LLS 22 -Tolong Jangan Jatuh Cinta Padaku Begitu Saja

Maaf untuk delay yang terlalu lama, kemarin ada urusan hectic jadi update LLS terhambat

Silahkan nikmati chapter pertama minggu ini.

Diterjemahkan oleh 8seen

Disunting oleh KenMashiro

LLS 22 – Tolong Jangan Jatuh Cinta Padaku Begitu Saja

Si thief bermata cerah bergumam “konyol” dan menjauhkan tangan Yue Yang. Lalu dia berdiri dan berbalik untuk pergi.

“Darimana ini konyol? cinta romantis bergairah antara pria dan wanita adalah hal yang paling berarti di dunia.” Yue Yang segera mengejar dia, sangat dekat. Diwaktu yang bersamaan, dia tertawa,”Bro, jangan merasa malu. Jika kamu tidak tahu apa-apa tentang kemampuan di atas ranjang, aku bisa mengajarimu. Walaupun aku tidak dapat dianggap berpengalaman, kita bisa meriset topik ini bersama-sama… Jika kamu memiliki sesuatu untuk dikatakan, mari kita bicarakan… Jangan keluarkan belatimu.”

Si thief bermata cerah itu benar-benar marah, dan dia mulai bergerak cepat.

Dengan putaran tangannya, belati itu muncul di depan Yue Yang.

Yue Yang melihat belati yang ada di dekat tenggorokkannya, dan perlahan menaikkan kedua tangannya ke udara, menandakan dia menyerah.

“Pergilah! Aku bukanlah orang yang setipe denganmu.” Si thief bermata cerah itu mencoba sangat keras untuk menahan keinginannya untuk membunuh bocah ini, saat dia mengeluarkan kata-kata itu melalui sela-sela giginya.

“Tidak mungkin? Kamu tidak suka wanita?” Tanya Yue Yang dengan ekspresi ekstrim,”Mungkinkah kamua adalah chi chi man yang legendaris itu?”

“Apa itu chi chi man?” tanya thief bermata cerah itu dalam kebingungan.

“Di dunia ini, manusia dibedakan menjadi ‘penyerang’ dan ‘penahan’. Penyerang adalah pihak yang berperan untuk menaburkan benih-benih, itu merupakan pekerjaan yang berat. Di sisi lain, penahan adalah pihak yang berperan mengerang dalam kesenangan. Ini adalah pekerjaan yang nyaman dan hebat..Aiya, jangan pukul aku.” Yue Yang bahkan belum menyelesaikan perkataannya sebelum dia dipukul di wajahnya oleh si thief bermata cerah itu.

“Biarkan aku memperingatimu sekarang, jika kamu melihatku lagi, lebih baik kamu jaga jarak. Jika tidak, aku akan membunuhmu.” ucap si thief bermata cerah dengan marah. Tetapi, Yue Yang harus mengakui jika penampilan marah orang ini cukup atraktif.

Memang ada orang-orang seperti ini di dunia; tidak peduli saat mereka tertawa atau marah, penampilan mereka akan tetap sangat atraktif.

Setiap orang tidak bisa selain menyukai mereka.

Di sisi lain, ada juga orang-orang yang benar-benar berlawanan dengan yang tadi. Tidak peduli saat mereka senang atau kesal, penampilan mereka selalu menjijikkan. Orang-orang tidak akan memiliki pilihan lain selain muntah saat melihat mereka. Jika seseorang melihatnya terlalu lama, mereka akan memiliki keinginan untuk membenturkan kepala mereka ke dinding dan membunuh diri mereka sendiri.

Yue Yang merasa jika thief bermata cerah ini adalah orang tipe pertama, dan salah satu dari orang-orang yang akan selalu semakin disukai. Saat dia melihat thief bermata cerah ini marah, dia tidak takut padanya; malah, dia tersenyum lebih bahagia dan berkata,”Tidak perlu khawatir, Aku akan sembunyi jauh-jauh. Jika tidak, aku takut seorang penyuka pria sepertimu akan jatuh cinta padaku.”

Thief bermata cerah ini awalnya ingin menendang Yue Yang terbang lalu pergi, tetapi setelah dia mendengar kata-katanya, dia segera mempertanyakan kesehatan bocah ini.

“Apa yang kau katakan? Aku akan berakhir jatuh cinta padamu?” thief bermata cerah itu mengulanginya, seakan dia tidak percaya dengan telinganya.

“Tentu saja, seorang pria hebat dan tampan sepertiku diterima baik oleh wanita dan pria cantik. Tapi tolong catat: walaupun aku dicintai oleh semua orang, aku hanya suka wanita cantik. Aku tidak memiliki ketertarikan pada pria cantik, jadi tolong jangan jatuh cinta padaku.” Yue Yang, menaikkan hidungnya, membanggakan dirinya sendiri dengan rasa puas.

“….” thief bermata cerah hampir saja terjatuh karena mendengar kata-kata itu.

Dia pernah bertemu dengan narcissists sebelumnya, tetapi ini kali pertamanya bertemu dengan orang yang memiliki level setinggi ini.

Bahkan dinding Kota White Stone sama seperti kertas jika dibandingkan dengan tebal kulit orang ini. thief bermata cerah ini bahkan merasakan jika semua narcissist di dunia digabungkan menjadi satu orang dan dibandingkan dengan bocah ini, rasa narcissist mereka tidak akan ada 1/10 nya milik bocah ini.

Thief bermata cerah itu diam-diam bersyukur dia bukanlah seorang narcissist. Jika tidak, dia mungkin akan merasa inferior daripada bocah di depannya ini dan akan bunuh diri menggunakan belatinya sendiri…

Entah bagaimana bisa ada sebuah eksistensi abnormal di dunia ini.

Itu benar, selain abnormal, tidak ada kata lain yang dapat mendeskripsikan dengan akurat orang dengan pikiran mesum, dan sangat narsis yang sedang berdiri di depannya ini, yang saat ini di mukanya ada senyuman lebar.

“Walaupun ada banyak pria cantik yang menyatakan cintanya padaku sebelumnya, hatiku hanya bisa menerima wanita cantik sampai kapanpun juga.”

“Tidak perlu khawatir, Aku tidak akan pernah menyukai katak sehebat kamu, terutama bukan untuk selamanya.” Ejek si thief bermata cerah dan menghubungkan Yue Yang sebagai katak yang ingin memakan daging angsa, tenggelam dalam fantasi terliarnya.

“Aku merasa lega, bro. Aku selalu khawatir tentang masalah ini. Sekarang ternyata tidak ada yang salah, ternyata kamu memang tidak suka pria. Sama sepertiku, kamu menyukai wanita cantik. Hu, sekarang saat aku sudah lega dari tekanan ini sejak aku tahu kamu menyukai wanita,bukan pria, maka semuanya akan baik-baik saja. Ini sangatlah hebat: kita memiliki bahasa dan selera yang sama. Mari mari mari, pergi dalam sebuah petualangan bersama. Aku, yang sangat tahu tentang wanita dan memiliki banyak talenta, selalu ingin menulis buku tentang penjelasan mengenai misteri wanita dan petunjuk bagi jutaan pemuda di dunia ini. Aku hanyalah kekurangan seorang rekan.” Yue Yang menepuk-nepuk dadanya, dan melebih-lebihkan kekhawatirannya yang akhirnya teratasi. Dia lalu merangkul pundak si thief bermata cerah itu, seperti dia akhirnya menemukan seorang rekan seperjuangan yang memiliki ketertarikan sama dan akan menemaninya di medan pertempuran.

“Aku bilang, seorang berpengetahuan dan bertalenta banyak sepertimu seharusnya bisa menyelesaikan buku tentang wanitamu itu sendirian. Aku memiliki hal yang harus kulakukan, jadi aku tidak akan menemanimu.” Si thief bermata cerah itu tersenyum dingin, memandang rendah seorang yang mengaku sangat berpendidikan dan multi talenta, berpikir jika orang ini hanya memiliki pikiran mesum dalam otaknya.

“Sepertinya kamu meragukan talenta genuineku. Bro, kamu salah paham sepenuhnya. Jika kamu mampu memahami bahkan 1% saja dari pengetahuan yang aku miliki, aku percaya kamu bakal tertarik pada kedalaman ilmuku. Sebelumnya, aku hanya khawatir jika kamu akan mencintaiku walaupun aku seorang laki-laki, dan untuk menjaga hubungan kita sebagai teman, aku tidak menunjukkan jati diriku. Apakah kamu paham sekarang? Bro, apakah kamu benar-benar berpikir jika aku hanyalah orang biasa? Tidak, Aku seorang jenius.” Kata-kata Yue Yang sama seperti menulis jenius di dahinya sendiri.

“Kamu seorang jenius? Lebih seperti seorang idiot alami.”

Si thief bermata cerah itu belum pernah melihat seorang narsis yang arogan dalam hidupnya, yang bahkan berani menyebut dirinya sendiri seorang jenius.

Jika semua jenius sama seperti dia, maka ras manusia mungkin akan musnah.

“Karena kamu sudah berjanji tidak akan tertarik padaku, maka aku akan menunjukkan caraku padamu… Aku tidak memiliki pilihan lain selain membuatmu tahu kehebatan sejatiku. Aku akan memberitahumu, orang biasa bukanlah apa-apa jika dibandingkan denganku; bahkan Pujangga Abadi, Li Bai, sering meniru pusiku, bahkan Poet Sage, Du Fu. Jika tidak, mana mungkin mereka bisa disebut orang-orang ‘karya tulis Li Bai dan Du Fu bersinar jauh dan lebar’? Kamu tidak tahu karena aku mereka bisa menjadi seperti saat ini. Apakah kamu paham sekarang?” Kata Yue Yang dengan sepenuh hati, dan dengan rasa yakin. Ekspresinya juga terlihat sangat serius. Si thief bermata cerah itu melihatnya sejenak; mungkinkah orang ini benar-benar menulis puisi?

“Pujangga Abadi, Li Bai? Siapa dia?” thief bermata cerah itu tidak pernah mendengar tentang dewa puisi Li Bai[1].

“Bocah, kamu harus belajar dengan baik dan mengembangkan dirimu tiap hari. Bahkan tidak tahu siapa itu Pujangga Abadi, Li Bai, tidak, itu tidak akan bekerja sama sekali.” Yue Yang menepuk bahu thief bermata cerah itu, berbicara seperti dia adalah orang tua, bijak dan berpengalaman, menampilkan ekspresi yang memberitahu kamu akan menyesal nanti jika malas-malasan sekarang.

“Apa yang bagus tentang Pujangga Abadi, Li Bai? Mengapa aku perlu mengetahui dia?” Ejek si thief bermata cerah itu. Tetapi kata-katanya seperti kehilangan beberapa kepercayaan dirinya sebelumnya.

“Mungkinkah kamu berlum pernah mendengar tentang ‘Quiet Night Thought’ yang dia jiplak dariku? Itu adalah karya klasik. Mana mungkin kamu belum pernah mendengar itu?” Yue Yang terlihat seperti dia sedang bertemu dengan makhluk aneh yang tidak bisa membaca.

“Quiet Night Though’[2]? Belum pernah mendengar itu. Puisi macam apa itu?” Thief bermata cerah itu mencoba keras untuk mengingat, tetapi dia tidak bisa menemukan ingatan yang berhubungan dengan puisi itu.


[1]https://en.wikipedia.org/wiki/Li_Bai

[2]https://en.wikipedia.org/wiki/Quiet_Night_Thought

← LLS 21 – Mari Habiskan Malam Bersama LLS 23 – Sepasang Sepatu→

1 comment

makasih min, update teruss. semangatt…

Leave a Reply