Hedonist Sovereign 14 – Menerima Quest(2)

Ulalalala~

Diterjemahkan oleh Rahvayana

Disunting oleh Rahvayana

 

Hedonist Sovereign 14 – Menerima Quest(2)

 

“Big Brother Biao, terimakasih Tuhan kau akhirnya datang. Kedua bocah disana; kau harus membalaskan kami! Lihat bagaimana mereka bersikap begitu arogan! Mereka menghajar kami hingga bahkan orangtua kami tak akan mengenali kami.”

Kedatangan Zhang Biao membuat Si Kepala Keriting bersemangat seketika, bagaikan melihat Ayah mereka bangkit dari kuburnya.

Melihat Zhang Biao berjalan mendekat, Paman Fu bergerak maju memposisikan dirinya di depan Qin Feng, tetapi gerakannya dihentikan oleh Qin Feng.

Saat ini, karena Qin Feng memiliki sebuah quest yang harus diselesaikan, ia ingin menyelesaikannya sendiri.

Zhang Biao berjalan angkuh memimpin pengikutnya ke arah Qin Feng. Namun, ketika ia melihat Qin Feng lebih jelas, raut mukanya berubah, dan urat-urat di wajahnya menegang.

Zhang Biao benar-benar paham, siapa yang bisa dan tidak bisa ia lawan di kota Acropolis ini. Kedua orang di depannya, adalah orang yang ia benar-benar tak akan pernah sekalipun berkeinginan melawannya.

Kedua orang ini berasal dari keluarga Qin. Jika ada seseorang yang melawan mereka, maka akan lebih baik bagi mereka bila mereka mengakhiri hidupnya saja dan berdoa agar mereka terlahir kembali dalam keluarga yang lebih baik di kehidupan selanjutnya.

Saat ini, Zhang Biao merasa ingin membunuh Si Kepala Keriting.

Status Si Kepala Keriting di masyarakat benar-benar begitu rendah, sehingga ia tak paham akan apa yang terjadi. Tidak juga sadar akan air muka Zhang Biao yang menggelap.

Melihat Zhang Biao berjalan mendekati Qin Feng, tubuhnya kembali terisi dengan energi dan ia mulai berteriak mencaci Qin Feng dan orang tua di sebelahnya. “Big brother Biao, kedua orang itu telah lelah hidup. Terutama si tua Bangka itu… apa yang kau liat hah? Ya, benar, aku berbicara tentangmu. Kau telah berusia kepala lima tapi kau masih dapat menyerang dengan begitu ganas. Tapi tidak dengan adanya big brother Biao disini, mari kita lihat jika kau masih berani bersikap arogan.”

Si Kepala keriting mulai mencaci lebih dan lebih lagi, bahkan mengejek orang-orang disisinya. Ia merasa mabuk gembira, bagaikan melayang, segala perasaan frustasi dan depresinya menghilang, mencair begitu saja.

Bagaimana mungkin Paman Fu takut bertindak? Hanya saja tanpa perintah Qin Feng, ia tak ingin berurusan dengan badut-badut ini. Bahkan Direktur Fang, melihat seseorang bersikap begitu bodoh dan arogan, tak tau siapa yang sedang berdiri di depannya. Ia terkejut dan keringat dingin mengalir di bagian bagian tubuhnya.

Orang ini bodoh, benar benar bodoh…

Ketika Si Kepala Keriting mulai merasa membaik, sebuah tamparan kuat mendarat di wajahnya. Tamparan itu datang penuh dengan kebuasan, hingga ia melihat bintang dan tubuhnya berputar di tempat sebanyak tiga kali.

Wajah Zhang Biao telah berubah hijau, dan ia diam-diam mengumpat anak buahnya karena begitu bodoh dan buta. Mereka dapat menghina siapapun yang mereka inginkan, tapi kenapa mereka harus menghina keluarga Qin? Bahkan mereka membawanya ikut masuk kedalam masalah mereka. Dasar babi.

“Big brother Biao, k-kau memukul orang yang salah. Harusnya kedua orang itu, sebelah sana.”

Si Kepala Keriting terkejut karena tamparan itu malah mendarat di wajahnya. Ia menekan pipinya yang panas dan memerah, terkejut menatap Zhang Biao. Ketika ia hendak membuka mulutnya lagi, sebuah tamparan datang menyusul, merontokkkan dua gigi depannya dan membuatnya memuntahkan darah ke lantai.

“Dasar, orang yang ingin ku pukul adalah kau! Dasar sampah! Buka mata dan lihat siapa kedua pria didepanmu itu. Mereka berasal dari keluarga Qin!”

Zhang Biao telah menggunakan seluruh kekuatannya dalam tamparan itu. Rasanya ia ingin membunuh Si Kepala Keriting sebelum hal-hal bodoh lainnya keluar dari mulutnya.

Keluarga Qin kota Acropolis?

Keempat kata tersebut menampar kepala Si Kepala Keriting lebih keras daripada kedua tamparan dari Zhang Biao. SI Kepala Keriting dan berandalan lainnya merasa bagaikan tertabrak truk. Mata mereka membesar hingga seperti akan terjatuh dari tempatnya.

Mereka tak akan berani berbuat hal seperti ini bila mereka tau bahwa kedua orang ini berasal dari keluarga Qin, bahkan jika mereka memiliki keberanian sepuluh kali lipat.

Mengganggu penjaga pintu atau pembantu milik keluarga Qin saja benar-benar beresiko.

Apalagi, lelaki muda di depan mereka, ia adalah pewaris kepala keluarga Qin. Mereka hampir pingsan karena saking terkejut dengan situasi yang tengah mereka alami.

“Tuan muda Qin, senior… kami orang-orang rendah memiliki mata tapi tak mampu mengenal gunung Tai. Sekelompok anjing tak akan pernah memiliki hak, tapi tolong sekali ini maafkan orang-orang rendah ini.” Setelah pikirannya kembali, Si Kepala Keriting jatuh berlutut dan memohon kepada Qin Feng.

“Tuan muda Qin, senior, kami orang-orang rendah mengerti bahwa kesalahan ada pada kami. Besar tak akan berurusan dengan rendah, jadi tolong jangan buat masalah ini untuk memusuhi kami” mengikuti teladannya, berandal-berandal lain menjatuhkan diri ke lantai memohon ampun.

Berandal-berandal itu bersujud di lantai hingga memblokir koridor. Melihat mereka berlutut dan memohon ampun, Lin Bei Bei dan Direktur Fang ternganga keheranan.

“Dasar sekumpulan sampah… bawa orang-orang bodoh ini keluar dan beri mereka pelajaran.”

Melihat Qin Feng tak berkata apa-apa, Zhang Biao merasa gugup, dan punggungnya mengalirkan keringat dingin. Ia menggertakkan giginya dan menatap Si Kepala Keriting dan lainnya. Kemudian, ia melambaikan tangannya, memerintahkan sekelompok orang yang ia bawa untuk membawa mereka keluar dan memberi mereka pukulan yang baik.

Setelah mereka keluar, koridor yang sempit dan berantakan itu terasa lebih luas dan lebar, menyisakan Zhang Biao dan Qin Feng beserta sekelompok orang yang bersamanya.

“Kaukah Zhang Biao?” tanya Qin Feng santai.

“Benar, Tuan Muda Qin, makhluk rendah ini tak mampu mengajari pengikutnya dengan benar. Tolong beri saya ampunan,” Zhang Biao menangkupkan tangannya memberi hormat.

Qin Feng tak mengatakan apapun. Ia sedang berpikir tentang bagaimana caranya menaklukkan Zhang Biao dan membuatnya menjadi pengikutnya.

Sepertinya ia mampu menaklukkan Zhang Biao hanya dengan bergantung pada statusnya. Namun, Zhang Biao adalah lelaki berkarakter terus terang dan menghargai loyalitas serta persaudaraan. Jika ia dipaksa untuk menjadi pengikutnya, ia mungkin tak akan sepenuh hati mengikutinya.

“Aku dengar kau cukup bagus dalam bertarung. Jika kau membiarkanku memukulmu sekali, kita anggap semua masalah ini telah selesai”, Qin Feng berkata serius.

Zhang Biao benar-benar kebingungan. Walapun ia tak pernah bertemu dengan Qin Feng dan tak tau orang macam apa Qin Feng, rumor berkata taka da satupun orang yang bermasalah dengan Qin Feng dapat dilepaskan begitu mudah selama ini.

Apakah mungkin semua ini benar-benar selesai jika ia membiarkan Qin Feng memukulnya sekali?

Zhang Biao memandang rendah kekuatan tuan muda tak berguna seperti Qin Feng. Ia bahkan tak takut menerima sepuluh pukulan darinya, apalagi hanya satu pukulan.

Setelah Qin Feng berbicara, aura disekitarnya berubah menjadi dingin menusuk. Sebelum satu orangpun bereaksi, ia bergerak, memukul perut Zhang Biao.

Kekuatan pukulannya benar-benar menakutkan, dan kecepatannya tak terbayangkan. Suara benturan keras terpantul di sepenjuru koridor.

Mata Paman Fu bercahaya kagum melihat Zhang Biao terpukul mundur lima atau enam langkah hingga ia berhasil mengokohkan dirinya. Sepertinya ia telah meremehkan teknik external fist yang Qin Feng pelajari.

Teknik itu kuat dan brutal, membawa kekuatan tak tertahan yang tak dapat di tangkis. Teknik itu pastinya merupakan external fist kelas-top.

“Zhang Biao, kuberi kau kesempatan untuk mengikuti tuan muda ini!”

Setelah Qin Feng mendaratkan pukulannya, ia berkata tenang. Ia tak menggunakan statusnya untuk membuat Zhang Biao menerima, menjadi pengikutnya, tapi dengan membuatnya kagum dengan kekuatannya sendiri.

Jika Qin Feng mampu membuat Zhang Biao menjadi pengikutnya, Zhang Biao akan menjadi rekan yang benar-benar layak.

Zhang Biao menatap Qin Feng terkejut. Ia tak pernah membayangkan tubuh setipis itu mampu menyembunyikan kekuatan sebesar ini. Ia pernah mendengar rumor tentang Qin Feng sebelumnya, bahwa ia adalah tuan muda hedonis tak berguna, dan ia memandang rendah Qin Feng. Namun, saat ini, Qin Feng telah mendapatkan respeknya.

Pukulan tadi benar-benar kuat dan sangat cepat. Zhang Biao tak mampu menangkisnya sama sekali.

“Terimakasih telah memberikanku kehormatan. Jika kau butuh sesuatu yang Ah Biao dapat lakukan, tolong beritahu aku.”

Setelah pikirannya kembali, Zhang Biao menahan rasa sakit di perutnya dan berbicara dengan semangat terpancar di matanya. Dengan gunung sebesar Qin Feng untuk bergantung, ia ditakdirkan untuk mencapai sukses secepat kilat.

 

← Hedonist Sovereign 13 – Menerima Quest(1) Hedonist Sovereign 15 – Strength Potion Rank 1→

Leave a Reply