LLS 98 – Menghajar Budak Bajingan dengan kasar

Maaf ya baru sempat update lagi,

Diterjemahkan oleh Akira_94

Selamat membakar waktumu! 🙂


LLS 98 – Menghajar Budak Bajingan dengan kasar

Yue Yang dan Yue Bing bergegas pulang.

Sepanjang perjalanan, Yue Yang memikirkan kejadian yang membahagiakan dan berpikir bahwa mungkin Klan Yue telah mengatur pernikahan lain untuknya. Atau mungkinkah itu Yue Bing. Apakah seseorang memintanya? Jika tidak, mungkinkah Yue Shuang, gadis kecil itu? Apakah seseorang benar-benar memintanya? Tidak pernah Yue Yang sangka jika … dia benar-benar salah menyangka.

Saat kembali ke rumah, mereka memasuki Aula Utama, dia melihat lima sampai enam pelayan wanita mengelilingi wanita cantik itu. Mereka semua mengatakan sesuatu padanya, mereka berbicara sekaligus.

Ada juga beberapa Pengawal Klan Yue yang memiliki tubuh tinggi dan kokoh, dan seorang pria setengah baya dengan kulit putih mulus yang duduk dengan sombong di depan meja, meminum tehnya. Si pelayan tua, Paman Nan dan yang lainnya menunggunya dengan sangat hati-hati. Yue Yang melihat jika mata wanita cantik itu merah karena air mata. Dia memeluk gadis kecil itu dengan erat, menggelengkan kepalanya terus-menerus seolah-olah dia menentang sesuatu. Namun, dia tidak mengeluarkan suara saat mendebat wanita lain dengan lantang.

Gadis kecil yang biasanya sangat nakal, tubuhnya mengecil di dalam pelukan wanita cantik itu. Matanya dipenuhi teror.

Begitu mereka melihat Yue Bing dan Yue Yang masuk ke rumah, pelayan wanita itu diam satu per satu.

Ekspresi wanita cantik itu sedikit berubah, tampak sedikit emosional, tapi sepertinya dia menahan perasaannya, tak mau mengungkapkan emosinya. Tubuhnya bergetar saat dia perlahan berdiri, matanya menunjukkan cahaya kebahagiaan yang tak terlukiskan. Terdapat juga tatapan lega, seolah-olah dia telah menanggung banyak beban dalam pikirannya.

Putra dan putrinya pulang ke rumah.

Mereka akhirnya kembali ke rumah dengan selamat.

Jika itu adalah hari biasa, dia pasti akan memeluk putra dan putrinya yang telah kembali dari perjalanan jauh sekuat yang dia bisa. Tapi sekarang … wanita cantik itu hanya bisa mengangguk dan memberi senyuman sebisa mungkin. Suaranya agak tercekat karena emosi saat dia berkata, “Senang sekali kalian kembali, sungguh hebat,” Ketika si kecil melihat Yue Yang kembali, dia berteriak “Aiya!” Dan menggeliat keluar dari perut ibunya. Kakinya yang kecil melesat maju dengan kecepatan luar biasa melintasi Aula Utama dan dia segera melompat ke pelukan Yue Yang. Tangannya yang kecil memeluk lehernya erat-erat saat dia mulai menangis dengan suara keras. Seolah-olah dia adalah anak yatim piatu yang tidak bergantung pada siapa pun dan tiba-tiba menemukan kerabatnya.

Pelayan tua, Paman Nan dan yang lainnya juga menyambut mereka secara emosional dengan cepat mengambil ransel Yue Yang dari punggungnya.

Hanya pria paruh baya dengan kulit mulus itu tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap kedatangan Yue Yang. Dia bahkan tidak berdiri, dia hanya duduk santai di kursinya saat dia memegang cangkir teh di tangannya dan perlahan-lahan minum tehnya.

Ketika Yue Yang berjalan mendekat, membawa gadis kecil itu ke pelukannya, pria paruh baya itu melirik Yue Yang dengan sudut matanya, namun terus minum tehnya dengan santai. Setelah sekian lama, dia akhirnya berkata dengan nada sombong, “Jadi, Tuan Muda Ketiga telah kembali. Anda pulang tepat pada waktunya. Saya datang atas perintah Master Klan untuk memberi tahu Anda sebelumnya, Tuan Muda Ketiga. Dalam dua hari, Anda harus membawa seluruh keluarga Anda kembali ke Kastil Klan Yue. Selain memberi hormat kepada Master Klan dan Tetua Klan lainnya, Anda juga harus menghormati istri Master Keempat yang baru menikah. Nyonya Keempat yang akan bergabung dengan keluarga Anda adalah nona yang sangat kaya dari keluarga He Yang Feng. Namun, pernikahan ini tidak akan menjadi masalah sederhana untuk mengambil selir biasa. Ke depannya, Nyonya Cabang Keempat (istri) adalah wanita ini. Bila Anda memberi hormat kepadanya nanti, Anda harus memanggilnya Ibu Keempat, atau Nyonya Keempat. ”  

(Shiro: Master Keempat – Ayah Yue Bing, ayah Yue Yang adalah Master Ketiga)

“Ayahku akan menikah lagi?” Yue Bing hampir pingsan saat mendengar ini. Bagaimana ini bisa terjadi?

“….” Ketika Yue Yang mendengarnya, dia juga sangat terkejut.

Dengan samar, dia bisa merasakan jika ini bukan sekadar pernikahan biasa, ini adalah sebuah rencana.

Ini pasti sebuah rencana melawan Cabang Keempat.

Meski wanita cantik dan Paman Keempat jarang tinggal bersama, mereka saling menghormati satu sama lain. Mereka juga hidup harmonis dan tidak bertengkar satu sama lain. Terlebih lagi, menurut buku harian pemuda menyedihkan itu, Paman Keempatnya bukanlah tipe pria yang berpikiran berubah-ubah. Sebaliknya, dia adalah orang baik yang berbakti kepada orang tuanya dan mencintai anak-anaknya. Dia adalah suami yang baik yang tidak pernah bertengkar dengan istrinya selama lebih dari sepuluh tahun. Meski dia tidak terlalu kuat dan tidak bisa dibandingkan dengan ketiga kakak laki-lakinya, moral, karakter dan sikapnya tidak kurang dari bangsawan sejati.

Seseorang sepertinya, bagaimana dia bisa meninggalkan istrinya sekarang dan menikah dengan wanita lain?

Hal ini benar-benar aneh.

“Master Klan telah memutuskan untuk merayakan pernikahan pada tanggal 28 yang menguntungkan.” Ketika pria berkulit putih itu melanjutkan, Yue Yang bahkan lebih terkejut.

Menikah di tanggal 28? Hari ini sudah tanggal 26.

Tidak ada gerbang teleportasi dari Kota Batu Putih ke Kastil Klan Yue. Mereka mungkin bisa mencapainya jika menunggang kuda dengan cepat, tapi wanita cantik dan gadis kecil itu tidak bisa menunggang kuda. Mereka perlu naik kereta kuda atau kursi sedan. Mereka pasti tidak bisa mencapainya.

Sepertinya Klan Yue bahkan tidak akan memberi kesempatan bagi wanita cantik untuk menentang pernikahan tersebut.

Jika tidak karena dia bergegas pulang dengan Yue Bing, sepertinya masalah ini akan selesai tanpa mereka bahkan bisa melakukan apa-apa.

Mengapa Klan Yue sering melawan Cabang Keempat? Apakah itu Cabang Pertama dan Kedua yang sedang memainkan trik ini atau adakah alasan lain? Yue Yang tidak bisa memahaminya sama sekali, tapi dia sangat marah. Dia ingin kembali ke Kastil Klan Yue dan memperjuangkan keadilan Ibu Keempat, dia ingin membantunya membalas dendam pada orang-orang itu. Namun, mereka ternyata telah berbuat sejauh ini. Jika dia masih tidak membalas, maka dia benar-benar sampah di antara sampah.

“Ibuku adalah Nyonya resmi dari Cabang Keempat, bahkan jika dia ingin masuk ke dalam keluarga kami, dia harus menjadi selir. Bagaimana Anda bisa menjadikannya istri sah? Lalu kalian anggap ibu saya itu apa?” Yue Bing sangat marah hingga wajahnya menjadi putih.

Tidak hanya nona dari keluarga He Yang Feng ingin menikah dengan keluarga mereka, dia juga ingin menjadi istri sah? Apa alasannya?

Jika mereka benar-benar membiarkan masalah ini berlanjut, maka Cabang Keempat benar-benar tidak akan memiliki posisi di Klan lagi. Yue Bing memutuskan untuk menjadi kasar. Dia pasti tidak akan diam saja jika seseorang terlalu banyak membulli Cabang Keempat.

“Meskipun Nyonya Xian adalah istri yang baik dan setia, semua orang tahu bahwa Master Keempat tidak memiliki anak laki-laki. Tanpa anak laki-laki, akan sulit untuk melanjutkan … Maksud Klan Master adalah untuk menyelenggarakan kejadian yang membahagiakan ini sesegera mungkin, karena Master Keempat masih muda dan memiliki kedekatan dengan Nona Feng. Jika tidak, dia mungkin akan hamil dan melahirkan anak sebelum menikah. Hal ini tidak akan terdengar bagus jika tersebar ke publik. Tuan Muda Ketiga dan Nyonya Muda Ketujuh tidak boleh mengeluh terlalu banyak, ini adalah masalah orang dewasa. Kalian berdua masih muda, jadi tidak akan mengerti … Sebenarnya, ketika Nona Feng bergabung dengan keluarga sebagai istri sah, Nyonya Xian hanya bisa diperlakukan sebagai selir. Namun, Nona Feng adalah wanita yang sangat cerdas dengan prinsip dan moral tinggi. Dia tahu jika Nyonya Xian telah bekerja keras untuk Cabang Keempat selama bertahun-tahun dan dapat dianggap menjadi istri yang baik. Dia tidak tahan membiarkan Nyonya Xian menjadi selir, apalagi membuat Master Keempat menulis surat cerai dan mengirimkannya pulang … Karena itu Nona Feng telah mengatakan jika dia bersedia memanggil Nyonya Xian sebagai kakak. Ke depannya, dia ingin menciptakan Cabang Keempat yang harmonis dan berbagi suami dengan Nyonya Xian dengan damai, “Seorang pelayan wanita paruh baya tiba-tiba berdiri dan mengoceh banyak omong kosong besar.

“Kita benar-benar harus berterima kasih padanya karena tidak mengusir ibuku dari rumah?” Mendengar ini, Yue Bing merasa seperti petir menyambar di langit yang cerah.

Apakah ada alasan seperti itu? Bukankah ini seratus kali lebih tidak beradab daripada seorang kanibal yang mengatakan jika mereka tidak akan kenyang jika tidak memakan seseorang?

Yue Bing melotot pada wanita dengan penuh amarah, “Bukankah ibuku juga menikahi ayahku sebagai istri sahnya? Bukankah dia juga berasal dari keluarga kaya dan terkemuka? Terlebih lagi, bagaimana Cabang Keempat tidak memiliki keturunan untuk melanjutkan jalur keluarga kita? Bukankah kita memiliki saudara ketiga? “

Melihat tatapan marah Yue Bing, pelayan wanita itu melompat ketakutan dan mundur.

Pria paruh baya berkepala tanpa cela itu malah tertawa terbahak-bahak, mendengus tanpa peduli sama sekali, “Nyonya Muda Ketujuh, apakah Anda tahu siapa yang cocok dengan Nyonya Xian dan siapa yang memanggilnya? Juga, tahukah anda siapa yang memberi mas kawinnya? Jika bukan karena Master Ketiga yang berusaha melindungi reputasi Master Keempat sebelumnya, dia tidak akan berdiri untuk menjadi penjodoh mereka. Sebenarnya, Nyonya Xian hanya mengikuti Master Keempat, tanpa nama atau latar belakang. Tapi melihat karena dia baik dan berbudi luhur, semua orang membiarkannya. Jika semua orang membuat terlalu banyak keluhan tentang hal itu dan kabar tersebut beredar di depan umum, Klan Yue akan menjadi lelucon, “

“Pelayan Cabang Kedua, jika Klan Yue bersikeras untuk mengadakan upacara nikah, aku sama sekali tidak menentangnya sama sekali. Namun, tolong jangan memfitnah orang lain. Meskipun memang benar jika pada waktu itu Saudara dan Saudari Ketiga menjadi penjodoh kami, orang tua Song He menjadi saksi kami, dan Lord Lembah Seratus Bunga memberiku Seven-coloured Flower Basket dan Red Sands Jade sebagai mas kawinku, kami dua saudari Hua, menikahi dua saudara Klan Yue di depan lebih dari seratus warrior yang kuat. Kami diberi selamat dan dilihat oleh semua orang itu, bagaimana kau bisa mengatakan jika aku adalah wanita yang memiliki hubungan seksual terlarang dengan Master Keempat? Bukankah Klan Yue baik yang tua maupun yang muda, menyambut kami dengan wajah tersenyum saat itu? Nyonya Klan (TL Note: nenek Yue Yang) bahkan mengatakan kepadaku secara pribadi jika dia memandang kami sebagai harta karunnya yang paling berharga, sama seperti anak perempuannya sendiri … Aku tidak akan pernah berpikir jika hanya karena Nyonya Klan tua, saudara ketiga dan saudariku telah pergi lebih awal, anggota klan itu akan berubah begitu bermusuhan denganku yang telah menjadi menantu Klan Yue selama beberapa dekade. Kapan aku pernah melakukan sesuatu yang salah terhadap Klan Yue? Dengan kebajikan, pidato, penampilan dan layanan, kapan aku membuat klan malu? Sejak aku menikah dengan Klan Yue, aku telah mendukung suamiku dan mendidik anak-anakku. Aku selalu mentaati suamiku. Selain tidak memiliki anak laki-laki, apa yang telah aku salah lakukan pada Klan Yue? Ketika kakak perempuanku memintaku untuk merawat San-er, aku juga menganggapnya sebagai anakku sendiri. Semua anggota Klan Yue juga setuju untuk mengubah status San-er menjadi keturunan Cabang Keempat. Mengapa klan tersebut melanggar kata-kata mereka sekarang … Sebelumnya kau mengatakan jika anakku tidak ada gunanya, tapi dia sudah berhasil mengontrak grimoire sekarang, jadi masa depannya tak terbatas. Bagaimana bisa kau meremehkan San-er kami?” Wanita cantik itu, atas reputasinya mencoba membenarkan dirinya sendiri secara emosional. Pada akhirnya, dia menjadi semakin emosional saat dia berbicara, menuangkan semua keluhan dan rasa sakit yang dia hadapi selama bertahun-tahun.

“Nyonya Xian, bukan berarti pelayan ini meremehkan Tuan Muda Ketiga. Saya ini hanya memenuhi perintah Master Klan. Jika Nyonya Xian memiliki beberapa keluhan untuk didiskusikan, mohon katakan langsung kepada Master Klan. Bagaimana bisa anda mengamuk kepada kami pelayan yang rendah?” Pria berkulit putih itu tertawa terbahak-bahak, penuh penghinaan.

“Aku kurang lebih bisa mengerti situasinya.” Yue Yang telah mencoba menahan amarahnya dan mendengarkan keseluruhan situasi terlebih dahulu. Dia akhirnya mengerti segalanya sekarang.

Bukankah mereka jelas-jelas membuli Cabang Keempat?

Apakah mereka berpikir jika dia masih pemuda menyedihkan itu, yang mudah dibuli?

Yue Yang menyerahkan gadis kecil itu ke Yue Bing yang sangat marah hingga dia bahkan tidak bisa berbicara lagi dan melangkah maju.

Pria paruh baya berkulit putih itu bahkan tidak meliriknya, dia hanya minum tehnya dengan santai. Tatapan sombongnya sepertinya menantang Yue Yang untuk mencoba memukulnya. Terlebih lagi, penjaga Klan Yue di sekitarnya juga berdiri berjaga-jaga, berdiri tepat di belakang pria paruh baya, menunjukkan ekspresi sombong dan merendahkan yang sama persis seperti tuan mereka.

“Bukankah kau hanya seorang kepala pelayan? Kenapa kamu berpura-pura begitu tinggi dan kuat?” Yue Yang tiba-tiba menampar pria paruh baya itu dengan keras tepat di wajahnya membuatnya terbang. Darah segar dan gigi pecah berserakan di tanah. Pria setengah baya itu jatuh ke sebuah meja dengan suara keras memecahkan meja hingga berkeping-keping. Dia menangis kesakitan, tapi sebelum sempat berdiri, Yue Yang mengangkat sebuah kursi dan menghantamkannya ke tubuhnya tanpa ampun.

Penjaga Klan Yue mulai menyerang, tapi gerakan Yue Yang lebih cepat seribu kali dari mereka… Tangannya berputar dan seolah-olah tumbuh sepuluh tangan lagi, dia menghujani penjaga sekitarnya dengan serangan tanpa henti. Setiap wajah penjaga paling tidak ditampar keras oleh Yue Yang seratus kali.  

Dua Kapten Penjaga yang memiliki kemampuan terbaik telah mensummon beast tipe binatang secara diam-diam sebelum mereka datang ke sini sebagai tindakan pencegahan. Mereka segera menyerang.

Sebuah tatapan sedingin Dewa kematian melintas di mata Yue Yang saat dia menangkap tinju mereka dengan telapak tangannya, lalu menghancurkannya dengan cengkeramannya yang kuat. Segera, dua Kapten Penjaga menjerit sangat keras saat tulang, daging dan kulit mereka hancur menjadi bubur. Sebelum dua tangisan Kapten Penjaga yang menyedihkan itu berakhir, Yue Yang telah menendang keras ke arah “perhiasan” keluarga mereka. Seseorang dengan pendengaran yang baik mungkin akan mendengar semacam suara retak seperti telur pecah dari serangan Yue Yang.

Kedua Kapten Penjaga itu bahkan tidak bisa mengeluarkan suara mencicit saat mereka pingsan ke tanah. Tubuh besar mereka roboh dan jatuh ke tanah dengan suara keras.

Melihat hal itu berubah ke arah yang buruk, pria paruh baya itu buru-buru berlari ke luar untuk mencoba kabur.

Tapi Yue Bing yang membawa adiknya langsung menendang tumitnya. Jika bukan karena dia melihat kakaknya bersiap untuk membunuh orang ini dan mencoba menyelamatkan nyawa orang setengah baya dengan menghentikannya agar tidak melarikan diri, dia pasti sudah mensummon Hundred Year Treant Defender miliknya dan menginjak orang ini.

“Kau ingin membunuhku? Aku diperintah langsung oleh Master Klan… “pria paruh baya itu dengan keras berteriak tak jelas saat wajahnya dipukuli oleh Yue Yang hingga hitam dan biru dan sebagian besar giginya terjatuh.  

“Aih, bukankah ini Pelayan Cabang Kedua kita? Siapa yang telah menghajarmu hingga begini? Sangat menyedihkan, siapakah yang berani, siapa yang berani menghajar Pelayan Cabang Kedua kita hingga hitam dan biru? Siapa? Siapa yang telah menghajar anjing keluarga kita? Apakah anjing Klan Yue kita bisa dipukuli sesuka hati? Bahkan jika mereka dipukuli, hanya kami para tuan yang memiliki wewenang untuk menghajar mereka, “Yue Yang tertawa lepas saat dia mulai menendang tubuh pria paruh baya itu dengan liar.

Dengan setiap tendangan yang diberikan Yue Yang, pria paruh baya itu mengeluarkan tangisan yang terdengar seperti seekor babi yang sedang disembelih.

Pria paruh baya itu sangat kesakitan hingga dia lebih baik mati. Dia tahu jika ini terus berlanjut, dia benar-benar akan mati. Melihat jika wanita cantik itu tepat di depannya, dia segera berjuang merangkak ke arahnya ingin memohon padanya untuk menyelamatkan nyawanya.

Siapa sangka sebelum dia sampai pada wanita cantik itu, Yue Yang telah melompat tinggi dan mendarat tepat di punggungnya berteriak dengan marah “Dasar budak bajing*n, kau berani mencoba dan menyakiti nyonyamu? kau benar-benar berani mencoba membunuh Ibu Keempatku di depan mata semua orang? Kau, anj*ng bajing*n yang tidak tahu terima kasih, bagaimana kau akan membayar dosa-dosamu? Pelayan, seret dia dan hajar dia sampai mati! Lalu potong dia dan berikan pada anjing! “

Paman Nan dan yang lainnya sangat kaget hingga mereka hanya bisa menatap kosong.

Tapi melihat kekuatan tuan muda mereka yang mengesankan dan seperti seorang jenderal, mereka segera merasakan gelembung kemarahan meledak dari dalam diri mereka. Mereka menjadi terpompa dan berani.

Setelah mendengar perintah Yue Yang, mereka segera menyerang, menyeret penjaga Klan Yue yang yang pingsan ke luar rumah satu per satu … Sementara itu, Yue Yang mematahkan kaki dari sebuah meja dan mengayunkannya beberapa kali. Kemudian, beberapa lengan dan kaki penjaga telah dipatahkan olehnya.

Pelayan wanita yang barusan berbicara sangat ketakutan hingga lumpuh di tanah, sangat ketakutan hingga dia mulai mengompol.

Ada beberapa yang sudah pingsan segera karena takut, mata mereka putih karena mereka kehilangan kesadaran mereka.

Ketika wanita cantik itu melihat Yue Yang mengacungkan kaki meja yang telah basah oleh darah dan bersiap untuk membunuh pelayan wanita itu, dia segera memeluknya erat-erat, “Cukup, San-er, berhenti. Orang-orang ini semua adalah pelayan jahat, tidak ada untungnya sama sekali bagimu jika kau membunuh mereka semua. Mereka dikirim ke sini oleh perintah orang lain. Ibu Keempat tahu jika kau adalah anak laki-laki yang baik yang ingin membantuku melampiaskan amarah dan memberi pelajaran kepada pelayan setan ini, namun sebaiknya kau tidak berlebihan melakukannya. kau seharusnya membuatnya menampar mulutnya; kau tidak boleh membunuhnya, “

Ketika dia mendengar ini, pelayan wanita yang setengah pingsan mulai menampar dirinya dengan segenap kekuatannya bahkan tanpa menunggu perintah Yue Yang.

Sungguh lucu, jika dia membiarkan Tuan Muda Ketiga ini yang dianngap tidak berguna tapi sangat kejam memukulinya, bagaimana mungkin dia masih bisa hidup?

Yue Yang yang dipegang oleh wanita cantik itu tidak bisa menghajar pelayan wanita, jadi dia hanya bisa menggerakkan kakinya dan menendang dua pelayan terdekat. Hal ini membuat pelayan wanita begitu takut sehingga jiwanya hampir terbang menjauh dan dia mulai memohon padanya untuk mengmpuninya. Wanita cantik itu memegangi anaknya erat-erat dan tidak akan melepaskannya, mencegahnya menggunakan kaki meja berdarah itu untuk menghajar pelayan wanita.

Dalam pikirannya dia sedikit takut, tapi dia juga sangat tersentuh karena anaknya telah melampiaskan kemarahannya demi dirinya. Air mata yang dia tahan selama bertahun-tahun mulai menetes terus-menerus dan dia mulai terisak tak terkendali.

Melihat hal ini, Yue Bing dan gadis kecil itu segera mendekat. Kedua anak perempuan dan ibu mereka saling berpelukan saat mereka menangis.

“Jangan menangis, aku akan membawa kalian semua ke Kastil Klan Yue segera dan kita akan bertanya kepada Paman Keempat apa yang sebenarnya terjadi. Ibu Keempat, jangan takut … jangan menangis. Dengan aku di sini, tidak ada yang bisa membulimu,” Ketika Yue Yang mengatakan ini, perkataannya membuat wanita cantik itu semakin tergerak dan dia mulai menangis lebih keras dari sebelumnya. Di saat di mana dia tidak memiliki siapa pun untuk diandalkan, anaknya sendiri yang telah membantunya dengan berani menjadi pilar pendukung keluarga. Jika dia tidak ada, dia pasti tidak tahu harus berbuat apa …

 

← LLS 97 – Siapa yang Bisa Mengerti Hati Seorang Gadis? LLS 99 – Bunuh Mereka Semua!→

Leave a Reply