LLS 70 – Memahami Sambil Pura-Pura Bingung

Diterjemahkan oleh Akira_94

Disunting oleh 8seen

Selamat membakar waktumu! 🙂


LLS 70 – Memahami Sambil Pura-Pura Bingung

Mistress Kota Luo Hua memberi isyarat kepada Yue Yang untuk datang kepadanya.

Pertama, dengan penuh keingintahuan, dia menilai Yue Yang. Kemudian, dia melihat pedang sabit yang Yue Yang dapat dari Jenderal Iblis dan Hui Tai Lang yang telah menjadi Two-headed Demon Wolf. Dia tertawa kecil, “Kenapa semua orang terluka setelah pertarungan, tapi kau terlihat seperti baru saja berlibur?”

“Aku adalah pendukung Pacifisme (menolak perang, tindakan militer dan kekerasan).” Yue Yang berulang kali menekankan hal ini.

“Masalahnya adalah bahwa iblis dari Abyss tidak tahu jika kau adalah orang yang mendukung Pacifisme … Jangan bilang jika pedang ini kau ambil.” Mistress Kota Luo Hua tertawa lepas.

Tertawa adalah sifat unik Mistress Kota Luo Hua. Seorang gadis normal akan menahan tertawanya, apalagi wanita sepertinya. Mereka tidak akan menunjukkan gigi mereka saat tertawa, dan mengutamakan sopan santun, niat, didikan, etika dan faktor lainnya. Namun, tidak untuknya. Dia akan tertawa kapan pun dia mau, tidak peduli dengan sopan santun dan akan tertawa lepas. Senyumannya seindah bunga, suaranya semerdu bel, bergema di hati. Senyumnya memiliki semacam ketulusan yang sulit dijelaskan, membuat orang merasa sangat tenang.

Yue Yang awalnya tidak memiliki pikiran yang macam-macam akan dirinya. Tapi, saat melihat bagaimana tawa wanita ini, dia secara misterius ingin menggoda dan bercanda, dengan berkata, “Tidak, bagaimana mungkin aku bisa mengambilnya? Ini adalah peralatan sihir, bagaimana mungkin aku bisa memungutnya? Ini adalah hadiah dari penyihir, kurasa dia telah jatuh cinta padaku!”

Ye Kong, Si gendut Hai dan yang lainnya tidak berani berbicara, apalagi tertawa.

Mereka menahannya seolah-olah hidup mereka dipertaruhkan, dan sangat sulit bagi mereka untuk menahannya.

“Penyihir memberikan ini padamu?” Ketika Mistress Kota Luo Hua mendengarnya, dia semakin tertawa lepas, “Apakah Penyihir Berdarah memberikannya padamu? Kenapa dia hanya memberimu pedang sabit?”

“Tidak, Penyihir Berdarah adalah penyihir kecil tingkat rendah, bagaimana mungkin dia bisa tahu jika aku memiliki bakat yang luar biasa? Itu adalah ratu iblis seksi dengan Divine Eyes unik yang menggunakan pedang sabit ini untuk menekan leherku, ingin membunuhku. Disaat terakhir, aku memutuskan untuk menunjukkan bakatku, dan membuatnya sadar jika membunuhku akan membuat kerugian besar untuk ketiga dunia. Anda tidak tahu ini, tapi dengan membacakan sebuah puisi dengan lembut, sepasang pedang sabitnya terjatuh ke tanah dengan suara “dang”. Ratu iblis yang cantik itu dipenuhi air mata, menangis sampai dia hampir mati. Aku kesulitan untuk menenangkannya dan akhirnya, dia memberi sepasang peralatan sihir ini sebagai kenang-kenangan untukku. Saat air mata masih mengalir dari matanya, dia dengan tulus mengatakan hal ini kepadaku dengan penuh semangat, ‘Aku mengirim cintaku dengan air mata ini, membenci kita yang telah dipertemukan tapi tidak bisa bersama’ … Isak tangisnya sangat menyedihkan hingga nirwana mungkin berduka bersama dengan – Ow, siapa yang memukulku?” Ketika Yue Yang fokus dengan ceritanya, seseorang di kerumunan tiba-tiba memberi pukulan kepadanya.

“Pria tak tahu malu, masih mencoba menipu semua orang di sini. Jangan dengarkan dia, puisi orang ini semuanya adalah jiplakan!” Orang yang segera keluar dari kerumunan adalah thief bermata cerah yang pernah digoda oleh Yue Yang.

“Tidak masalah apakah itu jiplakan atau tidak, tapi terdengar sangat bagus.” Mistress Kota Luo Hua tertawa lepas dan sedikit memuji kalimat Yue Yang.

Setelah itu, dia melihat thief bermata cerah lagi, dan dengan sedikit rasa ingin tahu, bertanya, “Eh? Yi Nan, kenapa kau berpakaian seperti ini? Apakah kau mengenalnya?”

Tanpa menunggu thief bermata cerah untuk berbicara, Yue Yang memeluk bahu thief bermata cerah dan tertawa terbahak-bahak, “Tentu saja, saudara Yi Nan adalah rekanku, kami telah berjanji untuk menulis ensiklopedia tentang wanita bersama, membawa berkah bagi setiap lelaki di benua ini dan menyelamatkan semua laki-laki yang tersesat. Persahabatan mulia kami tidak hanya sebatas menghabiskan malam bersama di Penginapan Hutan Merry, kami juga sangat cocok dan selalu saling membantu. Anda pasti tidak tahu bahwa saudara Yi Nan dan aku memiliki cara berpikir yang sama, dan itu adalah untuk memiliki semua gadis cantik di dunia ini … ”

Saudara Yi Nan?

Si gendut Hai merasakan ingin bunuh diri di tempat. Bagaimana mungkin Yi Nan ini adalah seorang pria?

Ye Kong juga menyadari bahwa Tuan Muda Ketiga Klan Yue tidak hanya gagal mengontrak beast, dia juga gagal mengenali orang lain.

Dia telah mendengar dari orang-orang jika Yue Yang telah menolak pertunangan dengan gadis dari Klan Xue, tapi Ye Kong tidak mempercayainya. Gadis Klan Xue adalah gadis yang baik, mengapa ada orang yang menolaknya? Sekarang Ye Kong akhirnya sedikit mengerti. Mata Tuan Muda Ketiga Klan Yue ini tidak sadar akan wanita. Matanya pasti buta.  

Ditempat mana ada lelaki dengan tampang cantik, tubuh sempurna, dan bau harum seperti Yi Nan?

(TL Note: coba mampir ke Tha*land)

“Lepaskan tangan kotormu dariku!” Thief bermata cerah yang dipanggil Yi Nan oleh Mistress Kota Luo Hua menyikut tulang rusuk Yue Yang, sembari menahan kerah Yue Yang untuk memukulnya lagi, dia tiba-tiba melihat Yue Bing yang berada di punggung Yue Yang. Dia segera berhenti dan bertanya, “Siapa dia?”

“Uhuk, Uhuk, sau- .. saudara Yi Nan, ini adalah Yue Bing, adik tuan ketiga.” Ye Kong merasa jika dia berkewajiban untuk mengeluarkan Yue Yang dari situasi ini.

Jika tidak, kecemburuan mungkin akan pecah di kemudian hari.

Ini adalah kesalahpahaman yang bisa dijelaskan dengan sebuah kalimat, dia hanya berharap jika hal ini tidak akan berakhir buruk.

Memang benar, ketika Yi Nan mendengarnya, sikapnya berubah 180 derajat. Dia segera memegang Yue Bing dan menggerutu kepada Yue Yang, “Mengapa kau menggendongnya? Ada apa dengannya? Apakah dia pingsan karena terlalu banyak menggunakan kemampuan mentalnya? Aku punya ide, tunggu disini. Putri Luo Hua, Yi Nan perlu menyelamatkan seseorang terlebih dahulu, aku akan menyusulmu nanti.”  

Mendengar hal ini, Yue Yang bertanya penuh rasa ingin tahu, “Bukankah anda Mistress Kota? Kapan Anda naik pangkat menjadi Putri? ”

Mistress Kota Luo Hua tertawa lepas dan menjelaskan, melambaikan tangannya, “Sepertinya kau benar-benar tidak tahu apa-apa. Putri adalah identitasku, yang menunjukkan statusku sebagai anak perempuan dari seseorang yang sama sekali tidak berguna. Tahukah kau berapa banyak Putri dan Pangeran yang ada di Kontinen Soaring Dragon? Berapa banyak Princess yang ada disana? Jika kau menjumlahkannya akan lebih dari 200. Selain Tiga Keluarga Kerajaan, Pangeran, Putri dan Putri Lain dari negara-negara yang lebih kecil semuanya tidak berharga … Tapi Mistress Kota berbeda. Ini membuktikan nilaimu sebagai Ranker, karena setidaknya kau harus menjadi level 6 sebelum kau bisa mendapat posisi sebagai pemimpin suatu daerah. Lebih baik jika kau terus memanggilku ‘Mistress Kota Luo Hua’, aku suka nama itu.”

“Tapi Putri terdengar sangat manis,” Yue Yang berhenti sejenak, sebelum bertanya lagi, “Bisakah ranker level 6 menjadi pemimpin?”

“Secara teori, iya. Tetapi beberapa orang hanya memiliki keterampilan militer, dan tidak memiliki kemampuan administrasi, jadi mereka tidak akan menjadi pemimpin yang baik. Seringkali, mereka hanya akan mengambil posisi sebagai jenderal yang secara prakteknya tidak memiliki tugas. Sebenarnya, selama seseorang mencapai level 5, mereka bisa menjadi deputi jenderal, posisi yang tidak harus melakukan tugas apapun. Selain pergi berperang atau menyerang iblis di Abyss, mereka bebas melakukan apapun yang mereka inginkan. Oh benar, kotaku masih kekurangan kapten penjaga, ingin mencobanya?” Mistress Kota Luo Hua tertawa.

“Seperti yang orang katakan, ‘tentara yang tidak ingin menjadi jenderal bukanlah tentara yang baik’. Aku akan menahan diri untuk tidak menjadi kapten penjaga sehingga aku bisa menjadi jenderal kelak.” Yue Yang menolak tawaran tersebut.

“Aku merasa kata-katamu begitu menggoda. Jika itu adalah orang lain, aku akan sama sekali tidak peduli.” Mistress Kota Luo Hua tidak terlalu peduli dengan Yue Yang yang menolak tawarannya; Sebenarnya, dia sepertinya sudah memperkirakan dia akan melakukannya.

Dia dengan ringan melempar kartu perak ke Yue Yang dan tersenyum, “Ini adalah penghargaan yang kuberikan pada kelompokmu. Mengenai penghargaan, layanan militer, dan kemenangan dari Guild Warriors, kalian harus pergi dan mengambilnya sendiri. Masih ada yang harus kulakukan, jadi aku akan pergi lebih dulu.”

Mistress Kota Luo Hua tersenyum saat melambaikan tangannya dan dia melayang saat membawa three tailed snow fox nya, meninggalkan aroma harum.

Yue Yang menyadari jika rok Mistress Kota Luo Hua itu rusak parah. Jelas, pertarungannya tidak berjalan lancar. Tampaknya lawannya cukup menyusahkan, dan beruntungnya dia tidak terluka. Yue Yang merasa bahwa dia sebenarnya sangat tangguh, karena dia berani bertarung di Abbys, bahkan saat hanya membawa beberapa bawahan bersamanya. Jika itu adalah orang lain, bahkan jika mereka sepuluh kali lebih kuat darinya, mungkin mereka tidak akan berani melakukan apa yang dia lakukan.  

“Jangan melamun terus. Bola matamu jatuh ke tanah, cepat ambil mereka.” Yi Nan yang bermata cerah tiba-tiba kembali dan dia memberi Yue Yang pukulan di dada. Namun, tinju kecilnya yang seperti kapas membuat Yue Yang merasa sangat nyaman.

“Aku juga memiliki impian mulia yang dimiliki semua orang tentang dunia yang penuh dengan wanita cantik ….” Sementara Si gendut Hai tertawa terbahak-bahak hingga lemaknya mulai bergoyang-goyang, Yue Yang ingin memukulnya.

“Apakah kau memiliki hobi untuk dihajar?” Ye Kong tidak tahan lagi dengan pria itu. Dia mengambil sebatang tongkat dan memukulkannya dengan keras ke bagian belakang kepala Si gendut Hai. Ketika Si gendut Hai ambruk, Ye Kong bergabung dengan Kembar Li saat mereka menghampiri dan memberi Si gendut Hai pelajaran. Mereka baru saja bertemu setelah sekian lama, apa hak si gendut bodoh ini untuk mengganggu mereka? Apa maksud tindakannya jika dia tidak ingin dihajar?

“Mereka …?” Yi Nan yang menatap bingung bagaimana mungkin Yue Yang bisa berteman dengan orang-orang seperti itu.

“Abaikan mereka, mereka hanya tidak sabar karena masih muda. Mereka biasanya mengumpulkan banyak energi dan tidak dapat melampiaskannya. Saudara Yi Nan, kau tidak tahu bagaimana betapa khawatirnya aku selama beberapa hari terakhir ini.” Yue Yang dengan hangat mengulurkan tangannya, hendak menggenggam bahu Yi Nan.

“Bohong. Aku baik-baik saja, jadi apa yang kau khawatirkan?” Wajah Yi Nan yang pucat memerah, tapi dengan cepat kembali ke keadaan awal. Dia menurunkan bahunya untuk menghindari tangan Yue Yang yang tak tahu malu.

“Aku tahu kau masih pemula; Selain itu, kau memiliki kepribadian yang pendiam dan pemalu. Meski kau penasaran dengan wanita, kau tidak berani bertindak. Biasanya, kau menahan diri secara berlebihan. Jika kau terus melakukannya, kau akan mengalami masalah. Karena itulah, sebagai saudara, aku tidak bisa melihatmu terus seperti ini. Aku akan membantumu … .Yi Nan, selama kau melakukannya pertama kali, kau pasti mengerti seperti apa yang harus dilakukan oleh seorang lelaki. Dengan wajah menawanmu, mungkin kau bisa menjadi sainganku dalam seni hubungan. Jangan khawatir, aku akan mengajarimu.” Yue Yang tampak sangat tulus, dan bersiap menyeret Yi Nan untuk mencari ruangan dan membuatnya melakukannya untuk pertama kali.

Ye Kong dan yang lainnya berkeringat deras, berpura-pura tidak mendengar apa-apa.

Si gendut Hai, yang tergeletak di lantai, mulai menangis. Apa sebenarnya yang orang bodoh itu ingin lakukan? Dia bisa membawa gadis mana pun, namun dia malah membawa Yi Nan …

Yi Nan sangat marah hingga seluruh wajahnya menjadi merah. Dia membuat Yue Yang terbang dengan satu pukulan dan dengan marah berteriak, “Mati saja. Aku sangat membenci orang sepertimu. Cabul!”

Yue Yang pura-pura bingung saat dia menunjuk pada Yi Nan yang terengah-engah dan bertanya, “Ada apa dengan Yi Nan? Mengapa dia marah?” Ketika Si gendut Hai mendengar ini, dia tidak dapat menahan lebih lama dan mulai terisak-isak. “Jangan tanya aku, biarkan aku mati saja. Aku juga membencimu kau benar-benar idiot, bagaimana kau bisa membuang kesempatan seperti itu?”


 

← LLS 69 – Pertanyaannya Sebenarnya Sangatlah Sederhana LLS 71 – Quest berantai?→

3 comments

hahaha,,, :v novel bagus nih, nanti pas chapter 100++ romace komedinya bener2 berasa :v tapi pertarungannya masih tetep ga kalah seru,,, semangat dah yg nge TL

makasih bang reviewnya, doain semangat terus bang xD

Lanjut, jangan bosen buat yang tl

Leave a Reply