LLS 23 – Sepasang Sepatu

Mohon maaf kecepatan update kami berkurang dikarenakan kesibukan awal sekolah, berhubungan sekolah kami sudah dimulai maka kemungkinan besar kami hanya akan update di akhir pekan saja 🙂

Diterjemahkan oleh 8seen&Tolv

Disunting oleh KenMashiro

LLS 23 – Sepasang Sepatu

Di muka ranjangku, bulan bercahaya terang, bagaikan sentuhan es di atas tanah. Mendongakkan kepalaku untuk melihat bulan nan cemerlang, Kutundukan kepalaku dan memikirkan rumah.[1]

Meski ia memplagiat karyaku, konsepnya masih oke, terutama caranya mendongakkan kepalanya untuk melihat bulan. “Melihat naik ke bulan nan bulat di langit” dan “menundukkan kepalamu dan memikirkan rumah” sejenis itu, menembus hati jutaan orang di dunia yang mendambakan kampung halaman mereka. Sensasi lemah nostalgia, dipadukan dengan keheningan alam, bergema terus menerus melalui hati seseorang, sebuah ekspresi yang tak bisa diekspresikan. Adalah pada titik ini keheningan menang tanpa cela dalam mewujudkan perasaan ini… Tetapi, jika kamu mendengar karya orisinilku, maka kamu akan lebih terkejut lagi. Itu karena, karya orisinilku, adalah  karya yang sangat sangat sangat indah, sampai-sampai menggemparkan dunia dan membuat dewa menangis! Aku berani mengatakan bahwa setelah saya membaca sebuah puisi, kamu akan meloncat dengan perasaan, lupa dimana kamu berada dan mengelus punggungku karena kagum…” Yue Yang menekankan bahwa karyanya memang orisinil, dan bahwa kontennya sangat menakjubkan sampai-sampai menggemparkan dunia dan membuat dewa menangis

Hasilnya, ini menggugah rasa ingin tahu si thief bermata cerah.

Mungkinkah orang ini benar – benar bisa mengarang puisi?

“Baiklah, majulah dan bacakan Pikiran di Malam Sunyi mu.” thief bermata cerah merasakan jika orang ini tidak akan bisa mengarang sebuah puisi, tetapi dia memberinya satu kesempatan.

“Pastikan kau berdiri tegap dan dengarkan baik – baik. Inilah puisiku: Di muka ranjangku, ada sepasang sepatu, ada pakaian di lantai. Kudongakkan kepalaku dan kulihat bulan nan cemerlang, kutundukkan kepalaku dan kupikirkan wanitaku… …[2]” Yue Yang bahkan belum selesai berbicara saat tinjuan si thief bermata cerah terbang menuju dia.

Thief bermata cerah sampai-sampai berpikir bahkan hal tersuci di dunia akan menjadi tercemar di otak bajingan ini.

Saat mendengar Pikiran Malam Sunyi, dia berpikir jika konsepnya sangatlah indah. Itu cukup mudah untuk dicerna tetapi juga mememercikkan perasaan yang rumit di dalam hatinya. Dibandingkan dengan puisi-puisi yang dipenuhi dengan kata-kata indah dan hebat, Pikiran Malam Sunyi lebih menyentuh.

Thief bermata cerah sudah bermaksud untuk memaafkannya pada awalnya, tetapi siapa yang tahu jika bocah ini memang patut untuk dipukuli!

Yue Yang benar-benar berkulit tebal dan tidak terlihat memikirkannya. Dia melompat kembali dengan kegembiraan di matanya : “Sebenarnya, ini hanyalah draft pertama. Kamu harus tahu jika puisi yang bagus semuanya sudah dimodifikasi, seperti perkataan “Mencacah setiap kata dan mencari rima yang benar, tenggelam dalam karya tulis sampai mati.”. Jangan terlalu khawatir, Aku masih memiliki versi lain dari Pikiran Malam Sunyi yang sudah dirubah.”

Thief bermata cerah tertawa dingin :”Jangan katakan apapun lagi tentang sepasang sepatu di muka ranjangmu. Kamu bisa menikmati itu sendiri secara perlahan!”

Jika bukan berkat dia mendengar perkataannya selanjutnya tentang “Mencacah tiap kata dan mencari rima yang tepat, tenggelam dalam karya tulis sampai mati”, dan menganggap itu menarik dan dalam, thief bermata cerah itu pasti sudah menusuknya dan meninggalkannya sejak tadi.

Sekarang, terlihat telah berubah menjadi lebih baik.

Mungkinkah tadi dia hanya menggodaku secara sengaja?

Mungkinkah orang ini, orang yang sembrono pada dasarnya, adalah seorang pujangga yang benar-benar bertalenta?

Yue Yang segera menaikkan suaranya untuk membantah: “Itu berubah; tentu saja itu bukan sepasang sepatu di muka jendela, sekarang: Di muka ranjangku, ada dua pasang sepatu. Menanggalkan pakaian ke lantai, kudongakkan kepalaku dan kulihat bulan nan cemerlang, lalu kutundukkan kepalaku dan kucium wanitaku[3]! Wahh! Tuhan, jika ada yang ingin kau katakan, katakan dengan baik-baik, pria berucap dengan mulut mereka bukan tinjuan mereka!” Yue Yang berlari setelah menyelesaikan ucapannya, karena thief bermata cerah itu sudah mengambil belatinya, berjanji untuk menusuk bocah tak tahu malu ini yang berani bermain-main dengan seni klasik.

Setelah mengejarnya sampai sembilan jalanan, thief bermata cerah masih menolak membiarkan dia pergi.

Pada akhirnya, Yue Yang tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan finishing blow, berteriak dengan kerasnya : “Semuanya, segera datang dan lihat, ada wanita-wanita cantik berlarian telanjang di jalanan!”

Satu teriakan ini menarik banyak mercenaries keluar untuk melihat, thief bermata cerah tidak dapat menahannya lagi dan memutuskan untuk menghilang setelah berhasil mengejar Yue Yang dan memberikannya tendangan terbang di punggungnya.

Yue Yang menepuk-nepuk bagian belakangnya dan bergumam sendirian: “Pendeta Dao Tua menendang bagian belakangku, dan sebagai bayarannya dia memberikan cucunya Heavenly Sword Goddess sebagai istriku. Sekarang karena aku telah ditendang olehmu, aku tidak akan membuat pengecualian juga. Walaupun kamu tidak bisa dibandingkan dengan Heavenly Sword Goddes, aku bisa berusaha untuk menjagamu sebagai selirku… Bagus, sudah waktunya, mari pergi dan lihat apakah Tie Kuang sudah mati karena ejakulasi berlebihan!”

Awalnya, Yue Yang hanya berencana menghabiskan sedikit uangnya untuk mendapatkan beberapa wanita untuk membuat Tie Kuang lelah jadi dia bisa tidur dengan nyenyak.

Ada banyak jalan untuk membunuh seseorang, salah satunya ‘gunakan pesona wanita untuk memancing seorang pria dan membunuhnya.’ Metode ini adalah salah satu yang paling efektif, juga yang paling ampuh.

Seperti perkataan lama : Liquor adalah pedang yang membelah ususmu, nafsu adalah pedang yang mengikis tulangmu.

Yue Yang berpendapat jika Tie Kuang sudah meminum banyak liquor dan melakukan banyak sex tetapi masih bisa berdiri, maka dia bisa menjadi seorang superman.

Sehingga, Yue Yang bersiul dan berjalan dengan santai, seperti berjalan melalui pekarangan depan secara santai.

Saat dia sampai di rumah yang ditinggali Tie Kuang, tiba-tiba dia melihat ada seorang wanita yang dadanya berkembang dengan bagus, memang menunggunya di kegelapan pintu.

“Tuan Muda, tidak hanya kita berhasil membuat Tie Kuang minum sampai dia tertidur, kita bahkan menalinya, kamu bisa masuk dan membunuhnya kapan saja!” wanita berdada besar ini segera berlutut dan bersujud kepada dia.

Kata-katanya benar-benar memberi Yue Yang kejutan besar.

Pelacur-pelacur ini, bagaimana mereka tahu jika dia akan membunuh Tie Kuang?

Itu adalah hal yang bagus bahwa mereka tidak memberitahu Tie Kuang, jika tidak, mungkin akan ada perangkap tersembunyi menunggunya setelah ia masuk.

Dari yang dikatakan wanita berdada besar ini, apakah para pelacur ini mempunyai kebencian terhadap Tie Kuang? Yue Yang diam – diam terkejut karena keberuntungannya; untungnya, dia berhasil sukses dengan keberuntungan!

Saat dia bersujud, wanita berdada besar berkata dengan penuh tangis, “Saat pesuruh rendahan ini melihat luar, Aku mohon Tuan Muda segera masuk dan membunuh Tie Kuang. Jika kamu terlalu lama, Tie Kuang mungkin bangun, dan situasinya mungkin berubah. summoned beast milik Tie Kuang sangatlah hebat. Tuan Muda harus sangat berhati-hati!”

“Bagaimana kamu tahu jika aku ingin membunuhnya?”Yue Yang tercengang. Sepertinya wanita-wanita ini bukan hanya wanita bodoh berdada besar!

Jika Tie Kuang menginginkan wanita, dia tidak akan membayar untuk itu. Suami-suami kita dibunuh olehnya. Banyak dari saudaraku dipaksa ke neraka hidup ini menjadi seorang pelacur untuk mendapatkan uang untuknya. Kami hanyalah alatnya untuk mendapatkan uang. Apakah kamu pikir dengan situasi seperti itu, dia masih membutuhkan uang untuk mendapatkan wanita? Sebelumnya, saat kamu mengatakan kamu adalah seorang mercenary dari Grup Mercenary Violent Beast dan datang kesini untuk mengundang pelacur untuk melayani Tie Kuang, kita sudah tahu jika itu pasti hanyalah pura-pura belaka… .. terlebih lagi,kita bisa melihat dari mata Tuan Muda jika kamu bukanlah anak buahnya; kamu tidak memiliki arogansi terhadap kami, maupun memandang rendah kami. Kamu memiliki tatapan jelas yang menyembunyikan kebijaksanaan yang mendalam, dengan ekspresi pantang menyerah dari kepuasan diri. Kamu lebih tampak seperti seorang tuan muda dari status yang lebih tinggi! Bagaimana bisa seorang seperti anda menjalankan tugas dari Tie Kuang hanya untuk sedikit uang? Ini jelas tidak mungkin! Satu-satunya penjelasan adalah bahwa kamu adalah seorang assassin yang berencana untuk membunuh Tie Kuang! seorang assassin Vengeance Hunter. Kamu, seorang pahlawan besar yang cukup berani untuk melakukan apapun untuk melindungi keadilan, pasti muncul untuk membatu orang-orang tidak berdaya dan terpencil seperti kami….. Tuan Muda, kamu tidak boleh mencurigai kami. Sebenarnya, keluarga yang menaruh Tie Kuang di Vengeance List adalah kami para kakak beradik. Kita tidak pernah menyerah menjalankan balas dendam kami terhadap Tie Kuang beberapa tahun kebelakang ini berharap pahlawan besar sepertimu akan muncul!”

Wanita berdada besar itu mengatakan itu dengan wajah yang dibasahi air mata selagi terus menerus bersujud untuk menunjukkan rasa terima kasihnya pada Yue Yang.

Yue Yang terkejut karena kepekaan si wanita itu.

Kelihatannya dia sudah meremehkan orang-orang dari Kontinen Soaring Dragon! wanita berdada besar ini berhasil mengemukakan alasan-alasan sehebat itu hanya dengan sedikit petunjuk; terlebih lagi, alasannya sangatlah tepat. Ini benar-benar bukanlah hal yang biasa!

Sekarang karena dia sudah mendapatkan pemahaman yang jelas tentang situasi yang ada, mengapa mereka tidak melapor pada Tie Kuang?

Itu karena Tie Kuang adalah target balas dendam mereka. Dia adalah pembunuh dari suami-suami mereka; kebencian ini benar-benar tidak dapat didamaikan lagi!

Tetapi, dia masih sedikit memiliki keraguan, “Jika kamu sudah memabukkan dan menali dia, lalu mengapa kalian para wanita tidak membunuhnya sendiri? Bukankah ini hanyalah sesuatu yang hanya perlu mengangkat tangan saja?”


[1] 床前明月光,疑是地上霜;举头望明月,低头思故乡 Chuang qian ming yue guang, yi shi di shang shuang, ju tou wang ming yue, di tou si gu xiang

[2]Leluconnya hilang saat diterjemahkan… pada dasarnya puisi ini terdiri dari 5 huruf perbaris, dan Yue Yang hanya mengganti beberapa bagiannya saja.床前鞋一双,衣是地上霜;举头望明月,低头思姑娘. Chuang qian xie yi shuang, yi shi di shang shuang; ju tou wang ming yue, di tou si gu niang

[3] Ini juga sama. 床前鞋两双,脱衣地上放;举头望明月,低头亲姑娘 Chuang qian xie liang shuang, tuo yi di shang fang; ju tou wang ming yue, di tou qin gu niang

← LLS 22 -Tolong Jangan Jatuh Cinta Padaku Begitu Saja LLS 24 – Pembunuh di Malam Hari→

2 comments

gpp min update diakhir pekan juga asal jangan ditelantarin. semangat teruss!!

shap gan, rencanany langsung banyak sekali update xD

Leave a Reply