Hedonist Sovereign 05 – Merangkak Diantara Kedua Kaki

Selesai sebelum subuh :DDD
Diterjemahkan oleh Rahvayana

Disunting oleh Rahvayana

Selamat membakar waktumu!

 

 

Hedonist Sovereign 05 – Merangkak Diantara Kedua kaki

 

Qin Feng tak segera keluar dari mobilnya, ia melanjutkan mengamati van dengan seksama. Kurang dari satu menit, van berhenti, tiga orang lelaki berotot menarik keluar Yun Xiao yang berkutat melepaskan diri, menggiringnya masuk ke arah pabrik terbengkalai.

Sebelum semua ini terjadi, Qin Feng tentunya tidak cukup bodoh untuk melawan sendiri ketiga orang itu.

Sebagai anak dari orang terkaya di kota Acropolis, ia terlahir dengan sendok perak di mulutnya. Tiap kali ia pergi, mobil mewah dikendarainya dan bodyguard disiapkan untuk selalu menjaganya.

Intinya, kehidupan Qin Feng waktu muda benar-benar dimanja, bahkan ia tak memiliki kekuatan untuk sekedar mengikat seekor ayam. Menghajar ketiga lelaki berotot, tentu itu hanyalah lelucon, bahkan baginya.

Namun, dengan quest yang dipikulnya, ia bersikap berbeda. Qin Feng telah mendapatkan Elementary Thunder Tiger Fists siang tadi. Teknik bertarung itu telah mengendap dalam di memorinya, layaknya orang yang berlatih selama sepuluh tahun penuh mempelajari teknik itu.

Karena itu, rasa penasaran mendorongnya untuk mencoba teknik ini, melawan orang, untuk melihat seberapa kuat teknik yang telah ia kuasai.

Dan sekarang, boneka percobaan datang sendiri menghampiri Qin Feng, tepat di depan matanya.

“Heeeee… Bro, apa yang kalian lakukan dengan perempuan itu? Jika sesuatu yang menarik, izinkan aku untuk ikut!” Qin Feng angkat bicara.

Suasana pabrik sunyi, hanya suara angin yang terdengar. Karena itu, seruan Qin Feng terdengar cukup keras, menarik perhatian ketiga lelaki berotot.

Ketiga lelaki berotot itu terlihat sangat terkejut. Bahkan Yun Xiao, yang sempat menuduh Qin Feng pemerkosa, menatap diam.

Tak ada satu orang pun yang mengira tuan muda hedonis nomor satu di kota Acropolis, akan mengikuti mereka ke tempat seperti ini.

Lebih lagi, saat ia berbicara, ia benar-benar menampilkan wataknya!

“Haha, Tuan muda Qin, kami harap anda tidak mengganggu urusan ini.”

Suasana aneh bertahan sedikit lebih lama hingga pemimpin yang memiliki bekas luka di wajahnya memecah keheningan. Bekas luka itu melintang dari tepi mata, hingga pipinya, membuatnya terlihat lebih ganas di tengah kegelapan.

Saat di Royal Clubhouse, ketiga orang ini merasa sangat terganggu dengan kehadiran Qin Feng. Namun, karena Ma De Hu tak memberikan perintah apapun, mereka tak berani memulai kerusuhan. Bagaimanapun, saat itu mereka sedang berada dalam wilayah kekuasaan Qin Feng.

Namun, sekarang, mereka sedang berada di daerah terpencil. Keadaan disini berbeda seratus delapanpuluh derajat.

“Heheh… bro, egois itu tidak baik. Ayolah, tambahan satu orang sama saja dengan tambahan satu tongkat ekstra. Sama saja!” Qin Feng tertawa seraya berjalan mendekat, mendekat, dan semakin dekat dengan ketiga orang tersebut,

Ia berpura-pura datang dengan motif hasrat nafsu, agar ia dapat menyerang secara tiba-tiba dan membuat mereka semua terkejut.

“Qin Feng… dasar monster! Aku gurumu, dan kamu berani memiliki pikiran kotor terhadapku.. Qin Feng, aku akan membunuhmu!!” Yun Xiao tidak berteriak meminta tolong, tapi justru mengumpat mengutuk Qin Feng.

Qin Feng menyeringai lebar. Ia sekarang berjarak kurang dari 5 meter dengan ketiga lelaki itu.

“Tuan muda Qin, sebaiknya anda tidak bergerak lebih dekat dari ini. Jika tidak, kami tak dapat lagi menjaga kesopanan kami,” si bekas luka mengancam dingin dengan suara pelan, menyadari tujuan Qin Feng.

Qin Feng berpura-pura tak mendengar ancaman si bekas luka, dan melanjutkan berjalan ke depan sambil tersenyum. Tangannya mengepal membentuk tinju, bersiap menyerang kapanpun.

“Bu Yun Xiao, sebenarnya saya telah memfantasikan anda sejak lama.”

“Kau monster, Qin Feng, kau lebih buruk dari monster…”

Yun Xiao sangat marah, hingga lupa bahwa ia sedang diculik. Ia menatap dingin Qin Feng dengan matanya yang indah, seperti ingin menggunakan matanya untuk membunuh tuan muda yang tak tau malu ini.

Wajah si bekas luka menggelap, berkata pelan kepada temannya yang botak disampingnya, “Orang ini datang sendiri, dan aku tak tau apa yang ia inginkan. Tuan muda Ma sangat tidak senang dengan orang satu ini, jadi, Ol’ Three, kau maju dan berikan dia pelajaran.”

“Siap!” si botak yang dipanggil “OI’ Three” menepuk tangannya, menyeringai jahat dan berjalan ke arah Qin Feng.

Bagi mereka, Qin Feng hanyalah seorang pemalas, tuan muda hedonis yang hanya tau cara menggoda perempuan. Si botak sangat yakin melawan tuan muda yang lemah.

“Tuan muda Qin, jika anda ingin bergabung bersama kami untuk bermain dengan perempuan itu, saya akan membantu anda melemaskan tubuh dan melakukan beberapa pemanasan. Dengan cara itu, anda dapat mengeluarkan kemampuan terbaik anda nantinya,” si botak tersenyum mengejek, menatap Qin Feng merendahkan. Menurutnya, Qin Feng bagaikan seekor domba yang berjalan ke arah sekumpulan serigala dan menunggu kematiannya!

“Haha, tidak apa-apa, itu tidak diperlukan. Tuan muda ini selalu mendapatkan pijatan oleh tangan-tangan yang lembut. Jika aku mendapat pijatan dari si botak berjenggot ini, mungkin aku akan mendapat mimpi buruk bila aku pulang nanti!” Qin Feng dengan santainya bercanda, tetapi sebenarnya ia waspada dan terus mengamati gerak-gerik si botak.

Si botak tidak takut sama sekali, ia berjalan ke arah Qin Feng langkah demi langkah, seringainya semakin lebar. “Tuan muda Qin, oh tuan muda Qin. Bukankah kau orang yang cukup berani? Datang kemari sendiri dan ingin bermain bersama perempuan itu bersama dengan kami…  Apa kepalamu baru saja ditendang oleh keledai? Kau ingin bermain dengan perempuan ini? Baiklah, kau boleh melakukannya bila kau merangkak diantara kedua kakiku!”

“Hahaha…”

Si botak meregangkan kakinya, menyeringai menatap Qin Feng. Ia menunjuk ke bawah kakinya, menunjukkan kepada Qin Feng untuk merangkak disitu. Melihat itu, si bekas luka tak sanggup menahan tawanya.

Ia adalah Qin Feng, sang tuan muda keluarga Qin, kota Acropolis, yang kini jatuh ke dalam situasi ini. Ketiga lelaki tersebut merasa bahagia melihat kejadian ini.

“Kau ingin aku merangkak? Baiklah, persiapkan dirimu; aku datang!” Qin Feng menyeringai, nafsu membunuh terpancar di matanya, ia berjalan mendekati si botak.

← Hedonist Sovereign 04 – Kesalahpahaman Hedonist Sovereign 06 – Pertarungan yang Berakhir Sebelum Dimulai→

Leave a Reply