LLS 1 – Masuk ke Dimensi Lain

LLS 1 – Masuk ke Dimensi Lain

Yue Yang melihat seseorang terbang di udara, ia mendongakkan kepalanya dan berteriak, “Sayang, cepatlah keluar dan lihatlah Dewa!”. Bayangan itu membawa pedang dan berguncang selagi terbang, terlihat seperti akan jatuh. Yue Yang berteriak lagi, “Bro, jangan terbang terlalu cepat, celanamu hampir lepas…”

Orang yang terbang di langit pun jatuh ke tanah dengan kepala lebih dahulu…
Yue Yang, seorang pelajar SMA biasa, bahkan tidak repot – repot bertanya apakah orang yang jatuh itu baik-baik saja, tetapi malah mengambil pedang yang bersinar dengan cahaya keemasan itu. Dia bersorak, “Guru, Pedang Terbang ini sangat berharga, guru akan merusaknya jika guru melemparnya sembarangan seperti itu. Apa yang akan terjadi jika secara tidak sengaja mengenai anak kecil? Bahkan jika tidak mengenai, itu juga tidak baik jika mengenai bunga – bunga dan rerumputan. Bagaimana jika guru membiarkan muridmu ini untuk menjaga pedang ini? Juga dengan Kantung Semesta? Seorang yang abadi yang hebat dan pintar seperti guru seharusnya tidak usah membawa kantung tua seperti yang ada di pinggangmu.. muridmu ini akan membantumu untuk menjaganya…”

Pendeta Dao tua yang jatuh ketanah itu hampir muntah darah. Selama hidup untuk ribuan tahun, ini pertama kalinya dia bertemu seseorang yang begitu tidak tahu malu yang telah secara sembarangnya mengakuinya menjadi gurunya.

“Guru, muridmu ini sudah mencapai umur yang cukup untuk menikah, tetapi belum juga menemukan jodoh. Apakah guru punya cucu perempuan? Saya tidak peduli tentang penampilan maupun umurnya, saya bukan orang yang pilih-pilih…” Yue Yang tertawa mesum. Akhirnya, pendeta yang marah tidak bisa menerimanya lagi dan menendang pantatnya, sambil berteriak, ”Pergi! Pergi kau berandal!”

Dan begitulah, Yue Yang tertendang ke dimensi lain…

**************

“Ah! Matanya bergerak, dia bangun! Xiao San-gege akhirnya bangun!” Mata Yue Yang yang belum terbuka sepenuhnya saat ia mendegar suara sejernih lonceng yang berbunyi di telinganya.

“Shuang Er, jangan kasar kepada saudaramu…” Lalu, dia mendengar suara yang hangat dan lembut, suara keibuan yang membawa nuansa cinta dari seorang ibu.

Seiring terbukanya mata Yue Yang, Pendeta Dao tua itu sudah hilang, malah, ada seorang gadis yang manis dan periang muncul di depan matanya. Dia adalah gadis cilik yang memakai gaun cina hijau kebiruan, lengan pucatnya terjulur keluar dari lengan bajunya. Rambutnya berkepang pita merah di kedua sisinya dan menjulur ke bawah sampai ke pinggangnya. Pergelangan tangan seputih mutiaranya dihiasi dengan gelang perak yang dilengkapi lonceng kecil.

Si gadis cilik itu dengan nakal  mencubit hidung Yue Yang.

Sembari tangannya yang lembut dan luwes bergerak, lonceng di gelangnya berdenting, suaranya sangat mirip dengan cekikikannya.

Eh?

Yue Yang merasa aneh. Apakah gadis ini cucu dari Pendeta Dao tua tadi? Loli yang berkualitas tinggi! Seiring dengan dia bersiap-siap untuk berusaha mendekati gadis itu, tiba-tiba ada sepasang tangan dari belakang yang menggapai dan menangkap si gadis nakal itu, menampar tangan kecil gadis itu dengan ringannya. Merasa hukuman untuk si gadis nakal sudah cukup, gadis itu pun tenggelam dalam pelukan tangan. Si gadis cilik tersebut tidak merasa takut dan malah berpikir itu menyenangkan; tertawa dengan riang di pelukan ibunya. Meringis melihat kejadian lucu di depannya, Yue Yang berpikir tentang keanehan akan semua ini. Sorotan matanya menyapu melewati ruangan dan berhenti tepat di wanita yang ada di belakang gadis cilik itu, dan hatinya secara tidak sadar bereaksi kecil.

Wah, betapa cantiknya wanita itu

Wanita berusia 30 tahunan  sedang duduk di depan Yue Yang.

Dia memiliki wajah yang halus, warna kulitnya putih bagaikan bulan dan matanya bening sebening musim semi. Mulut kecilnya membentuk senyum yang lembut dan halus bagaikan air yang mengalir.

Rambut hitamnya yang mengkilap diikat keatas membentuk sanggul, hanya dihiasi dengan satu jepit rambut berbentuk phoenix ungu, simpel dan elegan tetapi masih terlihat bergaya. Melihat dia secara keseluruhan, ekspresinya terlihat lebih cantik dan penuh dengan kebijaksanaan. Dihiasi dengan gaun biru langit dan gelang giok di pergelangan tangannya yang sedang memeluk si gadis cilik, dia adalah suatu keindahan untuk mata Yue Yang.

Jika aku bisa menikahi wanita seperti dia, aku tidak akan ingin yang lain.

Si wanita cantik melihat Yue Yang yang bangun dan senyumnya seketika menghilang. Warna kulit mukanya yang berwana giok putih tersebut terisi dengan ekspresi rasa bersalah dan sedih,”San-er, jangan gegabah lagi lain waktu. Siapa yang memberimu pikiran untuk menenggelamkan dirimu sendiri ke dalam sungai saat dirimu dibebani masalah yang berat? Untungnya kita berhasil menyelamatkanmu tepat waktu, jika tidak, bagaimana aku akan.. bagaimana aku akan menemui kakakku? Saat kakak mempercayaimu kepadaku, Bibi ke-empat, aku tidak pernah tega untuk menghukummu. Kali ini kamu membuat kesalahan yang besar dan jika aku tidak membuatmu menyesali pelajaran hari ini, aku seperti membiarkan kakakku kecewa. Bulan depan, tunggu sampai Paman Ke-empatmu kembali, minta dia untuk menghajarmu sebagai hukuman.

Si gadis cilik mengusap hidung kecilnya dan mengikuti ibunya,”Minta dia untuk menghajarmu,”papapa”, biarkan dia menghajarmu sampai bokongmu bengkak!”

Ah?

Yue Yang kebingungan. Kapan dia mencoba untuk menenggelamkan dirinya sendiri?

Di mana ini? Di mana si Pendeta Dao tua yang menendangnya, apakah si wanita cantik itu mengira dia sebagai orang lain?

Seonggok pikiran aneh terpikirkan olehnya; mungkinkah ada seseorang yang berupa mirip denganku dan menenggelamkan diri ke sungai secara bersama-sama, dan wanita cantik ini malah menyelamatkanku bukan pria lain itu, membiarkan pria tidak beruntung itu tenggelam dan menjadi makanan ikan.

Dahinya bercucuran keringat memikirkan hal itu.

Kesalahpahaman ini terlalu besar!

Lelaki yang dipindahkan ke dimensi lain ini ketakutan jika dia mengatakan sesuatu yang salah jika dia membuka mulutnya. Dia tidak berani untuk menjelaskan kesalahpahaman ini, apalagi menanyakan lokasi tempat dia berada sekarang.

Jika pihak lain itu sadar jika dia bukan San-er yang asli, wanita cantik itu akan membuang dia kembali ke dalam sungai. dan itu bukanlah sesuatu yang bagus.

Si wanita cantik itu melihat Yue Yang yang gelisah, di dahinya dipenuhi dengan keringat dan mukanya sepucat kertas. Dia berpikir apakah Yue Yang merasa bersalah dan telihat sangat lucu, suaranya pun berubah menjadi lebih lembut,”San-er, itu hal yang bagus jika kamu sadar akan kesalahanmu. Sebagai pemuda seharusnya tidak takut membuat kesalahan, tetapi itu salah jika mereka tidak belajar dari kesalahan.Bibi ke-empat sudah melihatmu tumbuh dan tahu jika kamu tahu apa yang bagus dan buruk untukmu. Ini hanya karena anak dari Keluarga Xue menolak pertunanganmu yang membuatmu terpukul telak sehingga kamu melakukan sesuatu yang ceroboh. San-er walaupun anak dari Keluarga Xue menarik, jika hatinya bukan untukmu, biarkan pertunangan itu hilang. Jika kamu tidak bisa membagi masalah dan kebahagiaan dengan istrimu dan saling bahu membahu di setiap masalah yang kalian hadapi, maka lebih baik tidak terjadi pernikahan. LIhat Keluarga Yue kita, kita adalah salah satu dari empat keluarga besar. Di dunia ini ada banyak wanita, apakah kamu berpikir kamu masih tidak dapat menemukan satupun?

“Okee..” Yue Yang mengambil keputusan untuk berpura-pura menjadi si bodoh yang menenggelamkan dirinya sendiri ke sungai. Setelah masalah ini terlewati, dia akan menunggu kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi.

“San-er, itu hal yang bagus jika kamu mengerti. Bibi Ke-empat merasa lega sekarang.” Si wanita cantik sudah mempersiapkan diri untuk membujuk si lelaki bodoh itu sedari dulu, tetapi si lelaki bodoh itu secara tak terduga datang kembali setelah melompat ke dalam sungai. Dia berpikir bahwa keajaiban memang nyata.

Lalu, si wanita cantik itu menyuruh Yue Yang untuk beristirahat.

Dia melepaskan si gadis cilik dari pelukannya lalu berdiri, bersiap untuk meninggalkan ruangan.

Yue Yang merasa lega di dalam hatinya, untungnya dia berhasil menyembunyikan kedoknya. Tetapi sekarang dia harus mencari jalan untuk kabur, apabila si lelaki yang menelenggelamkan dirinya sendiri itu tidak mati dan kembali lagi. Semua akan terbongkar saat itu juga.

Si wanita cantik menggenggam tangan si gadis cilik dan berjalan ke arah pintu, tetapi tiba-tiba dia berbalik arah dan bertanya,”San-er, apakah kamu akan berjanji padaku untuk tidak berbuat bodoh lagi? kamu mungkin terlihat lemah tetapi kamu memiliki pemikiran yang teguh. Walaupun kamu terlihat setuju di luar, tetapi kamu memiliki hati yang susah digoyah, itu yang aku tau. Tolong jangan menunggu sampai aku pergi dan melakukan hal bodoh dibelakangku lagi.. Kamu benar-benar tidak akan melakukan hal bodoh lagi, kan?”

“Tidak, aku tidak akan melakukannya,” Yue Yang menggelengkan kepala seperti drum yang berderak.

Kenapa dia ingin membunuh dirinya sendiri? Dia masih harus mencari Pendeta Dao tua untuk membalas dendam!

Si wanita cantik melihat muka Yue Yang yang penuh dengan kesungguhan dan membuat hatinya lebih baik,”Bibi ke-empat percaya padamu, San-er. Jangan pernah mencoba untuk bunuh diri lagi. Orang tuamu sudah tidak disini lagi. Paman ke-empatmu tidak memiliki anak laki-laki dan aku tidak dapat melahirkan, Bing-er adalah wanita dan Shuang-er masih terlalu muda. Ayahmu dan paman ke-empat tidak memiliki orang lain selain kamu untuk meneruskan garis keturunan kita, jadi ini terserah padamu sekarang. Ingat ini, ok?

Yue Yang berkeringat sangat banyak, yang berpikir: tidak, kamu tidak boleh mempercayakannya padaku, aku bukan San-er mu. San-er mu sudah menjadi makanan ikan.. Aku takut jika masalah tentang melanjutkan garis keturunan tidak akan pernah terpenuhi…

Tetapi tentu saja, dia tidak bisa mengatakannya dengan keras. Dia hanya bisa mengangguk dan bergumam lemah “ok”

Si gadis cilik mulai bosan, dan dia melepaskan tangan si wanita cantik dan meloncat keluar kamar, kemudian berlari dengan cepat secara tiba-tiba.

Si wanita cantik itu kemudian memanggil si gadis cilik tersebut namun dia tidak menanggapi, jadi dia harus mengejar si gadis cilik. Bahkan setelah dia sudah keluar dari kamar, dia berbalik badan lagi dan berkata dengan cemasnya,”San-er, jangan terlalu depresi. Bahkan pamanmu yang bodoh itu baru bisa mengontrak grimoire pertamanya, satu bulan sebelum dia berumur 20 tahun.Bukankah kamu masih memiliki waktu 3 bulan? Kamu sudah bekerja keras untuk bertahun-tahun lamanya.Ini bukanlah akhir dari segalanya, apakah kamu mau menyerah sekarang? Tidak ada satupun dari Keluarga Yue yang pernah gagal mengontrak summoning grimoire. Percaya padaku, kamu tidak akan menjadi pengecualian.. Aku berpikir, mungkin ini karena orang tuamu menyegel grimoiremu saat kamu masih muda. Mereka tidak mau kamu untuk sukses membuat kontrak dengan grimoire pada usia muda dan membuatmu menjadi congkak. Lanjutkan kerja kerasmu oke! Dengan talentamu yang terlihat sejak muda mana mungkin orang sepertimu gagal untuk mengontrak grimoire ? Percaya padaku, kamu mempunyai darah orangtuamu yang mengalir di dalam pembuluh darahmu, kamu pasti akan menjadi orang yang bertalenta dan sangat hebat di masa depan. Kamu akan menjadi sukses,jadi kamu tidak boleh patah semangat dan coba lebih keras lagi..!”

Kontrak Grimoire?

Apa itu summoning grimoire?

Mungkin garis keturunan lelaki yang tenggelam itu bagus, tetapi aku bukanlah dia, aku hanya lelaki normal.

Jika dia memiliki aspek yang luar biasa, mungkin itu adalah kemampuan dia bermain game, khususnya game dari benua lain.

Yue Yang tidak tahu bagaimana cara membuat kontrak dengan segala grimoire,tetapi setelah mendengarkan si wanita cantik tadi, dia bisa menebak jika lelaki yang mirip dengannya memutuskan untuk bunuh diri karena dia sudah menyerah terhadap semua harapan.

Lelaki itu tidak memiliki orang tua dan tidak sukses melakukan kontrak dengan grimoire yang dia tidak tahu sudah berapa lama mencobanya, lalu tunangannya menolak pertunangan mereka. Dia pasti berpikir hidup terlalu berat untuk dijalani dan akhirnya menenggelamkan dirinya sendiri.

Hal yang paling menyedihkan adalah meski dia sudah mencoba untuk menenggelamkan dirinya sendiri, orang yang diselamatkan malah orang lain yang mirip dengannya.. Yang pada akhirnya dia terbawa ke sini, dan si lelaki malang yang berumur 18 atau berapa tahun itu mungkin mendapatkan tiket gratis, tiket ekspress ke dasar lautan.

Satu hal yang tidak bisa dipahami Yue Yang adalah bagaimana dia bisa ada di dalam sungai?

Apakah ini karena Pendeta Dao tua menendangnya ke dalam sungai?

Mengapa dia menendangku ke dalam sungai? Atau si orang tua itu ingin aku hidup kembali sebagai si lelaki malang ini?

Yue Yang berpikir sampai butiran-butiran keringat mengucur di dahinya.

Lelucon ini terlalu jauh..

“San-er, kamu harus beristirahat terlebih dahulu. ini merupakan pemikiranku… Bahkan jika kamu tidak berhasil mengontrak grimoire, kamu tetap San-er tersayangku. Kamu sudah aku anggap sebagai anakku sendiri, bahkan jika kita harus menjual semua harta kita, kita akan tetap memikirkan tentang masa depanmu. Paman ke-empatmu mungkin tidak mengatakan ini dengan lantang, tetapi dia juga berpikir sama denganku.San-er, kamu cukup berkonsentrasi untuk pemulihanmu. Mungkin besok secara tiba-tiba kamu sudah bisa mengontrak grimoire.” Si wanita cantik berulang-ulang meminta dia untuk beristirahat sebelum membalikkan badannya dan keluar dari kamar.

Yue Yang tergerak oleh kata-katanya.

Walaupun kecemasan itu tidak ditujukan padanya, dia sangatlah baik terhadap lelaki malang itu. Dia berpikir itu adalah tindakan bodoh untuk melakukan bunuh diri.

Ibu angkat yang baik, mana mugkin kamu bisa menemukannya di dunia lain?

Daripada mensyukuri apa yang dia punya, si bocah malang itu malah menenggelamkan dirinya sendiri karena kegagalan pertunangannya. Yue Yang sudah tidak berpikir secara nyata lagi. Dia menginginkan seseorang yang mencintainya seperti si wanita cantik itu, tapi dia tidak bisa mendapatkannya bahkan satu orangpun belum pernah menyayanginya.

Dia melihat si wanita cantik keluar itu dari kamar dan menghela nafas lega. Jika saja dia adalah San-er dan memiliki ibu angkat sebaik itu. Tetapi sayangnya, dia bukanlah lelaki malang itu.

Berbaring di ranjangnya, dengan tatapan matanya jatuh ke buku besar dengan cover emas di atas meja

Terlihat sedikit seperti perunggu, warnanya sudah memudar dan terlihat tua. Buku itu lebih tebal dari buku biasa, dua atau tiga kali lebih tebal. Covernya bahkan dihiasi dengan huruf kuno yang aneh.

Yue Yang merasa ada ketertarikan yang aneh terhadap buku tersebut

Terlihat seperti ada makhluk yang tak diketahui yang pelan-pelan memanggilnya. Perasaan ini mirip seperti saat sedang menginstall game, menunggu dengan sabarnya untuk menggerakan mouse dan menekan tombol start. Yue Yang secara tidak sadar mengulurkan tangannya, ingin menyentuh buku emas yang terlihat aneh itu. Tanpa diketahui oleh dia, saat jarinya menyentuh buku, buku itu mendadak bersinar dengan cahaya emas.

Seluruh ruangan dipenuh dengan cahaya emas

Di bawah cahaya terang itu, Yue Yang menggunakan tangan satunya untuk menutupi matanya. Dia hampir tidak bisa membuka matanya karena sinar yang terlalu terang.

Tiba-tiba, pengetahuan tanpa henti masuk ke dalam otaknya dengan kasar. Apalagi, arus itu terlalu kuat sehingga tidak bisa dihentikan. Yue Yang bahkan tidak memiliki waktu untuk bereaksi saat otaknya diisi dengan pengetahuan aneh sampai penuh. Di sisi lain, buku itu masih memancarkan sinar kuat, seperti masih banyak pengetahuan yang bisa dikirimkan.

Benaknya seperti memahami akan banyak hal, tapi juga tidak bisa memahami hal-hal itu. Dia tidak bisa menangkap inti dari pengetahuan tersebut dan tidak bisa memahami dengan jelas pengetahuan yang baru saja dia pelajari.

Sekarang, Yue Yang berada di dalam situasi dimana dia mulai paham, tetapi juga tidak paham, seperti jelas tapi juga tidak jelas, sungguh keadaan yang membingungkan.

Di dalam tubuhnya, seperti mengalami suatu perubahan. Terlihat seperti suatu hal sudah bangkit.

Rasanya seperti kekuatan misterius yang sudah lama tidur di dalam dirinya sudah bangkit. Seperti wahyu yang tampak seperti bentara malaikat yang bernyanyi di depan pintu surga, yang menyebabkan tubuh Yue Yang bergetar seluruhnya.

Meskipun telinganya tidak dapat mendengarkan nyanyian itu, hatinya dapat mendengarkan “suara” itu dengan jelas. Memang, seperti sebuah kekuatan yang misterius sedang memanggilnya dari dalam dirinya. Tetapi dia tidak paham apa yang dimaksud dan hanya mendengar kekuatan misterius itu memanggilnya. Ini seperti sebuah pengalaman yang unik, suara itu terdengar seperti nyanyian malaikat, menekan jiwanya. Suara indah semacam itu dapat memindahkan jiwa seseorang, seperti suara nyanyian tidur ibu saat kamu mendengarnya waktu sakit disaat masih menjadi anak-anak. Ribuan kata tidak akan bisa mendeskripsikan perasaan tersebut..Di saat yang bersamaan, di tengah kesadarannya, Yue Yang melihat sebuah pedang terbang memancarkan sinar yang aneh. Pedang Terbang tersebut bergerak sendiri secara misterius, keanehan tentang semua ini tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.

Pedang terbang tersebut digenggam oleh tangan peri. Terlihat seperti dia sedang menyanyi dan menari dengan eloknya, bergerak melewati ruang yang kosong dengan bebasnya.

Apa, apaan ini semua?

Sinar emas yang menyelimuti tubuh Yue Yang secara perlahan menghilang, kembali menjadi buku, sedikit bersinar di antara jari-jari Yue Yang dan buku itu sendiri.

Keheningan mulai kembali seiring dengan menghilangnya suara misterius itu. Pedang terbang tersebut juga mulai menghilang tanpa bekas. Yue Yang tersentak kembali ke kenyataan dan sedang terkejut menemukan jari-jarinya yang bersinar.

Yue Yang ketakutan dan mulai menggerak-gerakkan jarinya. Cahaya emas itu secara perlahan menghilang.

Namun, buku berwana perunggu yang terlihat sangat berat itu secara tak terduga mengambang di udara dan berhenti di depan dia. Buku itu terasa tidak seperti buku emas yang berat, tetapi sesuatu yang merupakan bagian dari dirinya, seperti tangan atau kakinya.

Di depan pintu, si wanita cantik kaget, mukanya penuh dengan air mata.

Dia bersandar pada salah satu sisi pintu, dan menggunakan pintu itu untuk mendukung tubuhnya yang bergetar dan emosional. Lalu, tubuhnya seperti kehilangan kekuatan lalu dia jatuh.

Dia sudah melihat semuanya, mukanya memperlihatkan ekspresi kaget tetapi juga senang. Air matanya mengucur bagaikan aliran air deras, jatuh membasahi bajunya.

“San-er, kamu, apakah kamu sukses mengontrak summoning grimoire? apakah, apakah ini nyata? apakah aku bermimpi? Oh surga, ini semua berkat dari Mbak. Mbak, apakah kamu melihat San-er yang sudah berhasil mengontrak buku summoning grimoire? aku sudah mengatakannya dulu, San-er bukan orang yang tidak bisa melakukan apa-apa..Terima kasih surga ternyata dia tidak.. aku berterimakasih dari sedalam-dalamnya hatiku atas nama San-er kita…” Si wanita cantik berlutut di atas tanah, perasaannya keluar tidak terkontrol. Dia bersujud dengan tulus, dan berterimakasih pada surga untuk berkatnya.

Dahi putihnya berubah menjadi merah karena bersujud berulang-ulang, dan lantai tersebut dibasahi oleh tangisannya.

Tetapi si wanita cantik itu tidak memikirkan rasa sakit itu dan tetap melanjutkan sujudnya dan mencurahkan rasa terimakasihnya.

Yue Yang dengan cepatnya datang menghampirinya dan mengangkat Bibi ke-empatnya ke atas. Meskipun dia palsu, tetapi dia merasa tergerak oleh si wanita cantik itu.

Di depan pintu, si gadis cilikpun sudah kembali, tangannya memegang kincir merah besar. Dia memiringkan kepalanya dan bertanya, “Ibu, kenapa kamu menangis di lantai?”


Chapter Selanjutnya

4 comments

terima kasih

sama-sama mas, semoga senang membaca di web kami

Rayden Nanda

Bagus nih!.
Makasih udh translate, ditunggu kelanjutannya.

siap mas, stay tune aja

Leave a Reply