LLS 102 – Aku Ambil Kembali Harga Diri Kami

Kayaknya sih chapter terakhir hari ini,

Diterjemahkan oleh Akira_94

Selamat membakar waktumu! 🙂


LLS 102 – Aku Ambil Kembali Harga Diri Kami

Setiap beast memiliki kelemahan.

Perbedaan terbesar di antara beast petarung adalah kelemahan dari beast kuat sulit ditemukan, namun itu bisa dengan mudah terlihat pada beast yang lebih lemah.

Beast tipe penguat di luar terlihat tidak memiliki kelemahan. Mereka juga tidak memiliki batasan serangan seperti beast tipe elemen, juga tidak dapat melindungi pemiliknya saat menyerang seperti beast tipe petarung. Sedangkan untuk tipe khusus, kebanyakan dari mereka termasuk dalam kategori hidup, dianggap oleh banyak orang sebagai yang terburuk dari yang terburuk dan bahkan tidak layak untuk dibandingkan. Beast tipe penguat terlihat paling unggul, karena mereka bisa bersatu dengan pemiliknya dan menambah kekuatan mereka … tapi semua orang di Kontinen Soaring Dragon tahu jika beast tipe penguat memiliki kelemahan fatal. Selama titik kelemahan fatal ini diserang, tidak peduli apakah itu beast atau pemiliknya, mereka pasti akan terluka parah.

Saat bertarung melawan musuh yang memiliki beast tipe penguat, satu-satunya yang harus dilakukan adalah mencari titik kelemahannya dan dengan brutal menyerangnya.

Inilah yang Yue Yang lakukan!

Awalnya Yue Yang memiliki sedikit pemahaman tentang beast tipe penguat, tapi saat berada di paviliun langit, Guru Pengetahuan, Luo Hua sangat antusias untuk menyampaikan beberapa pengetahuan tentang beast pada pencuri bodoh yang bahkan tidak tahu dasar….

Di antara semua pengetahuan yang dia berikan, kelemahan Iron-clawed Bear juga disebutkan!

Setelah menggunakan bantuan dari Iron-clawed Bear, pemiliknya akan memiliki kulit sekuat Iron-clawed Bear, tulang sekuat besi, kuku seperti cakar, kebal senjata dan juga memiliki kekuatan yang luar biasa.

Namun, hal itu memiliki kelemahan jelas yang berupa tanda berbentuk putih bulan sabit di dadanya. Jika tanda ini diserang, pemilik dan beast itu akan terluka berlipat ganda dari biasanya.

“Hong!”, Cakar beruang si Tetua Ruang Penyiksaan menebas udara dan menhantam tanah.

Lempengan batu di jalan segera retak dan hancur. Lubang dalam dan retakan berbentuk sarang laba-laba muncul di atas tanah.

“Mati!” Serangan sebelumnya hanya mengenai bayangan Yue Yang. Yue Yang yang sudah mengamuk memiliki kecepatan yang jauh melampaui apa yang bisa dilihat oleh Mata Tetua Ruang Penyiksaan. Dia berputar di udara, meminjam kekuatan putarannya untuk menancapkan tombak yang patah ke dada Tetua Ruang Penyiksaan yang berubah. Saat Tetua Ruang Penyiksaan melolong sedih karena rasa sakit saat titik kelemahannya terkena serangan, pukulan Yue Yang mengikuti; left hook, right hook, uppercut and jab, tanpa henti menyerang dan sikunya juga menyerang ke segala arah. Yue Yang kemudian melompat seperti macan kumbang dan dengan kuat menekan kepala botak Tetua Ruang Penyiksa dengan kedua tangan sambil terus-menerus menyerang dengan sikunya di wajah Tetua Ruang Penyiksaan yang perlahan-lahan kembali ke wujud awal. Setiap gigi Tetua Ruang Penyiksa hancur dan dibuat terbang keluar dari mulutnya.

Darah berceceran keluar dari wajah Tetua Ruang Penyiksa dan membutnya terlihat mengerikan.

Tetua Ruang Penyiksaan sangat kesakitan hingga dia ingin mati dan menyadari jika kelemahannya telah ditemukan, saat beastnya telah mendekati kematian. Dia segera panik, ingin melarikan diri dan tidak mempedulikan hal lain.

Tapi dalam keadaan bingung, dia mulai menuju ke wanita cantik di dalam kereta kuda … Dua perwira berjubah merah itu melihat dengan ekspresi tidak bisa bebuat apa-apa dan hanya bisa merasa tidak berdaya pada atasan mereka. Tidak masalah jika dia tidak memohon ampun atau melarikan diri saat berada depan pintu kematian, tapi dia justru ingin membunuh Ibu Keempat yang paling ingin dilindungi Yue Yang?

Apakah dia ingin mengajak seseorang mati bersama?

Bahkan jika dia melakukan kekerasan dan dendam, dia tidak bisa begitu hina untuk melakukan hal ini, bukan?

Jika dia benar-benar melakukan ini, dia secara otomatis memaksa lawannya untuk membunuhnya … Karena dia tidak bisa mengalahkannya dari depan, dia benar-benar memutuskan untuk menahan lawannya dengan menyandera ibu angkat. Bukankah ini terlalu berlebihan?

Nyatanya, menurut pendapat mereka, jika Tetua Ruang Penyiksa tidak sangat keras kepala, Tuan Muda Ketiga yang tidak berguna ini mungkin tidak akan mengamuk. Bahkan jika dia melakukannya, dia mungkin tidak akan menjadi semarah seperti sekarang dan mungkin tidak akan begitu berusaha untuk membunuh Tetua Ruang Penyiksaan! Situasinya sekarang sangat jelas. Tuan Muda Ketiga sebenarnya telah melatih kemampuan bela diri dengan tekun selama ini. Dia telah berlatih secara rahasia dan selalu bersikap rendah diri tanpa membiarkan siapa pun dari Klan mengetahuinya. Setelah dia mengontrak grimoire, dia mungkin ingin kembali ke Klan untuk membersihkan reputasinya sebagai orang yang tidak berguna, tapi dia justru dengan situasi seperti ini. Oleh karena itu, sulit baginya untuk tidak ingin mengamuk!   

Ini membuat seseorang tanpa pilihan!

“Ha, ha, ha, ha!” Agar bisa selamat, Tetua Ruang Penyiksa mengayunkan cakarnya ke segala arah tanpa memperhatikan sekitarnya dan berlari lurus ke depan.

“Orang tua keras kepala, aku akan merobekmu sampai hancur!” Ketika Yue Yang melihat jika si tua ingin membawa wanita cantik itu bersamanya sampai mati, amarahnya naik sampai-sampai api bisa membakar separuh langit. Dia mengejarnya dengan kecepatan kilat dan dengan sangat dalam menancapkan kelima jarinya ke dalam punggung Tetua Ruang Penyiksaan. Yue Yang ingin meremas jantungnya dan segera membunuhnya, namun Tetua Ruang Penyiksaan yang tidak ingin mati melarikan diri dari Yue Yang dengan segenap kekuatannya. Hal itu benar-benar memungkinkannya untuk melarikan diri dari serangan Yue Yang, sementara dia menuju ke kereta kuda.

Yue Yang sangat marah hingga wajahnya berubah seperti setan.

Dia dengan cepat melesat, mencengkram kaki kanan Tetua Ruang Penyiksaan dengan kakinya dan berdiri menggunakan tangannya untuk melempar tubuh Tetua Ruang Penyiksaan ke udara.

Yue Yang kemudian meringkukkan tubuhnya ke depan dan melemparkan tubuh Tetua Ruang Penyiksaan ke udara. Tetua Ruang Penyiksaan terbang tinggi … bahkan sebelum dia menyentuh tanah, Yue Yang yang benar-benar marah telah mengeluarkan Crescent Blade dari kereta dan menyerangnya ke depan.  

“Jahat, penuh kekerasan, ingin membawa mati seseorang bersamamu, ingin ada seseorang yang menemanimu di peti matimu!” Yue Yang berteriak, meneriakkan setiap kata dengan berulang kali menebas Tetua Ruang Penyiksaan dengan Crescent Blade yang membuat tulang dan daging untuk tercecer. Begitu Tetua Ruang Penyiksaan jatuh ke tanah, Yue Yang yang marah memotong keempat anggota badannya dan dengan gila membuat puluhan garis miring di tubuh yang mulai berubah ke wujud awal dengan Crescent Blade. Tetua Ruang Penyiksaan terlihat seperti babi mati di tangan tukang daging dengan bagian tubuhnya tercecer di semua tempat. Ketika Yue Yang dibasahi oleh darah mengangkat Crescent Blade-nya untuk terakhir kali, bersiap untuk memenggal si Tetua, tiba-tiba terdengar teriakan dari seseorang di kejauhan: “BERHENTIII!”   

“Berhenti … masih ada harapan jika kau berhenti sekarang!”

Seorang pria tua berwajah kemerahan dengan rambut putih menunggangi seekor rusa besar dengan cepat menuju mereka. Dia belum sampai, tapi suaranya sudah sampai di Yue Yang.

Melihat orang ini, wajah Yue Bing berubah menjadi sukacita dan ekspresinya menjadi emosional, “Kakek Kelima, kau harus menegakkan keadilan bagi kami! Kami tidak salah, merekalah yang memaksa kakak untuk bertarung, mereka membuli kami lebih dulu … ”

Orang tua yang menunggang rusa itu tiba dan melihat jika seluruh area telah berubah menjadi rumah jagal. Bau darah yang kuat memenuhi udara saat korban yang tak terhitung jumlahnya terbaring di tanah, merintih dan menangis. Dia melihat diam sejenak.

Meskipun dia adalah seseorang dengan banyak pengalaman hidup, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak ketakutan.

Kenapa keadaannya bisa seperti ini?

Sepertinya Rumah Keempat dalam keadaan sulit!

“San-er, entah siapa yang salah, sebaiknya turunkan senjatamu dulu. Jika kau membunuh Tetua Ruang Penyiksaan sekarang, seberapa benarnya kau pada awalnya dan tidak peduli berapa banyak kesulitan yang kau alami sejak awal, kau hanya akan salah pada akhirnya! Dengarkan saran Kakek Kelimamu, turunkan senjatamu sebelum masalah ini berubah menjadi lebih buruk! Kakak Hai (Master Klan) tidak berada di tempat dan tiga Tetua Besar sedang bermeditasi. A-Shan (Yue Shan – Master Pertama) adalah Pemimpin Klan yang bertindak saat ini, kau tidak akan bisa melawannya dengan kekerasan! Dengarkan Kakek Kelimamu, turunkan senjatanya dan tunggu di sini sementara aku akan memanggil Kakak Hai kembali … Jika kau merasa benar dan tidak takut berdebat dengan yang lain, Kakek Kelima akan mendukungmu. Namun, kau tidak boleh membunuh Tetua Ruang Penyiksaan. Dia mungkin saja menjadi pion lain. kau adalah anak yang cerdas. Aku pikir kau pasti mengerti apa yang baru saja aku katakan!” Tetua yang mengendarai rusa segera memberi saran ke Yue Yang.  

(TL Note: Yue Yang dipanggil sebagai San-er karena dia adalah Tuan Muda Ketiga. Ini adalah cara yang lebih dekat untuk berbicara kepada generasi muda)

“Aku pernah menjadi yatim piatu, juga seorang sampah, dibulli oleh semua orang. Aku tidak memiliki pendukung dan untuk bertahan hidup, aku harus diam dan bertahan. Namun, setelah Ibu Keempat merawatku, aku sekali lagi memiliki seorang ibu dan keluarga kecil yang hangat! Sejak saat itu, aku bertekad jika ada seseorang yang menyakiti rumah atau ibuku, bahkan jika dia adalah Kaisar, aku pasti akan membunuhnya!” Tatapan Yue Yang sedingin es dan melanjutkan,”Hari ini, ijinkan aku, Tuan Muda ketiga yang kotor ini, memberitahu dunia menggunakan darah. Tidak masalah untuk membuliku, asalkan tinjumu lebih besar dari milikku dan kau memiliki cukup alasan untuk melakukannya! Tapi, siapa pun yang berpikir untuk menyakiti anggota keluargaku, aku akan membunuh tanpa peduli siapa itu!”

Yue Yang mengangkat Crescent Blade yang tertutupi darah dan dengan tatapan tajam menebaskannya ke bawah.

Darah segar keluar dari leher Tetua Ruang Penyiksaan,yang telah berada di ambang kematian. Kepala Tetua Ruang Penyiksaan yang hancur menggelinding beberapa meter di tanah.

Saat pria tua yang menunggang rusa melihat ini, dia dengan pahit menutup matanya dengan kesedihan dan menggelengkan kepalanya, mendesah dalam-dalam: “San Er, aku tahu kau marah, tapi apakah ini benar-benar sepadan dengan masalah? Dengan tebasan satu ini, situasinya menjadi sulit untuk diselesaikan!”

Yue Yang yang mirip iblis seperti yang basah dengan darah dari kepala hingga ujung kaki mulai tertawa gila, “Sebagai orang yang bermartabat, apakah aku masih akan dipanggil sebagai pria jika aku bahkan tidak bisa melindungi keluargaku sendiri? Jangan pernah menyebutkan Tetua Ruang Penyiksaan ini yang benar-benar layak menerima kematiannya dan tidak mampu menebus kejahatannya dengan kematiannya. Bahkan jika itu adalah orang yang lebih kuat atau Ranker terkuat, aku masih akan membunuhnya tanpa ampun! Siapa pun yang ingin menyentuh sehelai rambut di keluargaku, lewati dulu mayatku! ”

Saat mendengar apa yang dikatakan anaknya, wanita cantik itu segera tergerak dan mulai menangis keras.

Bahkan Yue Bing yang biasanya keras kepala itu menyembunyikan wajahnya dan menangis. Air matanya jatuh seperti manik-manik mutiara dari tali yang putus melalui sela jari-jarinya.

Saat Tetua yang menunggang rusa mendengar apa yang dikatakan Yue Yang, dia menganggukkan kepalanya dan mendesah. Sepertinya dia merasa sangat jengkel. Akhirnya dia menenangkan pikirannya dan menasihati: “San-er, karena kau telah mebuat keputusan, Kakek Kelima tidak akan banyak bicara. Aku harap kau tetap di sini dan menunggu Kakak Hai kembali dan bertanggung jawab atas keadaan ini. San Er, kesabaranmu seperti milik ayahmu, tapi terlalu agresif tidaklah baik. Saat itu jika dia tidak … kalian semua harus menunggu di sini, dan tidak menanggapi provokasi siapa pun atau jatuh ke dalam jebakan orang lain. Aku akan segera pergi menemui Kakak Hai!”

“Terima kasih. Namun, apa yang aku Xiao San yang tidak berguna ini ingin lakukan saat ini adalah tidak menunggu kematian, namun menggunakan kekuatanku untuk memberi tahu Klan agar tidak memperlakukan toleransi kami sebagai kelemahan! Hari ini, Cabang Keempat tidak akan mentolerir tirani kalian lagi. Aku ingin membawa Ibu Keempat, Bing-er, dan Shuang-er ke Kastil Klan Yue! Tidak peduli jika Klan Yue menyambut kami atau tidak, kami masih akan kembali ke rumah dan mengambil kembali harga diri yang menjadi milik kami … Aku telah mengatakannya sebelumnya, siapa pun itu, aku akan menganggap orang-orang yang menghalangi jalan kami sebagai musuh dan membunuh mereka. Mari kita lihat siapa yang bernyali untuk menghentikanku membawa pulang Ibu Keempat!” Yue Yang berteriak keras. Penjaga Klan Yue yang melihat di sekitar begitu ketakutan hingga mereka mulai melarikan diri ke segala arah.

“Jika kau seperti ini, bagaimana mungkin kau bisa pergi ke Kastil Klan Yue? San-er, apakah kau tahu jika beberapa anggota Klan benar-benar menginginkan kau melakukannya!” Orang tua yang menunggangi rusa itu dengan susah payah terus menasihati Yue Yang.

“Tidak masalah jika harus melewati gunung pisau atau lautan api, aku masih akan melakukannya! Ibu Keempatku sangat baik dan sabar, tapi aku sebagai anaknya, tidak akan hanya berdiri sambil melihatnya dibulli oleh orang lain! Hanya karena Ibu Keempat ada di masa lalu aku bisa berdiri di sini hari ini. Oleh karena itu, hari ini aku akan berada di sini untuk Ibu Keempat!” Yue Yang memegang sebuah pedang di satu tangannya, saat dia menarik tali dari mayat kuda-kuda yang mati dengan tangan yang lain.

(TL Note: Melewati gunung pisau atau menyebarangi lautan api adalah pepatah cina yang berarti menghadapi segala rintangan)

Dia meleteakkan tali yang dibasahi darah ke atas bahunya dan menarik kereta kuda itu, berjalan dengan susah payah ke depan dengan perlahan.

Martabat tidak bisa diberikan kepadamu oleh orang lain.

Itu harus diperjuangkan, menggunakan tangan dan kekuatanmu sendiri …

Di bawah tatapan rumit pria tua yang menunggangi rusa itu dan awasan dari algojo berpakaian merah, Yue Yang yang basah akan darah menarik kereta itu dan perlahan-lahan berjalan melewati Desa Klan Yue untuk menuju Kastil Klan Yue.

Ke mana pun dia lewat, semua penjaga keluarga Yue dan sanak saudaranya akan segera menyebar ketakutan!

Yue Yang menatap Istana Klan Yue yang megah yang terletak di tengah gunung di kejauhan. Dia kemudian melihat ke langit dan semburan semangat mengalir di pembuluh darahnya, ‘Pemuda menyedihkan, apakah kau melihat hal ini? Aku sangat berharap kau bisa melihatnya. Di sini, aku akan berdiri atas namamu dan mengambil kembali harga dirimu yang hilang!’

 

← LLS 101 – Serangan Yue Yang LLS 103 – Mencapai Alam Baru dalam Pertarungan→

Leave a Reply