah menjadi seorang idiot pagi ini? Dengan hanya kurang dari 1000 liang emas kamu mau belajar teknik inkripsi? Dan di mana kamu mencari gurunya?

“Aku membeli sebuah buku yang langka dan berharga.” Lin Ming menunjuk ke meja. Mata Lin Xiaodong terbelalak lagi ketika dia membaca huruf yang tebal.

‘Teknik Inkripsi: Memulai jalan ke Inkripsi’

Lin Ming membeli buku itu untuk mengerti tentang teknik inkripsi di benua Tumpahan angkasa dan membandingkannya dengan pengetahuan yang didapatnya dari Dunia Para Dewa.

Ketika Lin Xiaodong melihat buku itu, dia hampir muntah darah. Dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia mulai menyesal sudah mengatakan kehebatan master inkripsi di depan Lin Ming. Penyesalan itu membuat hatinya trenyuh.

Dia melihat ke bahan-bahan itu lagi dan hati Lin Xiaodong terasa terluka lagi. Walaupun dia tidak ingin tahu, dia masih berusaha melihat Lin Ming dan bertanya,”Ini… berapa yang kamu habiskan untuk bahan-bahan ini?”

Lin Ming menjawab dengan lemas, “..sekitar 70 liang emas…”

Lin Xiaodong menghela napas, 70 liang emas dia bisa menerima, tapi nada bicara Lin Ming terlihat bahwa dia belum selesai bicara. Kata-kata berikutnya hampir membuat Lin Xiaodong pingsan.

“… Aku punya 70 liang emas sisa.”

Dunia Lin Xiaodong menjadi gelap, dan dia pingsan di lantai.

“Master Muda yang tampan! Ini adalah simbol inkripsi kertas yang sangat bagus. Ini adalah produk dari Master Baihong yang terkenal! Jika tuan menggunakannya di suatu peralatan, kekuatan dan kemewahannya akan meningkat minimal 20%!”

Di sebuah ruangan pameran, seorang laki-laki mengenakan baju formal tersenyum sambil menawarkan barangnya ke beberapa tuan muda dari keluarga bangsawan. Setelah inkripsi digambar, inkripsi itu ditempatkan di kertas simbol dan bisa digunakan. Seseorang hanya perlu memerintahkannya untuk mengukir peralatan yang diinginkan. Benar-benar mudah!

Ruangan Transaksi ini bukanlah tempat dimana seseorang bisa melewatinya dengan santai, untuk masuk memerlukan biaya sebesar 50 liang emas! Bagi pesilat pada umumnya, ini bukanlah uang yang sedikit. Uang sebesar itu cukup untuk membeli obat-obatan selama setengah bulan.

Lin Ming membayarnya dan masuk ke dalam. Saat ini total kekayaannya adalah 75 liang emas. Dia memasuki ruangan transaksi dengan hati-hati dan waspada. Jika dia tidak sengaja menyenggol botol atau vas, Walaupun dia menjuall tubuhnya ke seorang wanita bangsawan tua, dia tidak akan bisa mengembalikannya!

Lin Ming ingin melihat bagaimana master inkripsi menghasilkan uang. Ini adalah lantai dimana produk inkripsi dijual, jadi Lin Ming hanya bisa mengeluarkan uang untuk datang ke sini.

“Ini adalah inkripsi Master Baihong?” Seorang bangsawan muda bertanya sambil melangkah maju. Dia jelas tertarik dengan inkripsi master ini. “Apa kamu punya bukti?”

:Tentu tuan muda, kami punya bukti yang bahkan Master Baihong sendiri akan mengakuinya. Tenang saja Tuan Muda, semua barang yang ada di ruangan transaksi ini asalnya jelas semua! Jika tidak, kami akan menggantinya sepuluh kali lipat dari harganya!”

“…hmm… berapa duit?”

“1500 liang emas, Jika kamu punya kartu VIP, kami bisa memberikan diskon 10%.”

“mmm… biarkan aku berpikir sebentar…” Tuan muda itu ragu-ragu sesaat. Walaupun dia terlihat jelas kaya, tapi 1500 liang emas bukanlah jumlah yang sedikit.

Mendengar harga ini, walaupun Lin Ming sudah menyiapkan hatinya, dia masih terkejut! 1500 liang emas! Ini benar-benar hujan emas dari surge!

Tapi… karena dia belajar teknik inkripsi sendiri, akan sulit untuk mendapatkan profit dengan cepat.

Memikirkan hujan emas ini, Lin Ming menjadi bersemangat. Dia sudah tidak sabar untuk belajar teknik inkripsi!


 

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

MW 8 – Qin Xingxuan

Lin Ming ikut tertawa dan berkata, “Benar, ayo kita lakukan. Tapi, kamu harus berhati-hati ketika keluar beberapa hari ke depan.”

“Nn? Maksudmu Wang Yigao?”

“Ya, dia tentu akan membalas dendam. Dia tidak akan melakukannya terang-terangan, tapi diam-diam. Ini adalah jembatan yang harus kita lalui…” Nada Lin Ming turun saat dia mengatakan hal itu. Jika Wang Yigao bersedia tidak mempermasalahkan hal ini, maka semuanya akan berakhir. Namun, jika dia diam-diam berkonspirasi untuk mencari masalah dengan mereka atau mengirimkan pembunuh untuk menarget mereka, maka Lin Ming tidak segan-segan untuk membunuh Wang Yigao. Biasanya, Lin Ming tidak akan sampai melakukan hal seperti itu. Apalagi, ayah Wang Yigao adalah kepala tentara pertahanan kota Sky Fortune. Ketika insiden ini terdengar olehnya, maka semuanya akan berakhir dengan buruk.

Pameran itu terletak di bagian luar kota Sky Fortune. Tempat ini adalah tempat dimana transaksi bisnis terbesar dilakukan. Akan ada banyak pameran yang digelar tiap tahun. Di pameran ini, bahkan master bela diri dari kerajaan sebelah akan datang untuk mencari dan membeli barang yang mereka butuhkan.

Ketika Lin Ming sampai di jalan masuk pameran, dia terkejut ketika dia melihat banyaknya orang dan barang yang dipajang. Ini adalah tempat yang mewah, dunia untuk para bangsawan dan master. Tidak mengagetkan jika melihat banyak pesilat di tahap penguatan nadi di kerumunan orang itu.

Ketika Lin Ming melihat kerumunan orang itu, Keramaian terjadi di antara mereka. Lin Ming menoleh untuk melihat dan terkejut melihat kereta putih mewah yang ditarik kuda sampai di jalan masuk pameran. Kuda yang menarik kereta itu memiliki jenis yang sama: Kuda Salju Bersisik. Kuda-kuda ini memiliki kecepatan dan ketahanan yang kuat. Satu kuda itu bisa berharga sampai 10.000 liang emas. Lupakan tuan muda dari keluarga kaya, bahkan tuan muda dari keluarga besar belum tentu mau membeli kuda itu.

Orang seperti apa yang ada di dalam kereta itu? Bahkan yang menariknya bernilai puluhan ribu liang emas, apa mungkin dari keluarga kerajaan? Lin Ming berpikir dalam hati.

Pada detik itu, Lin Xiaodong berkata, “Kamu lihat simbol yang seperti ksatria memegang tombak emas di kereta itu?” Itu adalah kereta dari Bangsal Marsekal.”

“Bangsal Marsekal? Maksudmu Marsekal Qin? Tanya Lin Ming.

“Siapa lagi? Cuma ada satu Marsekal di selutuh kerajaan Sky Fortune.”

Dalam struktur militer kerajaan Sky Fortune, posisi dari seorang kapten yang membawahi 10.000 orang sudah pencapaian yang luar biasa. Berikutnya adalah Mayor. Di atas Mayor adalah Kolonel. Di atasnya lagi adalah Jendral. Yang terakhir, di atas jendral adalah Marsekal. Di seluruh kerajaan Sky Fortune, hanya ada seorang yang mencapai posisi Marsekal selama 80 tahun terakhir.

Sejumlah rakyat kerajaan Sky Fortune bisa jadi tidak mengetahui nama kaisar saat ini. Namun, semuanya tahu nama Marsekal.

Pelindung Kerajaan, Marsekal Besar Qin Xiao; 80 tahun lalu, kerajaan Sky Fortune diinvasi kerajaan Matahari Timur. Begitu banyak nyawa melayang dan keluarga kerajaan harus berlindung di selatan. Qin Xiao adalah satu-satunya yang tinggal di belakang. Mengomandoi tentara Qin-nya, dia berkontribusi sangat banyak, menguasai tanah yang dirampas dan menyelamatkan daerah utara yang berada di kondisi yang mengenaskan. Setelah 3 tahun, Tentara Qin akhirnya mengalahkan Kerajaan Matahari Timur. Ibukota Kerajaan akhirnya direlokasi dan Qin Xiao diberikan gelar Marsekal di tahun yang sama. Di saat yang sama, para veteran militer mendirikan Perguruan Silat Sky Fortune.

Karena terbatasnya fondasi mereka, perguruan silat Sky Fortune tidak bisa berkompetisi dengan Perguruan Silat Tujuh Kebijaksanaan yang didirikan oleh Sekte tingkat tiga, yaitu Tujuh Lembah Kebijaksanaan. Namun, Perguruan Silat Sky Fortune juga menjadi akademi militer bagi kerajaan Sky Fortune. Bagi mereka yang masuk ke militer setelah lulus dari pergurusan silat Sky Fortune pasti mendapatkan posisi yang bagus di militer.

Bagi Qin Xiao sendiri, dia adalah Pengawas Kehormatan Perguruan Sky fortune. Level bela dirinya sudah mencapai tahap Houtian menengah. Bagi rata-rata pesilat, Level Houtian ataupun Tahapan penguatan nadi adalah sesuatu yang sangat jauh.

Saat ini, kereta kuda itu berhenti dan Lin Ming menarik napas panjang: mungkinkah Qin Xiao sendiri yang ada di dalam? Orang itu legenda!

Korden kereta terbuka dan Lin Ming terkejut. Yang muncul adalah seorang wanita muda.

Meihat wanita muda itu, Lin Ming terkejut dan mata Lin Xiaodong memandang bagaikan terkena lem ke arah wanita itu. Kecantikan yang bisa membalikkan kerajaan? Inilah kecantikan itu.

Wanita muda itu memakai gaun putih, rambu hitamnya tergerai sampai pinggang, kulitnya berkilau bagaikan giok, penampilannya sangat mengagumkan bagaikan bulan purnama, matanya bersinar bagaikan air di musim gugur. Dia memiliki hidung yang bagus, dagu runcing dan leher yang ramping. Tidak ada cacat sedikitpun di penampilannya. Selain itu, wanita muda itu memancarkan aura kebijaksanaan dan kesucian, mengakibatkan pemikiran muncul di setiap orang yang melihatnya: Kecantikan yang tak tertandingi.

Dikawal pengawal pribadinya dan pelayan perempuan, wanita muda itu keluar dari kereta dan memasuki pameran. Kemanapun dia pergi, area di sekitarnya bagaikan penuh warna dan bunga pun mekar. Wanita muda itu sendiri, dia bagaikan menari dalam bayangan itu, mengakibatkan setiap orang yang melihatnya menjadi berkhayal.

Semua pandangan mengarah kepadanya. Keretanya yang berharga beberapa puluh ribu liang emas, kecantikannya yang menakjubkan, Keluarga Qin yang bertahan lebih dari 80 tahun; semua faktor ini membuatnya jadi fokus perhatian.

Lin Xiaodong baru memalingkan wajahnya setelah wanita muda itu benar-benar menghilang dari pandangannya, wajahnya terlihat kecewa.

Lin Ming bertanya, “Siapa wanita itu? Memang kamu kenal sama dia?”

Lin Xiaodong menjawab, “Aku tahu dia, tapi dia tidak kena aku. Dia itu cucunya Qin Xiao, Qin Xingxuan. Benar-benar… Sempurna.” Sambil menjelaskan, Lin Xiaodong memuji juga. Lin Ming hanya berkata “oh”. Dia telah mengira-ngira identitasnya dan hanya seedar bertanya tanpa motif apapun. Lin Ming pun tidak terlalu kaget.

Lin Xiaodong melihat Lin Ming dan tersenyum sambil melanjutkan. “Wanita itu memiliki talenta silat level 6.”

“A…Apa?”

Lin Ming merasa bodoh. “Bakat level 6? Kamu yakin?”

Bakat paling tinggi yang pernah Lin Ming lihat adalah bakal level 4. Untuk bakal level 5, tidak ada seorang pun di Kota Murbei Hijau. Mungkin orang seperti ini ada di kerajaan Sky Fortune, tapi jumlahnya tentu terbatas. Namun, Lin Ming baru saja diberitahu bahwa wanita muda tadi memiliki bakat tingkat 6. Baginya ini adalah fakta yang tidak terbayangkan!

Lin Xiaodong sudah memprediksikan reaksi Lin Ming dan berkata. “Gini Kakak Ming, tidakkah kamu berpikir dibandingkan bakatnya, kecantikannya jauh lebih hebat?”

Li Ming menjawab. “Menurutku, bakat bela dirinya jauh lebih menakjubkan!Bakat tingkat 6! Benar-benar luar biasa! Ngomong-ngomong… di tahapan berapa ya dia?”

Lin Xiaodong mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu. Tapi pasti tinggi. Mengingat dia sangat berbakat dan lahir di keluarga besar, tahapan fisik ke 4 atau 5 mungkin bukan sesuatu yang mengejutkan. Namun… Kakak Ming, kenapa kamu selalu bertanya tentang bela diri? Setelah melihat kecantikan yang tidak tertandingi, apakah hatimu tidak tergerak sama sekali?”

Pertanyaan ini mengejutkan Lin Ming. Dia tidak terbuat dari kayu. Seorang wanita cantik selalu dinanti oleh banyak pria; dan Qin Xingxuan benar-benar sempurna. Namun, setelah apa yang terjadi dengan Lan Yunyue, Lin Ming menyadari bahwa keluarga yang sejahtera baru bisa dia dapatkan apabila dia sudah memiliki kemampuan yang cukup. Dengan levelnya saat ini, hal-hal seperti itu tidaklah berarti. Menoleh ke belakang, Lin Ming bertanya. “Kenapa? Emang kamu suka sama dia?”

“Ngga… aku cuma pengagum saja.Cewek ini sangat jauh dariku, Aku tidak mungkin punya pemikiran seperti itu. Aku tidak tahu seberapa banyak orang di Kota Sky Fortune berharap menjadi pendampingnya; namun, tidak ada seorangpun yang layak. Cewek ini tentunya akan memasuki sekte di masa depan, seperti Tujuh Lembah Kebijaksanaan. Dia sudah lama menjadi murid inti di Lembah Tujuh Kebijaksanaan. Manusia biasa seperti kita tidak mungkin bisa berjodoh dengannya. Namun, yang membuatku iri adalah ternyata dia adalah Master Inkripsi juga.”

“Master Inkripsi?” Lin Ming tidak punya cukup pemahaman tentang profesi –profesi unik. Umumnya, profesi unik seperti ini memiliki persyaratan yang sangat tinggi dan jumlah orang yang mampu mempelajarinya sangatlah minim. Jumlah uang yang diperlukan profesi itu juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah uang yang diperlukan untuk berlatih bela diri.

“Ya, Seorang master inkripsi bisa menggunakan bahan special untuk mengukir formasi dan simbol di senjata. Mereka bisa memperkuat peralatan dengan mengukir simbol di atasnya. Profesi ini membutuhkan bakat yang tinggi dan kekuatan jiwa yang kuat. Namun, setelah seseorang menjadi Master Inkripsi, Mencari uang menjadi semuah makan dan minum!”

“Sayangnya, kebanyakan pesilat tidak memiliki kesempatan untuk mempelajari profesi ini. Bahkan jika mereka punya talenta, mereka tidak akan bisa mencapai sukses karena untuk berlatih juga membutuhkan banyak bahan. Tentunya, jumlah uang sebesar itu tidak berarti apa-apa untuk keluarga Qin. Dengar-dengar pencapaian Qin Xingxuan di Teknik Inkripsi sudah mencapai level tinggi. Dia tidak tertandingi dengan anak seumurannya dan bisa mengalahkan banyak generasi tua.”

Lin Xiaodong menerima edukasi formal dalam bela diri, karena itu dia memiliki pemahaman yang lebih luas dibandingkan Lin Ming. Ketika Lin Xiaodong menjelaskan dengan detail, dia tiba-tiba menyadari bahwa kepala Lin Ming menunduk bagaikan sedang mempertimbangkan sesuatu.

“Kakak Ming.. Kakak Ming, kamu baik-baik saja kan? Hmm… mengingat kecantikan bagaikan bidadarainya, ini normal kok.”

“Tidak ada apa-apa,” Lin Ming mengibaskan tangannya.

Jadi, ternyata ini toh yang namanya Inkripsi! Formasi, inkripsi, ukiran dan berbagai macam simbol, karakter, senjata biasa yang memancarkan aura kuat yang berada di pecahan jiwa, mereka ternyata adalah inkripsi.

Ternyata, memori yang sementara ini dia pinggirkan memiliki nilai yang sangat tinggi!


 

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

MW 7 – Innate Divine Strength? Kekuatan tubuh istimewa

Serangan terkuat yang sudah dipelajari Lin Ming di Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan bukanlah serangan pedang, melainkan serangan tangan kosong!

Sekarang, kekuatan pukulan Lin Ming bisa meninggalkan bekas sedalam setengah kaki di pohon besi. Ketahanan pohon besi tidak bisa dikatakan lebih rendah dari besi. Jika yang dipukul adalah batu, maka batu itu akan hancur berkeping-keping!

Lin Ming menatap tajam Wang Yigao, matanya mengunci ke dada Wang Yigao. Bergerak ke samping, dan dia melancarkan pukulan!

“Bang!”

Terdengar suara meletup, Wang Yigao terlihat memuntahkan darah dari mulutnya sambil terpental. Walaupun dengan perlindungan pelindung fleksibel, walaupun dengan tahapan kedua latihan fisik, walaupun dengan latihan menguatkan tubuhnya, dia masih tidak bisa menerima pukulan ini dari Lin Ming.

Melihat Wang Yigao terjatuh di lantai bagaikan babi mati, penonton terdiam. Wang Yigao telah mengancam untuk mengalahkan Lin Ming dalam 3 gerakan, tetapi hasilnya malah berkebalikan. Lin Ming malah mengalahkan Wang Yigao dalam 3 gerakan.

Dalam setiap pertemuan 3 gerakan jurus, Lin Ming memenangi semuanya. Jika bukan karena pelindung fleksibel, Wang Yigao sudah kalah sejak awal. Apa ini benar-benar pertarungan antara pesilat tahap pertama melawan tahap kedua? Hasilnya benar-benar berkebalikan!

“Senior Liu, apa pendapat anda tentang kejadian ini?” Di tengah duel, seorang pria tua muncul di antara penonton. Di masa mudanya, pria tua ini sudah mencapai tahap kelima dari latihan fisik, yaitu tahap penempaan tulang. Dia sedikit lagi akan mencapai tahap penguatan nadi; namun, dia gagal untuk menembusnya. Seorang pesilat dengan tahap penempaan tulang memiliki masa hidup sama dengan orang normal. Secara alamiah, tubuhnya tidak bisa menahan serangan waktu. Sekarang usia pria tua ini sudah mencapai 70 tahun, dia tidak lagi memiliki kekuatan bertarung. Tapi matanya tetap bisa melihat dengan jelas.

Pria tua itu merenung sejenak sebelum menjawab. “Anak itu lahir dengan Kekuatan tubuh istimewa bawaan!”

Pengklasifikasian bakat atau talenta bela diri, baik itu bakat tingkat satu ataupun bakat tingkat dua sebenarnya adalah pengukuran seberapa cepat dan mudah seseorang bisa menyerap tenaga alam di sekitarnya. Semakin cepat mereka mampu menyerap, maka semakin tinggi bakat bela diri mereka.

Namun, kekuatan tubuh seorang pesilat tidak termasuk hitungan untuk menentukan bakat bela diri seseorang. Hal itu dikarenakan kebanyakan orang memiliki kekuatan tubuh yang sama.

Terkadang, beberapa orang terlahir dengan kekuatan tubuh istimewa. Beberapa bahkan terlahir dengan kekuatan 10x lipat lebih kuat daripada manusia normal dan yang lain bahkan bisa lebih!

Dengan kekuatan yang besar, maka kecepatan pun juga makin cepat. Sehingga, mereka akan memiliki keuntungan dalam pertarungan.

Namun, jumlah pesilat dengan kekuatan tubuh istimewa sangatlah sedikit. Selain itu, tidak banyak dari mereka yang berhasil. Dengan proses berlatih bela diri, kekuatan alam manjadi makin penting dan efek tubuh istimewa seseorang menjadi makin kecil.

“Jadi begitu….” Penonton di sekeliling menganggukkan kepalanya. Penjelasan ini sangatlah masuk akal.

Lin Ming mengambil pisaunya dan melangkah mendekati Wang Yigao. Wang Yigao sekarang berada di kondisi yang mengenaskan. Bajunya sudah tersobek-sobek menjadi potongan benang, darah keluar dari mulutnya dan wajahnya penuh dengan tanah. Wang Yigao merasa ingin bunuh diri. Dia benar-benar kehilangan mukanya karena insiden hari ini. Dia tentu akan menjadi bahan tertawaan di antara teman-temannya di Kota Sky Fortune.

Lin Ming berkata, “Kamu tadi sudah menyepakatinya. 1000 liang emas. Keluarin.”

“Sial!”

Mendengar kata-kata ini, Wang Yigao hampir memuntahkan darah lagi.

Oh, Sial… betapa bodohnya aku! Mengapa aku harus menambah 800 menjadi 100? Walaupun Wang Yigao adalah anak dari sebuah keluarga besar, mengeluarkan 1000 liang emas bukanlah hal kecil!

Insiden hari ini adalah kejadian yang paling mengenaskan dan tidak terlupakan dalam sepanjang hidupnya. Dengan banyak orang sebagai saksi, Wang Yigao tidak bisa menarik kata-katanya.

Selain itu, karena ini adalah kesepatakan duel, dia tidak bisa membalas dendam atau dia akan dikucilkan oleh semu orang. Kecuali, kecuali dia melakukannya dengan diam-diam.

“Uang, bawa keluar uangnya!” Wang Yigao berterika kepada anak buahnya! Hari ini, dia harus mengakui kekalahannya. Tapi, ini bukanlah akhir, dia bersumpah bahwa dia akan memutilasi Lin Ming!

Sekumpulan anak buah Wang Yigao sangat terkejut melihat kekuatan Lin Ming. Jikalau mereka mengeroyok Lin Ming, tidak ada jaminan bahwa mereka akan menang! Benarkah dia masih berada di tahap pertama Latihan fisik?

“Xiaodong, Ambil uangnya,” Kata Lin Ming. 1000 Liang emas bukanlah jumlah yang sedikit. Walaupun Wang Yigao kaya, dia tidak mungkin membawa uang sebanyak itu. Akhirnya, dia hanya bisa mengumpulkan uangnya dan uang anak buahnya.

Dari saat Wang Yigao memuntahkan darah, Lin Xiaodong tidak bisa bergerak karena terkejut. Hanya ketika Lin Ming memanggilnya, dia akhirnya bereaksi: Oh Tuhan! Apakah ini nyata? Lin Ming benar-benar menang?

Lebih-lebih, mereka memenangkan 1000 liang emas. 1000 liang emas! Seluruh kekayaan Lin Xiaodong jika dikumpulkan idak sampai 200 liang emas. Membeli sebuah ginseng darah menghabiskan lebih dari setengahnya!

Melihat kertas uang di tangannya, ekspresi Lin Xiaodong menganga. Kemudian berubah menjadi kegembiraan yang luar biasa dan akhirnya menjadi tawa terbahak-bahak.

Matanya memang tidak besar. Sekarang ketika dia tersenyum, matanya semakin tidak terlihat.

“Haha, Kita kaya, kita kaya! Kamu terlalu baik, apa yang bisa aku ktakan? Terima kasih untuk kemurahan hatimu. Kamu pasti tahu kita sedang kekurangan, dan senior sudah member kami hadiah, terima kasih!”

“Terutama Kakak Gao Yiwang yang merasa 800 liang emas tidaklah cukup dan menambahkan menjadi 1000 liang emas. Mewakili rakyat biasa, aku mengucapkan terima kasih.”

Mendengar kata-kata sarkastis Lin Xiaodong, ‘Gao Yiwang’ yang sudah cedera parah mereka mulutnya penuh darah dan memuntahkan darah lagi. Sebelumnya, dia sudah mengatakan bahwa jika dia tidak bisa mengalahkan Lin Ming dalam 3 gerakan, namanya akan dibaca terbalik.

Sumpahin tuh kakekmu!

Wang Yigao sangat marah sampai dia menggertakkan giginya. Yang lain, wajah mereka merengut ekstrem. Ketika hal itu terjadi, Wajah Lin Xiaodong bukanlah wajah yang menarik. Bagi mereka, Wajah Lin Xiaodong sangat menjijikkan, bahkan bisa membunuh mereka. Setelah menerima kertas uang, Lin Xiaodong meludahi telapak tangannya dengan gerakan yang berlebihan dan mulai menghitung satu per satu.

“dua puluh, tiga puluh, lima puluh, tujuh ratus…”

Lin Xiaodong menghitung tumpukan kertas uang itu 3 kali, kemudian mengernyit dan berkata dengan mata licik, “Delapan ratus lima puluh liang emas, kurang seratus lima puluh. Bukankah kalian orang kaya? Bagaimana mungkin kalian tidak bisa mengeluarkan uang kecil seperti ini?”

Mendengar kata-kata Lin Xiaodong, Wang Yigao hampir muntah darah lagi. Wajahnya terlipat ke dalam, dia menggerakkan tangan kanannya dan suara “ding” terdengar. Pedangnya tertancap di tengah area pertarungan. “Pedang Tajam Hijau, ini bisa dijual seharga 200 liang emas di semua toko senjata. Kita pergi!”

Keenam orang tersebut sebenarnya mau membalas dendam kawanya. Namun, hasil akhirnya malah mereka harus menyerahkan semua barang milik mereka, termasuk pedang mereka. Kejadian memalukan ini adalah yang pertama bagi Wang Yigao!

Melihat Pedang Tajam Hijau, Lin Xiaodong menyeringai. Dia memiliki sedikit pengetahuan mengenai senjata dan pedang tajam hijau memang senjata yang bagus. Paling tidak, pedang itu lebih bagus daripada pedang yang dia gunakan.

Lin Ming berkata. “Jika kamu suka, kamu bisa memakainya.”

Lin Xiaodong menjawab, “Aku tidak bisa melakukannya. Kakak Ming, kamu belum punya senjata.”

Lin Ming menjawab, “Tanganku adalah senjataku. Untuk saat ini, aku belum butuh senjata. Nanti, aku akan mendapatkan senjata yang cocok denganku. Walaupun pedang ini tajam, masih terlalu ringan buatku.”

Lin Xiaodong mengingat pukulan Lin Ming yang menakutkan sebelumnya dan setuju bahwa pedang ini tidak cocok bagi Lin Ming.

“Baiklah, aku akan menerima pedang ini kalau begitu. Tapi, kamu benar-benar menakutkan Kakak Ming. Aku tidak pernah melihatmu seperti itu sebelumnya,” Sejak Lin Ming mulai berlatih bela diri, Lin Xiaodong tidak pernah melihat Lin Ming bertarung. Bagaimana dia bisa tahu bahwa kekuatan Lin Ming sudah terbang jauh mencapai titik ini. Dia percaya bahwa ini adalah hasil dari kerja keras Lin Ming.

Lin Ming menjelaskan, “Wang Yigao tidak menyadari sepenuhnya kekuatan dirinya, dan hanya berada di awal tahap kedua latihan fisik. Selain itu, dasarnya juga tidak stabil. Tahapannya bisa jadi adalah hasl dari obat-obatan. Bahkan Jurusnya pun tidak bisa dikatakan bagus. Menghajarnya bukanlah sesuatu yang membuatku bangga, Tujuan utamaku adalah Zhu Yan.”

Zhu Yang sangat berbeda dari Wang Yigao. Zhu Yan memiliki kekuatan yang besar dan fondasi yang solid. Bakat tingkat empatnya bukan hanya untuk pertunjukan. Sebagai tambahan, dia juga seorang pekerja keras. Lin Ming yang sekarang tidak mungkin mengalahkan Zhu Yan.

Lin Ming menerima kertas uangnya, dan membaginya dan memberikan setumpuk kepada Lin Xiaodong tanpa menghitung. “Ambil ini.”

“Apa yang kamu lakukan? Uang ini semua kamu yang mendapatkan. Aku sudah mengambil pedangnya. Untuk uangnya, aku tidak membutuhkannya. Dengan caraku berlatih, 10 liang emas sebulan sudah sangat berlebih.”

Lin Ming diam sejenak, kemudian tanpa membantah, dia menyimpan kertas uang itu ke dalam dadanya. Di antara dia dan Lin Xiaodong, hal-hal kecil seperti ini tidaklah penting.

“Oke, yuk kita ke pameran.”

“Oh iya! Bener banget! Haha, aku hampir lupa tentang pameran! Sekarang kita punya modal untuk ke pameran, 1000 liang emas brooo… Senior ini tidak pernah melihat uang sebanyak ini sebelumnya! Kali ini aku akan menghabiskannya!”


 

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

MW 6 – Bertarung Dengan Tangan Kosong

Wang Yigao merasa bahwa orang yang ada di hadapannya ini memiliki gangguan jiwa. Memang tidak mustahil mengalahkan orang dengan tahapan yang lebih tinggi, tapi diperlukan talenta jenius da nada seorang master yang mengajarinya. Lin Ming adalah pemuda yang miskin, baginya untuk mencapai tahap pertama saja sudah pencapaian yang sangat luar biasa. Tapi melihat talentanya yang biasa-biasa saja, dia berpikir bahwa dia akan menang? Apa mungkin dia kurang tidur? Jangan-jangan dia berjalan sambil tidur sekarang.

Wang Yigao bertanya sambil menyeringai, “Apa yang kamu inginkan?”

“Jika aku menang, aku minta ginseng darah berusia 200 tahun dan 500 liang emas.”

Ginseng darah berusia 200 tahun dan 5 ratus liang emas! Orang-orang di sekitar sana menjadi tak bisa berkata apa-apa: anak ini butuh biaya pemeliharaan yang mahal! Ginseng darah 200 tahun berharga sekitar 300 liang emas, dan total semuanya adalah 800 liang emas! Ini bukan uang yang sedikit; namun, seseorang butuh untuk hidup supaya bisa mengambilnya.

“delapan ratus liang emas?” Wang Yigao mendengus. “Kamu kira kamu berharga segitu? Kamu kira tangan dan kakimu segitu harganya?”

Di Kerajaan Sky Fortune, hidup seorang bangsawan dan orang biasa tidaklah sama. Walaupun Wang Yigao membunuh seseorang, dia mungkin hanya ditahan sebagai hukumannya. Setelah itu, dia hanya perlu membayar 200 liang emas untuk kompensasi.

Lin Ming menjawab perlahan, “Bagi seorang pesilat, kedua tangan dan kaki mereka tidaklah ternilai. Jika kamu tidak bersedia, maka aku pun mengerti. Yang perlu kamu lakukan adalah memutuskan uratmu sendiri.”

“Sialan Kau! Minta mati ya!” Wang Yigao berteriak dengan marah sambil menarik pedang dari pinggangnya.

Wajah Lin Ming tetap dingin sambil berkata, “Kamu belum menjawab pertanyaanku.”

“Huh! Hanya 800 liang emas? Aku bisa memberimu 1000 liang emas! Namun, apa kamu bisa mengambilnya? Senior ini akan melumpuhkanmu. Jika kamu masih bisa bertahan hidup setelah 3 gerakan, maka senior ini akan membawa namanya terbalik!”

Wang Yigao menjadi tidak sabar, bagi Lin Ming ini berarti lebih banyak uang yang bisa dia dapatkan. “Baik, 1000 liang emas taruhannya!”

Dia baru berhenti berbicara ketika pedang Wang Yigao menyerangnya.

Cahaya keemasan yang tidak terlalu jelas terpancar dari pedang, dan sebuah suara pedang terdengar sampai puluhan meter.

Jurus Bela Diri!

Jurus Bela Diri menggunakan tenaga dalam untuk membunuh musuhnya. Ketika Wang Yigao mengklain bahwa dia bisa membunuh Lin ming dalam 3 gerakan, dia tidak hanya emosi semata, tapi dia juga memiliki keyakinan pada jurus bela dirinya! Kesempatan untuk belajar Jurus ini hanya dimiliki tuan muda dari keluarga bangsawan.

Ketika Jurus sudah dikeluarkan, mereka yang tidak memiliki Jurus bela diri akan mengalami kesulitan menghadapinya. Apalagi melihat perbedaan tahapan Wang Yigao dan Lin Ming. Wang Yigao memiliki keyakinan penuh bahwa dia akan menang dengan 1 jurus saja. Alasan dia mengatakan kepada Lin Ming 3 gerakan adalah untuk persiapan apabila ada scenario tidak terduga.

Wang Yigao berasumsi bahwa Lin Ming belum belajar Jurus bela diri apapun dan dia memang benar. Lin Ming hanya bisa menggunakan gerakan biasa untuk menghadapi serangan Wang Yigao.

Ketika para penonton melihat hal ini, mereka merasa bahwa hasilnya sudah ditentukan. Sedangkan hati Lin Xiaodong makin was was. Bagaimana Lin Ming bisa menangkis serangan ini?

Perhatian Lin Ming terfokus pada serangan Wang Yigao yang mengarah ke dirinya. Sejak berlatih Formula Energi Kekacauan Sejati dari Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan, persepsi Lin Ming meningkat berkali-kali lipat. Di mata Lin Ming, Wang Yigao bagaikan binatang buas yang menyerangnya! Beberapa hari terakhir ini, Lin Ming telah menulangi binatang buas yang tidak terhitung jumlahnya. Walaupun binatang itu telah mati, menulangi dan memotong mereka masih membutuhkan teknik untuk mencari celah di antara tulang. Kapanpun pisaunya menghujam, itu akan sangat cepat, akurat dan buas!

Ketika pedang Wang Yigao menyambar, pisau Lin Ming keluar. Tidak ada kalkulasi atau perhitungan dalam gerakan ini; semuanya murni insting. Pisau itu masuk di celah gerakan Wang Yigao, Memotong ke atas dengan sedikit miring.

Bersenjatakan pedang yang mempesona, melawan sebuah pisau biasa, hasilnya tidak seperti yang penonton bayangkan. Lin Ming bergeser ke samping dan menghindari sambaran pedang Wang yigao. Pisau di tangannya kemudian menusuk rusuk Wang Yigao.

“Ping!” Setelah tertusuk pisau. Wang Yigao berteriak, badannya terjatuh ke tanah.

Apa yang terjadi? Para penonton tidak bisa memahami apa yang baru saja terjadi dan diam tidak bergerak.

Sekarang, lubang sepanjang satu kaki muncul di baji Wang Yigao, dari dada ke rusuknya. Namun, tidak ada darah yang mengucur. Cahaya perak terlihat dari lubang itu.

“pelindung badan fleksibel?”

Lin Ming meratap dalam hati. Ternyata Wang Yigao mengenakan Pelindung Badan Fleksibel di dalam bajunya. Jika bukan karena pelindung itu, tusukan tadi sudah bisa mengalahkan Wang Yigao.

“Kamu!” Wang Yigao terkejut namun juga marah, matanya menjadi merah. Dia baru saja ditusuk oleh orang yang tahap bela dirinya 1 tahap di bawahnya! Di hadapan orang banyak! Bagi Wang Yigao yang sombong, ini adalah hal yang tidak bisa diterima.

“Aku mau kamu mati!”

Logikanya, tusukan tadi menunjukkan bahwa Wang Yigao sudah kalah. Tapi, bagaimana mungkin Wang Yigao mengakui kekalahannya? Dia pun sekali lagi menebas ke arah Lin Ming!

Jurus bela diri lain pun diluncurkan!

Lin Ming bagaikan seorang pemburu yang berpengalaman, melihat setiap kelemahan dari binatang liar!

“Ping!” Kejadian yang sama terulang kembali. Kali ini tebasan Lin Ming mengenai sisi kanan dari baju Wang Yigao.

Para penonton menjadi terkejut. Mereka melihat dengan tidak percaya pertarungan ini. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seperti kata pepatah, “Satu inci lebih panjang, satu inci lebih kuat”. Pedang Wang Yigao jauh lebih panjang daripada pisau Lin Ming. Selain itu, Wang Yigao juga menguasai Jurus Bela diri dan memiliki tahapan yang lebih tinggi. Tapi di pertarungan ini, dia terkena tebas 2 kali dengan gerakan yang kelihatan biasa.

“Anak itu… kecepatan tubuh dan pisaunya lebih cepat dari Wang Yigao!” Seorang pesilat yang menonton berkomentar. Seorang dengan tahap pertama mengalahkan seorang dengan tahap kedua adalah kejadian yang tidak biasa!

Kecepatan Lin ming memang lebih cepat dari Wang Yigao, Kenyataannya, perbedaan kecepatannya cukup besar. Ini adalah hasil dari berlatih Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan! Sebelum berlatih pun, keahlian pisau Lin Ming sudah sangat akurat. Namun, kecepatan dan kekuatannya tidak mampu mengikutinya. Sangatlah normal bagi Lin Ming jika dia tidak bisa mengalahkan Wang Yigao yang berada di tahap kedua latihan fisik.

Tapi dengan keberadaan Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan. Situasinya sekarang benar-benar berbeda!

“A a a!” penuh kemarahan, Wang Yigao merobek baju luarnya, terlihat pelindung tubuh fleksibel berwarna silver. Dia sudah kalah dengan orang yang berada 1 tahap di bawahnya. Jika dia tidak bisa balas dendam, maka dia tidak punya muka untuk tinggal di kota sky fortune.

“Aku bunuh kau!” Wang Yigao mati-matian mengerahkan tenaga dalam dari dalam tubuhnya, pedangnya pun bersinar lebih terang daripada sebelumnya. Dia menebas ke arah kepala Lin Ming. Jika tebasan ini mengenai kepala Lin Ming, bisa dipastikan lin Ming akan mati.

Seketika itu juga, Lin Ming melakukan gerakan yang mengejutkan semua orang. Dia melemparkan pisaunya dan menghadapi musuhnya dengan tangan koson!

Semua penonton tidak bisa memahami apa maksud gerakan Lin Ming. Tebasan Wang Yigao ini sudah jelas adalah Tebasan terakhir dengan mengerahkan seluruh tenanga, Jadi, kenapa Lin Ming malah membuang senjatanya di momen kritis seperti ini? Tentu, pisau lebih kuat daripada tangan. Di momen kritis, dia bisa menggunakan pisau untuk menangkis serangan pedang lawannya.

 

Chapter Sebelumnya | Chapter Berikutnya

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

MW 5 – Taruhan

Segera setelah Lin Ming berhenti, sebuah suara keras terdengar dari dalam lorong. “Hehe, sungguh tidak terduga, kau ternyata punya tingkat kewaspadaan yang tinggi. Kamu bernama Lin Ming, betul?” seorang remaja mengenakan pakaian sutra berjalan dari belakang sebuah rumah, senyum mengejek terlihat di wajahnya. Di belakangnya, lima remaja berusia 18 tahun mengikuti. Rata-rata mereka berada di tahap pertama latihan fisik, hanya satu orang berada di tahap dua latihan fisik.

Melihat situasi ini, Lin Xiaodong pun panik. Dia mengenali pemuda yang berpakaian sutra itu. Dia adalah orang yang berada di samping Zhu Yan ketika insiden di pendaftaran perguruan tujuh Kebijaksaan digelar. Semua yang melihat jelas tahu bahwa dia ingin mencari masalah.

Total ada 6 orang, 2 orang di tahap dua latihan fisik, dan 4 orang di tahap pertama latihan fisik. Baginya dan Lin Ming, mereka berdua hanya berada di tahap satu latihan fisik. Jika mereka berkelahi, maka merekalah yang akan dikalahkan dengan mudah. Pemuda yang mengenakan pakaian sutra itu pasti seorang tuan muda dari suatu keluarga besar di kota sky fortune. Orang-orang ini memiliki otoritas dan kekuatan. Walaupun mereka bukan orang yang akan membunuh orang lain sembarangan, mereka tentu sangat mampu untuk membuat orang lain lumpuh.

“apa yang kalian lakukan?” Teriak Lin Xiaodong, terlihat jelas nada marah yang keluar dari kata-katanya.

“Kamu harus bertanya padanya.” Pemuda yang berpakaian sutra itu menunjuk Lin Ming. “Kamu cukup hebat, bisa menghajar anak buahku sampai dia berdarah di mana-mana, dan dua rusuknya patah.” Bagi para tuan muda ini, nyawa anak buahnya tidaklah berarti. Namun lain hal dengan reputasi mereka. Selain itu, anak buah itu sudah menyebutkan nama pemuda yang berbaju sutra itu, tapi tetap sama dihajar. Ini membuat pemuda berbaju sutra itu marah besar.

“Kamu benar-benar berani ya, menyatakan bahwa suatu hari kamu akan mengalahkanku, Wang Yigao! Hari ini, aku ingin menyaksikan dengan mataku bagaimana kamu bisa melakukannya!” Pemuda itu berkata dengan muka yang terlihat makin buas.

Lin Ming tidak pernah mendengar nama Wang Yigao sebelumnya, dan dia juga tidak pernah mengatakan akan mengalahkannya. Kelihatannya, anak buah itu memanipulasi ceritanya untuk memprovokasi Wang Yigao. Namun, Lin Ming tidak repot-repot menjelaskan. Apapun yang dikatakannya, pasti masalah ini berakhir dengan pertarungan.

Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan memang sangat kuat, namun, Lin Ming baru berlatih beberapa hari. Akan sangat berlebihan jika dia bertarung dengan banyak orang pada saat yang sama, terutama ketika ada 2 orang yang berada di tahap kedua Latihan Fisik. Dan jika Lin Xiaodong disandera, maka dia akan berada di masalah yang lebih besar.

Menganalisa hal ini, menang juga akan membawa masalah. Sekali masalah ini membesar dan dia terpaksa menghajar Wang Yigao, maka masalah berikutnya akan datang dari Ayah Wang Yigao. Orang ini adalah Kepala tentara Pelindung kota Sky Fortune. Lin Ming sanksi bahwa orang dengan jabatan seperti itu akan bernegosiasi dengannya yang hanya orang biasa. Bagi Lin Ming saat ini, orang seperti ini tidak bisa dia provokasi.

Repot sekali….

Lin Ming merenung. Tiba-tiba, muncul ide untuk menyelesaikan hal ini. Melihat Wang Yigao, dia berkata, “Kemudian, apa yang mau kamu lakukan?”

“Apa yang mau aku lakukan?” Wang Yigao sedikit terkejut dan langsung tertawa terbahak-bahak. “Kamu beneran Tanya apa yang akan aku lakukan?”

Preman yang dibawa Wang Yigao juga ikut tertawa terbahak-bahak. Di mata mereka, Lin Ming tidak lain adalah seorang idiot. Baginya untuk bertanya apa yang akan mereka lakukan padanya adalah bentuk tindakan yang sangat idiot.

Setelah tertawa, Wang Yigao berhenti dan berkata, “Aku tidak yakin sebaiknya aku panggil kamu babi idiot atau idiot yang seperti babi. Namun, karena kamu sudah bertanya, maka tuan muda ini akan memberimu kesempatan. Bukankah kamu menyebarkan bahwa tuan muda ini kejam. Kamu hanya perlu berlutut dan menjilat sepatuku sampai bersih. Setelah itu, putuskan satu otot tangan dan satu otot kaki. Jika kamu melakukannya, aku akan melupakan masalah ini.”

Mendengar permintaan Wang Yigao, Lin Xiaodong pun geram. “Sialan! Kakak Ming, tidak ada gunanya kita berbicara dengan mereka. Ayo kita bertarung habis-habisan. Keluarga Lin kita juga bukan keluarga sembarang; ayo kita lihat apa mereka berani melakukan sesuatu pada kita!”

Lin Xiaodong tahu bahwa mereka akan kalah hari ini. Yang bisa dia lakukan adalah membawa nama keluarganya dan berharap mereka akan takut. Sakit fisik bukanlah masalah, tapi jika mereka menjadi lumpuh, hal itu adalah masalah besar bagi seorang pesilat. Mereka mungkin tidak akan bisa mengembalikan kondisi tubuhnya walaupun dengan bantuan obat-obatan yang langka.

“Keluarga Lin? Hah, Apa kamu kira aku takut dengan Keluarga Lin? Lin Ming, apa kamu akan melakukannya sendiri atau aku yang akan membuatmu melakukannya?

“Aku tantang kau! Ayo ke sini, Apa kamu kira Tuan Muda ini takut sama kamu!” Lin Xiaodong maju selangkah, satu tangannya menggenggam pedang. Kenyataannya, dia merasa kebingungan. Namun, dia adalah tipe orang yang lebih memilih mati daripada kehilangan muka!

Lin Ming menarik Lin Xiaodong ke belakang dan berkata ke Wang Yigao,”Jadi hukuman itu tadi yang kamu inginkan? Oke… asal kamu bisa mengalahkanku di duel bela diri, aku akan menerima kondisimu.”

“Kakak Ming, Kamu…” Lin Xiaodong menjadi gelisah. Walaupun dia percaya Lin Ming akan menjadi orang dengan pencapaian yang tinggi di masa depan, Lin Ming yang sekarang hanya berada di tahap pertama latihan fisik. Bagaimana dia bisa mengalahkan Wang Yigao yang berada di tahap kedua latihan fisik? Lin Xiaodong takut Lin ming akan kalah dan ototnya akan diputus.

Lin Ming berkata, “Jangan kuatir, aku tahu apa yang kulakukan.”

“Duel Bela diri? Kamu kira, kamu layak jadi lawanku?”
Wang Yigao tidak pernah menyangkan bahwa Lin Ming akan menantangnya. Dalam Kerajaan Sky Fortune, staff pemerintahan tidak akan campur tangan dalam pertarungan antara pesilat. Dan Konflik antara pesilat akan diselesaikan dengan duel bela diri. Selama kedua belah pihak setuju, mereka akan menentukan hukuman untuk yang kalah dan hadiah untuk yang menang. Setelah duel, konflik mereka harus sudah selesai, dan tidak boleh diteruskan. Lagipula, kredibilitas adalah sesuatu yang penting bagi pesilat.

Menimbang level kekuatan Wang Yigao, yang berada 1 level di atas Lin Ming. Wang Yigao yakin dia tidak akan kalah dari Lin Ming. Dia hanya merasa duel bela diri dengan Lin Ming ini tidak sepatutnya dia lakukan.

Lin Ming menjawab, “Tidak ada urusan dengan layak atau tidak layak. Yang ada hanya apakah kamu berani atau tidak.”

“Apa kamu berkata bahwa aku ngga berani? Ini hal paling lucu yang aku dengar tahun ini. Oke, karena kamu minta begitu, aku akan memuaskanmu!”

Lin Ming berkata, “Oke, mari kita ke alun-alun.”

Gang itu terlalu terpinggir, dan tidak ada satu pun orang yang menyaksikan. Lin Ming takut bahwa Wang Yigao akan menarik kembali kata-katanya. Namun, jika mereka berduel di hadapan banyak orang, bahkan seorang Wang Yigao yang bermuka tebal tidak akan bisa berkelit. Kecuali, dia tidak ingin tinggal di kota sky fortune.

Sebuah duel antara pesilat selalu menjadi pemandangan yang luar biasa dan alun-alun kota akan selalu penuh dengan penonton. Dalam waktu sebentar saja, banyak orang yang berkumpul di sana, bahkan beberapa pesilat juga tergabung di antara penonton. Melihat kedua petarung, kerumunan itu mulai berbincang.

“Bukankah itu anak Kepala tentara Wang?”

“Benar, Bajingan itu akan menindas orang lain lagi. Siapa ya anak itu, kasihan sekali.”

“Tahap satu latihan fisik melawan tahap dua latihan fisik. Anak itu pasti kalah.”

“Kelihatannya anak itu hanya orang biasa. Bagi orang biasa yang bisa mencapai tahap pertama Latihan fisik sudah sangat bagus. Kasihan sekali! Kelihatannya dia akan menjadi lumpuh…”

Reputasi Wang Yigao di kota Sky Fortune tidaklah baik dan kebanyakan orang bersimpati dengan pihak yang lebih lemah. Di mata mereka, terlihat keberpihakan kepada Lin Ming.

Semakin banyak orang yang datang, semakin tidak senang Wang Yigao. Lagipula, tahap kedua latihan fisik menghajar tahap pertama latihan fisik bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Sebaga tambahan, musuhnya juga berasal dari keluarga biasa yang jauh di bawahnya. Karena itulah, sebenarnya Wang Yigao tidak ingin hal ini disaksikan banyak orang!

Wang Yigao berkata dengan tidak sabar, “Nunggu apa Kamu? Ayo segera bertarung. Setelah itu, aku akan menghancurkan ototmu. Aku akan membuatmu mengerti perbedaan di antara kita.”

Melihat banyaknya orang yang berkumpul, Lin Ming melihat Wang Yigao dan berkata. “Kita akan segera berduel kok. Namun, jika aku kalah, aku akan mengikuti persyaratanmu. Tapi, bagaimana jika aku menang?”

Menang? Bangsat ini berpikir dia bisa menang?

 

Chapter Sebelumnya | Chapter Berikutnya

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

MW 4 – Teknik Peninggalan

Perguruan silat Sky Fortune hanya memiliki warisan sejarah sepanjang 80 tahun. Sedangkan Perguruan Tujuh Kebijaksanaan didirikan oleh klan kelas tiga, yaitu Sekte Tujuh Lembah Kebijaksanaan. Perguruan ini memeiliki warisan sepanjang 600 tahun dan berbagai teknik peninggalan!

Mereka yang berlatih teknik peninggalan dari perguruan sky fortune hanya punya harapan kecil untuk mencapai tahap Penguatan Nadi. Namun, hal itu tidak bisa disamakan dengan perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Selama seseorang memiliki bakat bela diri kelas empat, mencapai tahap Penguatan Nadi menggunakan manual dari perguruan Tujuh Kebijaksanaan bukanlah sesuatu yang sulit!

Bagi Lin Ming, bahkan dia tidak memiliki manual latihan yang lumayan. Yang dia punya hanya kitab untuk pemula. Setiap hari, dia akan berlatih memukul pohon dan menulangi hewan.  Ini adalah jalan bela diri Lin Ming!

Beberapa tahun terakhir, yang bisa dia gantungkan hanya dirinya sendiri. Dia mengeksplorasi setiap aspek dari ilmu bela diri dengan kerja keras, langkah, demi langkah, sampai dia mencapai tahap pertama dari latihan fisik.

Baginya, ilmu peninggalan adalah hal yang sangat penting!

Lin Ming sangat bersemangat dan dengan rakus memilah pengetahun barunya tentang ilmu peninggalan. Tidak lama kemudian, Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan ini membuatnya terkejut lagi!

Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan adalah manual latihan fisik tingkat tinggi dari daerah para dewa. Namun, walaupun teknik itu adalah teknik tingkat tinggi, teknik itu hanya tentang latihan fisik dan tidak terlalu berharga di daerah para dewa, Alasan Lin Ming terkejut adalah dia akhirnya mengerti apa itu daerah para dewa.

Daerah para dewa adalah dunia tingkat tinggi yang memiliki ratusan juga tahun sejarah. Latihan Fisik, Jurus Bela Diri, Teknik pedang, formasi, semua itu sudah berkembang sampai titik ekstrem. Itu adalah dunia yang hanya untuk ahli bela diri terkuat! Kekuatan mereka bukanlah sesuatu yang dapat dibayangkan oleh Lin Ming!

Walaupun begitu, Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan ini masih tetap tidak ternilai harganya! Selain itu, masih banyak pecahan jiwa yang ada di dalam Kubus Dewa. Ketika kekuatannya mencapai level tertentu, maka dia akan bisa menyerapnya lagi!

Menimbang semua ini, hati Lin Ming menjadi makin bersemangat.

Sekarang, yang ditakutkan Lin Ming adalah manual Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan tidaklah lengkap. Apalagi, pecahan jiwa yang diserapnya hanya pecahan jiwa yang sagnat kecil. Sangat disayangkan apabila teknik itu tidak lengkap. Sangat beruntung, ketika dia terus melihat Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan, dia melihat bahwa semuanya lengkap. Semua mulai dari tahap latihan kekuatan, latihan penguatan tubuh, latihan penguatan organ, pengubahan otot, penempaan tulang sampai ke penguatan nadi.

Hal ini mengejutkan Lin Ming. Di benua Tumpahan Angkasa, manual latihan fisik pada umumnya hanya ada satu tahap saja. Contoh, “manual pengubahan otot hanya spesifik untuk tahap itu saja, “Formula emas penempaan tulang” hanya untuk tahap Penempaan tulang dan seterusnya.  Namun, Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan mampu saling mendorong dari satu tahap ke tahap berikutnya. Namun, yang Lin Ming temukan setelah ini lebih mengejutkan lagi.

Di Benua Angkasa Tumpah, Penguatan nadi merupakan akhir dari level latihan Fisik. Kemudian, dari sana akan beranjak ke level houtian. Level houtian terbagi menjadi tahap rendah, menengah dan tinggi. Bagi kebanyakan orang, mencapai penguatan nadi adalah tahapan dimana mereka akan sulit untuk berkembang lagi. Mereka akan selamanya berada di tahap penempaan tulang.

Penguatan nadi adalah batasan bagi pembuluh darah di dalam tubuh manusia. Hal itu adalah pengetahuan umum. Namun, menurut Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan, ada tahap lain setelah penguatan nadi, pencampuran Sumsum!

Di atas tahap pencampuran sumsum, ternyata masih ada lagi! 8 batang gerbang rahasia! Dengan menggunakan delapan trigam diseuaikan dengan Sembilan tubuh dewa, seseorang bisa membuka delapan gerbang di dalam tubuhnya. Sembilan Variasi Istana Dao! Dengan itu, seseorang dapat melewati batas tubuh dan mencapai level kekuatan yang lebih tinggi!

Terlepas dari Tahap pencampuran sumsum atau delapan gerbang, tidak satupun dari keduanya yang akan memberikan efek bagi seorang pesilat ketika memasuki level houtian. Hanya memberikan pencapaian bela diri yang lebih dibanding orang lain. Manfaatnya sudah bisa dilihat sendiri!

Menyadari ini, Lin Ming tidak mampu berkata apa-apa. Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan adalah harta yang tidak ternilai.

Lin Ming sangat bersemangat untuk segera berlatih. Namun, sebelum dia mulai, dia mengecek sakunya untuk mencari Kubus Dewa. Namun ternyata, Kubus itu telah hilang!

Lin Ming menjadi takut dan keringat dingin keluar dari tubuhnya. Tangannya meraba-raba tubuhnya dan merasa ada sesuatu yang aneh di dalam dadanya. Dia melepaskan pakaiannya dan menemukan simbol aneh di atas dada sebelah kirinya. Simbol itu persis sama seperti simbol misterius yang ada di permukaan Kubus Dewa.

Kubus dewa memasuki tubuhku? Lin Ming mengingat kembali bahwa Wanita suci itu memunculkan Kubus Dewa dari dalam telapak tangannya. Tidak heran dia dapat melakukannya. Namun, Lin Ming tidak tahu bagaimana cara mengeluarkannya.

Lin Ming mencoba memunculkan Kubus Dewa, Tapi tidak berhasil. Lin Ming merasa kecewa. Karena masih banyak pecahan jiwa yang ada di dalam Kubus Dewa. Sebelumnya, dia hanya menyentuh pecahan jiwa yang paling kecil dan cahayanya redup diantara yang lain dan mendapatkan hasil yang luar biasa. Jika dia mampu menyerap lebih banyak pecahan jiwa lagi, maka harta yang dia bisa dapatkan sangatlah besar bahkan sampai tidak bisa dibayangkan.

Memikirkan hal itu, Lin Ming menertawakan dirinya sendiri. Dia merasa sangat bodoh. Jika pecahan jiwa yang sangat kecil saja hampir menelan kesadarannya, maka yang besar akan langsung menhancurkannya! Berhenti bermimpi, Lin Ming!

Kelihatannya rahasia Kubus Dewa dan pengetahuan di dalam pecahan jiwa itu hanya bisa diakses ketika kekuatan Lin Ming mencapai tahapan yang lebih tinggi lagi. Yang perlu dia lakukan saat ini adalah berlatih Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan secepat mungkin.

Lin Ming berhenti mencoba memunculkan kubus dewa dan mulai mengeksplorasi jurus peninggalan dari daerah para dewa.

Esensi dari Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan adalah mentransformasikan tubuh menjadi senjata dewa dengan kekuatan yang luar biasa.

Sebagai tambahan, Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan juga menekankan teknik yang berfokus pada kekuatan. Lapisan pertama dari Latihan kekuatan  sudah sangat berbeda jauh daripada teknik yang normal.

Umumnya, ketika seseorang memiliki kekuatan sebesar 1000 jin (604 kg), orang itu akan mencapai pemahaman kecil dan mampu menghancurkan pohon besi dengan sebuah pukulan. Namun, Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan tidak hanya melulu tentang kekuatan, tetapi juga latihan ketepatan,juga kontrol kekuatan yang digunakan. Ketika Pemahaman besar tercapai, seseorang akan mampu mengubah sebuah pohon menjadi serat.

Membaca bagian ini melahirkan rasa memiliki di dalam hati Lin Ming. Tidak bisa dipungkiri bahwa latihan Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan akan membuatnya lebih kuat dari master pada umumnya!

Tiga hari kemudian

Di bawah gunung Agung Zhou, dengan sinar bulan penuh, Lin Ming berdiri di atas rumput dengan mata tertutup. Dia bernafas mengikuti ritme yang spesifik, dia sudah berdiri di sana entah berapa lama. Seluruh tubuhnya diam bagaikan patung, bagaikan bercahaya diterangi sinar bulan.

Dia berlatih “Formula Energi Kekacauan Sejati”, sebuah metode special untuk mensirkulasikan energi sejati yang berasal dari Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan. Formula ini sangat baik untuk mengembangkan energi sejati untuk menempa tubuh dan tulang. Ketika pemahaman besar akan formula ini tercapai, maka kekuatan dan daya tahan seseorang akan meningkat pesat melewati seseorang yang berada di level yang sama!

Di bawah tiupan angin malam, rumput bergoyang. Nafas Lin Ming seperti seirama dengan gelombang alam, dan seakan-akan dia menjadi satu dengan alam sekitarnya.

Setetes embun terjatuh dr atas sebuah daun ke atas kepala Lin Ming.

Lin Ming yang sebelumnya diam tidak bergerak, tiba-tiba membuka matanya. Dia meregangkan tangan kanannya, membuat embun itu terjaduh di atas jarinya. Embun itu menuruni jari menuju ke telapak tangannya. Memegang erat embun di telapak tangannya, tangan kanan Lin Ming tiba-tiba memukul.

“Bum!”

Seketika itu, pohon tebal di depan Lin Ming bergoyang keras, bekas pukulan terlihat di tengah-tengah serpihan pohon yang men jadi debu.

Lin Ming menghela nafas dan melepaskan genggamannya, membuat embun itu terjatuh ke tanah..

Sebuah senyum muncul di wajah Lin Ming.

Ketika Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan mencapai kondisi sempurna, maka embun itu akan ikut terbang keluar tanpa terpecah. Walaupun pemahamannya belum mencapai titik itu, dia sudah berhasil membuat keberhasilan kecil.

Sebagai tambahan, pukulan itu meninggalkan bekas pukulan dengan kedalaman hampir setengah langkah.3 hari lalu, pukulannya paling bagus hanya meninggalkan bekas sedalam setengah inci.  Pencapaiannya saat ini semua karena Formula Energi Kekacauan Sejati.

3 hari terakhir ini, Lin Ming berlatih Formula Energi Kekacauan Sejati non stop dan berhasil mencapai tahap awal. Kenyataannya, Lin Ming mampu berlatih dengan baik dikarenakan memori master yang diserap oleh Lin Ming. Pengalaman dan pemahaman master itu sangat berguna bagi latihan Lin Ming. Bahkan metode untuk mensirkulasikan energi itu ada di dalam jiwa master itu. Yang perlu Lin Ming lakukan adalah menggunakan tubuhnya untuk melakukannya kembali.

Karena latihannya yang gila, konsumsi obat-obatan Lin Ming juga menjadi lebih cepat. Dia telah menggunakan 3 iris Ginseng darah. Apabila ini berlanjut, maka ginseng darah ini akan habis dalam waktu kurang dari setengah bulan.

Dia sekarang sudah memiliki solusi untuk manual berlatih, namun masih dihadapkan pada masalah kekurangan obat-obatan.

2 hari berlalu dan kekuatan Lin Ming semakin meningkat. Lin Ming yang sekarang mampu menulangi binatang buas level satu tanpa masalah. Baginya, menulangi binatang buas level dua dengan jumlah 5 ekor masih termasuk mudah.

Suatu pagi, Lin Xiaodong datang ke Paviliun grand clarity untuk mencari Lin Ming. Lin Ming sebelumnya sudah memberi tahu Lin Xiaodong bahwa dia sekarang bekerja di pavilion grand clarity, namun dia tidak memberi tahu alasannya.

“Pameran bela diri tahunan?” Lin Ming kaget, mendengar ajakan Lin Xiaodong untuk pergi ke sana.

“yap… banyak master bela diri dan bangsawan yang akan ada di sana. Sedangkan, barang yang akan ada di sana, tidak akan ada barang yang langka, yang ada hanya barang-barang yang sangat langka!”

Lin Ming mengangkat bahunya dan menjawab, “Bagaimana kita bisa membeli barang=barang itu? Sekarang, aku hanya punya kurang dari 20 liang emas.”

“Memang kenapa kalau kita ngga bisa beli barangnya? Kita kan bisa berkeliling melihat-lihat. Anggap saja ini mencari pengalaman. Selain itu, kita akan memasuki perguruan sebentar lagi. Paling tidak, kita harus membeli sebuah senjata yang bagus sebelum itu. Walaupun aku tidak bisa membeli senjata tingkat tinggi, aku masih bisa kok mendapatkan senjata tingkat menengah.”

Tidak ingin mengecewakan Xiaodong, Lin Ming memilih untuk menemaninya. Toh, hal itu juga pengalaman yang berguna.

Ketika mereka berjalan ke sana, Lin Xiaodong terus berbicara tentang pameran itu. Dia sangat familiar dengan detail-detail pameran, jarak dari perguruan tujuh kebijaksanaan, area yang termasuk pinggiran dan seterusnya. Ketika mereka berjalan di gang, Lin Ming seketika berhenti dan meletakkan tangannya di bahu Lin Xiaodong.

“Ada apa Saudara Ming?” Tanya Lin Xiaodong.

“Seseorang menghalangi jalan,” Lin Ming menyentuh pinggangnya dimana dia meletakkan pisau penulangannya. Karena latihan Formula Energi Kekacauan Sejati, kemampuan persepsi Lin Ming meningkat drastis.

Lin Ming dapat menerka siapa dia. Beberapa hari yang lalu, dia telah menghajar orang dengan telinga seperti kera ini. Sekarang, tuan orang ini memutuskan untuk menunjukkan dirinya. Ini adalah momen yang sudah diduga oleh Lin Ming.

 

Chapter Sebelumnya | Chapter Berikutnya

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

MW 3 – Jiwa Tak Bertuan

Lin Ming membasuh batu itu dengan air sungai. Setelah ragu-ragu sesaat, dia mengangkat kapak yang sebelumnya ada di tanah dan menggunakan sisi tumpulnya untuk menghantam kubus itu. Kubus itu tetap utuh tanpa goresan sedikit pun.

Hal ini sudah ia perkirakan. Nyatanya, batu ini masih tetap utuh setelah ditelan trenggiling punggung emas adalah bukti ketangguhan kubus ini. Lin Ming perlahan menaikkan kekuatan hantamannya. Sampai akhirnya, dia menghantam dengan seluruh kekuatannya dan mengakibatkan kapaknya bengkok. Namun tidak ada goresan sedikitpun yang terlihat di kubus itu.

Astaga!

Lin Ming tak bisa berkata apa-apa. Dia memang mengira bahwa kubus itu sangat kuat, tapi tidak sekuat ini. Bagaimana caranya benda ini dibuat?

Lin Ming tidak mampu memikirkan jawabannya. Kubus ini dan bentuknya terlalu aneh. Mungkin seorang master membuatnya dengan menggunakan bahan yang memiliki daya tahan yang kua. Mempertimbangkan hal itu, Lin Ming memutuskan untuk menyimpan kubus itu. Walaupun dia tidak bisa menemukan apa kegunaannya, dia masih bisa menggunakan kubus itu untuk hiasan.

Setelah membereskan peralatannya, Lin Ming menuju ruangannya di Paviliun grand clarity dan beristirahat.

Setelah melatih pukulannya, dia melakukan penulangan selama 4 jam. Dan sekarang Lin Ming merasa sangat lelah.

Setelah bermeditasi dan mengatur nafasnya sejenak, Lin Ming merebahkan tubuhnya ke ranjang tanpa melepaskan pakaiannya dan tertidur lelap. Ranjang yang disiapkan Paviliun grand clarity sangatlah nyaman. Selain itu, anak kedua dari Kepala tentara pertahanan kerajaan tidak bisa menimbulkan masalah di sini.

Memikirkan hal ini, Lin Ming bisa tertidur dengan nyaman. Dalam tidurnya, dia bermimpi aneh. Dia memimpikan sebuah istana megah yang gemerlap yang terbuat dari giok. Semua bangunan terbuat dari giok dengan tingkat pembuatan yang sangat tinggi.

Menggunakan gaun yang elegan, sekelompok wanita cantik dan kelihatannya bertemperamen baik berkeliling di sekitar istana. Hewan-hewan yang mengagumkan terbang menyusuri langit, memberi kesan bahwa ini adalah dunia para dewa.

Lin Ming tidak pernah melihat istana yang sangat ingat, bahkan tidak di lukisan. Detik itu juga, pemandangan di sekitarnya berubah  dan istana itu hancur. Sosok yang tidak terhitung jumlahnya muncul di langit. Di antara sosok tersebut, seberkas sinar meluncur dengan cepat. Sinar itu sangat indah; namun saat sinar itu menyentuh tanah, tanah dan gunung di sekitarnya hancur seketika.

Tanah terbelah dan langit dipenuhi api setan. Sebuah formasi mantra tiba-tiba muncul menyelimuti daerah seluas ratusan li (0,5 km) dan beraneka ragam simbol-simbol memenuhi langit.

Perang dengan skala sebesar ini tidak pernah terbayangkan oleh Lin Ming!Para master! Master-master ini memiliki kekuatan yang tidak bisa dibayangkan! Level kekuatan mereka adalah sesuatu yang tidak bisa ditandingi oleh mereka berada di level latihan fisik ataupun houtian !

Semua orang di dalam gambaran ini adalah sosok yang Lin Ming tidak akan pernah lihat di kehidupan nyata. Namun, mengapa banyak sekali sosok yang bagaikan dewa ini muncul di sini?

Setelah itu, gambaran itu berubah menjadi dunia salju dan es. Seorang wanita yang terlihat ketakutan memegang kubus kecil, menghadapi 10 ribuan sosok yang berdiri di angkasa.

Wanita ini berdiri hanya berjarak 3 langkah dari Lin Ming. Walaupun dia tahu bahwa ini semua adalah ilusi, Lin Ming dapat merasakan kekuatan yang kuat namun lembut dan aura suci yang keluar dari tubuh wanita itu!

Yang mengejutkan Lin Ming adalah kubus yang dibawa oleh wanita itu adalah kubus yang Lin Ming temukan di perut trenggiling punggung emas.

Wanita itu berkata beberapa kata, namun kata-katanya tidak terdengar dengan jelas. Lin Ming hanya mampu mendengar 2 kata – kubus dewa!

Kubus Dewa?

Dengan alasan yang tidak diketahui, ketika Lin Ming mendengar kata-kata itu, pikiran Lin Ming langsung tertuju ke Kubus itu. Apakah nama Kubus itu adalah Kubus Dewa?

“Bang!”

Sebuah ledakan! Area itu menjadi kacau balau, langit seakan berputar membentuk pusaran kemarahan dengan kekuatan yang tidak terbatas, Menyapu bumi dan langit. Kemanapun pusaran itu pergi, gunung-gunung langsung hancur dan langit pun runtuh. Gletser es seketika menghilang dan 10 ribuan sosok tersebut hancur menjadi debu. Jiwa mereka terpecah dan diserap oleh kubus itu!

Lin Ming melihat dirinya berdiri di tengah-tengah pusaran itu, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ketika semuanya disedot masuk ke dalam pusaran. Semua benda ataupun manusia di sekitarnya berubah menjadi abu, sedangkan dia sendiri tetap tidak terpengaruh. Perasaan ini tidak bisa dideskripsikan dan akan menjadi pengalaman yang tidak akan pernah Lin Ming lupakan!

Lin Ming merasa tubuhnya basah karena keringat dingin. Di saat ini, dia menyadari bahwa dia sudah tiba di sebuah area yang besar dan gelap. Di sini, berbagai titik cahaya mengambang di udara, bagaikan pecahan kaca. Titik-titik cahaya itu berbeda-beda besarnya, ada yang kecil dan ada yang besar. Yang paling besar ukurannya sebesar kepalan tangan, sedangkan yang terkecil hanya bagaikan butiran nasi. Di tengah-tengah semua titik-titik cahaya itu, ada sebuah cahaya bulat, yang memancarkan sinar lembut, tenang dan suci.

Tanpa perlu dijelaskan, Lin Ming merasa bahwa suasana di sekitar bulatan cahaya itu sama sangat mirip dengan wanita yang dilihatnya tadi. Tidak, bukan mirip, melainkan sama persis!

Apakah ini adalah titik cahaya yang ditinggalkan wanita itu?

Lin Ming mengingat kembali bahwa wanita itu berubah menjadi cahaya putih dan diserap oleh kubus dewa setelah ledakan itu terjadi…

Sebuah sinar putih…. Apa mungkin sinar itu berubah menjadi cahaya bulat ini? Jika memang iya, maka ini adalah ruangan di dalam kubus dewa. Berarti… titik-titik cahaya ini…

Lin Ming bagaikan tertahan napasnya… Apa mungkin titik-titik cahaya ini semua adalah bagian dari sosok yang jumlahnya tidak terhitung yang diserap oleh kubus dewa ini setelah mereka disapu pusaran badai itu?

Lin Ming sangat terkejut!

Dan sekarang, dia memahami bahwa kejadian yang tadi dia alami memang benar-benar terjadi. Walaupun dia mengatakan pada dirinya bahwa dia hanya bermimpi, dia tidak bisa mempercayai bahwa itu semua hanya sebuah mimpi. Semua yang dia lihat di mimpi ini sangat realistis dan gambaran pusaran badai itu tertanam di pikiran Lin Ming. Sebagai seorang anak muda yang tidak berpengalaman yang belum mencapai tahap penguatan nadi, bagaimana dia bisa bermimpi seperti itu?

Jadi, apakah semua kejadian itu benar-benar terjadi? Sebuah kubus ini ternyata mampu menyerap semua master yang kekuatannya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata itu?

Lin Ming tidak mampu membayangkan kerajaan mana yang memiliki banyak master yang berada di level kekuatan yang luar biasa itu. Dia memfokuskan matanya dan memandang ke area gelap yang dihiasi titik-titik cahaya itu. Setelah berpikir keras cukup lama, Lin Ming mengulurkan tangannya dan dengan lembut menyentuh sebuah titik cahaya yang paling kecil dan paling dekat dengannya.

Ketika bersentuhan, titik cahaya itu langsung terbang masuk ke ujung jari Lin Ming. Lin Ming tidak punya waktu untuk bereaksi, kepalanya terasa bagaikan dipukul sebuah palu berat yang tiba-tiba dipukulkan dengan kejam. Dia pun berteriak dan jatuh ke tanah.

“aaaa!”

Lin Ming memegang erat kepalanya, dia merasa ada sesuatu yang memasuki pikirannya. Perasaan sakit yang menusuk ini membuat Lin Ming ingin memecahkan tengkoraknya dan mengeluarkan sesuatu itu.

Dia tidak bisa menghalanginya! Lin Ming merasa dia akan ditelan.

Ditelan?

Iya benar! Ini pasti sifat alamiah pecahan jiwa; pecahan jiwa ini mencoba untuk menelan kesadaranku!

“Sialan kau!”

Menyadari hal ini, Lin Ming panic namun segera menenangkan dirinya. Benda yang mengancamnya hanya pecahan kecil dari sebuah jiwa. Sebagai tambahan, tubuh nya juga telah hancur. Bagaimana mungkin Lin Ming akan kalah dengan kesadaran kecil seperti ini?

Lin Min tiba-tiba berteriak, mengepalkan tangannya, kukunya masuk ke dalam daging: Tetap bertahan hati dan pikiranku! Jantungku berdetak hanya untuk Jalan Bela Diri!

Aku telah bersumpah untuk berusaha seekstrem mungkin dalam berlatih bela diri, bagaimana mungkin aku hanya berhenti sampai di sini?

Lin Ming tidak punya bayangan bagaimana cara memusnahkan pecahan kesadaran yang tak bertuan itu. Yang bisa dia lakukan adalah menggertakkan giginya dan bertahan dengan segala yang dia miliki. Berbagai macam gambar memasuki kesadarannya, membuat Lin Ming merasakan sakit yang luar biasa, mengakibatkan dia hampir kehilangan kesadaran. Namun, dia tetap menggertakkan giginya, mempertahankan genggaman kesadarannya dan berpegangan pada kekuatan hatinya!

Setelah waktu yang tidak diketahui, siksaan ini perlahan menghilang. Akhirnya, Lin Ming bangun dari mimpinya. Dia membuka mata dan melihat bahwa fajar mulai menyingsing dan tubuhnya bermandikan keringat dingin; seprai tempat tidurnya basah dan telapak tangannya meneteskan darah karena menggenggam terlalu erat!

Melihat semua ini, Lin Ming 100% yakin bahwa apa yang sudah terjadi bukanlah suatu mimpi. Bahkan mimpi buruk pun tidak bisa memberikan efek seperti ini.

Lin Ming pun dengan tenang merenung dan merasa takut. Jiwa seseorang terdiri dari 2 bagian: kesadaran dan memori. Ketika kesadaran terhapus, jiwa menjadi tidak bertuan. Sebuah jiwa tidak bertuan hanya bisa bertindak mengikuti insting. Barusan, jiwa yang dia sentuh hanya sebesar separuh bulir nasi. Cahayanya juga redup. Walaupun begitu, dia hampir ditelan oleh jiwa itu, betapa menakutkannya! Jika dia menyentuk titik cahaya yang lebih besar, mungkin dia sudah mati sekarang!

Kubus ini terlalu berbahaya!

Ketika Lin Ming memikirkan tentang hal ini, wajahnya seketika berubah: Eh… Lautan kesadaranku…

Ada banyak hal di dalamnya!

Formasi… Inkripsi… pahatan… simbol-simbol aneh., karakter misterius, teknik yang terlihat biasa namun kuat…

Apa semua ini?

Apakah ini adalah memori yang dibawa jiwa tak bertuan itu?

Pemikiran ini membuat Lin Ming terperangah. Dia sedikit menyadari bahwa memori ini bisa menjadi kekayaan yang tidak terhingga…

Walaupun memori itu sudah memasuki kesadaran Lin Ming, memori itu sangat kompleks. Memori-memori itu bukanlah sesuatu yang Lin Ming bisa ingat seenaknya dan semaunya. Memori-memori itu butuh untuk dikonsolodasikan dan diintergrasikan.

Ketika melakukan hal itu, Lin Ming melewati memori tentang formasi dan inkripsi. Memori-memori ini terpecah-pecah dan tidak tertata dengan rapi. Memori ini sepertinya tentang sebuah profesi yang mengukir inkripsi ke senjata.

Lin Ming tidak tertarik dengan profesi ini. Ada hal lain yang dia perlukan, sesuatu yang dia inginkan. Dia terus mencari di dalam lautan kesadarannya dan akhirnya dia menahan napasnya ketika dia menemukan: Formula Tahapan Latihan Fisik –  Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan!

Sebuah Teknik peninggalan!

Apa alasan perguruan silat sky fortune berada di bawah Perguruan silat tujuh kebijaksanaan? Jawabannya adalah karena peninggalannya!

 

Chapter Sebelumnya | Chapter Berikutnya

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

MW 2 – Batu Aneh

“Saudara Ming, kamu benar-benar keren tadi!” kata Lin Xiaodong dengan antusias sambil mereka berjalan.

Lin Ming tetap diam. Kata-katanya tadi memang sangat keren dan indah, tapi, sangatlah sulit baginya untuk melampaui Zhu Yan. Usaha yang harus dia lakukan harus benar-benar di luar batas.

Dia tidak pernah takut akan kerja keras atau kepahitan dalam berlatih. Tapi tidak terhadap cedera dalam. Obat-obatan diperlukan untuk menyembuhkan cedera itu dan tentu saja obat-obatan itu sangat mahal.

Lin Xiaodong bisa menebak isi pikiran Lin Ming. “Saudara Ming, yang perlu kamu lakukan hanya berlatih dengan keras. Untuk urusan finansial, aku akan membereskannya. Tenang saja, walaupun posisi kakekku di keluarga tidak terlalu tinggi, tapi bukan berarti dia tidak punya pengaruh. Mengeluarkan beberapa ratus liang emas masih sangat mungkin buatku.”

Lin Ming berhenti berjalan dan melihat wajah Lin Xiaodong. Dalam kehidupannya, dia memiliki banyak teman, tapi yang berusaha membantunya di kondisi seperti ini sangatlah langka. Dalam persaudaraan yang kental, mengatakan terima kasih terasa janggal. Tapi, Lin Ming berhenti dan berkata dengan nada serius, “Xiaodong, terima kasih.”

“Cukup,. Ini terlalu aneh buatku. Aku bukan seseorang yang berambisi. Mengambil tes masuk ke perguruan Tujuh Kebijaksanaan hanya caraku untuk melindungi reputasi ayahku. Saudara Ming, aku akan bertaruh untukmu. Setelah kamu menjadi seorang master di masa depan, kamu harus melindungiku sedikit, hahaha.”

Lin Ming tersenyum dan tertawa. “Siap! Dengan saudara sepertimu, aku akan terus berjuang menjadi seorang master.”

Ketika Lin Ming kembali ke tempat peristirahatannya, hari sudah menjelang malam. Kamar ini adalah kamar yang dia sewa. Selama beberapa waktu ini, mulai dari hari pendaftaran perguruan Tujuh Kebijaksanaan sampai hari tes masuk, semua tempat, entah itu kamar yang disewakan atau di penginapan, semuanya penuh. Biaya sewanya tentu meningkat separuh drpd biasanya. Walaupun begitu, para pendaftar tetap memilih untuk menyewanya. Kamar yang disewa Lin Ming pun juga tidak bisa dikatakan murah.

Lin Ming telah menyewa sebuah kamar dengan luas 10m2 dengan isi yang sangat minimalis. Ketika dia akan berlatih meditasi di atas kasur, seseorang mengetuk pintu kamarnya.

Lin Ming membuka pintu dan melihat ibu pemilik rumah berdiri di sana. Ibu Pemilik rumah ini berusia kurang lebih 50 tahun dengan badan yang gemuk. Wajah ibu pemilik rumah ini biasanya terlihat menakutkan dan kasar,tapi hari ini dia terlihat tersenyum, menimbulkan pertanyaan di hati Lin Ming. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres.

“Ibu, ada yang bisa saya bantu?”

“ini… Hmm… Adik kecil, aku minta maaf, tapi bisakah kamu mengosongkan ruangan ini.”

“Hah?” Lin Ming mengernyitkan dahinya, “Kenapa?”

“Hehe, maaf, tapi aku telah menyewa ruangan ini,” Sebuah suara lelaki yang kasar menjawab. Lin Ming melihat seorang pria dengan telinga besar seperti kera berjalan ke depan kamarnya. Pria itu tersenyum mengejek.

Lin Ming melihatnya sejenak dan mengenalinya sebagai salah seorang anak buah Zhu Yan dan temannya. Kelihatannya dia adalah anak buah dari teman Zhu Yan. Sebelumnya, teman Zhu Yan itu hanya terdiam dan hanya melihat Lin Ming dan Lin Xiaodong dengan perasaan jijik.

Tidak bisa dipungkiri, anak muda teman Zhu Yan itu mencoba untuk menunjukkan kebaikannya terhadap Zhu Yan dengan mengirimkan anak buahnya untuk mencari masalah dengan Lin Ming. Yang perlu dia lakukan hanyalah menawarkan biaya sewa beberapa kali lebih tinggi daripada Lin Ming.dan pemilik rumah tentunya akan segera mengusir Lin Ming.

Dikarenakan perguruan Tujuh Kebijaksanaan sedang menerima pendaftaran, maka sangatlah sulit untuk menemukan tempat untuk disewa. Menemukan tempat lain mudah dikatakan tapi sulit dilakukan. Tapi, walaupun Lin Ming bisa menemukan tempat lain, tidak ada jaminan bahwa si anak buah ini tidak akan mencari masalah dengannya lagi.

Wajah Lin Ming terlihat lesu dan dia menatap wajah pemilik rumah dengan dingin. “Sebelumnya kita sudah sepakat bahwa aku akan menyewa kamar ini selama lima bulan. Aku juga sudah membayarmu 5 bulan di awal. Sekarang masih ada sisa 3 bulan sampai sisa sewanya habis. Tapi kamu mau mengusirku sekarang?”

Ibu pemilik rumah itu tersenyum meminta maaf. “ini… aku menyadari hal ini. Bagaimana jika aku mengembalikan uang sewa 3 bulanmu? Oke?”

“Ha? Mengembalikan uang sewa 3 bulan? Kamu benar-benar perhitungan sekali.” Hati Lin Ming mulai panas. Jika pemilik rumah ini mengusirkan karena ditekan oleh orang lain, Lin Ming akan segera pergi. Tapi tindakan pemilik rumah yang mengusir Lin Ming karena tergiur uang membuat Lin Ming marah.

“Omong kosong apa kamu. Sebelumnya kita hanya berbicara tentang itu dan aku ingat aku tidak pernah menandatangani apapun. Ruangan ini milikku. Kepada siapa aku menyewakannya ya terserah aku lah!” Kebanyakan pemilik property di kota Sky Fortune merasa lebih superior dibandingkan orang-orang yang datang dari luar karena mereka merasa bahwa mereka adalah orang kota. Mereka akan merendahkan orang-orang yang datang dari luar dengan berbicara sinis. Selain itu, pria di sebelah pemilik rumah itu jelas dikirim oleh seseorang yang berasal dari keluarga kaya dan berkuasa.

Detik itu juga, pria bertelinga seperti monyet itu tertawa dengan angkuh, “Jika kamu bijaksana, segera tinggalkan tempat ini. Aku bilangin ya, Tuan mudaku sudah mengamatimu. Jika kamu mendapatkan tempat lain, maka aku akan mampu mengusirmu lagi. Selama 3 bulan sebelum tes masuk perguruan, lebih baik kamu tidur di jalan saja. Hahaha!”

Pria itu tertawa.

Bagi mereka yang lahir di lingkaran elite bangsawan, sangat natural apabila mereka mereka superior dan angkuh. Namun, mereka ketika mereka menunjukkan arogansinya, mereka tetap mempertahankan keanggunan dan cara bicaranya, seperti Zhu Yan. Orang yang ada di depan Lin Ming berbeda dari itu, dia terlihat seperti seorang bajingan yang tidak punya sopan santun yang hanya bergantung pada orang dan keluarga kuat yang ada di belakangnya.

Lin Ming melihat pria itu, matanya menjadi makin dingin tiap detiknya.

“Apa kamu lihat-lihat? Apa kamu berpikir untuk memukulku? Aku bilangin yah, Tuan Mudaku adalah anak kedua dari Kepala Tentara Pertahanan kota Sky Fortune. Jika kamu berani memukulku, maka Tuan mudaku akan…”

“PERGI!” Lin Ming berteriak dan melancarkan pukulan, memukul pria itu pas di hidungnya. Dengan suara “Bak”, orang itu terbang diikuti dengan suara barang pecah. Orang itu pun tergeletak di tumpukan mebel dan pot yang hancur, rambutnya kussut dan wajahnya meneteskan darah.

Sebuah pukulan yang mampu melesakkan pohon besi menghantam pas di hidung. Tentu hasilnya bisa dibayangkan, hidung pria itu melesak masuk ke dalam.

Pemilik rumah itu pun terkejut, matanya terbelalak beberapa saat sebelum dia berteriak ketakutan. “Tolong! Pembunuhan!”

Pemilik rumah itu segera berlari keluar, tetapi kakinya yang gemuk tidak dapat bekerja dengan baik dan dia terjatuh di lantai.

Lin Ming berjalan ke arah pria yang bertelinga seperti monyet itu. Walaupun dirinya hanya berada di tahap pertama latihan fisik, bukan berarti dia tidak berkemampuan. Toh, Banyak orang di kerajaan Sky Fortune tidak bisa berlatih bela diri. Lin Ming selain memiliki bakat yang cukup bagus, dia juga seorang pekerja kras. Di antara 1000 orang seumurannya dengan bakat yang sama, sangat sulit untuk menemukan satu orang saja dengan kekuatan sepertinya. Bagi Lin Ming, pria ini hanya seorang anak buah dan Lin Ming tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk menghadapinya.

Pria itu terus mengerang, dia tidak menyangka bahwa Lin Ming akan benar-benar memukulnya. Dia mengangkat jari yang berdarah dan menunjuk Lin Ming. “Kau… Kau berani memukulku, Kau… Tamat Kau!”

“Aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku, tapi aku tahu bahwa kamu yang tamat,” Lin Ming menendang perut pria itu, membuatnya menangis kesakitan. Sekali lagi, dia terbang keluar/ Hanya saat ini, dia menabrak pintu dan menghancurkannya. Akhirnya dia terjatuh di luar rumah.

Lin Ming tetap tidak berkata apa-apa. Dia kembali ke kamarnya dan membereskan pakaiannya dan beranjak pergi. Seluruh rumah menjadi berantakan, banyak tetesan darah di mana-mana. Pemilik rumah berkata dengan malu-malu, “Kau… Kau tidak bisa pergi begitu saja, Kamu… harus… harus menggantinya.”

“Ganti… ganti…” Suara pemilik rumah melemah. Dia merasa tatapan mata Lin Ming seperti jendela ke Neraka tingkat 9, membuatnya gemetar.

Tanpa berkata apapun, Lin Ming meninju dinding, dan tangannya menembus dinding bata rumah itu, menyebabkan seluruh rumah bergetar dan debu turun dari langit-langit. Pemilik rumah berteriak dan kemudian pingsan.

Lin Ming membawa bawaannya dan berjalan keluar tanpa melihat pria yang pingsan itu.

Lin Ming sadar bahwa setelah menghajar pria itu, maka orang di belakangnya tidak akan tinggal diam akan mencari masalah dengan Lin Ming. Tapi, Lin Ming tidak menyesal.

Sebagai seorang pria, dia harus bertahan. Jika orang yang datang hari ini adalah seorang pesilat, Lin Ming tidak akan bertindak seperti itu dan dia akan memilih untuk mengalah. Namun, yang datang adalah seorang anak buah tidak berguna, yang hanya mengandalkan kekuatan di belakangnya. Jika Lin Ming memilih untuk mengalah, apa kata dunia? Apa gunanya dia belajar bela diri?

Tentunya hal seperti itu tidak sesuai dengan jalan bela diri yang ada di hati Lin Ming

Lin Ming pun meninggalkan daerah itu. Sejenak setelah itu, dia menaruh bawaannya dan mulai menimbang bagaimana menyelesaikan masalah tempat tinggal untuknya. Sekarang, semua penginapan pasti sudah penuh, selain itu, harganya juga terlalu mahal untuknya. Walaupun dia tidak punya masalah dengan tidur di luar, Lin Xiaodong akan mengomel dan memaksanya untuk tinggal bersamanya.

Jika Lin Ming melakukan hal itu dan anak kedua dari Kepala Tentara Pertahanan mengirimkan orang-orangnya ke sana, Lin Xiaodong juga akan terkena dampaknya dan akan ikut tidur di luar juga bersama Lin Ming.

Lin Ming sadar bahwa dia berada dalam masalah. Tidak ada jaminan bahwa anak kedua Kepala Tentara Pertahanan  tidak akan mengirimkan preman. Di mata orang-orang seperti ini, membuat orang menjadi lumpuh bukan masalah besar. Lin Ming tidak mau menyeret Xiaodong ke masalah ini.

Kalau memang seperti itu, ke mana dia harus pergi?

Setelah berpikir tentang hal ini, Lin Ming akhirnya memikirkan sebuah tempat – Restoran yang paling terkenal di kota Sky Fortune – Paviliun Grand Clarity.

Konsumen Paviliun Grand Clarity semuanya adalah kelas atas. Selain itu, mereka juga memiliki latar belakang yang kuat. Dengan latar belakang yang kuat, seorang anak kedua dari Kepala tentara tidak bisa melakukan apa-apa.

Alasan lain Lin Ming ingin ke Paviliun Grand Clarity adalah supaya dia tidak mengeluarkan uang untuk menyewa tempat. Dia ke sana untuk mencari kerja. Orang tua Lin Ming menjalankan usaha restoran, sehingga Lin Ming pun terlatih untuk memasak, rasa dari masakannya lumayan enak. Namun, dia tidak percaya diri bahwa dia bisa mengalahkan para ahli masak di kota Sky Fortune. Selain itu, keahlian khususnya bukan di memasak…

Paviliun grand clarity terlihat sangat terang ketika Lin Ming tiba di sana. Tempat itu adalah tempat bisnis terbaik di kota Sky Fortune.

Baju Lin Ming terlihat sangat biasa, sehingga orang yang ada di dalam melihatnya dengan ekspresi heran. Seorang dengan baju seperti Lin Ming biasanya tidak mampu untuk makan di tempat ini. Selain itu, dia juga hanya seorang anak muda berusia 15 tahun.

Namun, pelayan di sana tetap bertanya dengan sopan, “Adik kecil, apa kamu di sini dengan orang tuamu?”

Lin Ming menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Aku di sini untuk mencari pekerjaan.”

Mendengar itu, pelayan itu mengernyitkan dahinya. Pekerjaan apa yang bisa dilakukan anak usia 15 tahun? Di sini, sebagai pelayan saja harus cantik atau tampan dengan usia minimal 18 tahun atau 20 tahun. Dan untuk memasak, masakan apa yang bisa dimasak anak usia 15 tahun?

“Pergi, jangan menimbulkan masalah di sini,” pelayan itu mengibaskan tangannya dengan tidak sabar.

“Aku benar-benar bisa bekerja, tolong bawa aku ke dapur untuk mencoba.”

Pelayan itu bertanya dengan suara tidak senang, “Apa yang bisa kamu lakukan?”

Ling ming tersenyum dan menjawab, “Menulangi” (memisahkan tulang dari daging)

“Apa?” pelayan itu terkejut.

Menulangi adalah pekerjaan yang tidak jelas dan tidak semua restoran memiliki pekerjaan seperti itu. Pekerjaan itu mengharuskan untuk memotong hasil buruan menjadi bagian kecil sambil memisahkan tulangnya.

Seorang ahli jagal dapat memotong sapi dengan mudah. Seorang jagal yang lumayan juga bisa memotong seekor sapi, namun harus mengganti pisaunya minimal setahun sekali. Beberapa tukang jagal bahkan harus mengganti pisaunya sebulan sekali. Selain itu, efisiensi pekerjaannya sangat rendah dan mereka membutuhkan setengah hari untuk memotong seekor sapi.

Namun bagi Pavilin grand clarity, bahan mereka bukanlah daging sapi melainkan daging binatang buas. Daging binatang buas sangat lezat tapi sisik, kulit, tulang dan ototnya sangat keras. Orang biasa harus berusaha sekuat tenaga hanya untuk memotong sebagian kecil dari daging binatang buas itu. Seorang ahli bela diri juga tidak mau merendahkan diri mereka untuk melakukan pekerjaan itu. Walaupun mereka mau pun, seseorang yang tidak mengerti tentang otot, tulang dan urat tidak akan mampu melakukannya. Menggunakan kekuatan murni saja dalam proses pemotongan akan mengakibatkan dagingnya kehilangan rasa yang lezat.

Penulangan adalah jalan awal Lin Ming pertama kali mengetahui tentang bela diri. Di restoran orang tuanya, dia melatih dirinya di proses penulangan setiap hari selama 10 tahun.

Penulangan adalah pekerjaan yang sangat melelahkan! Lin Ming tidak pernah berpikir bahwa dia adalah seorang jenius di bela diri. Yang bisa dia gantungkan adalah kerja kerasnya dan berlatih terus menerus. Hal itulah yang membuat dasar bela dirinya menjadi solid, Dengan memotong, memotong dan memotong di dalam dapur.

Pelayan itu tidak mampu mengusir Lin Ming dan hanya bisa membawanya ke dapur…

“Kakak Lan (cewek), adik kecil ini mau mendaftar sebagai pekerja penulangan.”

“Penulangan?” dalam dapur Paviliun grand clarity, seorang wanita cantik di usianya sekitar 20 tahunan mengenakan gaun yang bagus melihat dan menilai Lin Ming. Melihat baju lin Ming yang biasa saja membuat Lin Ming terlihat seperti pengungsi, dia mengernyitkan dahinya. Dia kemudian berkata dengan tidak puas kepada pelayan yang membawa Lin Ming masuk, “Apa yang kamu lakukan, membawa masuk orang tidak dikenal ke dapur. Dong Zi, beri dia beberapa perak dan suruh dia pergi.”

Jelas sekali, wanita cantik ini mengira Lin Ming adalah anak bermasalah. Pelayan yang dimarahi itu pun menunjukkan wajah masam. Sebenarnya dia sudah berusaha mengusir Lin Ming, tapi dia tidak bisa menggeser kaki Lin Ming, seakan-akan Kaki Lin Ming mengakar di sana dan tidak bisa digerakkan.

Seorang lelaki muda juga mencoba mengusir Lin Ming. Namun, dia tiba-tiba merasa tangannya menjadi lemas. Dia memandang dengan bingung, Lin Ming dengan satu atau lain cara telah mengambil Pisau untuk menulangi yang dia pegang.

Sebelum orang bernama Dong Zi dapat memahami apa yang terjadi. Lin Ming berkata, “Aku di sini bukan untuk mengemis. Kakak, tentunya tidak terlambat bagimu untuk mengusirku setelah aku menunjukkan kemampuanku.”

Wanita cantik itu sedikit terkejut, tampaknya anak kecil ini punya keahlian. Dia menatap Dong Zi dan berkata, “Tidak berguna, kamu bahkan tidak bisa menangani anak kecil. Segera pergi ke ruang penyimpanan dan bawa seekor babi.” Setelah itu, dia menoleh ke Lin Ming dan berkata, “Jika kamu bisa menyelesaikannya dalam waktu 1 jam, maka aku akan mengizinkamu tinggal di sini.”

Dong Zi tahu bahwa dia sudah kehilangan muka dan dengan malu berangkat mengambil babi. Namun, Lin Ming mencegahnya, “Tidak perlu, aku akan mengerjakan yang itu.”

Lin Ming berkata sambil menunjuk ke arah binatang bersisik keras.

Wanita cantik itu menjadi makin terkejut. Seekor binatang bersisik keras itu adalah binatang buas level 2 yang tubuhnya sangat berotot. Otot-otot itu sangat keras dan dapat menahan serangan pedang. Namun, dengan menggunakan daun-daunan tertentu dan memasaknya perlahan selama 3 hari 3 malam akan menghasilkan sup kental yang sangat lezat.

Bagi seorang master penulangan, binatang buas seperti itu sangat sulit untuk dipotong. Anak kecil ini pasti gila.

“Apa kamu bercanda? Ini adalah binatang bersisik keras yang bernilai lebih dari 100 liang emas. Bagaimana kamu akan membayarnya jika kamu menghancurkannya?” Dong Zi berkata dengan tidak sabar. Dia masih tidak senang karena Lin Ming mengambil pisaunya.

Wanita muda itu menatap Dong Zi dan berkata,”Jika aku mengizinkanmu menghancurkannya, memang kamu bisa menghancurkannya beneran?”

Dong Zi pun terdiam. Binatang bersisik keras itu tidak sama seperti babi, sapi atau domba. Orang biasa tidak akan mampu menghancurkan sisiknya walaupun dengan pisau. Menghancurkannya bukanlah sesuatu yang orang normal mampu melakukannya.

Wanita itu menoleh ke Lin Ming dan berkata, “Aku akan mengizinkanmu memotongnya!”

Lin Ming menganggukkan kepalanya dan mengambil pisau penulangan terbaik yang ada di dapur. Dia hanya pernah memotong binatang bersisik keras dua kali; keduanya adalah ketika hari ulang tahun seorang tokoh penting di keluarga Lin. Selain itu, daging binatang buas bukanlah sesuatu yang bisa dibeli orang rata-rata.

Mengambil nafas panjang, Lin Ming dengan hati-hati menggores sisik Binatang bersisik keras itu, mencoba merasakan di mana pembuluh darahnya. Proses ini memakan waktu sebatang dupa. Di pikirannya, dia sudah membentuk formasi diagram pembuluh darah. Membandingkan dengan pengalaman sebelumnya, dia yakin bahwa analisanya benar.

Sembari menunggu, beberapa orang menjadi tidak sabar dan akhirnya berkata, “Apa yang kau lakukan? Kenapa kamu belum juga memotong?”

“Berhentilah mencoba menjadi misterius dan segera potong”

Sangat normal bila orang-orang itu menjadi tidak sabar. Seorang anak muda berusia 15 tahun mengklain bahwa dia bisa menulangi binatang buas level 2, hal ini terlihat seperti gurauan bagi mereka/

Lin Ming tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan itu. Dia mulai mengambil pisau, matanya terlihat sangat focus. Baginya, proses penulangan sama dengan sesi latihan bela diri.

Setelah menganalisa diagram pembuluh darah, Lin Ming akhirnya mulai.Dia tidak menggunakan Kapak atau pedang pemotong, dia hanya menggunakan pisau penulangan yang susah digenggam.

Di tangan Lin Ming, pisau biasa ini menjadi senjata yang sangat tajam. Pisau ini pun turun ke sisik binatang itu dan sisiknya pun mulai terkelupas.

Melihat kejadian ini, orang-orang yang tadi bertanya segera menutup mulutnya. Teknik ini saja membutuhkan kekuatan lengan sebesar 300 jin (181,5 kg). Bagi mereka, teknik untuk memotong-motong binatang bersisik keras umumnya membutuhkan kapak atau gergaji.

Ujung pisau itu bergerak melewati celah di antara pembuluh darah, memotongnya dengan lembut bagaikan memotong keras. Semua orang hanya bisa mendengar suara “Srak Srak” sebelum akhirnya otot putih binatang bersisik keras itu terlihat.

Melihat betapa mudahnya Lin Ming memotongnya, Pria bernama Dong Zi mengusap matanya. Dia curiga ada yang salah dengan matanya. Apakah anak kecil ini benar-benar memotong binatang bersisik keras?

Lin Ming bergerak dengan anggun. Sesekali, beberapa urat yang tidak bisa dihindari menginterupsi pekerjaannya. Ketika hal itu terjadi, Lin Ming akan menggunakan kekuatan kasarnya untuk menariknya keluar. Akhirnya dia menyelesaikannya dalam waktu hanya setengah jam untuk memotong daging binatang bersisik keras itu. Selain daging, barisan iga juga tertata dengan rapi. Bagian-bagian inilah bagian yang terpenting dari Binatang bersisik keras. Panjang dari iga yang terpotong semuanya konsisten, menunjukkan tidak adanya daging yang dibuang percuma selama pengerjaan.

Pemandangan ini menyebabkan semua orang menjadi takjub. Apa yang Lin Ming lakukan terlihat mudah, tapi semua orang di sini tahu bahwa memotong Binatang bersisik keras adalah pekerjaan besar, membutuhkan 5 orang kuat untuk bekerja bersama-sama selama setengah hari. Namun, pemuda itu hanya terlihat mukanya memerah sedikit setelah menyelesaikan tugasnya. Melihat keadaannya, memotong beberapa lagi bukan menjadi masalah!

Saat itu sudah malam, Paviliun grand clarity sudah tidak sibuk, sehingga banyak anggota dapur yang bisa menyaksikan kejadian itu. Kemudian, Lin Ming menaruh pisau dan bertanya, “Bolehkah aku bekerja di sini? Jam kerjaku tidak boleh lebih dari 4 jam sehari dan permintaan gajiku adalah 5 liang emas sebilan. Oya, satu hal lagi, pihak restoran menyediakan makanan dan akomodasi untukku.”

Wanita cantik itu mempertimbangkan sejenak penawaran itu sebelum akhirnya mengangguk, “Deal!”

Kondisi yang disampaikan Lin Ming tidaklah murah, Namun, bisa dikatakan cukup patut. Menilai dari kecepatan yang ditunjukkan Lin Ming, banyak hal bisa dilakukan selama 4 jam. Yang paling penting, pekerjaannya sangat efisien, mengakibatkan sedikitnya bahan yang terbuang selama proses.

Akhirnya, Lin Ming mulai bekerja di Paviliun Grand Clarity. 4 jam yang dia habiskan di sana bukanlah suatu hal yang sia-sia karena hal itu juga merupakan suatu bentuk latihan untuk tenaga kasarnya, dan proses penulangan adalah latihan ketelitian.

Di malam itu, Lin Ming tetap tinggal di ruang penyimpanan dan memotong 3 ekor binatang bersisik keras level 1. Setelah melakukannya, tubuhnya dipenuhi keringan dan tangannya terasa mati rasa. Dia bersiap untuk memotong yang terakhir sebelum kembali ke pondoknya untuk beristirahat.

Untuk yang terakhir, dia memilih Binatang buas level 2, trenggiling berpunggung emas, binatang buas ini memiliki gigi yang dapat menghancurkan batu dan dapat mengebor gunung bagaikan tahu.

Karena sudah menggunakan banyak tenaga sebelumnya, Lin Ming harus mengeluarkan tenaga lebih untuk memotong daerah perut binatang buas itu. Alasannya memilih trenggiling punggung emas adalah untuk memaksa dirinya melewati batas dirinya.

Setelah memotong sisiknya, pekerjaannya menjadi lebih mudah. Ujung pisau melewatu celah di antara otot perut trenggiling punggung emas. Namun, saat melakukan hal itu, Lin Ming merasa pisaunya tersendat sesuatu. Rasanya pisau itu tertahan suatu benda yang keras.

Tulang? Tidak, area perut tengah seharusnya tidak memiliki tulang.

Jika bukan itu, apakah batu? Tidak juga harusnya, Trenggiling punggung emas hanya sesekali menelan batu, namun batu itu akan hancur menjadi pecahan kecil. Jikalau tidak pecah pun, asam yang kuat yang ada di dalam perutnya akan menghancurkannya. Batu yang besar pun rasanya tidak mungkin ada di dalam, apakah mungkin ini….

Intisari?

Memikirkan kemungkinan ini, Lin Ming menjadi bersemangat. Sebuah intisari dari binatang buas level 2 adalah barang yang berharga. Walaupun misal dia tidak menjualnya, dia dapat memakannya, dan tubuhnya akan menjadi lebih bertenaga lagi.

Lin Ming mengenakan sepasang sarung tangan dan perlahan mengambil barang keras itu sambil menghindari asam lambung binatang itu. Melihatnya, Lin Ming menjadi kecewa. Yang ada di tangannya adalah objek berbentuk kubus, yang berarti bahwa itu bukan intisari, karena intisari semuanya berbentuk bulat.

Benda itu terlihat seperti batu, tapi ada sesuatu yang aneh dengan batu ini…

Batu berwarna abu-abu itu terlihat terpotong dengan rapi, dengan ujung-ujung yang teliti. Selain itu, keenam permukaan kubus itu memiliki ukiran dengan inkripsi warna hitam, memberikan benda itu aura yang misterius.

Logam?

Lin Ming dengan hati-hati mengobservasinya. Sepertinya bukan metal, bukan batu juga. Apa mungkin ini suatu jenis giok?

 

Chapter Sebelumnya | Chapter Berikutnya

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

Chapter 1 – Lin Ming

Di dalam Kota Sky Fortune, ibukota dari Kerjaan Sky Fortune, berdirilah perguruan bela diri Tujuh Kebijaksanaan. Perguruan ini didirikan oleh Sekte Tujuh Lembah Kebijaksanaan, sebuah klan bela diri dengan sejarah sepanjang 600 tahun. Perguruan ini juga satu-satunya perguruan bela diri yang didirikan oleh mereka di Kerajaan Sky Fortune.

Sebagai salah satu perguruan bela diri terbesar, Perguruan bela diri Tujuh kebijaksanaan memiliki banyak jurus warisan dan para master sebagai pengajarnya.Sudah sepantasnya perguruan ini menjadi Tanah suci bagi para pesilat muda.

Sejalan dengan hal itu, tes masuk untuk murid baru di Perguruan Tujuh kebijaksanaan juga memiliki standar yang tinggi.Tidak membesar-besarkan apabila ada yang bilang bahwa hanya satu di antara satu juta yang bisa terpilih.

Di bawah terik matahari musim panas, seorang anak muda berdiri di hutan di area pegunungan besar Zhou. Kedua tangannya terbalut dengan robekan kain sembari dia berdiri dengan bertelanjang dada di depan sebuah pohon besar yang kasar. Dia melontarkan pukulan demi pukulan, memukul pohon itu dengan keras.

“Dak!”“Dak!” suara berat menggema di sekitar hutan.Lapisan kulit pohon yang dipukul oleh pemuda itu melesak ke dalam, sampai terlihat teksturnya yang berwarna ke abu-abuan.Di permukaan kulit pohon, terlihat bercak-bercak darah.

Nama pemuda ini adalah Lin Ming.Dia memiliki bakat bela diri kelas tiga.

Di Kerajaan Sky Fortune, separuh dari rakyatnya tidak memiliki bakat bela diri dan tidak cocok untuk mengambil jalan menjadi seorang pesilat. Separuh lainnya, paling tidak 80% memiliki bakat bela diri kelas satu. Orang dengan bakat bela diri kelas satu, walaupun mereka berusaha sekeras tenaga, mereka tidak akan mencapai apapun. Satu dari sepuluh dari sisanya lagi memiliki kemungkinan 90% untuk memiliki bakat bela diri kelas dua.Jika orang-orang ini rajin berlatih bela diri, mereka memiliki kesempatan untuk dapat mencapai sesuatu dalam hidupnya. Walaupun begitu, menjadi seorang Master bela diri hanya menjadi impian saja.

Bakat bela diri kelas tiga Lin Ming bisa dikatakan sebagai keistimewaan.Jika seorang dengan Bakat bela diri kelas tiga ingin memamerkan dirinya, dia bisa mengklaim bahwa dia adalah orang istimewa dengan bakat dari Tuhan. Walaupun begitu, dengan bakat bela diri kelas tiganya, masih sangat sulit untuk diterima di Perguruan Tujuh Kebijaksanaan!

Lin Ming sangat menyadari hal ini. Bersama dengan teman masa kecilnya, Lan Yunyue yang cantik yang juga memiliki bakat bela diri kelas tiga, mereka sepakat untuk mengambil tes masuk ke Perguruan silat Sky Fortune walaupun perguruan itu tidak sebagus Perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan.

Perguruan Sky Fortune adalah bagian dari Kerajaan Sky Fortune.Sejak didirikan, perguruan itu hanya memiliki sejarah dan warisan jurus berusia 80 tahun, memang sangat terbatas.Warisan jurus yang diturunkan dari zaman dahulu adalah sesuatu yang penting bagi ahli bela diri.Tanpa jurus yang bagus, sangat tidak mungkin untuk bisa menyelesaikan tahap akhir latihan fisik, Tahap menguatkan nadi, atau tahap yang lebih tinggi.

Tahap penguatan nadi adalah tahapan dimana banyak sekali ahli bela diri bermimpi untuk mencapainya.Tahap ini juga menjadi langkah awal bagi ahli bela diri. Ketika tahap penguatan nadi sudah dikuasai, usia ahli bela diri akan menjadi lebih panjang. Di samping itu, mereka juga mendapatkan titel sebagai kaum bangsawan, sehingga mereka bisa hidup dengan makmur dan sejahtera, membawa keberuntungan bagi keturunannya.

Di Tahap penguatan nadi inilah perguruan silat Sky Fortune tertinggal jauh dengan perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan.

Lin Ming hidup untuk menjadi seorang ahli bela diri.Sangat normal jika dia ingin masuk ke perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan. Jika bakatnya dirasa kurang, maka dia hanya bisa mengandalkan kekuatan mental dirinya sendiri untuk membuat penyeleksi tertarik akan dirinya. Sayangnya, kemungkinan dia bisa diterima sangat kecil, bahkan sekali dia gagal, dia akan membuang setengah tahun waktunya untuk menunggu kesempatan berikutnya. Bagi ahli bela diri, waktu sebanyak ini sangatlah berharga.

Menempatkan semuanya dalam pertimbangan, ditambah dengan fakta bahwa dia sudah membuat janji dengan Lan Yunyue, Lin Ming memutuskan untuk mencoba mengikuti tes masuk di perguruan silat Sky Fortune.

Lin Ming dan Lan Yunyue telah berlatih dan bermain bersama sejak kecil.Walaupun mereka berdua masih sama-sama muda dan pembicaraan tentang pernikahan belum pernah muncul, emosi mereka sudah menunjukkan bahwa perasaan mereka mulai muncul.Orang tua Lin Ming sudah menunjukkan persetujuannya terhadap Lan Yunyue.Mereka selalu mengundang Lan Yunyue ke rumah mereka untuk makan malam.

Perasaan saling menghormati muncul di antara Lin Ming dan lan Yunyue, meninggalkan hanya sehelai kertas tipis di antara mereka berdua. Ketika mereka menjadi lebih dewasa, sehelai kertas ini tentunya akan terobek dengan sendirinya.

Lin Ming memandang kesepakatan antara mereka dengan serius.Dia bertekad untuk bekerja keras mencapai Tahap Penguatan Nadi walaupun dia mungkin hanya bisa berlatih di Perguruan silat Sky Fortune.

Namun, pada hari dimana perguruan Sky Fortune menggelar tes masuk, Lan Yunyue tidak muncul.

Awalnya, Lin Ming berpikir bahwa Lan Yunyue tidak bisa hadir karena ada hal-hal yang harus dia lakukan.Baru kemudian dia mengetahui bahwa Lan Yunyue telah diterima di Perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan. Selain itu, orang yang memastikan diterimanya Lan yunyue adalah murid dari perguruan Tujuh Kebijaksanaan bernama Zhu Yan, seorang tuan muda jenius dari keluarga nomor satu di Kota murbei hijau.

Walaupun Lin Ming masih berusia 15 tahun, dia telah menemani orang tuanya untuk berpetualang di luar sebelumnya. Sehingga dia memiliki kedewasaan yang lebih dibanding dengan pemuda lain seusianya. Dia paham arti di balik tindakan Zhu Yan yang membantu Lan Yunyue masuk ke perguruan Tujuh Kebijaksanaan.

Bagi keluarga besar seperti keluarga Zhu, syarat untuk memilih istri tidak hanya dari parasnya, tapi juga kemampuan bela dirinya. Seorang istri yang memiliki kemampuan bela diri yang tinggi akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan seorang jenius dalam bela diri.Walaupun keluarga Lan Yunyue hanya keluarga yang termasuk rata-rata, Bakat bela diri tingkat tiganya sangat bagus melihat gendernya.Selain itu, Lan Yunyue juga seorang yang cantik dengan temperamen yang baik.Sangat alami bila Zhu Yan jatuh hati kepadanya.

Bagi Lan Yunyue, perbedaan antara perguruan Sky Fortune dengan perguruan Tujuh Kebijaksanaan sangatlah besar. Kesempatan ke depannya, kehormatan, kemuliaan dan potensi untuk mencapai tingkatan yang tinggi tidak bisa dibandingkan.Godaan ini sangat sulit untuk ditolak bagi wanita.

Dihadapkan dengan prospek yang menggiurkan, kebanyakan wanita tentunya juga akan memilih untuk mengikuti Zhu Yan. Toh Zhu Yan juga tampan; latar belakang keluarga dan masa depannya jauh lebih baik dibandingkan Lin Ming.

Walaupun Lin Ming mampu menyadari hal ini, tapi untuk mengatakan bahwa masalah ini tidak mempengaruhi Lin Ming adalah suatu kebohongan.Dia menutup dirinya di dalam kamar selama 3 hari. Setelah itu, dia berjalan keluar..kemudian makan, tidur dan berlatih. Bahkan, intensitas latihannya menjadi semakin tinggi dibandingkan sebelumnya.

Sebelum Lan Yunyue meninggalkannya, Lin Ming sudah memutuskan untuk mencapai Tahap Penguatan Nadi dan mengejar tahapan yang lebih tinggi lagi. Lin Ming yang sekarang masih tidak berbeda.Jika dia masih punya sedikit keraguan sebelumnya, tindakan Lan Yunyue meninggalkannya semakin menguatkan dedikasinya terhadap Jalan Bela Diri.

Dia memutuskan untuk mengikuti tes masuk dari Perguruan Tujuh kebijaksanaan, tanpa memperdulikan sesulit apa prosesnya.

“Dak!Dak!”Suara pukulan yang keras timbul akibat berbenturan dengan pohon dan menggema ke seluruh hutan.Nama pohon ini adalah Pohon besi.Pohon besi tidak hanya memiliki lapisan yang sangat keras, tetapi juga memiliki kemampuan regeneratif yang kuat.Banyak pemula bela diri memilih pohon ini untuk berlatih.

Setelah melontarkan pukulan entah berapa banyak, Lin Ming akhirnya kehabisan tenaga.Bersandar di pohon, dia duduk di atas seonggok batu dan mengeluarkan daun-daunan dari tasnya.Dia mengoleskannya di permukaan tangannya dan meremasnya.Bagi mereka yang mengejar jalan bela diri, penggunaan obat-obatan untuk menyembuhkan luka sangatlah penting. Tanpa obat-obatan, seseorang akan mudah mengalami cedera dalam. Ketika cedera dalam ini terakumulasi, ada kemungkinan seseorang akan menjadi lumpuh bahkan meninggal.

Daun ini disebut Daun Benang Besi.Dinamakan demikian karena cairan hijau yang keluar dengan memerasnya dapat membantu menyembuhkan luka, tetapi juga mengakibatkan rasa sakit bagaikan ada sikat benang besi yang disikatkan di luka.

Lin Ming menggertakkan giginya sambil menahan rasa sakit. Dia pun mengambil kain putih dari dalam tas dan membalut kedua tangannya.

Faktanya, ada banyak obat-obatan lain yang lebih efektif dibanding dengan Daun Benang Besi.Obat-obatan itu juga memiliki efek samping yang lebih ringan, tetapi tentunya lebih mahal.Kondisi Lin Ming membuatnya tidak mampu membeli obat-obatan seperti itu.

Orang tua Lin Ming menjalankan sebuah restoran di Kota Murbei hijau.Namun, restoran ini bukan milik mereka. Restoran ini adalah milik keluarga inti Lin di kota Murbei hijau.

Walaupun nama keluarga Lin Ming juga Lin, tapi garis keluarganya sudah terpisah sejak beberapa generasi dari keluarga inti. Keluarga inti Lin menempatkan kerabat lain ke asset-asetnya yang tidak terlalu penting. Kehidupan Keluarga Lin Ming tergantung dari restoran ini. Setiap tahun, mereka akan diberikan upah tetap dan sedikit komisi. Uang ini sebenarnya cukup untuk mereka bertahan hidup, namun, sangatlah kurang untuk mendanai Lin Ming yang serius belajar bela diri.

Orang tua Lin Ming pada awalnya menginginkan Lin Ming untuk meneruskan bisnis keluarga dan menjadi bagian pencatatan di restoran.Namun, melihat dedikasi Lin Ming terhadap bela diri, mereka memilih untuk mengambil semua tabungan mereka dan membelikan Lin Ming Obat-obatan.

Sejak itulah, tabungan keluarga Lin Ming perlahan-lahan berkurang.Tapi Lin Ming masih saja terjebak di tahap pertama latihan fisik.

Tahapan latihan fisik adalah bagian pertama bagi mereka yang mengejar bela diri.Tahap ini berfokus pada penempaan tubuh fisik dan dibagi menjadi 6 tahap. Tahap pertama adalah Latihan Kekuatan, tahap kedua adalah Latihan Penguatan Tubuh, ketiga adalah Latihan Penguatan Organ, Keempat adalah Pengubahan Otot, Kelima Penempaan Tulang dan Keenam adalah Penguatan Nadi. Setelah melewati semua itu, baru seseorang bisa memasuki Level Primal Assemblage.

Setelah mengoleskan cairan hijau dari Daun Benang Besi di lukanya, Lin Ming beristirahat selama 1 jam supaya obatnya terserap dengan baik. Kemudian dia bersiap-siap dan akan mulai berlatih lagi ketika seorang pemuda gemuk berjalan ke arahnya. Pemuda gemuk ini membawa Pedang Panjang bersamanya. Melihat Lin Ming, dia menyeringai dan berkata, “Kakak Lin, hari ini adalah hari pendaftaran untuk tes masuk ke Perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Apa kakak lupa akan hal ini? Mengapa kakak masih berlatih di sini?”

Nama pemuda ini adalah Lin Xiaodong, dia sedikit lebih muda dari Lin Ming.Beranjak dewasa bersama, mereka berdua memiliki ikatan persaudaraan yang kuat.

Lin Xiaodong adalah keturunan langsung dari Keluarga inti Lin. Namun, bahkan bagi keturunan langsung, terbentuk suatu peringkat.Lin Xiaodong termasuk peringkat bawah.Orang tua Lin Xiaodong juga terlalu sibuk dengan urusan bisnis dan memiliki hubungan dekat dengan orang tua Lin Ming.

Setelah melihat Lin Xiaodong, Lin Ming mengarahkan perhatiannya kembali ke pohon di depannya dan berkata, “Awal seperti ini pasti banyak yang mendaftar. Bahkan untuk mengantri akan membutuhkan waktu satu-dua jam. Pergi ke sana sekarang sama saja dengan membuang waktu.”

“Sialan, bahkan kamu tidak mau menyia-nyiakan waktu sesedikit ini.Apakah kamu harus seperti ini?”Lin Xiaodong berkata sambil berjalan mendekat ke pohon.Melihat bekas pukulan dan bercak darah di pohon, dia melihat tangan Lin Ming yang terbalut kain.Kemudian dia menghela napas dengan wajah kecewa.“Kamu benar-benar gila, sampai-sampai pohon besi saja jadi hancur seperti ini. Namun, dengan caramu berlatih, Rumput benang besi saja tidak akan cukup. Jika kamu meneruskan hal ini, tanganmu akan menjadi lumpuh!”

Lin Ming diam saja.Jalan bela diri adalah jalan yang penuh perjuangan. Mempertimbangkan Bakat kelas tiganya, mencapai Tahap ke 6 yaitu Penguatan Nadi akan sangat sulit. Jika dia tidak berusaha semaksimal mungkin mumpung dia masih muda, maka dia tidak akan bisa mencapai tujuannya. Ketika dia berusaha sekuat tenaga, ada kemungkinan dia bisa menjadi lumpuh karena akumulasi cedera dalam.Tapi, semakin besar juga kemungkinan Lin Ming untuk mencapainya. Setelah dia mencapai tahap Penguatan nadi, dia dapat menempa tubuhnya dan cedera dalamnya akan hilang.

Bagi Lin Ming, ini adalah pertarungan yang dia tidak mungkin mundur. Baginya ini adalah pertarungan dengan nyawa sebagai taruhannya.

Lin Xiaodong menghela napas dan mengeluarkan bungkusan dari dadanya.Dia membuka bungkusan itu dan berkata, “Kakak Ming, ambil ini.”

Lin Ming melihat ke bungkusan yang sudah terbuka itu dan terkejut ketika dia melihat Ginseng Darah berwarna merah di dalam bungkusan itu. Melihat dari penampakannya, usia ginseng ini paling tidak 100 tahun. Ginseng ini adalah obat tingkat tinggi untuk mengobati luka dan menyehatkan darah.Sepotong tipis saja sudah cukup untuk tiap penggunaan.Sebagai tambahan, kekuatan penyembuhan yang dimiliki ginseng ini juga sangat lembut dan kuat. Ginseng darah ini paling tidak berharga 150 Liang Emas, sama seperti penghasilan keluarga Lin Ming selama 1 tahun.

Lin Ming pun terhenti dan dia menggelengkan kepalanya, “Aku tidak bisa menerima ginseng darah ini/”

Walaupun mereka adalah saudara dekat, ginseng darah ini terlalu mahal.Posisi Lin Xiaodong di keluarga Lin sangat rendah, meskipun lebih baik dibandingkan keluarga Lin Ming, harga ginseng ini masih termasuk sangat mahal untuk membantu Lin Xiaodong dalam belajar bela diri.

Lin Xiaodong memaksa Lin Ming dan berkata, “Aku membeli Ginseng darah ini untukmu.Kamu tahu bagaimana aku berlatih, cedera tubuhku tidak lebih dari bau kentut. Menggunakan ginseng ini hanya akan sia-sia. Jika kamu menolaknya, maka percuma saja aku membeli ginseng ini.Aku tidak memiliki ambisi yang besar.Aku hanya ingin melanjutkan kehidupanku sebagai keturunan keluarga Lin, dan keturunanku juga demikian, itu saja sudah cukup bagiku.”

Lin Ming terdiam sejenak sebelum menerima ginseng itu.Kemudian dia berkata, “Baiklah, aku akan menerima Ginseng ini.Demi ginseng ini, aku harus mencapai Tahap Penguatan Nadi.”

“haha.. Begini inilah seharusnya.Tidak hanya kamu harus mencapai Tahap Penguatan Nadi, kamu juga harus mengalahkan si bangsat Zhu Yan itu.Si bangsat itu sudah lama ngeselin banget.

“Zhu yan… Huh…” Lin Ming menghela nafas perlahan.Zhu Yan sudah diterima di perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Selain itu, Zhu Yan saat ini adalah salah satu murid dengan potensi tinggi di Bangsal Langit Dalam, kekuatannya hampir mencapai tahap ketiga dari latihan fisik. Walaupun begitu, Lin Ming sudah menetapkan untuk mengalahkan Zhu Yan sebagai tujuannya. Keputusan ini buka karena Lan Yunyue, tetapi lebih karena dedikasinya untuk mencapai tahapan yang tinggi dalam bela diri. Jalan ini mengharuskan dirinya untuk melewati rintangan demi rintangan; menaklukkan gunung demi gunung. Sedangkan Zhu Yan, dia semestinya merasa terhormat karena menjadi rintangan pertama Lin Ming.

Di Kaki gunung Agung Zhou, berjajar bangunan-bangunan megah dengan panjang sampai 20 li (10km). Ini adalah area operasi bagi perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan dan perguruan silat Sky Fortune, dan hari ini adalah hari pendaftaran bagi mereka yang ingin mengikuti tes masuk perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Kerumunan orang berkumpul di lapangan di depan perguruan Tujuh Kebijaksanaan.

Walaupun Ling Ming dan Lin Xiaodong sudah mengantisipasi dengan datang agak terlambat, mereka menyadari bahwa mereka tidak menyangka bahwa jumlah pendaftarnya sangat banyak. Pendaftar dibagi menjadi 3 baris. Setiap barisnya memiliki panjang beberapa meter. Menilai dari antrian saat ini, kira-kira 1 jam diperlukan untuk mengantri mendaftar.

“Kita harus menunggu,” Lin Xiaodong menghela napas dan berdiri lunglai di barisan.

“Ya” Lin Ming menganggukkan kepalanya.

“Hey, lihat orang-orang yang ada di sana,” Lin Xiaodong menunjuk ke arah pintu kecil. Hanya ada beberapa orang di sana. Selain itu, lantainya juga diberi karpet merah.

“Tempat itu adalah tempat khusus untuk bangsawan…” Lin Ming mengenali tulisan di penandanya.

Karena Perguruan Tujuh Kebijaksanaan beroperasi di tanah, bangunan dan sumber daya dari Kerajaan Sky Fortune, sangat masuk akal apabila mereka memberikan penghormatan kepada kaum elit dari kerajaan. Faktanya, tidak sedikit urusan perguruan yang diserahkan kepada kelas elit untuk mereka atur. Salah satu contohnya adalah proses pendaftaran hari ini.

“Sial,” Lin Xiaodong menggerutu. Kebangsawanan adalah gelar yang hanya bisa diberikan oleh keluarga kerajaan dan tidak bisa diturunkan. Walaupun keluarga Lin adalah keluarga yang kaya, tapi bukan keluarga bangsawan.

Lin Xiaodong mengeluarkan sumpah serapah kepada kaum bangsawan untuk meredakan emosinya ketika pintu kecil itu terbuka. Dua pemuda keluar dari pintu itu; salah satunya mengenakan baju biru dengan pedang panjang di pinggangnya. Rambutnya diikat dengan hiasan kepala berwarna emas dan dia terlihat tampan.

Melihat penampilan pemuda ini membuat Lin Ming tersenyum kecut. Dia tidak lain adalah Zhu Yan.

Anak perempuan keluarga Zhu telah menikah dengan keluarga kerajaan dan menjadi selir favorit pangeran pertama. Dengan posisi pangeran pertama di keluarga kerajaan. Kehormatan Keluarga Zhu meroket menjadi keluarga nomor satu di Kota Murbei Hijau. Bahkan, mereka juga mendapatkan gelar kebangsawanan, yang menyebabkan Zhu Yan bisa menggunakan pengaruhnya supaya Lan Yunyue diterima di Perguruan Tujuh Kebijaksanaan.

“Sial, kita akhirnya bertemu dengan si brengsek ini,” umpat Lin Xiaodong.

Zhu yan berjalan beriringan dengan pemuda lain. Beberapa bangsawan menunggu di luar dan akhirnya mengikuti mereka berdua. Kelihatannya Zhu Yan sedang membawa pemuda itu untuk mendaftar. Mereka berdua pun berjalan terus ke arah pintu pendaftaran. Dengan ini, tidak terhindarkan bahwa Lin Ming dan Zhu Yan akan bertemu muka satu sama lain.

Dengan posisi dan kekuatannya sekarang, masih mungkin Lin Ming bisa menang, tetapi dia pasti akan terluka parah. Tapi Lin Ming, memilih untuk tidak lari dan tetap berdiri tegak dengan tenang ketika Zhu Yan mendekat.

Wajah Zhu Yan terlihat terganggu ketika melihat Lin Ming dan Xiaodong. Reaksi pertamanya adalah kaget. Setelah itu, dia mengerutkan keningnya. Melihat Lin Ming membuatnya merasa tidak nyaman. Walaupun dia telah mencuri Lan Yunyue, Lan Yunyue menolak untuk melakukan hubungan intim sebelum pernikahan. Sangat jelas bahwa Lin Ming masih ada di hati Lan Yunyue, tanpa mengesampingkan perasaan bersalahnya. Alasan satu-satunya Lan Yunyue memilih Zhu Yan adalah karena perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Sebagai seorang laki-laki, Zhu Yan tidak bisa menerima bahwa hati istri masa depannya masih berada di tangan laki-laki lain.

“Kamu bernama Lin Ming, benar kan? Wah… sangat tidak terduga kamu akan mengikuti kami sampai ke sini. Dengan keahlian bela dirimu yang masih di tahap satu, kamu mau mengikui tes masuk ke perguruan Tujuh Kebijaksanaan?”

Arti di balik kata-kata Zhu Yan sangat jelas. Dia tidak akan pernah mengizinkan Lin Ming memasuki perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Walaupun kekuatan Lin Ming bukan suatu ancaman baginya, kehadiran Lin Ming di sana bisa menyebabkan Lan Yunyue tidak bisa melupakan Lin Ming.

“Entah aku akan diterima atau tidak, bukanlah masalah. Aku ke sini bukan karena mengikuti siapa pun. Aku di sini untuk menempa diriku menjadi seorang ahli bela diri.”

“Seorang dengan bakat rata-rata sepertimu berani mengutarakan bahwa kamu akan menjadi seorang ahli bela diri? Tidak tahu malu!” Setelah mengatakan hal itu, jari Zhu Yan mengeluarkan suara ringan; setelah itu pedang panjangnya melompat keluar dari sarungnya! Zhu yan menggenggam pedangnya dan menebas udara, melepaskan energy chi dari pedang yang menimbulkan suara belahan udara. Sebuah gelombang transparan menerjang keluar, memotong separuh bagian dari pohon di dekatnya.

Suara “Krak” terdengar akibat banyaknya dahan dan daun yang jatuh ke tanah. Semua yang hadir di sana memelototkan matanya. Kebanyakan usia mereka tidak jauh dari Zhu Yan. Namun, Kemampuan Zhu Yan saat ini sudah meninggalkan mereka jauh di belakang.

Alasan Zhu Yan memamerkan hal ini adalah untuk memberikan tekanan mental kepada Lin Ming, dan menunjukkan kepadanya perbedaan kemampuan antara mereka berdua. “Bakatku adalah bakat kelas empat. Aku sudah mulai berlatih bela diri sejak 12 tahun, mengkonsumsi obat-obatan yang tidak terhitung dan memasuki Sekte Pedang Bangsal Langit di perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Aku hampir mencapai tahap ketiga dari Latihan Fisik. Walaupun begitu, aku masih sangat awal dalam perjalanan menjadi seorang master bela diri. Dan, orang seperti kamu yang masih berada di tahap satu berani berbicara untuk menjadi seorang master bela diri?”

Kata-kata Zhu Yan terdengar sangat arogan, Hal ini membuat Lin Xiaodong marah. “Hei kamu yang bernama Zhu! Kamu hanya orang yang lahir 2 tahun lebih dulu daripada kami! Kata-katamu besar sekali? Jika usia kita dibalik, Kakak senior di sebelahku ini hanya akan menggunakan satu tangan untuk melemparkanmu!”

Zhu Yan mengernyitkan dahinya dan melihat Lin Xiaodong. Dia mengambil satu langkah ke depan, energy dari dalam tubuhnya menerjang keluar sambil dia bertanya, “Siapa kamu?”

“Aku…” Karena tekanan dari Zhu Yan, kata-kata Lin Xiaodong tersendat di tenggorokan. Dia mengambil satu langkah ke belakang dan menelan ludahnya dan menepuk-nepuk dadanya sebelum berbicara, “Tuan muda ini adalah Lin Xiaodong, sebaiknya kau mengingatnya!”

“Lin Xiaodong? Hah…. Orang-orang keluarga Lin yang memiliki kualifikasi untuk berbicara denganku bisa dihitung dengan satu tangan. Apa yang membuat kamu bisa berpikir bahwa kamu layak untuk berbicara denganku? Dan itu juga termasuk dirimu Lin Ming! Jika bukan karena Lan Yunyue, kamu tidak layak berbicara kepadaku sama sekali! Aku akan memberimu nasihat ini, seorang pria harus tahu batasan dirinya. Seseorang seperti Lan Yunyue bukanlah seseorang yang sepadan buatmu.”

Seorang wanita dengan bakat bela diri kelas tiga dan juga berparas cantik sangatlah langka di kota murbei hijau. Kebanyakan wanita seperti itu hanya muncul dari keluarga besar. Namun, karena ada kepentingan antar keluarga-keluarga besar itu, mereka tidak mengizinkan putrinya untuk diambil menantu oleh keluarga besar lain. Hal ini bisa menyebabkan keluarga besar lainnya menjadi makin kuat dan kemungkinan mendapatkan keturunan yang memiliki bakat yang tinggi semakin besar. Sehingga, kebanyakan keluarga besar akan meminta dari pihak laki-laki untuk menikah masuk ke keluarga wanita. Hal inilah yang membuat Zhu Yan mengatakan hal itu tadi.

“1000 Liang emas! Mulai hari ini dan seterusnya, aku tidak mau melihat wajahmu lagi!” Zhu Yan berkata sambil mengeluarkan kertas uang dari lengan bajunya.

Kerumunan orang di sekitar menjadi tidak bisa berkata apa-apa. Seribu liang emas adalah uang yang sangat banyak, cukup bagi seorang ahli bela diri untuk membeli obat-obatan tingkat tinggi untuk penggunaan selama 3 tahun latihan.

“Seribu liang emas? Apakah kamu mengira kami ini pengemis?” Lin Xiaodong mendorong uang itu kembali ke arah Zhu Yan. Dalam hatinya, dia hanya berlagak kuat. Bahkan bagi Lin Xiaodong, seribu liang emas adalah uang yang sangat banyak.

Zhu Yan mengibaskan tangannya dan sebuah kekuatan yang kuat mendorong tubuh Lin Xiaodong ke belakang. Zhu Yan menunggu jawaban dari Lin Ming sembari melihatnya dengan tatapannya yang dingin.

Lin Ming mengambil nafas panjang sebelum berbicara dengan perlahan tapi lantang, “Zhu Yan, aku bukanlah bandinganmu dalam hal bakat, apalagi keluarga. Namun, perkembangan seorang ahli bela diri tidak hanya tergantung dari bakat ataupun uang; ada hal lain yang lebih penting… Keteguhan hati seorang pesilat!”

“Kamu menuntut ilmu bela diri semuanya dikarenakan Kemewahan, Status dan kehormatan. Namun, bagiku, aku mendalami ilmu bela diri karena aku memang ingin mendalami ilmu bela diri. Pendalaman ilmu bela diri bukan bagi orang yang punya bakat, bukan bagi orang yang punya kekuasaan dan bukan juga bagi mereka yang punya uang. Pendalaman bela diri ada untuk orang-orang yang jantungnya berdetak demi bela diri itu sendiri! Akan sampai waktunya ketika aku akan melewati pencapaianmu!” Ling Ming berkata dengan penekanan dan suara yang jelas. Semua orang yang berdiri di dekat situ dapat mengerti maksudnya dengan jelas sekali.

Seorang dengan bakat bela diri kelas tiga ingin mengejar seorang dengan bakat bela diri kelas empat. Selain itu, latar belakang keluarga mereka juga sangat jauh berbeda. Anak muda satu ini mungkin sudah gila!

Mendengar kata-kata Lin Ming, Zhu Yan terpaku sejenak sebelum tertawa lepas, “Bagus! Bagus Sekali! Aku akan menunggumu!” Setelah itu, Zhu Yan menyimpan kembali yangnya. Dengan suara “Weng”, pedang panjangnya kembali ke sarungnya. Zhu Yan pun memandang sekilas ke Lin Ming sebelum dia pergi menjauh.

 

Chapter Sebelumnya | Chapter Berikutnya

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments

MW Prolog – Kubus Dewa

Prolog: Kubus Dewa

 

Di tengah luasnya dataran salju nan berkabut, butir-butir salju tertiup angin dingin yang membekukan dengan indahnya. Saling berbenturan satu sama lain di udara, menghasilkan hawa dingin yang menusuk tulang seakan mengancam untuk membekukan jiwa manusia yang mendekat.

Ini adalah Snowfall Realm (Dunia salju jatuh), salah satu di antara sekian banyak Dunia di Divine Domain (Wilayah Para Dewa). Dunia Snowfall ini selamanya bersalju, mengubah tiap tetes air menjadi salju yang sangat dingin.

Di suatu tempat, di dunia yang terpencil ini, butiran salju tiba-tiba berputar, seakan akan terpengaruh oleh suatu hal. Butir-butir salju perlahan menyatu sebelum akhirnya berpencar dan membentuk pusaran air. Sebuah tirai berkilau, bagaikan terbuat dari air raksa, muncul tiba-tiba. Detik berikutnya, seorang wanita mengenakan jubbah biru laut melangkah keluar dari balik tirai.

Wanita ini memancarkan aura yang agung, rambut hitamnya jatuh ke pundak layaknya air terjun, seluruh tubuhnya memancarkan atmosfer yang murni nan suci. Ia benar-benar bagaikan bunga teratai yang terbuat dari giok bersalju. Namun demikian, wajahnya terlihat pucat dan terlihat bercak-bercak darah di ujung bibirnya, mengacaukan kelembutan aura spiritualnya.

Tirai berkilau itu pun menghilang dan wanita itu memuntahkan darah. Kesadarannya mulai melemah.

“Kakak!”

Sebuah suara feminism terdengar dan sebuah bola cahaya putih muncul dari tubuh wanita yang terluka tersebut. Bola cahaya itu lalu berubah menjadi seorang wanita muda. “Kakak, bagaimana keadaanmu?”

“Aku tidak apa-apa,” Wanita yang mengenakan baju biru laut itu mengibaskan tangannya. Dia, yang sedang terluka berat, terpaksa harus membuat lubang teleportasi dan masuk jauh ke dunia lain di Wilayah Para Dewa. Hal ini membuatnya cederanya semakin parah.

“Di manakah ini?” Sang wanita berbaju biru laut bertanya.

Wanita muda itu mengeluarkan sebuah alat yang terbuat dari giok dan menggunakan kesadaran spiritualnya untuk menyelidiki sekitar sebelum akhirnya menjawab. “Kita sedang berada di Dunia Snowfall”.

“Dunia Snowfall?” Wanita berbaju biru laut terkejut sesaat, lalu ia menghela nafas. “Ada 3 ribu dunia di Wilayah Para Dewa yang berkali-kali aku kunjungi lewat ruang hampa. Siapa sangka, aku malah melarikan diri ke satu-satunya dunia yang aku tidak ingin aku kunjungi. Nama asliku adalah Mu Qian Xue (Snow), dan ini adalah dunia Snowfall. Hujan Salju… Hujan salju… mungkin di sinilah aku akan jatuh dan musnah..”

“Tidak, Kakak, kamu tidak akan, kita….” Saat wanita muda itu sedang berbicara, tiba-tiba terjadi perubahan energi yang hebat. Detik berikutnya, sepasang tangan merobek dimensi ruang. Setelahnya, seorang lelaki berpakaian hitam berjalan keluar dari celah antar dimensi tersebut dan berdiri tegak di udara.

Menyaksikan kehadiran lelaki ini, Wajah sang wanita muda berubah seketika dan kerongkongannya bagai tersumbat sehingga ia tidak mampu berkata-kata.

Lelaki berpakaian hitam itu berwajah tampan dan terlihat hebat, namun kedua matanya memancarkan cahaya merah, membuat mukanya menjadi sangat menakutkan. Setelah melihat Mu Qian Xue, dia tertawa ringan. “Yang Mulia, kita berjumpa lagi.”

Mu Qianxue tetap tenang. Walaupun dia sudah memperkirakan bahwa pihak musuh akan mengejarnya, dia tidak menyangka hal ini terjadi begitu cepat.

Sang lelaki melanjutkan,”Yang Mulia, sangat disayangkan peristiwa ini jadi berkepanjangan. Aku benar-benar tidak punya pilihan lain selain menghancurkan Tanah Suci High Verdant. Bagi makhluk seperti kau dan aku yang memiliki tingkat cultivation yang demikian tinggi, tak ada satu hal pun di dunia ini yang tidak bisa kita miliki. Yang sama-sama kita inginkan adalah kekuasaan dan keabadian yang absolut. Mengapa tidak kau serahkan saja kubus itu kepadaku? Kita bisa berpasangan melakukan semuanya, bagaimana menurutmu?

Mu Qianxue mengalirkan energi di dalam tubuhnya sambil menjawab dingin, “Tidak perlu membahas hal-hal yang tak masuk akal. Tian Mingzi, kau mungkin mampu menghancurkan Tanah Suci High Verdant; tapi kamu harus merasakan akibatnya jika ingin membunuhku.”

“Benarkah? Kalau begitu, tampaknya aku harus mencoba.” Pria yang dipanggil Tian Mingzi tetap bersikeras. Dia membalikkan tangan kanannya, tiba-tiba sebuah pagoda kuno muncul di tangannya. Ini adalah Pagoda Pengekang Dewa, sebuah pusaka pembawa bencana yang mampu mengekang dewa dan merantai iblis. Benda ini juga berfungsi sebagai alat pengangkut yang dapat memuat sepuluh ribu pendekar di dalamnya. Setengah bulann yang lalu, Tian Mingzi menggunakan Pagoda ini untuk membawa sepuluh ribu ahli dari seluruh penjuru dunia persilatan dan membawa mereka ke Tanah Suci High Verdant. Peristiwa ini berujung dengan kehancuran Tanah Suci High Verdant.

Tian Mingzi melemparkan Pagoda Pengekang Dewa ke udara. Berikutnya, cahaya keemasan memenuhi sekitar dan sepuluh ribu ahli bermunculan dari dalamnya. Dalam sekejap, Langit tertutupi bayangan yang tak terhitung jumlahnya.

Sepuluh ribu tubuh berdiri mengapung di udara, pandangan mereka semua tertuju kepada dua wanita tak berdaya yang berdiri di tanah bersalju. Mata mereka dingin dan tak acuh.

Menyaksikan hal ini, Mu Qianxue menyeringai. Dia telah menunggu-nunggu saat seperti ini: Tanah Suci Dark Infernal, Tanah Suci Mystifying Primal, Istana Ancient Anarchic, Pulau Malevolent Blood… Kalian semua berkumpul di sini untuk menghancurkan Tanah Suci High Verdantku. Sebagai balasannya, saya akan menggunakan jiwaku untuk mengubur kalian semua hari ini!

Tian Mingzi berkata, “Mu Qianxue, dalam hal kekuatan dan bakat kau adalah seseorang yang patut aku hormati dan kagumi. Tapi sekarang, kamu telah terluka parah. Tidak mungkin kamu bisa menang melawan sepuluh ribu tokoh persilatan dari Wilayah Para Dewa. Aku sarankan kamu menyerahkan kubus itu dan aku akan mengampuni kamu dan adikmu.

Mu Qianxue tak mengacuhkan kata-katanya. Dia memusatkan pikirannya, sebuah kubus berukuran satu inci kubik berwarna abu-abu dengan inkripsi berwarna hitam di permukaannya perlahan muncul dari telapak tangannya. Ini adalah benda yang menggemparkan seantero Wilayah Para Dewa, yaitu Kubus Dewa.

Mu Qianxue mengalirkan seluruh energi dewanya ke Kubus Dewa. Walaupun Kubus Dewa itu sudah bersamanya selama setahun, dia masih belum bisa memahami rahasia-rahasia yang ada di Kubus Dewa itu. Mungkin Kubus Dewa adalah bentuk kristalisasi dari jiwa seorang Dewa legendaris yang telah gugur. Kubus itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa yang dapat menghancurkan siapapun. Akan tetapi, kekuatan Mu Qianxue saat ini masih belum cukup untuk mengendalikan kekuatan Kubus Dewa itu. Jika dia memaksa untuk menggunakannya, maka jiwanya akan tertelan dan terkunci di dalam Kubus Dewa.

“Yue’er, jangan melawan.”

“Kakak?” Wanita muda tadi tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Mu Qianxue. Pada saat itu juga, Cahaya menyelimuti tubuhnya. Cahaya ini dimaksudkan untuk menembus ruang hampa dan membawa yue’er ke dimensi yang lain.

Mu Qianxue ingin menyelamatkan adiknya terlebih dahulu. Karena setelah dia mengaktifkan kekuatan terlarang dari Kubus Dewa, setiap jiwa kehidupan yang ada di sekitarnya akan tertelan dan hancur. Hal ini juga yang menyebabkan dia tidak bisa menggunakan kekuatan terlarang dari kubus dewa ini di Tanah Suci High Verdant.

“Hehe, Kamu mau menyelamatkan adikmu? Mana mungkin aku mengizinkannya?” Tian Mingzi menggerakkan kedua tangannya membentuk segel. Dia ingin membekukan ruang hampa di sekitarnya, akan tetapi, wajahnya berubah seketika. Kubus Dewa yang ada di tangan Mu Qianxue tampak sedang mengumpulkan energi dengan kadar yang sangat mengerikan sehingga jiwanya pun merasa gentar.

Ini…. Jantung Tian Mingzi berdegup kencang dan segel tangannya berubah. Dia merasakan nyawanya dalam bahaya. Seluruh Energi Primitif Dunia seketika mengamuk, menciptakan pusaran energi di permukaan Kubus Dewa.

“Dengan menggunakan jiwaku sebagai penuntun, aku mempersembahkan diriku kepada Dewa, Jurus Pemusnah Jiwa!”

Mu Qianxue melontarkan kata-kata tersebut dengan dingin dan jelas, tubuhnya berubah menjadi titik-titik cahaya. Jiwa dan kesadaran spiritualnya berubah menjadi arus cahaya dan menyatu dengan Kubus Dewa. Menyaksikan semua ini. Wajah Tian Mingzi berubah seketika. Tanpa ragu-ragu, dia segera merobek dimensi ruang, berniat melarikan diri. Akan tetapi, tepat saat itu juga, energi yang mengerikan dari permukaan Kubus Dewa meledak keluar.

Bagaikan sebuah bintang meledak, area sekitarnya telah berubah bagaikan kertas yang dirobek-robek. Baru saat ini sepuluh ribu ahli dunia persilatan dari Wilayah Para Dewa merasa terancam nyawanya. Mereka yang memiliki kekuatan untuk membuka dimensi ruang, segera berusaha menyelamatkan diri. Sayangnya, apa yang mereka lakukan semua terlambat. Area sekitar sudah dihancurkan oleh energi yang sangat mengerikan dan mengakibatkan pusaran badai yang menyedot mereka semua. Tubuh mereka berubah menjadi debu dan menghilang, jiwa mereka hancur berkeping-keping terkena pusaran badai. Kepingan-kepingan jiwa itu kemudian diserap masuk ke dalam Kubus Dewa.

Kehancuran skala besar dalam dimensi ruang menyebabkan satu bagian besar dari Dunia Snowfall menjadi zona mati. Zona ini berubah menjadi sebuah area penuh bada yang mampu menghancurkan apapun juga. Sementara itu, Kubus Dewa melahap semua pecahan jiwa dan kemudian juga terseret masuk ke pusaran badai di celah antar dimensi, lalu masuk ke ruang hampa.

Posted by iwan.cht in Martial World, 0 comments