Daraku no Ou Chapter 5 Part 1: Dunia Ini Adalah… Neraka

Daraku no Ou Chapter 5 Part 1: Dunia Ini Adalah… Neraka
Diterjemahkan oleh Aftertolv
Disunting oleh KenMashiro

Selamat membaca!

Kerakusan Gula

Part 1: Dunia Ini Adalah… Neraka

Di seluruh dunia, kupikir yang paling sulit untuk ditahan adalah 『Lapar』.

Dunia Iblis itu luasnya bukan main, tapi aku ragu ada hasrat yang melampaui dahaga ini.

Jadi, sejak diberikan nyawa sebagai seorang Iblis, saat aku dipilih di bawah Gula, kupikir ini akan menjadi hal yang wajar, tentu saja.

Bulan – bulan dan tahun – tahun berlalu dengan baik, dan saat aku hidup dan tidak memikirkan apapun selain bagaimana memuaskan rasa laparku, kelas yang dibebankan padaku telah berubah menjadi 『Penguasa Iblis』 saat aku tidak melihatnya.

Jika kau bertanya apakah sesuatu berubah setelah aku menjadi seorang Penguasa Iblis, tak ada yang berubah sama sekali. Satu – satunya hal yang mampu kulakukan adalah makan, dan aku lebih dari puas dengan itu saja.

Mungkin perubahan untuk dibicarakan adalah aku menjadi salah satu yang kuat, dan maka, banyaknya hal yang mampu kumakan telah bertambah.

Itu adalah yang terkuatlah yang menang dalam arti sebenarnya ungkapan itu. Karena kita sedikit lebih kuat, kita makan, dan hasilnya, kelas kita berkembang.

Tidak butuh waktu lama bagi target dari hasrat itu untuk bergeser dari apa yang Iblis lain panggil ‘Makanan’, ke materi anorganik, dan akhirnya mereka dari ras yang sama.

Fakta bahwa Iblis lain rasanya enak adalah hal yang umum diketahui di antara mereka yang membawa Gula. Memakan mereka memerlukan usaha yang terlalu besar, jadi hanya ada beberapa yang benar – benar melakukannya… artinya selama kau dapat mengurus satu hal itu, tidak perlu untuk ragu – ragu.

Aku sudah hidup untuk waktu yang lama.

Aku dilahirkan sebagai seorang Iblis, menjadi seorang Penguasa Iblis, menjadi bawahan sang Raja Iblis Agung, dan memakan semua Penguasa Iblis musuh.

Semakin kuat targetnya, semakin baik rasa mereka di lidahku.

Di antara Iblis, ada kira – kira lima tingkat.

Artinya, mulai dari 『Tanpa Tingkat』, berlanjut ke

『Pion』

『Ksatria』

『Jendral』

『Penguasa』

Kelima ini.

Tanpa Tingkat berasa paling hambar, dan Penguasa merupakan makanan mewah.

Sebagai tambahan, rasa mereka berubah berdasarkan atribut yang mereka bawa. Jika kau bertanya padaku apa makanan yang paling lezat, aku pasti akan menjawab 『Iblis』.

Bagi Gluttony, yang dikutuk dengan rasa lapar yang tak terbatas, tidak peduli berapa banyak makanan yang kau punya, itu tidak pernah cukup.

Terlahir sebagai predator murni, para Gluttony tidak pernah dicintai oleh ras mereka. Karena sifat mereka yang dengan gegabah unggul dalam kekuatan serang, jika mereka bertindak terlalu tanpa pandang bulu, selalu ada ketakutan bahwa lingkungan mereka akan bekerja untuk mengeliminasi mereka.

Ketertiban diperlukan, jadi solusi tercepat adalah untuk menaruh mereka di bawah lindungan seorang yang berpangkat tinggi.

Dan itu adalah sang Penguasa Iblis Agung. Itu saja.

Tanpa alasan yang benar – benar sulit, dan tanpa keadaan tertentu. Untuk alasan sesederhana itu, aku menjadi seorang Iblis yang mengikuti sang Raja Iblis Agung, dan aku mendapat pembantu, dan wilayah, dan… hak untuk melahap Iblis – Iblis yang menentang kami.

Bahkan lebih banyak waktu yang berlalu.

Kekuatanku sebagai seorang Iblis terus meningkat, dan rasa laparku bersamanya.

Lidahku semakin matang, dan makanan biasa tidak bisa lagi memuaskan rasa laparku sama sekali.

Sang Raja Iblis Agung berganti generasi tiga kali, dan dia yang bahkan belum ada saat aku lahir, Kanon dari Kehancuran, mengambil alih.

Dia adalah seorang Iblis kirmizi gelap, personifikasi cantik dari nyala api purgatorium.

Aku masih ingat pertemuan yang kualami dengannya saat ia naik menjabat.

Sihir yang kurasakan dari tubuhnya menyala dalam cara yang pantas untuk Ira, dan udara di sekeliling terlihat membakar dengan panas yang dahsyat karena kekuatan yang mengisinya. Aku merasa aku akan bersujud kapan saja di depan kekuatan itu.

Aku berpikir tentang betapa Iblis cantik dan kuatnya ia.

Dan di dalamnya, kharisma yang meluap – luap.

Jika itu dengan Raja Iblis Agung ini, maka aku akan mampu memuaskan rasa laparku ke tingkat yang belum pernah kurasakan.

Aku akan dapat merasakan rasa yang belum pernah kuketahui.

Dan pada saat bersamaan, kupikir.

Jika aku bisa mencicipinya… sensasinya akan cukup bagus untuk mengirimku ke surga.

Orangtuaku, dan teman – temanku, dan pelayan – pelayanku bahkan memakan Gluttony lain.

Mereka memakan Sloth, dan Greed, dan Lust, dan Wrath, dan Gluttony, dan Pride, dan Envy.

Dalam air mata, dalam amarah, dalam tawa, dalam terimakasih, mereka dimakan.

Tidak ada tingkatan di antara makanan, dan maka, segalanya di dunia ini bernilai sama.

Apakah menjijikkan, atau lezat, meski aku tahu itu tidak akan mengisi perutku, aku makan.

Dunia ini adalah… neraka.

Itu mengembang. Itu menyusut. Itu berubah. Perang dimulai. Perang berakhir. Hal – hal jatuh. Hal – hal bangkit. Segalanya dalam perubahan yang terus – menerus, dan apa yang sedang makmur harus membusuk. Tapi di dalam semua itu, satu – satunya yang tak berubah sama sekali adalah rasa laparku.

Hanya rasa lapar yang tetap sama.

Bersama dengan euforia tak berujung yang kualami saat memuaskannya.

Jadi aku memulai pemberontakan terhadap sang Raja Iblis Agung, Kanon Iralaude kemungkinan bukan masalah persediaan makanan atau apapun. Kemungkinan itu hanya masalah waktu.

Karena aku seorang Iblis. Seorang Iblis Gluttony.

Part Sebelumnya | Chapter Penuh | Part Selanjutnya

 

← Daraku no Ou Chapter 4 Part 4: Berhenti. Bermain – main. Denganku! Daraku no Ou Chapter 5 Part 2: Biarkan Aku Mencicipi→

1 comment

mantap, semangat terus min

Leave a Reply