Daraku no Ou Chapter 8 Part 4: Iyo

Rilis tambahan, dengan ini Volume 1 Daraku no Ou selesai.
(kisah Daraku no Ou terdiri dari 2 Volume, yang pertama sudah selesai, jadi ya, begitulah.)
(yay.)

Daraku no Ou Chapter 8 Part 4: Iyo

Diterjemahkan oleh Aftertolv

Selamat membaca! 🙂

Part 4: Iyo

Dan sekali lagi, kehidupan sehari – hariku berlanjut.

“Leigie-sama, waktunya makan.”

“Yeah…”

Aku memakan hidangan yang dibuat Lorna, dan membiarkannya membersihkan kamar.

Setelah kamar sudah dibersihkan, dia merapikan tempat tidur, dan sementara itu, aku tidur sejenak di kursi berlengan.

Jiwaku damai, dan aku hampir tidak memiliki stres sama sekali.

Tanpa perlu bekerja, bahkan musuh yang dulunya menginvasi secara rutin berhenti datang. Benar – benar bagus.

“Eh? Hya…? L-Leigie-sama… ini…”

Tapi hari ini, Lorna mengeluarkan jeritan yang langka.

Dia telah membuka selimut, dan raut wajahnya menjadi kaku. Tubuhnya telah membatu dalam posisi itu.

Tidak, ini bukan kerjaan Melancholy-ku.

Di atas ranjang terdapat seorang gadis kecil. Sudah begitu telanjang bulat.

Sembari memeluk bantalku, dia tidur dengan raut wajah damai.

Aku tidak tahu namanya.

“M-mengapa Medea… dalam ranjang Leigie-sama…”

“… Mana kutahu.”

Tidak, aku punya ingatan samar tentang dia masuk, tapi aku tidak tertarik, jadi kubiarkan saja dia.

Bukannya dia akan melukaiku, atau melakukan apapun, dan besar ranjangnya lebih dari cukup. Aku tidak punya alasan untuk menolak. Tidak, tunggu, itu merepotkan.

Aku tidak tahu alasannya, tapi pergilah kemana pun kau suka.

“Medea? Medea! Wai… bangun!!”

“Nyaa…”

Setelah diguncang ke kiri dan kanan, si Iblis perempuan bernama Medea membuka matanya dengan susah payah.

Matanya cukup keruh dan stagnan. Ia mengusapnya dengan mengantuk.

“… A … apa?”

“J… jangan apa-kan aku! M-m-mengapa kau berada di kamar Leigie-sama…”

“Aku sebuah bantal. Itu saja. Ngantuk. Malam.”

“Hah? Wai… bangun~!”

Sosoknya yang memeluk bantal kembali seraya mencoba tidur tak lagi memiliki sekeping pun harga dirinya sebagai seorang Iblis.

Lorna mencoba mengguncangnya lagi, tapi kali ini dia tidak menunjukkan tanda – tanda akan bangun. Dan dari tubuhnya, aku merasakan kehadiran yang dalam dan tenang.

Itu adalah satu yang sangat kukenal.

Itu tak lain dari kekuatan 『Acedia』.

Dan selama itu benar, aku ragu Medea akan bangun dalam waktu dekat.

Sloth memberikan bonus pada tidur. Tidak, bukan Ketahanan, hanya saja…

“Lorna, biarkan saja dia.”

“Eh? A-apa kau serius?”

“… Yeah.”

Aku mampu memahami perasaan Iblis Sloth dengan terlalu baik.

Membangunkannya secara paksa tidak akan berhasil. Dan bukannya dia menyebabkan masalah apapun.

Setelah mengalihkan pandangannya di antara aku dan Medea untuk beberapa saat, Lorna akhirnya menghela nafas dalam.

Itu adalah ekspresi yang cukup langka darinya.

“Dimengerti. Leigie-sama… tapi saya pikir, bagi seorang pria dan wanita yang tidak menjalin hubungan untuk tidur dalam ranjang yang sama, saya tidak bisa merekomendasikannya…”

“Gitu.”

Iblis ini benar – benar mengatakan hal – hal etis.

Well, aku tidak memiliki keberatan tertentu terhadap kata – kata itu. Aku tidak mengiyakan juga, tapi bagiku, sebenarnya itu adalah sesuatu yang tak begitu berarti.

“Aku akan membawa Medea ke ranjang kamar lain. Apakah boleh?”

“… Yeah.”

Itu adalah ekspresi yang mendirikan bulu kuduk yang tidak bisa kubilang berasal dari makhluk hidup.

Dia tidak mengeluarkan kemarahan bagaimana pun juga, tapi kata – kata langkanya yang didasari sebuah kemauan kuat membuatku mengangguk saat itu juga.

Seperti membawa sebuah bungkusan besar, dia memanggul Medea yang tak bergerak, dan membungkuk sebelum meninggalkan ruangan.

Pasti sulit, menjadi seorang pelayan.

Sembari mempertimbangkan hal – hal semacam itu, aku menenggelamkan diriku ke kursi.

Ini adalah kursi baru yang dikirim oleh Kanon. Yang sebelumnya terlalu banyak mengalami kerusakan terkait es, dan menjadi tak bisa digunakan, tapi yang satu ini tidak buruk juga.

Dan pada saat itu, pintu terbuka, dan Iblis lain lagi melangkah masuk. Ini adalah kejadian sehari – hari.

Seorang Iblis yang menguasai Wrath, dan yang kelihatannya mengawasiku: Lize Bloodcross.

Aku tidak mengerti apa yang begitu menyenangkan tentang mengawasiku, tapi jika kau hanya akan mengawasi dengan tenang, maka awasilah sesuka hatimu.

“Leigie-sama, jadi kau bangun…”

“Yeah.”

Dia biasanya bergerak kesana kemari dengan semangat yang besarnya mengejutkan, tapi kini, di wajahnya, terdapat tanda – tanda kelelahan yang langka.

Dan seakan tubuhnya roboh, dia menurunkan tubuhnya ke kursi di samping meja. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia merosot turun.

“… Kau tampak lelah.”

“… Ya. Mengawasimu dan Heard Lauder sekaligus akan mematahkan tulang – tulangku suatu hari nanti…”

Gitu. Kelihatannya dia ditugaskan dengan dua subyek kali ini.

Turut berduka cita.

“… Bolehkah aku mengeluh?”

Lakukan apapun yang kau inginkan. Aku ragu ada artinya mengeluh padaku, tapi setidaknya aku akan diam dan menyimak kata – katamu.

Bukannya akan kuambil hati, dan alih – alih menyimak, kata – kata itu hanya akan memasuki telingaku, sih.

“Heard Lauder itu adalah seorang monster. Mungkin lebih dari Leigie-sama… dan sudah begitu, dia terlalu banyak bergerak kesana kemari. Meskipun dia baru saja menjadi seorang Penguasa Iblis, dia telah berhasil membinasakan seluruh Penguasa Iblis yang menginjakkan kaki di wilayahnya tanpa kegagalan… Bahkan jika mereka mungkin hanya berniat untuk mengusiknya sedikit, dia secara pribadi berangkat ke markas musuh, dan meluluhlantakkan mereka.”

“…”

“Sudah begitu, dia kelihatannya asyik mencari kesempatan untuk mengincar leher Kanon-sama… dia tidak pernah memberiku sesaat pun untuk beristirahat. Apa kau tahu berapa inspektur yang telah diutus ke tempatnya? Sepuluh. Sepuluh orang! Bahkan jika Pride adalah yang paling berbahaya dari sifatnya… ini keterlaluan. Seakan – akan aku bisa melihat kecemasan di wajah Kanon-sama sendiri…”

“…”

“Dan dia sangat berisik, memprotes untuk membuatnya meningkatkan peringkat Leigie-sama.”

“…”

“Maksudku, dalam sekejap, dia meng-overrule seluruh Iblis di atasnya, dan dia sudah menjadi Peringkat Satu.”

“…”

“Untuk Leigie-sama yang tak bergerak, hanya ada sedikit sekali yang bisa kulakukan untuk menginspeksi, tapi mempunyai sebanyak ini untuk dilakukan benar – benar merepotkan…”

“…”

“…”

Gitu. Kau kesusahan.

Maka kau tidak benar – benar wajib untuk datang mengawasi di sini, tahu.

Maksudku, aku tidak memiliki musuh, dan aku tidak melakukan apapun selain tidur. Aku bahkan tidak bergerak.

Meskipun aku tidak mengatakannya, seakan dia merasakan kemauanku, dia mengarahkan senyum lelah dan kaku ke arahku.

Kekuatan yang kurasakan dari tubuhnya tidak bisa ditandingi oleh Lize dari ingatan tertuaku akan dirinya. Kekuatannya benar – benar bertambah.

“… Tidak, aku hanya di sini untuk beristirahat sejenak, jadi…”

“… Gitu.”

Maka lakukanlah apapun yang kau mau.

Jika kau tidak akan menghalangi tidurku, maka aku tidak peduli apapun yang kau lakukan.

Tidak, jika ada sesuatu yang kau miliki yang bisa menghalangiku, maka coba saja.

“… Aku akan bertanya untuk berjaga – jaga, tapi apakah ada masalah di sisimu?”

“… Tidak.”

“Begitu… kedengarannya benar.”

Wajahnya lega.

Itu adalah sebuah kebohongan. Hanya ada satu, sebenarnya bukan masalah sungguhan, tapi sedikit perubahan. Sebuah perubahan telah terjadi kepada diriku yang stagnan.

Aku baru menyadarinya baru – baru ini. Aku tidak tahu kapan tepatnya itu terjadi, tapi kemungkinan itu terjadi setelah aku dilucuti dari wilayahku, dan aku kembali ke kehidupan tenangku.

Kenyataannya, aku bukan seorang Penguasa Iblis lagi.

Kelas: 『Dewa Jahat』

Kelas Penguasa Iblisku telah berganti, dan itu adalah yang menggantikannya.

Aku tidak pernah terpikir itu yang muncul setelah Penguasa, dan Dewa Jahat bahkan bukan sebuah posisi pemerintahan lagi.

Well, bahkan jika kelasku berubah, apa yang akan kulakukan tetap sama.

Aku hanya hidup dengan ada sebagai diriku apa adanya. Hingga kini, dan mungkin sejak saat ini juga.

Sampai suatu hari seseorang membinasakanku.

Untuk mengalihkan topik, Lize bicara.

“… Ngomong – ngomong, baru – baru ini ada seorang yang kuat di antara para Assassin yang dikirim oleh Surga untuk memprovokasi Dunia Iblis.”

“…?”

Terus?

Seakan merasakan perubahan dalam pemikiranku, Lize menggelengkan kepalanya.

Aku bahkan tidak perlu mengeluarkan kata – kata lagi. Kemampuan persepsi untuk memahami segalanya. Lize adalah eksistensi yang cukup sulit-didapat buatku.

“Tidak, well… kelihatannya mereka memiliki kekuatan yang mengerikan untuk bahkan mampu membinasakan mereka dari Kelas Penguasa Iblis… ditambah lagi, mereka bisa menggunakan sayap mereka untuk melayang menembus langit. Mobilitas mereka tinggi, jadi mungkin bahkan Heard yang itu akan membiarkan mereka lolos. Saat ini, Kanon-sama sedang menyiapkan tindakan untuk berjaga – jaga, tapi kupikir setidaknya aku akan menyebarkan apa yang telah menjadi pengetahuan umum…”

“Seorang malaikat yang cukup kuat untuk membunuh Penguasa Iblis…”

Itu memang eksistensi yang mengerikan.

Pertama, kekuatan seorang Malaikat adalah musuh alami para Iblis. Sihir yang berhembus di Dunia Iblis dikatakan memberikan peningkatan kemampuan seorang Iblis secara drastis, tapi meski begitu, ada malaikat – malaikat yang cukup kuat untuk membunuh para Iblis berulang kali. Itu merepotkan. Itu juga alasan mengapa,  meskipun Surga terkadang menginvasi Dunia Iblis, para Iblis jarang naik dan menyerbu Surga.

Pada kata – kataku, Lize memerosotkan tubuhnya ke meja, dan mengalihkan kepalanya untuk melihatku.

“Bukan, bukan Malaikat… Well, mereka masih digolongkan sebagai malaikat, tapi… apa kau tahu tentang 『Valkyrie』?”

Tidak. Belum pernah dengar.

Well, aku mungkin pernah mendengar kata itu sekali dua kali di kehidupanku sebelumnya, tapi… itu adalah istilah dari genre fantasi, kupikir.

Pada tingkah lakuku, Lize menghela nafas.

“『Valkyrie』adalah satu wujud Malaikat, dan sebuah unit tipe khusus yang datang saat sang 『Einherjar』 dipanggil ke Surga untuk mengalami aberasi. Dibandingkan dengan para Iblis dan Malaikat yang mengumpulkan kekuatan tahun demi tahun, mereka terlahir dengan pengalaman bertarung yang sangat banyak, jadi mereka bisa jadi cukup merepotkan… well, seharusnya pejuang gugur yang mampu merobohkan seorang Penguasa Iblis tidak sebanyak itu, sih…”

Hmm, jadi ada hal – hal seperti itu.

Bagus buat mereka.

Melihatku tidak memiliki motivasi sama sekali, Lize mengangkat bahunya.

“Sang Pedang Silver Blue, Serge Serenade. Dia dipastikan sebagai 『Valkyrie』 terkuat hingga kini. Kupikir akan baik jika kau setidaknya menyimpan nama itu di memorimu.”

“… Yeah.”

Nama yang tak terduga. Aku mencoba mengangkat tubuhku untuk sesaat, tapi tubuhku tak mau bergerak, jadi aku menyerah.

Tapi jalannya berbagai pertarungan yang telah lalu timbul kembali di kepalaku sekaligus.

Aku tak percaya. Mengapa dia masih hidup?

Sialan. Jadi tidak seperti Jepang, yang Mati bisa kembali untuk menghantuimu di dunia ini.

Bahkan kematian bisa dibalikkan. Tidak, kali ini mungkin sedikit berbeda dari pembalikan, tapi bagaimana pun kejadiannya, Fantasi apa ini.

Aku melihat kelasku sekali lagi.

『Evil God』

Kemungkinan itu adalah kelas tertinggi yang mampu diraih seorang Iblis.

“? Kau tampak senang.”

“… Tidak.”

Tapi biarlah.

Aku akan menunggumu di sini tak peduli berapa lamanya. Itu adalah bidang keahlianku, dan mungkin, sebagai seorang Penguasa Iblis, sebagai Boss Terakhir, kewajibanku.

Bisakah kau menandingi sang Dewa Jahat?

Tunjukan padaku sosok gagah beranimu.

Iyo.

Puas, aku menutup mataku. Aku segera terlelap.

Aku adalah sang Penguasa Kebejatan.

Yang hidup hanya dengan berada di sana, seorang Raja Tiada Guna.

Dan aku membawa Kebejatan kepada orang lain, sebuah inkarnasi kejahatan yang akan menenggelamkan seluruh ciptaan tuhan ke dalam jurang keputusasaan.

Saat aku menyadarinya, aku telah mengalami reinkarnasi ke dunia lain.

Aku tetap tidur, dan sampai suatu titik aku menjadi Penguasa Iblis.

Meskipun aku tidak pernah mengharapkannya.

Tetapi karena aku tidak perlu bekerja, dunia ini adalah yang terbaik. Memang benar bahwa hal baik terjadi pada orang baik.

Rasa dari Kemalasan semanis madu. Kejayaan, ketekunan, kebajikan, atau kehormatan. Aku tidak memiliki ketertarikan pada hal – hal semacam itu.

Apa yang harus disembunyikan? Raja pemalas…. tidak lain adalah aku.

Part Sebelumnya | Chapter Penuh | Part Selanjutnya

← Daraku no Ou Chapter 8 Part 3: Sesuatu yang Baik Pasti akan Terjadi Esok Hari Daraku no Ou Chapter 9: Rampasan Avaritia, Part 1: Baunya Busuk→

Leave a Reply