ISSTH 7 – Aku Butuh Spirit Stones!

Ini transliterasi ketujuh untuk xianxia berjudul “I SHALL SEAL THE HEAVENS”. Maaf untuk delay rilisnya yang amat sangat lama. Jika ada typo dan translasi yang kurang pas mohon memberitahu.

Diterjemahkan oleh Prinzer

Selamat membaca!

Chapter 7 : Aku Butuh Spirit Stones!

Sambil dia berjalan, semakin dia lebih gembira. Jalan yang dilewatinya dipenuhi darah….

Darah dari banyak hewan liar yang pantatnya meledak.

“Bang!” binatang berbulu lainnya di depannya berteriak nyaring saat serangan tidak terlihat menyerang pantatnya, tiga kali, sampai meledak, membuat kabut darah muncul di udara.

“Boom!” burung kondor raksasa yang akan makan, bahkan belum mendarat, berteriak, seperti sedang mengalami mimpi buruk. Lalu pantatnya meledak.

“Bang, boom.” Itu adalah sebuah harimau ganas seukuran manusia yang akan menyerang Meng Hao. Di udara, harimau itu mengeluarkan raungan ganas yang berubah menjadi jeritan mengerikan, saat bokong meledak, menyebarkan darah kemana-mana. Mungkin karena dia memiliki banyak bulu, harimau itu meledak lima kali.

“Benar-benar sebuah harta. Harta yang luar biasa.” Sebelum sadar, senja sudah datang, dan ekspresi Meng Hao tidak bisa lebih bahagia. Dia melihat cermin perunggu itu. Sepanjang hari, dia sudah meledakkan pantat lebih dari seratus hewan.

Untungnya, dia berada di daerah banyak gunung, kalau tidak bau darah akan sangat menyengat.

“Sayang cermin ini tidak sepenuhnya efektif. Saat aku mencobanya ke piton itu, dan ikan itu, cermin ini tidak melakukan apapun. Cermin ini sepertinya tidak bekerja pada hewan dengan sisik. Tapi ini masih sangat hebat.” Dia sudah mengetesnya dengan banyak cara dan mengetahui bahwa cermin ini tidak bekerja di dalam tas pembawa. Cermin ini hanya bekerja jika dia membawanya. Dia juga mendapat perasaan bahagia yang aneh saat cermin itu meledakkan pantat hewan. Korosi di cermin itu juga sepertinya sudah mulai menghilang, hampir seperti benda ini sudah tersembunyi begitu lama dan akhirnya bisa meluruskan kakinya.

Saat senja sudah turun, Meng Hao sadar dia cukup jauh di dalam gunung. Angin malam berhembus, dan dia menghela nafas yang dalam. Meng Hao sudah akan kembali ke Immortal’s Cave. Lagipula, gunung-gunung ini dipenuhi hewan liar. Meng Hao juga mendengar kalau hewan jahat yang berlatih cultvation juga ada di sini. Walaupun gembira, Meng Hao tahu kalau hal ini juga berbahaya.

Dia datang ke tempat ini untuk mencari hewan liar, jadi perjalanannya cukup lama. Tapi pada jalan pulang, dia bisa melakukannya dengan lebih cepat. Meng Hao melesat melewati gunung berpohon, dan belum lama, bulan sudah menggantung di langit. Segera, dia bisa melihat hanya ada tiga gunung diantara dia dan Immortal Cavenya. Tiba-tiba, dia merasakan angin panas di wajahnya, diikuti dengan bau tajam. Dia berhenti, jantungnya berdebar, dan dia mundur beberapa langkah.

Roar!

Segera setelah dia melangkah mundur, udara di sekitarnya bergetar dengan raungan kencang, dan sekali lagi angin panas dan bau tajam melewatinya. Di depannya muncul makhluk mirip monyet seukuran manusia. Mata merahnya memancarkan kekejaman, dan seluruh tubuhnya dilapisi bulu tebal dan lebat.

Hewan ganas itu memandangi Meng Hao dengan haus darah. Ekspresi Meng Hao berubah saat dia melihat balik makhluk itu. Pikirannya bergulung, hampir seperti dia akan diterbangkan oleh tatapan makhluk itu. Dia bisa merasakan level Cultivation makhluk itu berubah-ubah.

“Level kedua Qi Condensation!” Meng Hao melangkah mundur lagi, ekspresinya ngeri. Ini bukan hewan liar; ini adalah hewan demonic. Binatang ini pasti datang karena tertarik oleh bau darah dari hewan mati.

Tidak ada waktu untuk Meng Hao berpikir. Hewan demonic mirip monyet dan berbulu tebal itu melompat ke udara, dan tiba-tiba, seluruh tubuhnya dilapisi api, api yang tidak menghanguskan bulunya. Binatang itu bergerak menuju Meng Hao.

Pada waktu kritis ini, ekspresi Meng Hao berubah. Dia tidak yakin apakah cermin perunggu akan efektif melawan binatang demonic, tapi tidak ada waktu untuk pertimbangan. Saat binatang itu melompat ke udara, Meng Hao merunduk ke samping, mengelurakan cermin, dan mengarahkannya ke hewan demonic itu.

Lalu teriakan menyedihkan memenuhi udara. Di udara, geyser darah keluar dari pantat hewan demonic itu. Wajahnya berubah menjadi ketakutan, matanya tidak dipenuhi kekejaman lagi, tapi berubah jadi kebingungan. Hal itu seperti dalam kehidupan hewan itu, dia tidak pernah merasakan hal sesakit sekarang…tapi dia tidak mundur. Beberapa saat setelahnya, lebih banyak darah keluar.

Sekarang kebingungan di ekspresinya berubah menjadi terkejut. Hewan itu menatap cermin yang dibawa oleh pemuda di depannya dengan ketakutan. Hewan itu berbalik, menutupi pantatnya dengan kukunya. Apinya padam, dan hewan itu berusaha kabur, tapi sebelum dia bisa pergi sejauh beberapa meter, pantatnya meledak lagi, saat ini, lima kali berturut-turut. Teriakannya muncul setelah tiga puluh meter. Meng Hao merasa cermin perunggu itu bergetar seperti sedang gembira. Ledakan kuat muncul, mengarah langsung ke pantat hewan demonic itu.

Teriakan yang tidak bisa dijelaskan terdengar di seluruh gunung saat separuh tubuh hewan demonic itu meledak. Awan darah muncul, dan perlahan turun ke tanah. Kebingungan mengisi wajahnya sambil dia mengambil nafas terakhir, lalu hewan itu mati.

Semua terjadi dengan cepat. Selama itu, Meng Hao hanya berdiri di tempat, melongo. Akhirnya, dia menarik nafas, dan melihat cermin itu sambil terengah-engah.

“Bahkan hewan demonic tidak bisa menghindari pantatnya meledak. Cermin ini…” Dalam kesenangannya, Meng Hao merasa sangat kagum. Dia menyimpan cermi itu, lalu melihat mayat hewan demonic itu, jantungnya berdebar-debar.

“Qi Condensation Manual punya penjelasan tentang hewan demonic. Manual itu bilang kalau mereka punya Demonic Core dalam tubuhnya yang mengandung energi spiritual. Aku harusnya bisa memakannya.” Meng Hao berjalan ke arah mayat. Sudah pasti, di bagian perut makhluk itu dia menemukan Demonic Core murni, seukuran kuku jari. Demonic Core itu mengeluarkan aroma yang lembut dan harum yang membuatnya merasa nyaman.

Setelah mendapatkan Demonic Core, Meng Hao segera pergi. Sayangnya,  makhluk demonic tidak sering muncul di daerah ini. Dia tidak melihat yang lain selama dia kembali ke Immortal Cavenya. Meng Hao merasa sedikit kecewa.

Saat dia kembali, waktu sudah menjadi malam. Dia duduk sila dan melihat Demonic Core dan cermin perunggu, matanya bersinar.

“Aku bisa memakan Demonic Core, tapi aku masih memiliki Spirit Condensation Pills yang dibagikan oleh Sekte. Aku akan memakan pil itu dulu, lalu aku akan memakan Demonic Core.” Pikiriannya sudah ditetapkan, Meng Hao menaruh Demonic Core, cermin perunggu, dan Spirit Stone di dekatnya. Dengan Spirit Stone di dekatnya, dia bisa menyerap energi spiritual sedikit lebih banyak.

Lalu, dia mengeluarkan Spirit Condensation Pill dan menelannya. Segera setelah pil itu masuk ke tubuhnya, helaian energi spiritual mulai menyebar dengan perlahan. Meng Hao memutar energi Cultivationnya, dengan cepat menyerap energi dari pil itu.

Saat dia membuka matanya setelah satu jam, matanya bersinar terang. Mengonsumsi pil ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan melatih cultivation, pikirnya. Sayangnya, Spirit Condensation Pill tidak memiliki energi yang cukup. Tidak ada yang bisa dilakukannya tentang itu. Pandangannya berpindah ke sampingnya dan dia mengambil Demonic Core dan memasukannya ke mulutnya.

Begitu Demonic Core itu masuk ke tubuhnya, energi spiritual yang jauh melebihi Spirit Cultivation Pill masuk ke tubuhnya. Energi itu hampir terlalu banyak untuk dikonsumsi. Dia dengan cepat memutar Cultivationnnya dan memasukkan energi ke dalamnya. Tubuhnya mulai gemetar, dan kotoran mulai keluar dari pori-porinya. Delapan atau sepuluh jam selanjutnya, kepalanya berdengung, dan Meng Hao merasa tubuhnya akan mulai terbang. Sekarang, tidak ada untaian energi spiritual di dalam tubuhnya. Untaian-untaian itu sudah bergabung menjadi suatu arus.

“Arus energi spiritual, tubuh mengeluarkan kotoran mortal. Ini… jangan bilang ini adalah level dua Qi Condensation?” Meng Hao membuka matanya. Kedua matanya bersinar dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Dia melihat tubuhnya sendiri, lalu mengarahkan kesadarannya ke dalam dan membutuhkan waktu lama untuk memeriksa tubuhnya sendiri. Sudah pasti, dia sudah melewati level pertama Qi Condensation ke level kedua.

“Demonic Cores memang sangat efektif.” Mata Meng Hao bersinar. Dia berdiri dan berjalan mengelilingi Immortal Cavenya, menikmati perasaan dari energi spiritual yang menyerupai arus beredar melewati tubuhnya. Dia sangat bahagia.

“Aku sekarang Immortal Qi Condensation level dua!”

“Sayang Demonic Cores sangat langka. Jika tidak, aku bisa berlatih Cultivation jauh lebuh cepat. Dan itu semua karena cermin berhargaku.” Meng Hao melihat cermin itu. Saat dia melihatnya, tubuhnya tiba-tiba bergetar, dan dia secara tidak sadar menggosok matanya. Dia melihat lebih dekat, dan ekspresi tidak percaya memenuhi wajahnya.

 

Cermin perunggu itu tetap diam di tempatnya. Tapi tidak ada Spirit Stone diatasnya. Tapi, ada Demonic Core!

“Ini…ini…” otak Meng Hao berputar, dipenuhi kebingungan. Dia merasa dia sudah kehilangan akal sehatna. Dia menatap diam Demonic Core yang ada di atas cermin perunggu. Dia ingat dengan jelas. Tapi, dia sudah memakan Demonic Core itu. Tiba-tiba, dia jadi tidak yakin. Apakah dia sudah memakan Demonic Core? Atau dia memakan Spirit Stone?

“Aku tidak mungkin memakan Spirit Stone…” Meng Hao melongo untuk beberapa saat lalu perlahan mengambil Demonic Core itu. Dia ragu, lalu meletakannya di depan mulutnya dan menciumnya. Baunya membuat dia yakin; apa yang barusan dia makan adalah Demonic Core.

“Apa…apa yang terjadi? Ada yang lain? Jangan bilang aku salah, dan hewan demonic itu memiliki dua Demonic Core?” Meng Hao merasa tambah bingun. Dia menggelengkan kepalanya, memaksa dirinya untuk menjernihkan pikirannya. Dia melihat Demonic Core itu, lalu ke cermin perunggu. Tubuhnya mulai gemetar dan matanya bersinar terang, seperti dia baru saja melihat sepuluh ribu keping emas. Rasanya seperti dia akan menjatuhkan Demonic Core itu.

“Mungkinkah…cermin itu menyerap Spirit Stone dan membuat Demonic Core kedua!” Suaranya bergetar. Dia tidak pernah membayangkan cermin itu memiliki kemampuan yang lebih hebat.

Setelah beberapa saat, dia sudah mulai mengendalikan dirinya lagi, meskipun pikirannya masih dipenuhi banyak hal. Saat ini, dia tidak punya Spirit Stone untuk mengujinya, jadi hatinya dipenuhi kegelisahan. Dia dipenuhi keinginan untuk melakukan pengujian.

“Spirit Stones. Aku butuh Spirit Stones!” Matanya bersinar seperti hewan buas. Pada saat ini, Spirit Stones menjadi jauh lebih berharga dari emas di matanya. Keinginannya untuk memiliki Spirit Stones jauh lebih kuat dibandingkan dengan saat dia ingin menjadi pegawai.

Spirit Stones sangat diperlukan oleh Cultivator, terutama Meng Hao. Saat memikirkan tentang keuntungan dan kerugian pribadi, hati seseorang akan dipenuhi kegugupan dan kegelisahan. Saat ini, keinginan Meng Hao mendapatkan Spirit Stones lebih kuat dari apapun yang pernah dia rasakan.

Sayangnya, Reliance Sect adalah sekte kecil. Selain Hari Pembagian Pil bulanan, hampir tidak ada kesempatan untuk mendapatkan Spirit Stones selain mengambilnya dari orang lain.

“Masih ada sebulan sampai Hari Pembagian Pil selanjutnya.” Meng Hao melihat cermin perunggu itu, dan ekspresinya menjadi garang. Beberapa saat setelahnya, kegarangannya menghilang, tersembunyi. Saat ini, Cultivation Basenya hanya pada level dua Qi Condensation. Meskipun dia ingin sesuatu dengan paksa, dia tidak bisa menandingi siapapun.

“Dulu di Yujie County, aku tidak punya uang,” kata Meng Hao pasrah. “Aku sekarang seorang Immortal dan aku masih tidak punya uang.” Di pikirannya, dia menimbang bagaimana caranya dia bisa mendapatkan lebih banyak Spirit Stones.

 

 

← ISSTH 6 – Kehebatan Cermin Perunggu ISSTH 8 – Zhao Wugang→

Leave a Reply