LLS 16 – Kriteria untuk Memilih Pasangan: Bokong Semok

Update di hari minggu yang cerah ini,

Diterjemahkan oleh 8seen

Disunting oleh Tolv

LLS 16 – Kriteria untuk Memilih Pasangan: Bokong Semok

Melihat harga buronan sebesar seribu emas, Yue Yang hampir saja pergi dan menyajikan dirinya sendiri di atas piring perak.

Walaupun mungkin dia tidak paham dengan pepatah ‘Pohon yang sendiri boleh saja terlihat lebih indah daripada pepohonan, tetapi ia akan mudah hancur karena badai’, tetapi dia sudah pernah mendengar banyak cerita. Yue Yang merasa jika memberitahu pada seluruh dunia jika dia adalah Ranker Innate rahasia baru bukanlah ide yang bagus. Keluarga Royal tentunya akan merasa senang ada seorang Ranker Innate yang bergabung dengan mereka, menguatkan kekuatan negeri mereka. Tetapi apa yang akan dipikirkan oleh dua negara besar lainnya? Mereka mungkin akan membunuhnya sebelum dia menjadi Ranker tingkat atas.. Dia sudah menjadi Innate Ranker di usia semuda itu, terlebih lagi, dia tidak pernah memakan segala macam elixir dan juga masih kekurangan seekor Mythical Beast. Bahkan seorang idiot akan tahu jika teknik Innate yang dia pelajari adalah teknik yang hebat, sehingga para Ranker lain pasti akan merasa iri dengan teknik itu.

Sehingga, kecuali seseorang menjadi tak terkalahkan, dia harus selalu mencoba untuk tetap rendah hati dan beraksi dalam bayang-bayang. Lagipula, kamu harus tetap diam tentang hartamu agar bisa menjaganya dengan lebih baik.

Yue Yang tertawa sambil memakai topeng hitamnya untuk menutupi wajahnya sebelum berjalan dengan angkuh ke dalam Guild Tentara Bayaran.

Ruang itu penuh dengan para Tentara Bayaran, tetapi tidak ada seorangpun yang tahu bahwa pemuda bertopeng ini adalah Ranker Innate yang dicari-cari oleh seluruh dunia. Mereka tetap minum dan berjudi seperti biasanya.

Siapa saja bisa bilang dengan sekali pandang bahwa seorang dengan baju hitam dengan topeng menutupi wajahnya seperti Yue Yang jelas adalah seorang thief jadi-jadian yang baru mulai berbisnis.

Selain mengawasi uang mereka dengan lebih cermat, tidak ada reaksi lain.

“Permisi, bisakah anda memberitahu saya langkah-langkah untuk mendaftar sebagai seorang tentara bayaran?” Yue Yang bertanya dengan sopan. Di dalam Guild Tentara Bayaran, jika seseorang lebih sopan, itu berarti dia lebih lemah, dan akan dipandang rendah. Yue Yang ingin seluruh dunia melihatnya sebagai orang lemah. Dengan begitu, dia bisa menjaga skillnya tetap tersembunyi dan lebih baik dalam menjaga rahasia-rahasianya. Jadi, dia menggunakan topeng ‘Saya lemah, tolong jangan bully saya’.

“Pay up, then fill out this form. If you have extra money, you can buy a ‘Tentara Bayaran Heavenly Badge’. Every time you complete a mission, it’ll record your accumulated points, and naturally raise your Tentara Bayaran Rank. However, this would cost an additional fee of 10 silver coins.” The Tentara Bayaran guild’s receptionist was not a gorgeous beauty that Yue Yang had imagined. He was just a greasy-faced, bald old man.

“Bayar, lalu isi formulir ini. Jika kamu memiliki uang ekstra, kamu bisa membeli sebuah ‘Mercenary Heavenly Badge’. Setiap kali kamu menyelesaikan sebuah misi, barang itu akan merekam poinmu, dan menaikkan Rank Tentara Bayaranmu. Tetapi, barang itu akan dikenakan biaya tambahan sebesar 10 koin silver.” Resepsionis dari Guild Tentara Bayaran bukanlah seorang wanita cantik yang Yue Yang bayangkan. Dia hanyalah seorang seorang pria tua botak dengan wajah berminyak.

“A..Aku tidak tahu cara menulis. Bisakah kamu membantuku mengisinya? Aku, Aku akan membayar 1 koin silver.” Tentu saja, Yue Yang bisa menulis, dia hanya tidak mau orang lain mengetahui tulisannya.

Para Ranker di Soaring Dragon Continent memiliki segala macam tipe dari skill Inherent.

Jika seseorang dengan skill membedakan tulisan tangan datang, bukankah penyamarannya akan terbongkar?

Membayar pria tua ini tentu saja lebih aman. Hal itu tidak terlalu penting; selama dia dapat menggunakan Guild Tentara Bayaran untuk mendapatkan beberapa misi yang menghadiahi uang, dia akan mendapatkan uangnya kembali.

Sebelumnya Si Pria Tua sudah sering bertemu banyak Tentara Bayaran yang tidak bisa menulis. Tetapi dia biasanya akan mencurangi orang yang tidak dia kenal. Segera, dia yakin bahwa Yue Yang adalah anak ayam naif yang baru saja menetas dari telurnya. Mana mungkin dia bersedia membayar 1 koin silver hanya untuk mengisikan formulir baginya? Sekeping silver sama dengan 100 perunggu! Pemuda ini terlihat membuang-buang uangnya begitu saja. Jika pemuda ini bukanlah seseorang dengan uang lebih banyak daripada akal di kepalanya, pria jenis apa lagi dia selain itu? Si Pria Tua itu tidak bersusah payah menahan-nahan lagi, dan berkata dengan dinginnya: “Aku bisa membantumu mengisinya, tetapi kamu harus membayarku 3 koin perak.”

Di dalam hatinya Yue Yang sangat jijik dengan pria tua yang serakah ini. Tetapi dari luar, dia menunjukan ekspresi memelas dan memohon-mohon, “Tiga terlalu banyak. Dua perak, aku akan membayar dua perak. Bisakah kamu membantuku mengisi formulir ini?”

Semua Tentara Bayaran di ruangan melihat si pria tua membully si amatir, dan mulai tertawa terbahak-bahak. Membully amatir adalah tradisi utama dari guild Tentara Bayaran.

Pada saat itu, seorang anak muda dengan tubuh ramping dan menggunakan topeng wajah dengan mata yang bersinar berjalan dari pintu. Anak muda itu menjulurkan tangannya secepat kilat dan mengambil pena dan kertas yang ada di tangan Yue Yang. Dia memaki dengan lembut: “Menawarkan dua perak untuk menyuruh seseorang mengisi formulir untukmu, apakah kepalamu ditendang oleh anak keledai? Dia adalah staff; sejak awal, tugasnya adalah membantu orang-orang yang tidak bisa menulis sepertimu untuk mengisi formulir. Seorang idiot sepertimu ingin menjadi seorang thief? Kamu akan mati kelaparan duluan. Siapa namamu?”

“Kamu akan membantuku mengisinya?Terimakasih, brother. Terimakasih banyak.” Ekspresi Yue Yang penuh dengan rasa terimakasih selagi dia mencoba memeluk orang itu.

“Stop, jika tidak aku akan menendangmu keluar dari pintu…Idiot, beritahu aku, siapa namamu?” Si thief dengan mata bercahaya segera memberi tatapan marah ke Yue Yang saat dia mendengar ‘brother’.

“Namaku adalah Titan.” Yue Yang menyesal dia tidak bergerak cukup cepat, karena dia tidak bisa memeluk orang itu. Dia berpura-pura melihat pihak itu mengisi formulir, mendekati thief dengan mata bercahaya itu. Di waktu yang bersamaan dia dapat mencium bau segar dari tubuh si anak muda itu. Bagus, bau ‘brother’ ini sangat menyenangkan bagi hidung. Itu menyegarkan jiwanya, seperti bau dari ‘Bau Indah Perawan’ yang melegenda akan menyegarkan semangatnya. Dari luar, Ekspresi Yue Yang tidak berubah; tetapi suatu tempat tertentu di bagian bawah secara memalukan terbangun.

“Titan? Nama macam apa itu? Aku merasa dulu pernah mendengar itu di suatu tempat…” Si thief dengan mata yang bercahaya menaikkan alis indahnya.

“Titan adalah nama sejenis kurcaci, benar, mereka sangatlah pendek, dan mereka adalah sekelompok kegagalan. Setelah dikalahkan oleh musuh mereka, mereka bahkan dilempar ke neraka…” Yue Yang menjelaskan.

“Itu terdengar tidak benar. Jika itu seperti yang kamu katakan, lalu kenapa kamu memilih menamai dirimu sendiri meniru kegagalan dari seorang kurcaci?” Si thief dengan mata bersinar bertanya dengan rasa ingin tahu. Si thief lumayan pintar, dan merasa sesuatu tidak beres. Tetapi, jika Yue Yang menjawab pertanyaan dari ‘brother’ secara sungguh-sungguh, maka dia tidak akan dipanggil sebagai counterfeit guy lagi. Matanya tertawa dan dia berlagak pintar: “Itu memang karena itu mewakili kegagalan dari kurcaci maka aku memilih nama ini. Itu untuk selalu mengingatkanku sejak saat ini, Aku tidak boleh gagal dengan cara yang sama.”

“…..” Si thief dengan mata bersinar tidak bisa berkata-kata. Jika itu memang benar, maka mengingatnya secara mental sudah cukup bagus. Mengapa perlu menggunakan pikiran menyedihkan seperti itu menjadi nama?

Bagaimanapun, fakta tentang kegagalan seorang kurcaci yang bernama Titan masih berasa janggal.

Si thief dengan mata bercahaya tersenyum licik ke Yue Yang dan mendengus dengan lemah, lalu dengan luwes membantu dia mengisi formulir dengan nama, jenis kelamin, dan pekerjaan. Si thief lalu bertanya: “Berapa umurmu tahun ini?”

Yue Yang menghitung dengan jarinya, dan menjawabnya dengan suara polos, “200 tahun, tetapi aku belum menikah; Aku sedang dalam perjalanan mencari cinta sejatiku. Kriteriaku untuk mencari pasangan tidaklah terlalu tinggi, pacarku hanya perlu secantik bidadari, berlekuk, memiliki pinggang yang ramping dan bokong semok.”

Mendengari ini, semua Tentara Bayaran yang ada di dalam ruangan menyemprotkan wine di dalam mulut mereka.

Apakah bocah ini gila cinta?

Cerita legendaris tentang katak mengimpikan memakan daging angsa mungkin adalah seseorang seperti bocah ini.

Si thief dengan mata bercahayanya juga memutar matanya: “Kenapa kamu tidak mengatakan selain harus memiliki bokong semok, dia juga harus mencintaimu untuk 10.000 tahun?”

Yue Yang berekspresi seperti keputusannya tidak bisa dipungkiri: “Mencintaiku untuk 10.000 tahun adalah waktu tersingkat; jika dia bisa mencintaiku untuk 100.000 tahun maka itu akan lebih baik. Bahkan satu juta tahun tidak berlebihan.”

Love you my ass” Si thief dengan mata bercahaya menampar badan Yue Yang, saat dia berpikir kenapa malam ini dia repot-repot berbicara dengan orang gila ini, merasa sangat-sangat depresi. Yue Yang secara tidak terduga masih memiliki mood yang bagus saat dia menjulurkan tangannnya dan menepuk-nepuk bahu si thief dengan mata bercahaya: “Terimakasih, brother. Kata-kata “Love you my ass” sangatlah bagus. Itu sangat tepat, dan luar biasa. Lelaki sejati harus penuh gairah dengan cinta. Mungkin jika dikatakan dengan ekspresi intim, itu akan menjadi lebih baik. Lain kali jika aku “mengajak” wanita, aku akan menggunakan kata itu. Apakah kamu sudah selesai mengisi formulirnya? Aku sangat berterimakasih, brother. Aku akan mengajakmu makan cemilan tengah malam di penginapan baru di bagian timur dari kota yang baru saja kedatangan wanita dengan ** sebesar bola sepak. Ayo, mari kita minum-minum bersama. Di waktu yang bersamaan, kita bisa menyegarkan mata kita dengan pemandangan yang indah.”

“Kau…Bola sepak? Apa itu bola sepak?” Si bandit menatap tajam Yue Yang dengan mata yang mengerikan, tetapi dia juga tertarik dengan istilah asing yang di katakan olehnya, jadi dia mencoba untuk menanyakannya padanya.

 

← LLS 15 – Harga Buronan yang Besar LLS 17 – Teknik Menggolongkan yang Mengagumkan→

1 comment

Semangat terus min…

Leave a Reply