Hedonist Sovereign 12 – Orang yang Tak Boleh Kau Singgung

Diterjemahkan oleh Rahvayana

Disunting oleh 8seen

Selamat membakar waktumu! xD

 

 

Hedonist Sovereign 12 – Orang yang Tak Boleh Kau Singgung

 

Lin Bei Bei dikepung oleh sekelompok orang di gedung nomor tiga Rumah Sakit Acropolis. Ia mengusap air matanya dan memohon kepada dokter di sebelahnya. “Dokter Zhang, ibu saya baru saja melakukan operasi dan butuh pemulihan. Tolong biarkan ia tinggal di ruang perawatan untuk sekarang. Saya akan mengumpulkan uang beberapa hari ini, dan melunasinya ke rumah sakit.”

“Gadis muda, bukannya aku tak memiliki hati, tapi peraturan rumah sakit menyatakan jika tak mampu membayar biaya, kami tidak bisa memberikan kamar,” dokter Zhang berkata sambil membenarkan kacamatanya, menunjukkan ekspresi putus asa. Disamping Lin Bei Bei, berdiri sebaris berandal. Orang-orang ini baru saja terlibat dalam perkelahian antar geng, dan datang ke Rumah Sakit Acropolis untuk pengobatan. Melihat seorang gadis kecil yang cantik dan terlihat suci, mereka berhenti di sampingnya.

Pemimpinnya adalah seorang pria berpenampilan vulgar, dengan rambut keriting yang disemir, mengenakan singlet dan celana pendek. Matanya yang berbentuk segitiga mengamati tubuh Lin Bei Bei dari atas ke bawah, membuatnya bersemangat.

“Haha.. gadis cantik, menanyakan biaya untuk ruangan itu baik dan benar. Tak apa-apa bila kau tak memiliki uang – kakak akan meminjamimu jika kau mau ikut minum dan bermain bersamaku malam ini. Uang bukan masalah besar bagiku.”

Si kepala keriting memanfaatkan kesempatan. Ia mengusap pipinya dan tanpa malu memelototi tubuh Lin Bei Bei, tersenyum vulgar.

Lin Bei Bei sudah lama menyadari kehadiran pria berniat buruk ini, dan matanya dipenuhi dengan sorot rasa jijik. Ia memandang si kepala keriting, mengabaikan mereka, dan melanjutkan memohon kepada dokter Zhang.

“Gadis cantik, tak peduli sebanyak apapun kau memohon, tak akan berguna jika kau tak memiliki uang,” si kepala keriting menyeringai dan berjalan diantara Lin Bei Bei dan dokter Zhang, merentangkan tangannya sehingga Lin Bei Bei tak mampu mengejar dokter Zhang.

“Apa yang kau inginkan?” Lin Bei Bei biasanya bersikap lembut dan baik hati, tetapi sekarang ia benar-benar marah.

Si kepala keriting telah berkeliling, dan mengerti situasi dan kondisi Lin Bei Bei. Ibu gadis ini sedang berada di rumah sakit, tetapi mereka tak mampu membayar biaya rumah sakit. Keluarga macam ini tentunya tak memiliki kekayaan ataupun kekuatan, sesuai dengan seleranya.

“Gadis cantik, bagaimana kalau begini? Kakak akan membayar biaya rumah sakit untuk ibumu, dan kau akan menjadi pacarku. Kakak adalah seorang yang terkenal di dunia bawah tanah. Berpacaran denganku sama saja dengan keberuntungan seharga delapan kali kehidupan untukmu. Kakak akan membuatmu menari penuh gairah tiap malam!”

“Gadis cantik… apa kau mau?”

Si kepala keriting berseri-seri, matanya menatap lurus ke dada Lin Bei Bei. Ia merasa sangat percaya diri, merasa Lin Bei Bei telah berada di genggamannya dan tak mungkin lepas.

Tangannya yang sebusuk babi maju, meraih kemudian mengangkat dagu Lin Bei Bei.

Wajah Lin Bei Bei menggelap. Ia telah menahan emosinya selama ini, tapi kejadian ini membuat emosinya melewati batas.

“Pergi! Pergi kalian semua!”

“Bangsat! Aku tak pernah ditolak oleh wanita manapun yang menarik perhatianku sebelumnya. Karena kau tak ingin menuruti perkataanku, akan kutunjukkan konsekuensinya.”

Melihat ia yang diusir oleh seorang gadis di depan teman-temannya, si kepala keriting tersenyum dan segera menghilang sambil tertawa jahat, “Bro, gadis ini cukup cantik. Kita akan ambil dia dan menikmatinya bersama.”

Kalimatnya menyulut gelombang tawa dari teman-temannya. Ketika teman-temannya mulai membuat kerusuhan, ia berjalan mendekati Lin Bei Bei, yang langsung melangkah mundur. Setelah mundur sekitar dua langkah, tubuhnya menabrak tubuh orang lain.

Aroma maskulin yang ia rasa kenal tercium di hidungnya, yang baunya benar-benar ia suka.

“Haha… jadi kelihatannya ada juga pria yang se-sempurna tuan muda ini, yang tak pernah gagal mendapatkan wanita yang ia inginkan!”

Qin Feng, yang baru datang, berbicara sambil tertawa.

Sorot matanya dipenuhi dengan nafsu membunuh, yang kemudian menghilang.

Qin Feng?

Ketika Lin Bei Bei hendak memberontak lepas dari pelukan orang ini, ia menyadari orang ini adalah Qin Feng. Pikirannya berubah menjadi kosong, dan kepalanya meledak frustasi, tapi semenjak tubuhnya bersandar di pelukan Qin Feng, kehangatan membuat hatinya yang ketakutan menjadi tenang.

“Bocah, dari geng mana kau berasal? Kakak ini punya urusan yang harus diurus, lebih baik kau segera pergi.”  Melihat ada orang yang seenaknya menerobos masuk begitu saja, si kepala keriting menatapnya marah, seperti ingin melahapnya.

Namun, baju yang dikenakan Qin Feng mengindikasikan ia berasal dari keluarga yang kaya dan sangat kuat. Si kepala keriting tak mau bermasalah dengan orang seperti itu, sehingga ia berusaha menakutinya agar ia pergi.

“Haha, tuan muda ini bukan bagian dari geng, tapi ada legenda tentangku di dunia bawah tanah sana. Aku mendengar omong kosong disini, jadi aku datang untuk melihat anjing mana yang begitu liar dan berisik.” Qin Feng telah melihat dan melalui banyak hal semacam ini; bagaimana mungkin ia takut dengan berandal berandal ini?

Si kepala keriting benar-benar bodoh dan baru beberapa saat kemudian ia paham apa yang dikatakan oleh Qin Feng. Bocah ini menyindir yang ia lakukan hanya omong kosong dan menghinanya dengan menyebutnya anjing.

Si kepala keriting meledak marah.

“Teman-teman, bunuh bocah sialan ini yang merasa dirinya tinggi!”

Keenam berandal memblokade koridor terdekat dan berlari ke arah Qin Feng bagaikan serigala kelaparan. Pemandangan ini terlihat cukup mengerikan.

Setelah mendapatkan Thunder Tiger Fist, Qin Feng menjadi lebih kuat. Bahkan jika ia turun tangan sendiri menghadapi keenam berandal itu, tak akan susah baginya untuk mengalahkan mereka. Dan lebih lagi, Paman Fu berdiri tepat di belakangnya.

Qin Feng tak tahu bila Paman Fu sadar bahwa ia telah berbeda, ia telah menguasai teknik bela diri kualitas top. Akan sulit bila ia harus menjelaskan sistem yang ter-install di dirinya, maka ia menatap Paman Fu, yang paham maksud dari tatapannya. Kaki Paman Fu dengan ringan menjejak tanah dan melompat ke arah berandal-berandal itu se-ringan ikan yang berenang di air.

Qin Feng sangat mengerti sekuat apa Paman Fu itu. Walaupun Qin Feng menguasai Thunder Tiger Fist, bahkan sepuluh Qin Feng tak cukup untuk mengalahkan Paman Fu. Paman Fu bergerak secepat kilat dan pukulannya bagaikan tiupan angin. Tiap kali pukulannya mengenai musuh, suara benturan terdengar keras, dan juga suara tangisan dari mereka.

Hanya dengan beberapa hembusan nafas, kelima berandal jatuh terkapar di lantai, meringkuk kesakitan.

Paman Fu telah kembali ke posisi awalnya, berdiri kokoh di belakang Qin Feng, seperti pohon pinus. Wajahnya begitu tenang, seperti tak terjadi apa-apa.

“Paman Fu, tolong urus dokumen-dokumen yang diperlukan,” Qin Feng berkata.

Paman Fu menghubungi suatu nomor, kemudian berjalan pergi.

Kelima orang dilantai mendengus sedih, dan benar-benar marah. Mereka telah berperan menjadi berandal sejak waktu yang lama dan bahkan sudah sering terlibat dalam pertarungan.

Biasanya, merekalah yang berdiri di satu sisi, membully musuhnya. Kapan mereka pernah dibully sebelumnya?

Hari ini, mereka dengan mudah dikalahkan oleh pria tua berpenampilan biasa, membuat mereka ingin menghantamkan diri mereka ke tembok dan mati. Jika hal ini tersebar, mereka akan kehilangan muka di dunia bawah tanah.

Big brother Biao, ini aku, Blacky. Kami telah dihajar oleh seseorang di Rumah Sakit Acropolis. Kami telah menyebutkan tentangmu ke mereka, tapi bukan hanya mereka memalingkan muka dari kami, mereka menyerang kami dengan brutal. Big brother Biao, kau harus datang memberi mereka pelajaran, dan menegakkan keadilan untuk kami!” Setelah terdiam sejenak, si kepala keriting memanggil bala bantuan.

Mungkin karena ‘big brother Biao’ adalah orang yang cukup kuat dan penting, bagaimanapun setelah menutup telepon, berandal-berandal itu kembali bersikap arogan. Mereka menatap Qin Feng, seakan takut bila Qin Feng berlari kabur.

“Bocah kecil, kau mati kali ini. Big brother Biao sedang menuju kemari. Biar kuberi tahu kau, ada orang-orang di kota ini yang tidak boleh kau singgung!”

“Benarkah? Kalau begitu tuan muda ini tertarik untuk melihat siapa orang itu. Katakan padanya untuk bersegera, jika tidak aku akan pergi setelah mengurus semua urusanku disini.”

Qin Feng tersenyum dingin dan melihat si kepala keriting dan lainnya seperti melihat sekumpulan manusia idiot.

← Hedonist Sovereign 11 – Masalah Lin Bei Bei Hedonist Sovereign 13 – Menerima Quest(1)→

Leave a Reply