DnO 2 – Keserakahan Avaritia

Keserakahan Avaritia

Part 1: Timbun Semua Kejayaan dan Harta

Well, well. Kurasa Boss Leigie masih sama seperti biasanya.

 

Aku hanya berbicara padanya selama beberapa menit, tetapi dia sudah membuatku lelah. Aku menghela nafas dalam – dalam seraya pergi meninggalkan ruangan milik Penguasa Iblis dari Acedia.

 

Masih sama.

Itulah satu – satunya kesanku terhadapnya.

 

Sudah sepuluh tahun lamanya sejak aku masuk ke dalam pasukan orang ini.

Dari sudut pandang seorang Iblis, sepuluh tahun bukanlah apa – apa, dan faktanya aku telah hidup jauh lebih lama dari seribu tahun.

Aku adalah seorang Iblis yang bertahta atas 『Avaritia』- Deije Breindac, dan kupikir aku mengikuti jalan yang cukup bagus sebagai seorang Iblis.

Aku sudah terbiasa memimpin pasukan sebelum aku ditunjuk untuk melakukannya di sini, dan jumlah Mana yang bisa kugunakan berada di atas rata – rata dibandingkan dengan yang lain. Dari momen saat aku dilahirkan, aku telah bisa membangun keserakahanku, dan Kelasku mengalami peningkatan dengan laju yang bagus. Aku bahkan memiliki kepercayaan diri dalam bidang pertarungan.

Itulah mengapa aku telah berhasil melumat habis pasukan dari negeri lain dengan mudahnya, dan target keinginanku… harta dan kejayaan, datang padaku dengan terlalu mudahnya.

Tapi tetap saja…

Jumlah kesempatan dimana aku dipanggil untuk menghadap Bossku masih dapat dihitung dengan seluruh tanganku, tapi Boss masih tidak mengingat wajah ataupun namaku. Aku telah mengotori nama Deije sang Perampas.

 

Ki ki ki, well, Aku berurusan dengan Penguasa Iblis yang berkuasa atas Kebejatan dan Kemalasan, jadi kupikir apa boleh buat.

 

Maksudku, bukankah Boss Leigie adalah yang paling bejat diantara kita semua? Aku telah di sini untuk waktu yang cukup lama, Tapi aku belum pernah melihatnya meninggalkan ruangannya sekali saja. Dia pasti memiliki kecenderungan alami untuk ini. Kurasa 『Penguasa Iblis』 memang lain dari yang lain.

Well, meskipun aku belum pernah melihat seorang Penguasa Iblis yang seperti ini sebelumnya.

 

Kastil Bayangan.

 

Itu adalah markas dari seorang yang melayani kekuatan terbesar di Dunia Iblis, Raja Kehancuran, Kanon.

Kastil Penguasa Iblis Leigie dari para Slaughter Dolls juga merupakan titik terpenting untuk pasukan – pasukannya. Lebarnya jauh melebihi Kastil milik Kanon, Istana Api yang Menyayat.

Itu tidak berlebihan, tapi untuk mencocokkan dengan Kemalasan, yang dikuasainya, seluruh kastilnya dibangun dengan kokoh.

Pada kenyataannya, kebanyakan orang yang sang Raja Iblis Agung utus berada di dalam Kastil Bayangan. Bahkan pasukan sang Raja Iblis Agung tidak memanfaatkan tanah yang mereka punyai dengan baik.

 

Aku membuka pintu ruangan pribadi yang dianugerahkan padaku. Itu pintu yang cukup besar.

Ruangan yang dianugerahkan padaku jauh lebih besar daripada yang boss gunakan. Itu karena dia tidak memiliki hasrat. Aku ingin tahu bagaimana dia bisa tahan menjadi seorang Iblis seperti itu.

Well, itulah mengapa Greed dan Sloth sangat cocok satu sama lain.

 

Saat aku melangkah masuk, aku memastikan untuk mengunci pintu di belakangku rapat – rapat sebelum meneliti pedang yang baru saja aku terima.

 

Pedang Iblis Celeste

 

Dulunya ini adalah kepunyaan sang Raja Iblis Agung, ini adalah barang kelas atas. Ini adalah barang yang memiliki sejarah di belakangnya. Jika kau menanyakan tentang bentuknya, itu adalah Longsword yang ortodoks. Mata pedang ganda yang berwarna merah gelap terlihat seakan ia lahir di dalam nyala api neraka, dan gagangnya dihiasi pola berbentuk naga. Mata pisau dan pegangannya, bahkan sarungnya, semua tercelup dalam warna merah darah.

Aku tidak bermaksud sombong, tapi aku memiliki mata yang bagus untuk menilai barang. Ki ki ki, karena itu adalah target dari hasratku. Tentu saja aku akan menaruh usaha untuk mempelajarinya.

 

Dan dari pengamatanku, memang tidak salah lagi.

Ia adalah Pedang Iblis legendaris yang dikatakan telah menewaskan seekor naga dengan sekali ayunan. Aku menghunusnya dari sarungnya dan menyusuri logam merah gelap itu dengan jariku.

Kekuatannya yang sebenarnya bukanlah sebagai sebuah pedang, meskipun ia dapat bekerja dengan baik sebagai pedang. Namun, ia lebih berarti saat digunakan sebagai alat magis.

Sihir yang dapat kurasakan yang terpancar dari badan pedang itu jauh lebih besar daripada Pedang Iblis manapun yang kumiliki. Ia bukanlah sesuatu yang Iblis Kelas Jenderal sepertiku seharusnya miliki. Ini benar – benar untuk kelas Penguasa Iblis. Kurasa ini karena sang Raja Iblis Agung mencoba membuat si Boss menerimanya. Ia harus benar – benar memiliki kelas yang tinggi.

 

Ah, ini tidak baik. Pride bukanlah wilayahku.

Aku memperingatkan diriku sendiri. Saat perasaan, saat hasrat bertambah kuat, maka kekuatan seseorang sebagai seorang iblis akan meningkat. Aku masih belum memuaskan keserakahanku. Aku masih belum puas.

 

Aku menggunakan salah satu Skill Seri Greed, Kantung Besar, untuk menyimpan pedang itu di dimensi lain. Selama hasratku tetap belum terpuaskan, kapasitas ruang itu akan terus tumbuh tanpa akhir. Sejak saat aku datang ke pasukan ini, ini adalah kali ketiga si Boss memberiku equipment.

Dan mereka semua adalah barang yang Leigie terima dari sang Raja Iblis Agung, jadi mereka semua adalah barang kelas pertama. Ini bukan tipe benda yang aku bisa temukan dengan mengais di dalam ruang harta beberapa penguasa asing yang telah kukalahkan. Tentu saja tidak. Barang – barang dari gudang bawah tanah sang Raja Iblis Agung secara harfiah mengalir ke tanganku dari segala arah.

 

Itulah mengapa aku senang aku masuk pasukan ini. Bahkan jika Penguasa Iblis lain tidak memiliki atribut 『Greed』, tidak akan jadi semudah ini. Sesuai rencanaku, Aku akan bekerja dengan baik bersama Raja Pemalas-yang-tidak-punya-hasrat kita.

Ini adalah lahan berburuku yang sempurna.

 

Tapi menu utama hari ini bukanlah Pedang Iblis kelas SSS ini. Makanan hari ini adalah alasan yang sebenarnya, dan terbesar aku masuk Legiun ini.

Aku mengeluarkan boneka berbentuk Tengkorak yang kuterima dan kutempatkan di atas meja.

 

Leigie dari para Slaughter Dolls.

 

Seorang penguasa malas, dan langka yang berkuasa atas atribut Sloth, tidak biasa di antara para bawahan Kanon.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang pernah menyaksikan boss bertarung di medan perang. Pertama – tama, detail tentang skill Seri Sloth tidak begitu jelas, namun satu – satunya hal yang dikenal secara luas tentang mereka adalah skill mereka untuk membuat boneka – boneka pembawa kehancuran massal ini. Itu, dan boneka – boneka itu sendiri.

Aku pernah bertemu salah satu dari boneka ini di medan perang sekali sebelumnya. Pada saat itu, pedang kami bertautan, dan aku telah bisa mengkonfirmasi itu. Aku tidak tahu berapa banyak kehidupan yang dapat diberikan oleh skill ini, tapi… sudah pasti itu bisa menguasai dunia Iblis.

Itulah seberapa kuatnya boneka ini.

Ciptaan itu adalah senjata yang dimiliki secara pribadi oleh seorang Penguasa Iblis yang terkenal.

 

Bahkan jika aku bilang aku memiliki kepercayaan diri pada kekuatanku, aku tidak dekat sama sekali dari alam Penguasa Iblis, dan aku bisa lihat bahwa boneka ini juga sama. Yang satu ini baru saja dilahirkan, tapi… dia benar – benar lain dari yang lain.

 

Tapi dia masih anak – anak. Jika aku terus memelihara yang satu ini, dia bisa jadi tangan kananku.

Ki ki ki, keserakahanku terlalu dalam untuk dipuaskan oleh diriku sendiri. Bukankah ini sudah waktunya untuk memberi diriku sendiri seseorang untuk membantuku?

 

Apa yang dulunya tempat lilin biasa sekarang berdiri tegak dengan dua kaki, seraya menatapku dengan rongga mata kosongnya.

Kelas: 『Slaughter Doll』

Ini benar – benar terasa seperti ia memiliki kehendaknya sendiri. Ada banyak skill Iblis yang bisa membawa kehidupan, tapi mereka tidak ada apa – apanya dibandingkan karya seorang Penguasa Iblis.

 

Dan untuk skill seperti itu, dia bahkan tidak mengucapkan namanya. Dia mengaktifkannya sambil menguap. Leigie memang orang yang cukup mengerikan. Bukan sifatnya, tapi kekuatannya. Kekuatan yang digunakannya sebagai sang Raja Pemalas untuk terus memanjat naik dalam statusnya tanpa menggerakkan satu jari pun. Itu mengerikan.

Kami hanya terpisah satu tingkat saja, tapi aku bahkan tidak bisa melihat awal kekuatannya.

 

Well, suatu hari… Aku akan mengambilnya, Boss.

 

Si boneka Tengkorak membungkuk dan bersumpah setia padaku.

Bagus bagus. Itu menakjubkan.

Boss Leigie tidak punya bahkan setitik pun ketertarikan padaku, dan itulah mengapa dia tidak menaruh satu pun batasan di senjata ini.

 

Aku menurunkan pandanganku ke mainan baru yang diberikan padaku dan tertawa.

 

“Ki ki ki, akan hebat bekerja denganmu, Slaughter.”

 

Pada akhirnya, aku akan menaruh tanganku pada segalanya.

Well, mari kita saling mengenal sampai saat itu tiba.

 

Part 2: Perbincangan Berat, Bukan Begitu?

 

Saat aku masuk ke ruang dewan perang, tepat waktu, semua anggota telah berkumpul di sana.

 

Pasukan dari Raja Acedia, Leigie dari para Slaughter Dolls… pasukannya dibagi menjadi tiga bagian besar.

Yang memiliki paling banyak anggota, dan kekuatan utama di medan perang: Brigade Pertama.

Yang memiliki paling sedikit anggota, dan yang biasanya ditempatkan untuk melindungi kastil Boss: Brigade Kedua.

Yang memiliki jumlah kekuatan manusia sedang, yang berspesialisasi di mobilitas dan penyerangan untuk melancarkan serbuan di medan perang: Brigade Ketiga, yaitu yang kupimpin.

 

Di kastil ini, juga ada pasukan yang diutus sang Raja Iblis Agung di bawah kepemimpinan Lize Bloodcross itu, tapi mereka tidak akan bergerak dalam peperangan yang menyangkut boss, jadi mereka tidak begitu berarti.

 

Anyway, itulah keseluruhan Legiun terkuat, terkenal ke seluruh penjuru Dunia Iblis. Cukup sederhana, bukan? Mungkin memang begitu. Tapi pada akhirnya, bukankah yang sederhanalah yang biasanya paling efektif?

Dan kita memenangkan pertarungan dengan seperti ini, jadi kurasa ini akan tetap begini untuk sementara waktu. Pada intinya, pertarungan antar pasukan Iblis hanyalah dua kekuatan yang menyerang satu sama lain secara muka lawan muka dan skill yang menghancurkan satu sama lain.

 

Aku merasakan pandangan semua orang seraya saya menurunkan diri ke kursi yang paling kiri. Aku memerintahkan pembantu baruku Slaughter untuk berdiri di sampingku.

Saat aku menerimanya dari si Boss, dia cukup kecil untuk ditaruh di meja samping tempat tidur, tapi dengan menyerap hawa gelap dunia iblis, ia bisa 『Tumbuh』. Rongga mata yang gelap dari seorang tengkorak yang kira – kira dua meter tingginya melihat ke sekeliling ruangan tanpa sepatah kata pun. Ia memang benar – benar sebuah mahakarya.

 

“Deije, lamban.”

 

“Ki ki ki, salahku. Well, aku tidak terlambat, kan? Santai saja.”

 

Jendral brigade kedua, Medea Luxeliahart, mengutukku dengan nada bicara yang dibuat – buat seperti biasanya.

 

Dia adalah iblis perempuan yang kecil. Di wajahnya yang tak bersahabat terdapat sepasang mata merah darah layaknya batu ruby. Gaya rambutnya yang tanpa-omong kosong dengan poni yang dipotong lurus diikat dengan ornamen sederhana.

Dia memang gadis yang rajin.

Tapi aku tidak boleh meremehkannya. Bahkan meski begini, dia adalah seorang jendral. Jika kau tertipu oleh penampilannya, kau berada di dalam dunia penderitaan. Penampilan dan kemampuan disproporsional untuk iblis.

 

Well, jika kami bertarung, aku akan keluar sebagai pemenang karena perbedaan watak kami dan equipmentku yang superior.

 

Selanjutnya, yang duduk di tengah adalah orang dengan perawakan yang halus. Heard Lauder- mengawasi semua orang seraya membuka mulutnya.

Tingginya sedikit lebih pendek dariku, dan dia adalah orang yang langsing dan berpenampilan kalem. Tapi dia adalah Komandan Tertinggi pasukan ini. Dia kurang lebih adalah tangan kanan Boss Leigie.

Ada banyak tipe orang di antara bawahan Boss, tapi di antara mereka, orang ini khususnya berbahaya. Itu artinya kekuatannya kemungkinan adalah yang paling mendekati Leigie.

 

“Well, well, tampaknya kita semua akhirnya di sini. Maka kurasa kita akan segera memulainya.”

 

Dengan suara Heard sebagai aba – aba, sebuah peta diproyeksikan ke meja.

 

Itu adalah peta dunia iblis dengan wilayah milik Boss di pusatnya.

Di antara seluruh Penguasa Iblis yang beraliansi dengan Raja Iblis Kanon, milik Boss adalah yang terluas, dengan ekspansi luas yang seakan ingin menelan semua disekitarnya. Penjara Api yang kami datangi dan kuasai di perang terakhir masuk ke dalamnya

 

Karena sedemikian luasnya, itu juga berarti bahwa wilayahnya adalah wilayah yang berbatasan terbesar dengan faksi yang menentang sang Raja Iblis Agung. Baris terdepan pertempuran.

Ki ki ki, itu kurang lebih berarti kami bisa pergi dan mengambil tanah manapun yang kami mau. Di sisi lain, jika kami lalai, kami akan menjadi pihak yang kalah. Mereka beberapa ratus tahun terlalu muda untuk berpikir mereka bisa mengambil apapun dari Deije sang Perampas.

Well, sepanjang aku tidak memiliki perintah dari sang Raja Iblis Agung, itu tidak seperti aku akan pergi dan bertempur secara tak beraturan. Itu karena nyawakulah hal yang paling berharga. Kanon dari Kehancuran… Aku tidak akan memancing amarah seorang Raja Iblis yang bertahta atas Amarah

 

Heard secara tenang mulai menyebarkan informasi.

 

“Sang Raja Iblis Agung telah mengeluarkan perintah penaklukkan Penguasa Iblis dari Kerakusan, Zebul Glaucus. Target kita adalah seorang yang dulunya berhubungan paling baik dengan Raja kita, tetapi karena pemberontakan karena kurangnya bahan makanan, dia telah membunuh Astell Zaabdeus dan Claud Astal, yang keduanya adalah Penguasa Iblis yang beraliansi dengan Raja Iblis Agung kita. Semua itu sambil mendekati perlahan tanah kita.”

 

Dua titik di peta dilingkari, dan seraya sebuah garis digambar di antara mereka, sebentang tanah mulai menyala merah. Tidak puas dengan batasnya, garis itu perlahan mulai menembus wilayah milik Boss.

Di sini, di mana kastilnya berada, masih ada jarak sebelum ia menyentuh Kastil Bayangan, tapi ia tetap berjalan menuju kastil dalam garis lurus.

Ki ki ki, dia mengangkat topik yang sulit.

 

Pertempuran ini ada di level yang berbeda dari pertempuran dimana aku melumat Granzer Esther.

 

Target kami adalah… sang Penguasa Iblis itu sendiri. Di pertempuran Granzer, kami hanya melawan pasukannya, dan sang Penguasa tidak pernah menjejakkan kakinya ke meda perang. Pertama – tama, Penguasa Iblis bukanlah hal yang diharapkan keluar dengan mudah.

Tapi kali ini berbeda. Menurut apa yang bisa kulihat, sang Penguasa Iblis secara pribadi memimpin pasukannya.

 

“Jadi lawannya adalah seorang Penguasa Iblis yang menghabisi dua lainnya… perbincangan yang cukup berat.”

 

“Yeah. Tapi bahkan jika kau bilang dia telah menghabisi dua, mereka berdua adalah Penguasa baru tanpa banyak kekuatan di belakang mereka. Dia bukan lawan yang sebanding untuk Leigie-sama kita.”

 

Ya, Komandan Tertinggi Heard mengetahui ini, dan merespon seperti itu.

Itu benar. Bukannya dia salah atau sesuatu.

Mana Boss Leigie tak bisa dibandingkan dengan semua Penguasa Iblis kuli pabrik yang tersebar di seluruh tempat. Maksudku, meskipun dia terlihat seperti itu, dia adalah sang Tingkat Ketiga, tahu? Tingkat Ketiga berarti… sederhananya, di antara mereka yang setia pada Kanon, dia adalah yang terkuat ketiga.

 

Tapi fakta bahwa dua yang terbunuh adalah Penguasa Iblis berarti mereka pasti lebih kuat dariku, yang satu Kelas di bawah mereka.

Musuhnya adalah seorang Penguasa Iblis yang kuat yang menghadapi mereka berdua secara berturut-turut.

 

Seperti yang diharapkan dari Heard Lauder yang super congkak. Ini adalah hal yang bagus untuk menjadi penuh percaya diri. Tapi bukankah ia menganggap dirinya sedikit terlalu tinggi?
Aku mungkin serakah, tapi bukan berarti aku tidak mengakui kekuatan orang lain.

Aku mungkin tidak terlalu tahu sebanyak itu tentang Penguasa Iblis yang lain, tapi bahkan aku tahu bahwa Zebul dari Kerakusan adalah nama yang besar. Julukannya adalah sang Pelahap. Dalam faksi Raja Iblis Agung, dia mendapat Tingkat Kelima, setan yang mengerikan. Dan Penguasa Iblis kita sendiri di sini tidak mau mengangkat satu pun jarinya.

 

Jika aku bertarung satu lawan satu melawan Iblis biasa, aku ragu aku akan kalah.

Aku bahkan yakin aku bisa melumat sebuah pasukan.

Tapi saat lawanku seorang Penguasa Iblis, meskipun telah mengatasi pertempuran yang tak terhitung jumlahnya, aku akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, pikirku.

 

Aku tahu jawabannya, tapi mari kita bertanya untuk berjaga – jaga.

 

“Apa yang si boss katakan?”

 

“Iyo. ‘Kan kuserahkan padamu.”

 

Wow.

Aku bersiul keras. Medea mengangkat alisnya dan menatapku dengan mata penuh tuduhan.

Sudah kuduga, kami telah dilempar ke kawanan serigala. Seperti yang diharapkan dari Sloth. Bahkan saat sang Penguasa Iblis datang mengetuk pintu kita, dia tidak menunjukkan ketertarikan.

 

Tiada ketertarikan. Dia membuat yang congkak ini terlihat seperti anak – anak. Pendiriannya tak pernah goyah.

Gadis Medea itu mengernyitkan alisnya seraya membaca seluruh informasi mengenai Zebul.

Dia dengan segera menaikkan matanya.

 

“… Kita berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Apakah kita punya opsi lain?”

 

“Selalu ada opsi untuk menyeret Leigie-sama ke kasus ini.”

 

Heard menawarkan sebuah saran.

Well, well. Kurasa boss juga dalam kesulitan. Tapi karena sang Tingkat Kelima datang, itu selalu menjadi opsi. Itu, jika kau tidak mempertimbangkan kecenderungannya.

Medea melipat lengannya dan menjadi gelisah dengan wajah cemberut. Dia dalam mood yang buruk. Apakah sesuatu telah terjadi?

 

“Kita tidak boleh membawa masalah ke tangan Leigie-sama.”

 

“Tepat sekali. Jika musuhnya adalah seorang Penguasa Iblis, kita hanya harus mengirimkan pasukan dalam jumlah yang sesuai, itu saja.”

 

Oy, memangnya pasukan macam apa yang sesuai untuk itu?

Tapi sang Penguasa Iblis dari Sloth… tidak peduli apapun yang terjadi, dia tidak akan bergerak.

Persis seperti seorang dari Greed sepertiku menolak untuk mempertaruhkan nyawanya untuk beberapa harta yang tidak dikenalnya, keinginannya untuk beristirahat terwujud di sekitarnya seperti suatu benda anorganik yang abadi.

 

Tapi aku paham. Ini adalah… tidak lain sebagai cobaan lain dalam jalanku menuju kejayaan.

Bahkan jika aku hanya memimpin sebuah pasukan, jika kami benar – benar menaklukkan seorang Raja Iblis, maka nama Leigie akan membumbung lebih tinggi lagi di dunia.

Pada saat yang bersamaan, hadiah untuk menaklukkan seorang Penguasa Iblis yang telah membunuh dua lainnya pasti lebih besar dari Pedang Iblis Celeste… Ada kemungkinan itu menembus harta Kelas SSS, sebuah barang Kelas L. Dan seperti biasanya, itu akan mengalir langsung dari tangan Boss ke tanganku.

Tepat saat aku mendapatkannya, mungkin hasrat yang tertidur di dalam diriku akan mencapai level baru. Bahkan mungkin saja… aku akhirnya akan menjadi seorang Penguasa Iblis.

Ada lebih dari cukup keuntungan untukku mempertaruhkan nyawa.

 

“Hmm. Kita tidak bisa mengotori nama Penguasa Iblis kita… Deije, apa kau pikir kau bisa menanganinya seperti biasanya?”

 

Heard dengan tenang mengirim rupa kuat ke arahku. Tidak ada ketidak sabaran di matanya. Orang ini benar – benar serius mempertimbangkannya. Seakan jika aku maju, seorang Penguasa Iblis selevel ini akan dengan mudah takluk. Alasan dia mengarahkan hal – hal semacam ini padaku adalah karena esensinya, kesombongannya, tidak hanya pada dirinya saja, tetapi menjangkau pasukan dibawah komandonya.

 

Jika ini seperti biasanya, Regu Ketiga akan melancarkan serangan pertama.

Ki ki ki, kau benar – benar membicarakan hal – hal sulit dengan santainya, oh Komandan Tertinggi.

Aku adalah orang yang tidak melakukan hal yang mustahil, tahu? Meskipun aku memang menyukai bau dari pencapaian.

 

“Ki ki ki, akan sedikit sulit untuk reguku sendiri. Bukan karena melawan pasukannya, tapi Skill – skill Gula terkenal berspesialisasi dalam menarget area yang besar, dan musuhnya adalah seorang Penguasa Iblis yang kuat.”

 

“Aku akan pergi.”

 

Si gadis pendek berdiri dari tempat duduknya.

 

Ada apa ini?

Mengapa gadis Medea itu mundur dari tugasnya untuk menjaga si boss?

Akankah besok turun hujan tombak atau sesuatu?[1]

 

“… Oy, oy, ada apa dengan pergantian kejadian yang tiba – tiba ini? Medea? Bukankah kau punya tugasmu sendiri untuk dikerjakan?”

 

Aku benar benar ingin Komandan Tertinggi kami, yang memiliki afinitas bagus untuk memerangi Gula, untuk maju di sini.

Bagaimana dengan melindungi kastil ini?

Tapi matanya dipenuhi keyakinan, dan dia menjawab dalam nada datar.

 

“Deije, Leigie tidak membutuhkan perlindungan dari seseorang selevelku.”
Oy, bukankah kita berjanji tidak akan membawa – bawa itu?

Dan bukan itu masalahnya.

Kemampuan seorang Penguasa Iblis lain dari yang lain. Ada perbedaan dalam skill yang orang bisa dipakai berdasarkan kemampuan pribadinya, tapi tanpa melihat kepantasan kami, aku tidak bisa membayangkan skill apa yang Boss Tingkat Ketiga miliki dalam persenjataannya.

 

Tapi kalimat selanjutnya gadis itu menjelaskannya.

 

“Dan akhir – akhir ini, aku belum mendapatkan pencapaian apapun. Aku perlu sedikit menggerakkan tubuhku, atau…”

 

Sebuah respon yang tak terduga. Itu seharusnya berada di luar wilayah gadis ini.

Tapi aku paham. Jadi begitu.

Dia tidak bertindak berdasarkan logika, aku paham.

Jadi itulah mengapa gadis ini telah menjadi jinak selama ini.

Alasan si gadis yang bukan Pride maupun Greed menginginkan imbalan.

Aku tersenyum seraya mencoba bertanya.

 

“Hmm. Artinya… itu sudah terkumpul?”

 

“…”

 

Oh my. Ini tidak akan berhasil.

Mata lebarnya menusuk tubuhku , dan tekanan yang hebat menyelimuti ruangan.

Rasanya seperti tatapannya sendiri mampu membunuh seseorang.

Ki ki ki, Medea Luxeliahart, seorang Iblis yang berkuasa atas Nafsu.

Apa? Itu bukanlah sesuatu yang seharusnya membuatmu malu. Aku tidak bisa melawan hasratku untuk kekayaan materi, tapi gadis ini mencoba sekuat tenaga untuk mengekang nafsu makannya.

… Well, pertama – tama, seorang Iblis Lust yang masih memiliki kewarasan merupakan pemandangan langka.

 

“Deije, kau tidak harus pergi… tidak, menjauhlah. Aku akan menanganinya.”

 

Tapi aku tidak bisa mengabaikan kata – kata itu.

Wajahku dipenuhi senyum seraya kukeluarkan sangkalan.

 

“Tidak, tidak, tidak, tidak, penyerangan adalah peran reguku, kan? Aku tidak bisa menahan diri, tahu. Aku 『Greed』, bukan?”

 

“Hmm, maka kalian berdua pergilah bersama.”

 

Heard bicara denga nada merendahkan.

Seperti katanya, jika dua jendral dari seseorang penting seperti pasukan Boss mengalami kekalahan, kita akan kehilangan muka. Pasukan Penguasa Iblis adalah sesuatu yang dipinjamkan oleh sang Raja Iblis Agung. Jika kita kehilangan itu, kita akan memancing『Amarah』raja. Kita tidak boleh memberinya alasan apapun untuk menyingkirkan kita.

 

Gadis itu membuat ekspresi merendahkan pada kata – kata Heard, tapi mungkin karena dia tahu dengan siapa kita berurusan, dia tidak bicara lagi. Dia memang benar – benar loyal.

Peta yang terproyeksi ke meja menghilang.

Bahkan jika kau menyebutnya sebuah dewan perang, Iblis adalah makhluk egois. Apa yang diputuskan hanyalah siapa yang akan menangani masalahnya. Sisannya diserahkan kepada komando per regu.

Sebelum aku bangkit, aku bertanya pada Heard untuk berjaga – jaga.

 

“Bagaimana denganmu, Komandan Tertinggi Heard?”

 

“Oh, tidak ada kesempatan buatku untuk maju. Aku menyerahkan semuanya padamu dan Medea.”

 

Kata – katanya diucapkan dengan nada serius. Orang ini benar – benar percaya bahwa sekelompok Iblis biasa bisa menaklukkan seorang Penguasa Iblis.

Mereka sinting. Setiap dan masing – masing dari mereka.

Ki ki ki, kurasa kesombongan bisa menjadi penuh dosa juga. Betapa mengerikan.

 

Well, semua yang aku harus lakukan adalah mencoba sekuat tenaga agar aku tidak disingkirkan, itu saja.

 

Part 3: Nampaknya Kepentingan Orang ini Berbentrokan denganku

 

“Yo, Medea–”

 

“… Kau cari masalah? Akibatnya tidak akan main – main.”

 

Kami telah disebarkan ke markas di baris depan.

Pasukan boss hebat seperti biasa. Tentu saja sang komandan, aku, juga hebat, tapi bahkan kualitas prajurit iblis standar kami lain dari yang lain. Jika kau bertanya padaku, seorang dengan pengalaman bertempur di operasi militer asing, itu masalah motivasi. Dan daya tembak mereka juga tinggi.

Ki ki ki, ini semua karena atasan kami tidak memiliki hasrat. Dia memberikan hadiah yang cukup hebat untuk memuaskan bahkan untuk keserakahanku begitu saja. Dari sudut pandang iblis biasa, gajinya menakjubkan.

 

Di perbatasan antar wilayah, sebuah pegunungan yang luas, kami telah diutus dengan jumlah sekitar seribu. Jumlah itu hampir sebanyak seluruh Brigade Ketiga.

Dibandingkan pasukan manusia, jumlahnya mungkin sedikit, tapi kualitasnya melengkapinya. Sebuah skill iblis cukup kuat untuk menyamai seorang manusia seribu kali lipat.

 

Musuh kami adalah si Gluttony itu, dan sekitar tiga ratus pengikutnya. Ki ki ki, jumlah mereka mungkin sedang – sedang saja, tapi dengan seorang Penguasa Iblis secara pribadi memimpin mereka, mereka tidak bisa diremehkan.

Pasukan Zebul adalah sang Tingkat Kelima, dan namanya sudah cukup tersebar.

Jika kau hanya membandingkan jumlah, kami punya tiga kali lipat pasukan mereka. Jika kami berbentrokan dengan mereka muka tatap muka, kami mungkin bisa menahan mereka, jadi apa yang penting adalah Penguasa pihak mereka.

Gluttony adalah skillset yang memiliki paling banyak offensive ability dengan area of effect yang luas. Memangnya seluas apa area yang bisa diserang seorang Penguasa Iblis dengan itu? Aku tidak bisa membayangkannya, tapi tak ada keraguan kami akan melihat besarnya jumlah korban.

Memangya seberapa jauh kami ada dalam genggamannya? Kemenangan kita akan ditentukan dengan seberapa baik kita memperkirakan kekuatan skillnya.

 

Ki ki ki, well, kita tidak akan kalah dalam kepemimpinan. Maksudku, dia mungkin saja sendiri, tapi kita punya Medea Luxeliahart itu, yang selalu ditugaskan menjaga kastil. Ki ki ki, paling tidak, wajahnya cantik, dan dia Lust.

Mungkin saja dia akan merawat mereka yang bertahan hidup setelah perang, dan kemungkinan itu menaikkan semangat juang.

Dan sekarang, Medea-yang-sangat-penting itu mengenakan jubah putih tinggi tanpa secercah daya tarik dengan muka masam biasanya. Tidak ada cukup buka-bukaan. Seakan dia adalah seorang biarawati.

 

“—Cewek, menurutku kamu seharusnya mengenakan sesuatu yang lebih romantis. Itu akan secara langsung memengaruhi semangat juang pasukan kita, tahu?”

 

Si gadis mencemooh nasihat yang datang langsung dari hatiku.

 

“Kekhawatiran yang tidak perlu. Deije, aku akan mengatakannya lagi dan lagi, tapi aku… aku benci ditatap dengan mata – mata itu lebih dari apapun.”

 

Dia memang mengatakannya berulang kali. Tapi kata – kata itu benar – benar terlihat tidak cocok dengan atributnya. Apa kau yakin ini bukanlah sebuah kesalahan?

 

Hasrat seorang Iblis bukanlah sekedar hiasan sederhana.

 

Berganti Kelas dapat membangun jalan baru, tapi itu tidak seperti itu adalah jalan yang lurus. Banyak jalan bercabang ke segala arah, dan jalan terakhir yang diambil ditentukan oleh kehendak seseorang. Tentu saja, jalan kecil itu menentukan skill tersedia yang dimiliki seseorang.

 

Sebut itu Skill Tree atau seri, atau apapun, tapi terdapat sebuah konsep umum. Dalam artian itu, kau bisa bilang Kelas Iblis memiliki 8 tree yang berbeda. Sloth, Greed, Lust, Wrath, Gluttony, Envy, Pride, dan satu untuk ability dasar yang dimiliki semuanya, kesemuanya berjumlah 8.

 

Cabang di jalan – jalan ini dapat disamakan dengan penunjuk jalan takdir. Dengan menyusuri dari satu dan selanjutnya,kau bisa menemukan skill yang lebih kuat, dan pada tree Iblis standar, jika kau mengumpulkan EXP point dan menggunakan skill, kau bisa menyusuri lebih jauh. Tapi tree lainnya sedikit berbeda.

Tree lainnya membiarkanmu mengintip lebih dalam dan lebih dalam lagi ke dalam jurang dengan memenuhi hasrat – hasratmu. Semuanya ditentukan oleh skill pertama dari mereka semua… skill pasif『Longing of Original Sin』 .

Karena skill itu, kita tidak bisa menambah ability yang bisa kita pakai hanya dengan naik level.

Dengan memenuhi Keserakahan untuk Tree Greed, dan Nafsu untuk Tree Lust, kita bisa meneruskan lebih jauh.

 

Dan dalam artian itu, gadis ini sedikit terlalu tabah.

Ki ki ki, bagaimana dia bisa maju kalau dia begitu? Untuk seseorang tanpa tree sepertiku, aku sama sekali tidak mengerti.

Well, anyway, aku seorang amatir di bidangnya, jadi aku tidak akan ikut campur. Aku tidak ingin mengatakan sesuatu untuk membuatnya mengambil nyawaku atau sesuatu.

 

“Ki ki ki, well, jalanmu adalah milikmu. Paling tidak, jangan menahan diri saat bertarung.”

 

“Aku tahu itu tanpa kau memberitahuku. Aku akan jadi yang mendapatkan medali kali ini.”

 

“… Oy, oy, aku tidak bisa tinggal diam soal itu. Ini adalah pasukanku, tahu.”

 

Bahkan jika dia kuat, seorang prajurit berkuda berencana memonopoli medan perang? Bahkan seorang Greed sepertiku terkejut. Pertama – tama, kekuatannya… tidak untuk pertarungan langsung, Kupikir.

 

Bayang – Bayang Ilusi, Medea.

 

Di antara Iblis, tentu saja, yang paling terkenal adalah Penguasa, tapi namamu juga bisa tersebar.

Dan di antara pasukan Leigie, dia adalah yang paling terkenal. Ki ki ki, bahkan aku tahu tentang dia sebelum aku berpihak pada Boss.

Meskipun aku tidak mengerti mengapa seorang Iblis beratribut Luxuria mau berpihak dengan seorang Acedia.

Bahkan jika dia tidak berorientasi pada pertarungan langsung, dia seharusnya bisa melumat Iblis biasa manapun di bawah kakinya, tapi musuh ini tidak biasa. Aku hanya bisa bilang ini adalah matchup yang buruk untuk menaruhnya melawan sang Pelahap.

 

Medea memandang singkat Slaughter Doll yang berdiri di belakangku.

 

Bahkan tanpa mendapat nama, si Slaughter Doll sudah jauh melewati level Iblis biasa dalam keahlian bertarung. Jika aku mengenakan equipment langka yang kukumpulkan padanya, dia akan benar – benar tak tertandingi.

Kurasa itu benar – benar bergantung pada level sang perapal skill.

 

Tapi tanpa setitikpun ketertarikan, Medea berbalik padaku.

 

“Aku tidak membutuhkan equipment apapun. Aku juga tidak menginginkan harta apapun. Aku tidak ingin bermain dengan boneka, dan aku tidak ingin status.”

 

“Oy, oy, lalu apa yang kau mau?”

 

“Aku adalah Lust. Semua yang kuinginkan adalah cinta.”

 

Begitu… menarik.

Satu kalimat itu menjelaskan semuanya. Pada saat ini, dia jauh lebih berdosa daripada aku, yang hanya menginginkan barang jarahan dan kekuatan.

Jadi biarkan saja. Hasrat yang satu ini tidak akan menentang milikku. Aku akan membiarkannya seperti itu untuk sekarang.

Untuk rekan bisnis, menggali lebih jauh… tidak diperlukan.

 

“Jadi kau bilang hasratmu tidak akan bersaing dengan milikku. Well, fine. Aku akan mempercayai kata – kata itu. Akan bodoh untuk mati akibat tembakan dari belakang.”

 

Aku memberi peringatan.

Di dalam sebuah pasukan Iblis, hanya karena bentrokan keinginan, seorang rekan dapat dengan mudah menjadi lawan.

Ki ki ki, Apalagi, Medea adalah orang yang menentang penunjukkanku ke posisi ini sampai akhir. Kau tidak akan bisa terlalu siap.

 

Well, dalam pertarungan langsung, dia tidak akan bisa mengalahkanku dengan peralatan Kelas Penguasa Iblisku. Cobalah untuk tidak mati konyol ketika kau menunjukkan kekuatanmu padaku. Kau punya sesuatu yang bagus untuk menghabisi seorang Penguasa Iblis, kan?

 

Part 4: Sekarang, Mari Kita Mulai Perampasannya

 

Sang Penguasa Iblis yang bertahta atas Kerakusan, Zebul Glaucus—Zebul sang Pelahap adalah salah satu Penguasa Iblis terhebat.

Di antara pasukan terkuat Dunia Iblis yang dipimpin oleh sang Raja Iblis Agung Kanon Iralaude, dia bahkan berada dalam sepuluh tingkat teratas. Meskipun ini mungkin bukan karena keahlian bertarung dasarnya, peringkat yang dianugerahkan padanya oleh sang Raja Iblis Agung adalah Tingkat Kelima.

Dengan gaya yang dilebih – lebihkan, aku bertanya pada bawahanku yang berbaris didepanku.

 

“Apa kalian paham apa artinya itu, prajurit?”

 

“…”

 

Ini memang common sense, tapi penampilan seorang Iblis tidak harus dalam bentuk manusia.

Seraya mereka mendapatkan lebih dan lebih banyak kekuatan, beberapa dari mereka mengambil wujud manusia, tapi figur seorang iblis mewakili sifat dirinya.

Jajaran ganjil dari wujud yang berbeda – beda yang berada dalam formasi dengan kesan teratur sulit untuk ditemukan dalam pasukan seorang Penguasa Iblis.

Itu semua karena kemampuan orang yang berkuasa atas tanah ini, Boss, miliki. Dengan itu, prajurit dalam pasukannya akan mendapatkan kekuatan saat bertarung di tanahnya.

 

Itu adalah skill umum untuk semua Penguasa Iblis, dan salah satu yang paling terkenal: 『Abyss Zone』.

Itulah yang membuat keuntungan dalam pertempuran antar iblis tidak bergantung pada ukuran, atau keuntungan medan, tapi pada kualitas Penguasa Iblis yang menguasai mereka.

Boss Leigie tidak pernah berdiri di garis depan, tapi pertempuran tak terlihat antar Penguasa Iblis sudah terjadi di sekitar kami.

Meskipun kami tidak bisa melihat zona si rakus Zebul, zona itu pasti sedang memakan zona milik si malas Leigie, dalam usaha untuk memberikan pasukannya keuntungan.

 

Ki ki ki, cobalah sekuat tenagamu.

Aku akan melakukan hal yang sama. Kurang lebih.

 

“Itu artinya… kita akan mendapatkan… kejayaan dari menghancurkan seorang Penguasa Iblis, terlebih lagi, seorang yang kelas atas. Ki ki ki, Boss tidak boleh diremehkan. Dia memberikan kita kesempatan sebesar ini…”

 

Jika bisa, aku harap dia tidak terlalu bersungguh – sungguh melawan kami, tapi itu mustahil.

Tidak ada keraguan bahwa si Boss tidak ingat fakta bahwa Zebul sedang menyerang.

 

Tapi itu tak ada hubungannya dengan kami, yang bertempur di tempat kejadian.

Untuk memuaskan Keserakahanku, aku tidak boleh takut mengambil resiko. Atau hidupku akan berakhir sebagai seorang iblis pinggiran yang tak dikenal.

 

Aku menarik sebilah pedang dari sarungnya di pinggulku.

 

Pedang Iblis Celeste.

 

Untuk seorang ahli pedang… tidak, untuk Iblis manapun, ini adalah pedang terkenal yang ada dalam legenda.

Aku memusatkan pandanganku pada badan pedang yang berapi – api.

Energi magis merah gelap seterang matahari menyelubungi penggunanya, aku, seraya menjulang sebagai pilar cahaya ke langit merah dunia iblis. Kekuatannya jauh di luar nalarku.

 

Ki ki ki, selama aku punya ini, aku akan sebanding dengan seratus iblis.

Sebagai tambahan, meski mereka mungkin sudah kalah oleh Celeste, aku punya sejumlah Pedang Iblis yang hanya satu atau dua tingkat dibawahnya di genggamanku.

 

“Ayo serbu, keparat. Semua uang, kemahsyuran, kekuatan dan wanita itu adalah untuk kalian ambil. Lepaskan hasrat kalian, dan buktikan kekuatan kalian pada Penguasa Iblis kita, Leigie dari para Slaughter Dolls, dan sang Raja Iblis Agung di atasnya, Kanon Iralaude. Penguasa Iblis dari Kerakusan tidak ada apa – apanya, dan adalah tugas kita untuk menyadarkannya. Biar dia sadar… dengan siapa dia cari masalah.”

 

Tepuk tangan kerumunan yang tampak ganjil menggelegar layaknya guntur.

Orang – orang ini tidaklah bodoh. Penguasa Iblis yang kuat menarik pengikut yang kuat kepadanya. Ini bukan masalah pengutusan oleh sang Raja Iblis Agung atau apapun, ini lebih tentang takdir, atau keberuntungan yang menyatukan mereka.

Naluri dasar seorang Iblis memimpin mereka untuk mengikuti eksistensi yang paling bejat untuk memuaskan jiwa mereka.

 

Bulan purnama yang hampa terapung di langit yang menyala merah.

Wilayah ini masih milik Boss. Di padang tandus yang jauh, aku melihat bayangan hitam dari pasukan dari Kerakusan.

 

Medea perlahan bangkit.

 

Seakan berselimut kabut, garis tubuhnya tidak jelas, dan seakan – akan hanya tekanan kuat yang dia keluarkan untuk menyatakan kehadirannya di sini.

Aku dan dia jarang bekerja bersama – sama. Tapi satu gerakannya menunjukkanku tingkat kemampuannya.

Skill Lust masih cukup seperti dunia asing bagiku. Aku tidak bilang aku belum pernah melawan mereka, tapi mereka bukan kelompok iblis yang akan sering kau temu di level Jendral.

 

Sihir kelas atas yang mencemari pikiran, dan menipu kelima indra.

Mata para lelaki yang melihat Medea mulai berubah cabul.

Ki ki ki, wanita yang benar – benar mengerikan. maksudku , dia adalah satu – satunya wanita di seluruh skuadron pasukan ini, dan dia adalah pemimpinnya. Jika aku meremehkannya, Kurasa jiwaku akan tersedot keluar.

 

“Aku akan maju. Keberatan?”

 

“Ki ki ki, lakukan apapun yang kau mau, Luxuria. Kau adalah tamunya hari ini.”

 

Jika kau menginginkan serangan pertama, kau boleh memilikinya. Semua yang kupedulikan adalah hasilnya.

Pertama – tama, mari kita lihat kekuatan sang Pelahap. Itu adalah bidang keahliannya, bukan?

 

Sosok Medea mulai kabur lagi, rasanya seperti mataku sudah mulai kabur, tapi mereka tidak kembali. Sosoknya berubah menjadi dua gadis yang sama persis. Yang kedua membuka mulutnya, dan bicara dengan nada merendahkan yang sama.

 

“Avaritia, aku berterimakasih.”

 

“… Aku tidak butuh terimakasihmu. Lakukan saja yang terbaik untuk tidak terbunuh oleh serangan pertama.”

 

“Hmph…”

 

Dia mendengus pada kata – kataku.

Pada saat yang sama, dalam sekejap, sosoknya berlipat ganda dari dua menjadi jumlah yang tak terhitung.

 

Ini… skill tree Lust. Bukti dari seorang iblis yang menguasai godaan dan delusi.

Betapa mengejutkan. Sebuah ilusi yang cukup hebat untuk menipu mataku… dan dia bisa membuat sejumlah ini dalam sekejap?

Oy oy, bukankah dia seorang monster? Dan skill resistensi yang kupunya untuk melawan serangan mental tidak dapat menahan apapun.

 

Selagi pikiranku berada dalam kekacauan, aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak menunjukkannya di wajahku.

 

Dibandingkan dengannya, skill iblis Lust lain yang pernah kulawan terlihat seperti permainan anak – anak.

Ada tingkatan di antara skill. Jika kau tidak belajar skill sebelumnya, kau tidak bisa belajar yang selanjutnya.

Memangnya sampai ke tingkat apa dia telah memenuhi nafusnya sendiri untuk bisa menggunakan ilusi setingkat ini?

 

Medea menjilat bibirnya secara menggoda. Seakan dicat oleh lidahnya, bibirnya berubah merah darah. Pergerakannya cukup untuk menunjukkan siapapun atribut yang dikuasainya.

 

“Kalau begitu, sampai nanti.”

 

Jubah putih bersihnya berkibar.

Masing – masing dan jubah setiap Medea berayun secara berbeda saat mereka berlari.

Tak satupun suara bergema di tanah sunyi ini, dan tindakannya tidak mengubah fakta itu.

Entah bagaimana, dia tetap tidak mencolok. Meski begitu, kerumunannya bergerak dengan kecepatan yang mengerikan.

Eksistensi yang asli sejenak goyah seperti hawa panas di padang pasir, dan seakan – akan, jika aku memalingkan pandanganku, aku tidak akan bisa menemukannya lagi. Aku tidak bisa merasakan sihirnya atau mengenalinya dengan indraku yang manapun.

 

Mustahil, mustahil, mustahil. Ini buruk. Ability ini… sesuai untuk namanya?

Pantas untuk reputasinya? Jangan main – main denganku. Dia melebihinya. Jika tidak satupun resistensiku bekerja padanya, maka legiun Kerakusan itu tidak akan merasakan apapun.

 

Kalau begini… dia mampu menipu dan membunuh mereka semua.

Tidak akan ada ruang buatku untuk keluar.

 

Kudengar skill Luxuria menjadi menakutkan di level tinggi, tapi aku tidak pernah terpikir aku akan mengkonfirmasinya di tempat seperti ini. Kurasa kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Aku lega dia ada pihak kami.

Well, akan menyulitkan karena kita sepihak juga. Kalau begini, aku tidak akan bisa mengumpulkan pelayanan yang hebat.

 

“Oy, keparat. Apakah ini waktu untuk kalian semua untuk bermain – main? Ikuti pimpinan Medea, dan lancarkan serbuan penuh! Kalau begini, gadis itu akan mencuri pusat perhatian!”

 

Mungkin mereka sudah menyadari aku telah bicara. Iblis – iblis itu mulai mengikuti pimpinannya, dan lari. Tapi penglihatan mereka sekarang terbayangi Medea yang berjumlah tak hingga.

Well, well, well, jadi semuanya sudah terperangkap dalam ilusinya. Akan buruk jika mereka memiliki nafsu pada diri mereka. Haruskah aku mengenakan perlengkapan yang resistif?

Tidak, pertama – tama, apakah sebuah alat magis belaka bisa melawan ilusi ini?

 

Seraya awan debu mulai terbentuk saat pasukan menyerbu menuruni lembah, aku mendatangi satu – satunya iblis yang tetap di belakang.

Seorang Iblis Invidia. Libell Aejens. Seorang yang kecil dan lemah, tapi seorang bijak yang pengetahuannya dikatakan tak tertandingi. Dia juga seorang teman yang menemaniku saat aku ke sini untuk masuk pasukan ini.

Dalam perang antar iblis, melihat menembus kemampuan musuhmu adalah faktor krusial. Berdasarkan itu, taktik bisa berubah secara drastis.

Aku bertanya pada si iblis bijak. Bukan dari pihak musuh, tapi dari pihak kami.

 

“Oy, skill itu. Apa kau punya ingatan tentang itu atau sesuatu semacam itu?”

 

Mata ungu Libell menyusuri dengan teliti wujud pria yang tak terhitung mengejar Medea. Ki ki ki, dia bisa saja berwujud berandalan, tapi orang ini dulunya pernah diakui atas jasanya dalam perang melawan surga. Seorang intelek yang terkenal.

Di antara kenalanku, dia adalah yang memiliki pengetahuan paling dalam mengenai Iblis lain.

 

“Aku belum pernah melihatnya, tapi aku pernah mendengar sesuatu seperti itu… sebuah skill Lust kelas atas… Kelas SS『Phantom Aliquot Dance』… sebuah skill untuk melahirkan ilusi dengan substansi fisik…”

 

Dengan ekspresi tanpa jiwa, Libell menggigit bibir bawahnya seraya mengeluarkan suara yang terdengar seperti datang dari kedalaman Neraka yang paling dalam.

Tapi ekspresinya tidak begitu penting. Jawabannya berada di luar alam spekulasiku.

 

“… Apa? Oy, oy, jangan bercanda. Kelas SS? Itu melewati batasan kelas Jendral, bukan?”

 

“… Aku tidak bisa mempercayainya. Tidak… tapi, tidak salah lagi. Aku punya level Resistensi Serangan Mental yang jauh lebih tinggi dari pada kau, dan aku tidak bisa melihat menembusnya dengan mata ini…”

 

Kata – katanya bukan kebohongan. Karena sifat alami skillset Tree Envy, resistensi Libell harusnya jauh lebih tinggi dariku.

 

Apa benar?
Skill Lust Tree Kelas SS? Itu pastinya berada dalam wilayah Penguasa Iblis.

Sebagai sesama jendral, level tertinggi skill Greed yang bisa kupakai… aku baru sampai kelas S.

Dan gadis yang terus terang itu melampauiku? Bagaimana bisa?
Tidak, apakah dia menyembunyikan sifat aslinya? Terjebak dalam kloset? Seorang cabul kloset? Tidak, tidak, Kiranya aku akan membiarkan sesuatu sebodoh itu lewat. Hasrat seorang Iblis bukanlah sesuatu yang main – main. Memangnya apa yang dilakukan gadis itu secara diam – diam?

 

Tidak, pertama – tama, setelah semua itu… mengapa dia belum menjadi Penguasa Iblis?

 

Itu salah. Itu bukan apa yang seharusnya kupikirkan sekarang.

 

Skill seorang Penguasa Iblis sudah jauh melampaui skill Iblis biasa. Aku tidak tahu berapa banyak skill yang mereka punya dalam repertoar mereka, tapi jika dia bisa menggunakan skill Lust Kelas SS sesukanya, maka bahkan seorang Penguasa Iblis kelas atas pun akan tertekan. Maksudku, musuhnya seharusnya tidak memiliki banyak informasi tentangnya. Iblis Lust kelas atas jarang ditemui.

 

Sial, sang Penguasa Iblis dari Kerakusan bisa termakan kalau begini.

Aku mengeluarkan sebilah pedang dari ruang penyimpananku, dan menggenggamnya di salah satu tangan kiriku. Aku menggenggam Celeste, dan di tepi padang tandus… aku melirik seorang gadis, yang mendekati musuh, dari jauh.

 

Jubah putih bersihnya. Bahkan dengan warna semencolok itu, aku tidak bisa menemukannya.

 

“Sial, apa boleh buat. Aku juga akan pergi. Libell, kau pergilah dan『Envy』 skill si cewek.”

 

“… Tapi kapasitasku sudah penuh.”

 

My, my, orang ini tidak mengerti. Kau tidak sering mendapat kesempatan untuk melihat skill Luxuria kelas atas, tahu?

Skill Kelas『Invidia』itu pilih – pilih. Jika kau memiliki terlalu banyak hasrat tanpa dipenuhi, itu akan kehilangan guna, dan kau menjadi sekedar iblis biasa yang tak berguna.

 

“Libell, buang『Skill Ruler』ku.”

 

“… Begitu. Yang satu itu sangat berguna.”

 

Tapi dia segera mengangguk. Aku suka bagaimana dia cepat paham.

Itulah mengapa aku berteman dengan orang ini.

 

“Ki ki ki, apa masalahnya? Setelah skill treemu berkembang, kau akan membuat ruang baru. Setelah kau mendapat skill Lust kelas atas, kau akan bisa menaikkannya dengan lebih mudah, kan? Kau sudah memenuhi kebanyakan dari persyaratannya, kan?”

 

“Yeah, aku akan melakukannya.”

 

Skill Envy membuatmu bisa mempelajari skill orang lain. Mereka hanya dapat dipakai untuk waktu yang terbatas, dan persyaratan untuk mendapatkan mereka berat, tapi itu adalah tiruan yang sempurna.

Itu benar – benar berguna. Maksudku, jika kau memenuhi persyaratannya, kau bahkan bisa menggunakan skill Kelas Penguasa Iblis.

 

Ini adalah kesempatan. Kita tidak bisa mendekati seorang Penguasa Iblis semudah itu. Jadi persyaratan untuk mendapatkannya tidak akan terpenuhi.

Kita akan menggunakan skill yang baru saja ditunjukkan Medea. Itu tampak serbaguna. Jika dia mempelajari itu, aku akan bertambah kuat.

 

Aku akan semakin dekat untuk menjadi Penguasa Iblis. Jika Deije sang Perampas dan Libell sang Pengejar bekerja sama, kami akan jadi yang terkuat.

Ki ki ki, keberuntungan akhirnya berpihak padaku, kelihatannya.

Sekarang, mari kita mulai Perampasannya.

 

“Cewek, maaf. Aku akan mengambil skillmu.”

 

Kekuatan dan kemahsyuran dan harta, dan lainnya. Semuanya akan datang padaku.

————————————————————————–

[1]Ungkapan untuk sesuatu yang hampir mustahil terjadi.

Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Leave a Reply