Hedonist Sovereign 07 – Ketidakadilan yang Besar

Maafkan mata berkata hal lain semalam 🙁

Diterjemahkan oleh Rahvayana

 

Selamat membakar waktumu! 🙂

 

 

Hedonist Sovereign 07 – Ketidakadilan yang Besar

 

Hachoo…

Qin Feng tak tau apa yang dilakukan paman Fu dibalik bayangan. Hembusan angin yang dingin menerpanya, membuatnya tak mampu menahan refleknya untuk bersin.

Tempat ini bukan tempat yang baik untuk ditempati!

Qin Feng menyeringai, memandang ketiga lelaki berotot yang terkapar di tanah, tak mampu bangun karena menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Ia mengamati sekelilingnya, tapi tak menemukan batang hidung Ma De Hu. Kelihatannya ia perlu menemukan orang itu, untuk ‘minum teh’ bersamanya!

“Guruku yang cantik, ayo pergi!” Qin Feng dengan riang menatap Yun Xiao. Ia sangat yakin setelah berhasil menyelamatkannya dua kali, Yun Xiao akan melompat memelukannya.

Karena begitu dingin disini, tuan muda ini akan berkenan untuk menerima pelukan darinya.

“Pergi kau bajingan. Aku tak mau pergi denganmu.” Bukan hanya ia tak melompat memeluk Qin Feng, yang telah menyelamatkannya sebanyak dua kali, ia bahkan memakinya.

“Apa kau ingin pergi atau tidak? Akan kutinggal kau,” Qin Feng menjawab tak bersemangat, semangatnya menghilang begitu saja.

Yun Xiao tidak menjawab, berbalik dan berlari menjauh dari Qin Feng. Ia sangat yakin, Qin Feng adalah predator seksual yang tak tau malu – bagaimana ia dapat tinggal bersamanya?

Qin Feng tak percaya, dalam hati memprotes hasil usahanya menyelesaikan quest yang diberikan. Mengapa quest ini begitu sering membuatnya frustasi?

Qin Feng melihat Yun Xiao, berlari semakin jauh darinya. Ia berlari mengejarnya. Karena itu, Yun Xiao semakin membenci Qin Feng dan berusaha menghindari kejaran Qin Feng, yang hendak mengajaknya memasuki mobilnya, bagiamanapun caranya. Qin Feng semakin tak sabar, ia mengangkat Yun Xiao dan membopongnya ke dalam Lamborghininya.

“Qin Feng, kau monster. Aku ingin keluar! Biarkan aku keluar!!”

Di dalam mobil, Yun Xiao semakin mengamuk. Ia terus menerus memukul Qin Feng, membuatnya hampir memasukkan mobilnya ke dalam parit beberapa kali.

“Sudah kubilang ibu Yun, aku mempertaruhkan nyawaku untuk menyelamatkanmu dari tiga monster yang menculikmu. Bukan hanya kau tidak melompat memelukku dan berterimakasih atau menciumku, mengapa anda selalu melakukan sesuatu yang tak masuk akal?” bagaimanapun, Qin Feng tetaplah seorang tuan muda yang manja, dan tak dapat bertahan dengan Yun Xiao yang terus mengacau.

“Hmph! Memeluk dan berterimakasih padamu? Lebih baik aku mati,” Yun Xiao menjawab dingin, bersandar di pintu mobil dan memalingkan muka, menghindari Qin Feng.  Matanya dipenuhi dengan caci maki dan rasa jijik dan berkata, “Tuan muda Qin, kau tak perlu berpura-pura. Bukankah ketiga lelaki berotot itu adalah orang-orangmu? Lain kali, jika kau ingin berperan sebagai pahlawan yang menyelamatkan gadis cantik, cobalah untuk tampil lebih meyakinkan, oke? Kau ingin aku menciummu? Lebih baik aku mencium babi.”

“Kau pikir aku bodoh? Ketika kau datang, kau bilang ingin bergabung dengan bajingan-bajingan itu dan menikmatiku. Kalian semua hanyalah sekumpulan monster!”

Bergabung dengan mereka? Matamu!

Qin Feng terus mengumpat dalam hatinya. Jika bukan karena kemurahan hatiku dan kesabaranku, aku akan melemparmu ke tempat sepi, hingga seorang pemabuk menemukanmu dan ‘mengantarkanmu’ pulang.

Ia benar-benar ingin membuka kepala Yun Xiao, melihat apa ada yang salah dengan isi kepalanya. Atau mungkin kecantikan wanita berbanding terbalik dengan kepintarannya? Lagipula, ia hanya berkata seperti itu agar ketiga orang itu melemahkan kewaspadaannya.

Apa-apaan yang ia katakan. Memepertaruhkan nyawanya dan berlagak seperti pahlawan yang menyelamatkan gadis cantik? Sungguh konyol!

“Bu Yun Xiao, aku berkata seperti itu hanya untuk menipu mereka. Apa kau benar-benar percaya dengan yang kukatakan?” Qin Feng ingin menangis tertawa. Ia merasa tertimpa sebuah ketidakadilan yang besar!

“Tentu saja aku percaya. Aku tak percaya satu katapun dari lidahmu, tapi aku yakin kau benar-benar memaksudkannya. Aku katakan sekali lagi: biarkan aku keluar dari mobil, atau kutelpon polisi.”

Jika Qin Feng tidak menyetir secepat ini, mungkin Yun Xiao sudah melompat keluar dari mobil. “Berhenti memukulku! Dimana kau tinggal? Aku hanya ingin mengantarmu pulang dengan selamat; tidak bolehkah?” Qin Feng menyetir dengan satu tangan, sementara tangan yang lain menangkis pukulan-pukulan yang dilontarkan Yun Xiao.

Yun Xiao terkejut dan berhenti memukuli Qin Feng. Ia terdiam beberapa saat, dan menjawab dingin, “Skyscene Park. Aku tak percaya kau memiliki tabiat yang baik seperti mengantarkanku pulang dengan selamat. Aku tak percaya karena kau begitu memalukan dan pasti akan menjatuhkan tanganmu ke tubuh gurumu ini! Kau benar-benar akan mendapatkan hukuman!”

Mendengar jawaban Yun Xiao, membuatnya kehilangan kesabaran. Ketika ia hendak menjawab, sebuah suara elektronik terdengar di kepalanya.

[Ding… Hedonist Sovereign System mengeluarkan quest baru: buatlah kesan yang baik terhadap Yun Xiao!”

[Batas Waktu Quest: 10 hari.]

[Keberhasilan menyelesaikan quest akan mendapatkan 100 Hedonist point sebagai hadiah; Kegagalan menyelesaikan quest akan membuat seluruh wanita yang ada di dekat pengguna memandang hina kepada pengguna selama 1 tahun.]

Qin Feng gemetar hebat, dan nyaris menabrakkan mobilnya ke mobil di depannya. Belum selesai ia menyelesaikan quest menyelamatkan Yun Xiao, tapi malah ia mendapatkan quest yang tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi.

Yun Xiao mengira ia ingin memperkosanya, tetapi sistem menginginkan ia membuat kesan yang baik terhadap Yun Xiao?!

Qin Feng meratapi nasibnya.

Di jalan menuju rumah Yun Xiao, tak satupun dari mereka yang memiliki keinginan untuk berbicara. Qin Feng melaju secepat yang ia bisa, setengah jam kemudian, Lamborghini Batmobile berhenti di luar Skyscene Park.

Yun Xiao melihat pemandangan sekitar yang ia kenal, dan menatap wajah Qin Feng yang tersenyum tampan. Ia terpaku bingung, benar-benar terkejut!

Orang ini benar-benar mengantarnya pulang? Ia tak berusaha memperkosanya?

Yun Xiao tak percaya dengan apa yang terjadi, dan segera keluar dari mobil. Ia berjalan secepat yang ia bisa dengan sepatu hak tingginya, ke arah pintu masuk.

Melihat Yun Xiao yang seperti seekor kelinci kabur ketakutan, Qin Feng tersenyum dan menggelengkan kepalanya, melanjutkan berkendara menuju Royal Clubhouse.

 

← Hedonist Sovereign 06 – Pertarungan yang Berakhir Sebelum Dimulai Hedonist Sovereign 08 – Little Pink Piggy→

3 comments

Makasih banyak min

btw, kalau di edit sendiri gak perlu di tulis editor nya. karena seharusnya editor itu orang lain

Terimakasih masukannya 🙂 selalu diusahakan buat ada editing di semua projek sebelum di post, kecuali emang terpaksa harus editing sendiri (kalo squad nya lagipada sibuk atau udah pada K.O) hehe:) maafkan ya 🙂

Leave a Reply