Hedonist Sovereign 19 – Talisman of Lucidity

So sorry baru hari ini update.
Dan harusnya tadi pas buka bisa update tapi website nya eror di tempat gueh:(
Selamat membakar waktumu!

Diterjemahkan oleh Rahvayana

Disunting oleh 8seen

 

Hedonist Sovereign 19 – Talisman of Lucidity

“Haha, bukankah ini hanya tempat pijat? Aku tak peduli; siapapun boleh,” Qin Feng tertawa seperti biasa, mengikuti alur aksi Feng Tian Hua.

“Tuan muda Qin begitu rendah hati. Kudengar wanita-wanita yang selalu bersamamu pasti benar-benar cantik. Aku tak begitu berpengalaman, jadi biar kupilihkan beberapa yang terbaik untukmu.”

Feng Tian Hua memberikan senyum palsunya dan mulai melihat para gadis cantik dengan kaki panjangnya. Mereka semua mengenakan pakaian yang mencolok, dan hampir lebih dari setengah bagian kulitnya ter-ekspos, memberikan sensasi bagi pria di dalam ruangan.

Feng Tian Hua mulai merasa pusing. Mereka semua benar-benar menakjubkan, dan masing-masing dari mereka memiliki kecantikan yang sempurna. Ia mulai merasa iri dengan Qin Feng – mengapa ia dilahirkan dengan ayah yang begitu kaya? Ia mungkin pernah tidur dengan semua wanita ini.

Setelah melihat-lihat, Feng Tian Hua menggertakkan giginya dan memilih tiga wanita tercantik menurutnya.

Ia memilih seorang loli, seorang kakak perempuan seksi, dan seorang gadis yang terlihat suci; paling tidak pasti ada satu yang menarik minat Qin Feng.

“Tuan muda Qin, apa tiga perempuan ini cocok dengan seleramu?” melihat ketiga gadis yang ia pilih, bahkan ia sendiri ingin melompat menerkam mereka.

“Oke, tiga ini kalau begitu.” Qin Feng dengan tenang menatap ketiga gadis itu. Ia tidak sedang ingin melakukan ‘sesuatu’ dengan mereka, dan dengan hati-hati mengamati Feng Tian Hua.

“Baiklah kalau begitu… Kalian bertiga pergi dengan tuan muda Qin. Pastikan ia merasa puas malam ini, paham?” ketiga gadis itu tak mampu menyembunyikan kegembiraannya, dan mereka semua tersenyum berjalan ke sisi Qin Feng.

“Kalian berdua, ikut aku!”

Setelah mengatur segala sesuatu untuk Qin Feng, Feng Tian Hua menyeringai jahat. Ia bahkan tak melihat gadis lainnya, dan dengan asal memilih dua gadis untuk menemaninya dan berpura-pura bersemangat, “Tuan muda Qin, aku benar-benar tak mampu menahan lagi, aku akan bawa gadis gadis ini pada ke surga malam mereka. Aku telah memesankan kamar 666 untukmu; jika kau sudah selesai, kita bertemu di sauna.”

Feng Tian Hua tersenyum nakal dan segera pergi membawa gadis-gadisnya. Qin Feng hendak menghentikannya, tapi ia terlanjur pergi.

Feng Tian Hua bergegas memasuki kamar 665 dan mengunci pintu kamar. Namun, ia tidak meniduri kedua gadis itu, ia mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.

Tak lama kemudian, teleponnya terhubung. “Tuan muda Ma, segalanya telah berjalan mulus. Qin Feng telah membawa gadis-gadisnya dan hal yang menarik akan segera dimulai!”

Suara yang berat dan dalam membalas dari balik telepon, “Bagus sekali. Setelah mereka mulai, segera suruh ayahmu untuk menangkap mereka. Bukti rekaman akan menjadi bukti paling meyakinkan, jadi pastikan kau mengurusnya dengan baik.”

“Jangan khawatir tuan muda Ma…. baiklah, Qin Feng telah memasuki ruangan!”

Feng Tian Hua segera memutus sambungannya dan menatap laptop di mejanya. Layarnya menampilkan suasana di dalam ruangan 666.

Saat itu, Qin Feng berjalan memasuki ruangan sambil memeluk ketiga gadisnya.

“Tuan muda Qin, aku Ke’Er. Aku paling handal dalam deepthroating, dan akan membuatmu melayang!”

“Tuan muda Qin, aku Nana. Keahlianku juga sangat unik. Pastikan anda merasakannya tuan muda Qin.”

“Tuan muda Qin, seragamku benar-benar seksi!”

Ketiga gadis itu memperebukan perhatian Qin Feng, dan semuanya bertingkah sangat imut. Untuk dapat melayani Qin Feng seperti memenangkan undian lotre bagi ketiga gadis ini.

Bagaimana jika tuan muda Qin menyukai mereka? Mereka akan menjadi phoenixes!

Qin Feng tertawa dan mengobrol dengan ketiga gadis itu, dan sekali-sekali menyentuh mereka, disini, disana, sambil menyeringai. Namun, pikirannya sedang berpikir keras.

Feng Tian Hua tiba-tiba mencoba untuk dekat dengannya, membuat Qin Feng sangat curiga. Ia bahkan memberikan tiga gadis untuknya, yang membuat Qin Feng merasa ada sesuatu yang salah.

Setelah berpikir sejenak, Qin Feng tak mampu menemukan apapun, ia memutuskan bertanya kepada si babi kecil. “Lil piggy, apa kau tau ruang mana yang Feng Tian Hua masuki dan apa yang sedang ia lakukan?”

Si babi mungil menguap, terlihat mengantuk dan dengan malas menjawab, “Master, bagaimana bisa aku bisa tau?”

“Sialan, bukankah kau selalu berkata bahwa kau adalah babi mungil yang bisa segalanya?”

“Tentu saja aku adalah babi yang bisa segalanya, tetapi master tak memiliki cukup poin yang membuat kekuatanku terbatas” kata lil piggy sambil menatap sinis Qin Feng.

Mulut Qin Feng berkedut, entah menjawab apa.

Untungnya, si babi mungil melanjutkan, “Jika kau ingin meihat dimana Feng Tian Hua berada, sederhana saja. Master bisa membeli Talisman of Lucidity yang hanya berharga 50 Hedonist Points.”

“Baiklah, aku ambil satu.”

Setelah memikirkannya kembali, Qin Feng menhabiskan 50 Hedonist Points untuk membeli sebuah Talisman of Lucidity. Ia tau bahwa ada sesuatu yang mencurigakan tentang Feng Tian Hua, dan sebelum mengetahuinya, ia tak mampu tenang.

Qin Feng merasa teriris ketika melihat Hedonist Point-nya jatuh ke angka 0. Sebuah Talisman berwarna kuning muncul di tangannya. Permukaanya terlihat seperti ada tulisan huruf kuno yang tertulis disana.

Qin Feng melihatnya dan tak mengenali satupun huruf itu.

“Master, selama kau memerintahkan untuk menggunakan Talisman of Lucidity, talisman itu akan aktif. Membuatmu mampu melihat menembus benda-benda selama setengah jam,” si babi mungil berkata sambil memutar bola matanya. Ia cukup bangga dengan dirinya sendiri, yang membuat Qin Feng ingin menghajarnya.

Jika ia mampu memasuki Hedonist Sovereign System, ia akan memukul pantatnya hingga berwarna merah.

“Mengapa tidak bilang dari tadi?” hatinya berdarah-darah.

Menghabiskan 50 Hedonist Points untuk melihat menembus benda selama setengah jam seperti pembelian besar yang sia-sia. Namun nasi telah menjadi bubur, ia memerintahkan penggunaan Talisman of Lucidity, dan talisman di tangannya menghilang.

Ketika Qin Feng mendongak, ia melihat pakaian yang dikenakan ketiga gadis itu transparan bagaikan udara.

Tubuh molek serta lekukan-lekukannya membuat hati Qin Feng membara.

“Tidak, tidak, tuan muda ini sedang dalam keadaan serius,” Qin Feng berkata sambil memendam perasaan membara di hatinya dan menatap dinding di sebelahnya. Dinding yang tebal menjadi transparan, seperti memandang melewati layar yang bening.

Dari ruangannya, ia mampu melihat ruangan yang ia masuki sebelumnya di lantai atas.

Setelah berlatih beberapa kali, Qin Feng dengan mudah mampu mengontrolnya dan ia mampu melihat apapun yang ia mau.

Namun, ia tidak merasa senang sedikitpun, karena setelah melihat-lihat, ia tak mampu menemukan Feng Tian Hua. Malahan, ia malah melihat hampir semua tubuh telanjang orang-orang di setiap ruangan.

Tetapi, rasa mampu untuk melihat tapi tak mampu menyentuh berasa menyenangkan dan menyakitkan.

“Tuan muda ini tak percaya kalau ia tak mampu menemukannya. Kemana sampah itu pergi?”

Qin Feng merasa sebal, dan mulai melihat-lihat lagi. Kali ini, ia melihat setiap ruangan dengan teliti.

Akhirnya, ia menemukan kalau Feng Tian Hua sebenarnya ada di ruang sebelahnya di kamar 665. Ia sedang memakan melon sambil menatap layar laptopnya dengan senang.

Di layar laptopnya, adalah Qin Feng.

Keinginan membunuh tersebar di seluruh tubuh Qin Feng.

Ekspresinya menggelap dan ia mampu menerka apa tujuan Feng Tian Hua. Ia mungkin secara diam-diam merekamnya dengan menggunakan rekamannya untuk menerornya.

Sepertinya anak ini benar-benar ingin mati – ia berani melakukan itu kepadanya! Qin Feng mampu membayangkan tampilan ketika Feng Tian Hua berdarah-darah dan berlutut meminta ampun di depannya.

Tunggu! Ini adalah Hotel Royal. Bagaimana mungkin ada kamera rahasia di kamarnya?

Tiba-tiba, Qin Feng menyadari ada masalah serius, yaitu Royal Group telah memekerjakan seorang mata-mata yang membantu Feng Tian Hua. Orang itu pasti yang menanamkan kamera di kamar 666, dan melihat perbuatan Feng Tian Hua, kelihatannya mereka telah mempersiapkannya sejak lama.

Qin Feng tak dapat percaya Feng Tian Hua mampu menyuap pegawai tingkat atas di Hotel Royal. Karena, mustahil bagi pegawai biasa untuk memasang kamera di kamar ini.

“Tuan muda ini punya hal yang harus diurus. Kalian bertiga tunggu disini dan jangan pergi,” Qin Feng berkata sambil menyeringai keluar dari kamar.

Ia hendak menikmati teh bersama Feng Tian Hua.

Setelah berjalan keluar, ia berdiri dengan punggungnya menyandar di pintu kamar 665. Ia tak bisa membuka pintu kamar tanpa kartu kamar, tapi dengan Talisman of Lucidity, ia mampu melihat apa yang sedang terjadi di dalam kamar.

Feng Tian Hua terlihat sangat khawatir, karena di laptopnya, Qin Feng berjalan keluar kamar. Feng Tian Hua tak tau kemana dia pergi, dan setelah bertahan beberapa menit, ia tak bisa duduk diam. Ia takut jika ada yang salah dengan jalannya rencananya, dan segera membuka pintu kamarnya untuk mencari Qin Feng. Begitu ia keluar kamar, ia mendengar suara tawa, yang membuatnya takut dan memaksa wajahnya untuk jatuh ke lantai.

“Yoh, tuan muda Feng, ternyata kau bersenang-senang di kamar sebelahku.”

“Heh… apa yang kau lakukan? Mengapa kau bersujud begitu kau melihatku? Taun baru China belum tiba, jadi walaupun kau bersujud dihadapanku, aku tak akan memberimu angpao.” Qin Feng tertawa dan merasa senang begitu melihat Feng Tian Hua berguling-guling di lantai.

Feng Tian Hua menghantamkan wajahnya ke lantai, dan merasa seperti kepalanya akan terbelah. Ia menggigit keras menahan sakit.

Ia segera menenangkan dirinya, percaya bahwa Qin Feng diluar kamarnya karena kebetulan belaka. Benar-benar mustahil baginya untuk membongkar rencananya.

Kecuali… ia mampu melihat menembus tembok.

“Tuan muda Qin, tolong jangan bergurau seperti itu. Kau tiba-tiba muncul entah darimana, dan membuatku ketakutan. Ah ya… mengapa kau disini dan tidak meniduri ketiga gadis cantik itu?” Feng Tian Hua bertanya.

“Haha, aku rasa disana kekurangan orang, jadi tidak begitu menyenangkan. Aku berpikir untuk membawa mereka ke kamarmu. Dua lelaki dan lima orang gadis, bukankah itu benar-benar menarik?”

Nak, kau aktor yang cukup baik. Tuan muda ini ingin melihat berapa lama kau mampu ber-akting.

← Hedonist Sovereign 18 – Menaklukkan Wanita Tercantik No. 1

Leave a Reply