Daraku no Ou Chapter 7: Kesombongan Superbia, Part 1: Kepada sang Penguasa Iblis Agung

Rilis ganda, mungkin minggu depan tidak ada rilis karena adanya agenda bernama UAS.

Daraku no Ou Chapter 7: Kesombongan Superbia, Part 1: Kepada sang Penguasa Iblis Agung

Diterjemahkan oleh Aftertolv

Selamat membaca!

Kesombongan Superbia

Part 1: Kepada sang Penguasa Iblis Agung

Saat dibandingkan dengan ras manusia, umur seorang Iblis benar – benar panjang.

Masa hidup mereka sama dengan keabadian, dan menua akibat berlalunya waktu adalah sebuah konsep yang asing bagi mereka.

Bentuk jiwa mereka, bentuk kehendak mereka, dan bentuk hasrat mereka adalah apa yang menetapkan adanya mereka, dan benih – benih dari jalan ketetapan keadaan itu adalah faktor terbesar yang memengaruhi Dunia Iblis yang konyol besarnya ini.

Pada saat bersamaan, saat Iblis terus menggunakan umur tak berujung mereka untuk menyelami hasrat mereka, kekuatan mereka bisa tumbuh tanpa batas yang terlihat… saat mereka menjadi Penguasa Iblis, mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk mencemari Surga yang itu yang akan menjadi musuh alami mereka.

Hal pertama yang memasuki mataku pada saat aku bangkit, adalah seorang pria tanpa semangat dalam pakaian kusut. Rambutnya yang dipotong tanpa mengindahkan seni rontok di atas pakaian kotor yang ternodai oleh debu. Apa yang menopang tubuhnya adalah sebuah kursi tangan reyot dengan warna yang pudar.

Tanpa nyawa, energi atau kehendak, tapi apa yang dia miliki adalah kekuatan yang luar biasa besar.

Bahkan bagi naluriku yang belum matang, aku bisa merasakannya mengisi dunia, hanya dalam dan gelap, seakan itu adalah udara itu sendiri, sebuah sihir yang alami dan tenang.

… Sang Raja Kebejatan.

Yang terkuat yang menang. Dalam dunia di mana Penguasa Iblis bersaing satu sama lain dengan anggun, ada seorang yang tidak ikut campur, dan hanya dengan berada di sana, dia telah memanjat naik menjadi Penguasa Iblis. Seorang Iblis yang perkasa.

Tanpa membuat darah mengalir, seorang Iblis yang menyedihkan yang bahkan telah ditinggalkan oleh jalannya waktu.

Leigie si 『Bejat』.

Tidak pasti bahwa dia mampu menganugerahkan kekuatan pada mereka yang menginginkannya.

Tapi kebalikannya juga benar.

Bahkan jika dia memiliki kekuatan, tidak pasti jika dia mampu menggunakannya secara praktis, dan sebagai Sloth, bahkan tidak pasti jika dia mampu menggunakannya sama sekali.

Sang Penguasa Iblis yang mengejar 『Acedia』 memandangku. Tanpa mengatakan apapun, tanpa memikirkan apapun.

Tidak, sementara matanya mengarah ke arahku, mungkin dia bahkan tidak melihat ke arahku. Pandangan kosong dan tidak tetapnya tidak memiliki makna, dan semua yang aku yakin adalah pikiran yang berdiam di kedua mata itu adalah pikiran yang seorang sepertiku tidak akan mampu untuk pahami.

Mungkin… asal muasalku adalah sebuah keajaiban.

Untuk bermain – main, dia telah mencoba untuk menggunakan kekuatan yang dia telah dapatkan untuk pertama kalinya, dan untuk sebuah alasan yang sesederhana itu, aku terlahir.

Tentu saja, aku menyadarinya setelah banyak waktu berlalu… Setelah, tanpa makna, dan tanpa pernah sekalipun diperintah sejak kelahiranku, aku terus menyedot Mana yang Iblis bernama Leigie itu pancarkan tanpa sadar. Setelah aku mendapatkan kesadaran diriku sendiri, dan bahkan hasratku sendiri.

Bahkan setelah melihatku mulai bergerak tanpa perintahnya, Leigie tidak bicara apapun.

Alasan keberadaanku, alasan kelahiranku adalah sesuatu yang tak mampu kupahami.

Itu bahkan bukan kehendak sang Penguasa Iblis. Tujuannya hanyalah untuk menggunakan kekuatannya, dan dia bahkan tidak memiliki ketertarikan sedikit pun terhadap hasilnya.

Aku memandang tuanku.

Melegakan kehendak Slothnya,

Melihat ke arah legiun menyedihkan dari sang Penguasa Iblis yang tidak memiliki satu pengikut pun.

Yang bahkan tidak memakan makanan, dan hanya mondar – mandir di antara kursi jorok yang dia ambil di suatu tempat dengan begitu saja dan sebuah ranjang lembap. Aku melihat sosok tuanku.

Meski begitu, segala macam Pahlawan, Pertapa, Iblis, Malaikat, dan bahkan Penguasa Iblis tidak memicu ketertarikannya saat mereka datang mencarinya. Melihat gaya hidupnya…

“… Hm… jadi inilah bagaimana seorang 『Penguasa』 seharusnya…”

Bahkan sekarang, aku bisa mengingatnya dengan jelas.

Itu adalah, itu adalah kata – kata pertama yang kusuarakan.

Betapa tak berguna. Betapa tak berarti.

Tanpa tujuan apapun, hidup panjang ketiadaannya terbangun dengan sendirinya, dan berubah menjadi kekuatan yang luar biasa.

Betapa tak sedap dipandang, betapa tak tertahankan.

Itulah Dambaan yang kukuasai.

Demikianlah, aku memperoleh Dosa Asal 『Superbia』.

Sosok penciptaku yang tercela dan sosok penantang yang jumlahnya terus bertambah yang telah menerima kekalahan di tangannya, telah lama melampaui lelucon manapun.

Dan pada saat bersamaan, aku memendam rasa iri yang luar biasa.

Kekuatan luar biasa besarnya yang tumbuh bersama dengan jalannya waktu bahkan tidak pernah dipoles dengan bentuk latihan apa pun, tapi benih – benih lain… Penguasa Iblis lain tersingkir begitu saja dengan kekuatan yang luar biasa.

Kekuatan itu hanya pantas untuk penciptaku, dan secara bersamaan, jika aku mampu meng『Overrule』nya, aku bertanya – tanya apakah aku akan benar – benar menjadi eksistensi tertinggi, yang mampu berdiri di atas tidak hanya orang, tapi segala yang ada.

Itulah apa yang kupikirkan.

Itulah apa yang tak bisa kuhindari untuk kupikirkan.

Tidak ada peringkat di antara kekuatan.

Tapi bahkan di dalam kepalaku yang biasanya stagnan, aku merasakannya. Kekuatannya lebih tinggi dan lebih mulia dibandingkan segalanya.

Pada laju aku berjalan, aku tahu aku tidak akan pernah melampauinya.

Aku mendapat nyawa sebagai Iblis. Telah menghabiskan waktu hidup lebih lama dari yang bahkan aku bisa bayangkan, makhluk yang mencapai tingkat Penguasa Iblis adalah, tanpa mempertimbangkan gaya hidup, terlalu kuat.

Aku bisa meng『Overrule』. Sikap – sikap jorok itu, watak, dan jalan yang tidak pantas untuk seorang penguasa agung, mudah untuk menganggap mereka lebih rendah dariku.

Tapi aku tidak bisa menang. Ini bukan pada tingkat di mana afinitas bagus atau apapun berpengaruh, tapi sebuah celah pada kehidupan, pengalaman, bahkan eksistensi.

Meng-Overrule bisa meningkatkan kemampuan bertarung, dan memunculkan kekuatan yang cukup untuk membalikkan celah di antara Tingkatan Iblis 『Jendral』 dan 『Penguasa』. Itu adalah skill yang superior, tapi bahkan itu tidaklah cukup.

Aku paham secara naluriah. Celah yang tak bisa diatasi ini terlalu besar, aku tidak bisa menghindari memahaminya secara naluriah.

… Belum.

Bahkan sambil melihatku memandang rendah padanya, sang Penguasa Sloth tidak mengatakan apapun. Selalu diam.

“… Hm. Tapi jika tuanku seperti ini, maka orang akan mulai melihatku sama dengannya.”

“… Oh gitu.”

Si Raja Pemalas mengeluarkan suara bosan dari balik selimut. Dia tidak menunjukkan variasi nada dari emosinya.

Matanya melihat ke arahku, tapi bahkan sekarang, dia tidak memiliki sedikit pun keinginan.

Aku menyatakan. Ini semua demi kepentinganku sendiri.

Itu juga seperti sebuah sumpah. Demi mengukir eksistensiku ke dunia.

“Pada nama dan hakekatnya, aku akan membuat Ayah menjadi sang Penguasa Iblis Agung.”

“… Gak mau.”

“… Hm, aku akan menjadikanmu satu, Raja Pemalas. Dari segala lainnya, untuk… kepentinganku.”

“… Oh gitu.”

Lakukan saja apa yang kau inginkan.

Tanpa mengeluarkan suaranya, si Raja Pemalas menggumamkan kata – kata itu, sebelum dia tenggelam dalam selimutnya dengan gerakan lamban.

Aku selalu mengamati. Sejak dulu saat aku tidak memiliki kesadaran yang cukup.

Itu adalah reaksi nyatanya.

Tapi biarlah.

… Sebagai permulaan, mari taklukkan wilayah ini.

Aku menundukkan semua Iblis bodoh yang menghakimi, merendahkan, dan mengabaikan Tuanku sebagai sesuatu yang tak berbahaya, semua untuk membuat wilayah yang luas ini menjadi mausoleum tuanku yang mahamulia.

Dan pada saat aku telah meng-Overrule segalanya, mungkin aku akan menjadi sebuah eksistensi yang melampaui bahkan para Penguasa Iblis neraka ini.

Part Sebelumnya | Chapter Penuh | Part Selanjutnya

← Daraku no Ou Chapter 6 Part 4: Ini Keterlaluan… Daraku no Ou Chapter 7 Part 2: Setidaknya Tetaplah Agung→

Leave a Reply