Hedonist Sovereign 09 – Lin Bei Bei yang Penuh Kesedihan

Diterjemahkan oleh Rahvayana

 

Selamat membakar waktumu!

 

 

 

Hedonist Sovereign 09 – Lin Bei Bei yang Penuh Kesedihan

 

 

“Tidak! Lepaskan aku! Tolong, menjauh dariku… Aku ingin pulang, lepaskan aku!” Lin Bei Bei menangis memohon.

Tubuh Qin Feng menegang. Mengapa suara ini terasa sangat ia kenal?

Ada beberapa orang yang ‘layak’ disebut cantik di Universitas Acropolis, ia telah memperhatikan semuanya. Qin Feng pasti tau perempuan ini, ia menyalakan lampu kamar tidur dan melihat siapa perempuan ini.

Qin Feng bertanya-tanya kira-kira siapakah gadis Universitas Acropolis yang datang ke Royal Clubhouse dan menjual keperawanannya.

Ketika Qin Feng melihat wajah cantiknya, dan air mata yang menggenang di matanya, mulutnya menegang, membuatnya hampir terjatuh dari tempat tidurnya!

“Lin Bei Bei?”

“Qin Feng?”

Dibawah sinar lembut lampu kamar, kedua mata menatap satu sama lain, penuh keterkejutan. Waktu terasa membeku, merajut kejadian yang aneh.

Qin Feng tak pernah mengira, gadis cantik Universitas Acropolis yang datang ke Royal Clubhouse untuk menjual keperawanannya, adalah teman sebangkunya, Lin Bei Bei.

Qin Feng mengira, Lin Bei Bei bukanlah orang yang tertarik dengan kekayaan dan kekuatan, lalu mengapa ia datang menjual dirinya disini? Walaupun Qin Feng adalah seorang manusia sensualis hedonis, ia hanya menerima ‘pertukaran’ dengan kesanggupan kedua belah pihak.

Lin Bei Bei lebih terkejut lagi, menemukan orang yang membayar $100.000 untuk keperawanannya, adalah Qin Feng. Namun, setelah ia mengingat reputasi Qin Feng, keterkejutan yang terlukis di wajahnya menghilang.

“Lin Bei Bei… apa yang kau lakukan disini?”

Tatapan penuh gairah di mata Qin Feng menghilang, ia mengerutkan keningnya dan bertanya serius.

Walaupun ia adalah seorang sensualis, ia tak ingin melihat gadis suci seperti Lin Bei Bei datang ke tempat semacam ini untuk menjual tubuhnya.

Bibir Lin Bei Bei membuka dan menutup, tapi tak mampu mengatakan apapun. Segalanya terjadi begitu cepat, dan ia belum siap dengan semua ini.

Qin Feng adalah manusia hedonis, tapi sejatinya, ia adalah orang yang baik. Meskipun ia tergila-gila dengan wanita cantik, Qin Feng tak pernah memaksa mereka untuk melakukan sesuatu diluar kemauan mereka.

Dibandingkan dengan pria-pria tua gemuk, bernafsu, Qin Feng terlihat jauh lebih menarik dengan alis setajam pedang, aura bangsawan, dan wajah tegas tampannya.

Lin Bei Bei menyadari, Qin Feng tak terlihat seperti sebelumnya.

Apa bedanya orang satu dengan yang lain, yang mengambil keperawanannya? Memberikannya ke Qin Feng jauh lebih baik dibandingkan dengan memberikannya ke orang tua asing.

Teringat operasi yang harus segera dilakukan oleh ibunya, Lin Bei Bei menggertakkan gigi, meyakinkan dirinya, menatap Qin Feng malu-malu, memonyongkan bibirnya menggoda, “Qin Feng, bisakah kau lakukan dengan lembut? Ini kali pertama aku melakukan ini, aku takut akan terasa sakit.”

Sebelum Qin Feng bereaksi, Lin Bei Bei mengalungkan tangannya di sekeliling leher Qin Feng dan menekan bibirnya yang lembut dan basah ke bibir Qin Feng. Tubuh mereka menyatu, menekan satu sama lain, membuat nafas Qin Feng berubah tak teratur.

Namun, dari ciuman Lin Bei Bei yang begitu kaku, terlihat jelas ini adalah kali pertamanya ia melakukannya.

Tubuh Qin Feng bereaksi dengan rayuan Lin Bei Bei. Tetapi, dalam hatinya, ia merasa sungguh tak nyaman. Mengapa ketika ia menginginkan Lin Bei Bei, ia tak mampu mendapatkannya, tetapi begitu Lin Bei Bei menyerahkan tubuhnya kepadanya, ia tak mampu melakukannya?

Qin Feng merasa takdir sedang bermain-main dengannya. Ini bernar-benar tidak adil.

“Lin Bei Bei, apa kau sadar apa yang kau lakukan?” Qin Feng menekan perasaan membara yang dirasakannya, mendorong Lin Bei Bei menjauhinya dan turun dari kasur.

Ia mencintai wanita cantik, tapi bahkan orang yang bodoh pun tau, Lin Bei Bei terpaksa melakukan semua ini. Mungkin ia memiliki masalah yang dirahasiakan.

Qin Feng berdiri di samping kasur, memunggungi Lin Bei Bei dan berkata dingin, “Cepat pakai bajumu, atau aku akan menyesali keputusanku.”

Lin Bei Bei terkejut, menatap Qin Feng dengan mata berair. Ia tak mengerti apa yang Qin Feng pikirkan. Apa mungkin ia tak cukup cantik dan seksi?

Air mata berjatuhan membasahi seprai.

Sebelum datang kemari, ia membayangkan segala skenario ‘penodaan’ tubuhnya. Namun, ia tak pernah membayangkan akan ditolak seperti ini.

“Qin Feng, hari ini kau menyatakan akan mengejarku; apakah itu benar?” Lin Bei Bei tak segera mengenakan pakaiannya, matanya berkilau, penuh dengan air mata. Ia tak percaya Qin Feng benar-benar ingin mendapatkannya.

Bagaimanapun, ia hanya bisa bertaruh.

Jika Qin Feng benar-benar tulus ingin mendapatkannya, ia dengan sepenuh hati akan mengikuti Qin Feng untuk menjadi wanitanya. Itu satu-satunya jalan agar ia dapat memaafkan dirinya di kejadian malam ini.

Qin Feng ragu menjawab pertanyaan itu. Ia berbalik kaku menghadap Lin Bei Bei. Ini bukan karena ia tidak cukup cantik, tapi karena ia terbiasa dengan gaya hidup sensualistiknya. Membuatnya tak pernah berpikir untuk tulus mengencani seseorang.

“Ah? Aku… hanya bercanda, tolong jangan anggap itu serius. Seorang manusia hedonis sensualis seperti aku tak cukup baik untukmu.”

Qin Feng tak ingin berbohong kepada Lin Bei Bei, ia mengatakan yang sebenarnya.

Tes!

Lebih banyak lagi kristal-kristal air mata berjatuhan membasahi seprai, membentuk bunga-bunga yang berasal dari tangisan. Lin Bei Bei menggigit keras bibirnya hingga nyaris mengeluarkan darah, ia memutar jarinya di telapak tangannya.

Ia benar-benar tak paham mengapa Qin Feng menolaknya. Mungkinkah pegakuannya, tentang mengejarnya, hanyalah permainan yang anak-anak kaya suka mainkan?

Ruangan jatuh dalam keheningan, dan suara dingin tanpa emosi memecah keheningan, “Tuan muda Qin, aku pergi.”

Lin Bei Bei berdiri meninggalkan kasur, memperlihatkan seluruh tubuhnya ke Qin Feng. Namun, ia tak peduli sama sekali. Matanya sembab, dan ia bagaikan boneka tanpa jiwa. Perlahan-lahan ia kenakan pakaiannya.

Setelah mengenakan pakaiannya, Lin Bei Bei berjalan terseok-seok meninggalkan ruangan dengan kepala tertunduk, tak melihat Qin Feng sama sekali.

Melihat itu, Qin Feng merasa tak nyaman. Baginya, yang terbiasa bebas dengan kenikmatan, ia tak bisa menerima perasaan dari Lin Bei Bei.

 

← Hedonist Sovereign 08 – Little Pink Piggy Hedonist Sovereign 10 – Babi yang Dapat Berbicara→

Leave a Reply