Chapter 1 – Lin Ming

Di dalam Kota Sky Fortune, ibukota dari Kerjaan Sky Fortune, berdirilah perguruan bela diri Tujuh Kebijaksanaan. Perguruan ini didirikan oleh Sekte Tujuh Lembah Kebijaksanaan, sebuah klan bela diri dengan sejarah sepanjang 600 tahun. Perguruan ini juga satu-satunya perguruan bela diri yang didirikan oleh mereka di Kerajaan Sky Fortune.

Sebagai salah satu perguruan bela diri terbesar, Perguruan bela diri Tujuh kebijaksanaan memiliki banyak jurus warisan dan para master sebagai pengajarnya.Sudah sepantasnya perguruan ini menjadi Tanah suci bagi para pesilat muda.

Sejalan dengan hal itu, tes masuk untuk murid baru di Perguruan Tujuh kebijaksanaan juga memiliki standar yang tinggi.Tidak membesar-besarkan apabila ada yang bilang bahwa hanya satu di antara satu juta yang bisa terpilih.

Di bawah terik matahari musim panas, seorang anak muda berdiri di hutan di area pegunungan besar Zhou. Kedua tangannya terbalut dengan robekan kain sembari dia berdiri dengan bertelanjang dada di depan sebuah pohon besar yang kasar. Dia melontarkan pukulan demi pukulan, memukul pohon itu dengan keras.

“Dak!”“Dak!” suara berat menggema di sekitar hutan.Lapisan kulit pohon yang dipukul oleh pemuda itu melesak ke dalam, sampai terlihat teksturnya yang berwarna ke abu-abuan.Di permukaan kulit pohon, terlihat bercak-bercak darah.

Nama pemuda ini adalah Lin Ming.Dia memiliki bakat bela diri kelas tiga.

Di Kerajaan Sky Fortune, separuh dari rakyatnya tidak memiliki bakat bela diri dan tidak cocok untuk mengambil jalan menjadi seorang pesilat. Separuh lainnya, paling tidak 80% memiliki bakat bela diri kelas satu. Orang dengan bakat bela diri kelas satu, walaupun mereka berusaha sekeras tenaga, mereka tidak akan mencapai apapun. Satu dari sepuluh dari sisanya lagi memiliki kemungkinan 90% untuk memiliki bakat bela diri kelas dua.Jika orang-orang ini rajin berlatih bela diri, mereka memiliki kesempatan untuk dapat mencapai sesuatu dalam hidupnya. Walaupun begitu, menjadi seorang Master bela diri hanya menjadi impian saja.

Bakat bela diri kelas tiga Lin Ming bisa dikatakan sebagai keistimewaan.Jika seorang dengan Bakat bela diri kelas tiga ingin memamerkan dirinya, dia bisa mengklaim bahwa dia adalah orang istimewa dengan bakat dari Tuhan. Walaupun begitu, dengan bakat bela diri kelas tiganya, masih sangat sulit untuk diterima di Perguruan Tujuh Kebijaksanaan!

Lin Ming sangat menyadari hal ini. Bersama dengan teman masa kecilnya, Lan Yunyue yang cantik yang juga memiliki bakat bela diri kelas tiga, mereka sepakat untuk mengambil tes masuk ke Perguruan silat Sky Fortune walaupun perguruan itu tidak sebagus Perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan.

Perguruan Sky Fortune adalah bagian dari Kerajaan Sky Fortune.Sejak didirikan, perguruan itu hanya memiliki sejarah dan warisan jurus berusia 80 tahun, memang sangat terbatas.Warisan jurus yang diturunkan dari zaman dahulu adalah sesuatu yang penting bagi ahli bela diri.Tanpa jurus yang bagus, sangat tidak mungkin untuk bisa menyelesaikan tahap akhir latihan fisik, Tahap menguatkan nadi, atau tahap yang lebih tinggi.

Tahap penguatan nadi adalah tahapan dimana banyak sekali ahli bela diri bermimpi untuk mencapainya.Tahap ini juga menjadi langkah awal bagi ahli bela diri. Ketika tahap penguatan nadi sudah dikuasai, usia ahli bela diri akan menjadi lebih panjang. Di samping itu, mereka juga mendapatkan titel sebagai kaum bangsawan, sehingga mereka bisa hidup dengan makmur dan sejahtera, membawa keberuntungan bagi keturunannya.

Di Tahap penguatan nadi inilah perguruan silat Sky Fortune tertinggal jauh dengan perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan.

Lin Ming hidup untuk menjadi seorang ahli bela diri.Sangat normal jika dia ingin masuk ke perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan. Jika bakatnya dirasa kurang, maka dia hanya bisa mengandalkan kekuatan mental dirinya sendiri untuk membuat penyeleksi tertarik akan dirinya. Sayangnya, kemungkinan dia bisa diterima sangat kecil, bahkan sekali dia gagal, dia akan membuang setengah tahun waktunya untuk menunggu kesempatan berikutnya. Bagi ahli bela diri, waktu sebanyak ini sangatlah berharga.

Menempatkan semuanya dalam pertimbangan, ditambah dengan fakta bahwa dia sudah membuat janji dengan Lan Yunyue, Lin Ming memutuskan untuk mencoba mengikuti tes masuk di perguruan silat Sky Fortune.

Lin Ming dan Lan Yunyue telah berlatih dan bermain bersama sejak kecil.Walaupun mereka berdua masih sama-sama muda dan pembicaraan tentang pernikahan belum pernah muncul, emosi mereka sudah menunjukkan bahwa perasaan mereka mulai muncul.Orang tua Lin Ming sudah menunjukkan persetujuannya terhadap Lan Yunyue.Mereka selalu mengundang Lan Yunyue ke rumah mereka untuk makan malam.

Perasaan saling menghormati muncul di antara Lin Ming dan lan Yunyue, meninggalkan hanya sehelai kertas tipis di antara mereka berdua. Ketika mereka menjadi lebih dewasa, sehelai kertas ini tentunya akan terobek dengan sendirinya.

Lin Ming memandang kesepakatan antara mereka dengan serius.Dia bertekad untuk bekerja keras mencapai Tahap Penguatan Nadi walaupun dia mungkin hanya bisa berlatih di Perguruan silat Sky Fortune.

Namun, pada hari dimana perguruan Sky Fortune menggelar tes masuk, Lan Yunyue tidak muncul.

Awalnya, Lin Ming berpikir bahwa Lan Yunyue tidak bisa hadir karena ada hal-hal yang harus dia lakukan.Baru kemudian dia mengetahui bahwa Lan Yunyue telah diterima di Perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan. Selain itu, orang yang memastikan diterimanya Lan yunyue adalah murid dari perguruan Tujuh Kebijaksanaan bernama Zhu Yan, seorang tuan muda jenius dari keluarga nomor satu di Kota murbei hijau.

Walaupun Lin Ming masih berusia 15 tahun, dia telah menemani orang tuanya untuk berpetualang di luar sebelumnya. Sehingga dia memiliki kedewasaan yang lebih dibanding dengan pemuda lain seusianya. Dia paham arti di balik tindakan Zhu Yan yang membantu Lan Yunyue masuk ke perguruan Tujuh Kebijaksanaan.

Bagi keluarga besar seperti keluarga Zhu, syarat untuk memilih istri tidak hanya dari parasnya, tapi juga kemampuan bela dirinya. Seorang istri yang memiliki kemampuan bela diri yang tinggi akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan seorang jenius dalam bela diri.Walaupun keluarga Lan Yunyue hanya keluarga yang termasuk rata-rata, Bakat bela diri tingkat tiganya sangat bagus melihat gendernya.Selain itu, Lan Yunyue juga seorang yang cantik dengan temperamen yang baik.Sangat alami bila Zhu Yan jatuh hati kepadanya.

Bagi Lan Yunyue, perbedaan antara perguruan Sky Fortune dengan perguruan Tujuh Kebijaksanaan sangatlah besar. Kesempatan ke depannya, kehormatan, kemuliaan dan potensi untuk mencapai tingkatan yang tinggi tidak bisa dibandingkan.Godaan ini sangat sulit untuk ditolak bagi wanita.

Dihadapkan dengan prospek yang menggiurkan, kebanyakan wanita tentunya juga akan memilih untuk mengikuti Zhu Yan. Toh Zhu Yan juga tampan; latar belakang keluarga dan masa depannya jauh lebih baik dibandingkan Lin Ming.

Walaupun Lin Ming mampu menyadari hal ini, tapi untuk mengatakan bahwa masalah ini tidak mempengaruhi Lin Ming adalah suatu kebohongan.Dia menutup dirinya di dalam kamar selama 3 hari. Setelah itu, dia berjalan keluar..kemudian makan, tidur dan berlatih. Bahkan, intensitas latihannya menjadi semakin tinggi dibandingkan sebelumnya.

Sebelum Lan Yunyue meninggalkannya, Lin Ming sudah memutuskan untuk mencapai Tahap Penguatan Nadi dan mengejar tahapan yang lebih tinggi lagi. Lin Ming yang sekarang masih tidak berbeda.Jika dia masih punya sedikit keraguan sebelumnya, tindakan Lan Yunyue meninggalkannya semakin menguatkan dedikasinya terhadap Jalan Bela Diri.

Dia memutuskan untuk mengikuti tes masuk dari Perguruan Tujuh kebijaksanaan, tanpa memperdulikan sesulit apa prosesnya.

“Dak!Dak!”Suara pukulan yang keras timbul akibat berbenturan dengan pohon dan menggema ke seluruh hutan.Nama pohon ini adalah Pohon besi.Pohon besi tidak hanya memiliki lapisan yang sangat keras, tetapi juga memiliki kemampuan regeneratif yang kuat.Banyak pemula bela diri memilih pohon ini untuk berlatih.

Setelah melontarkan pukulan entah berapa banyak, Lin Ming akhirnya kehabisan tenaga.Bersandar di pohon, dia duduk di atas seonggok batu dan mengeluarkan daun-daunan dari tasnya.Dia mengoleskannya di permukaan tangannya dan meremasnya.Bagi mereka yang mengejar jalan bela diri, penggunaan obat-obatan untuk menyembuhkan luka sangatlah penting. Tanpa obat-obatan, seseorang akan mudah mengalami cedera dalam. Ketika cedera dalam ini terakumulasi, ada kemungkinan seseorang akan menjadi lumpuh bahkan meninggal.

Daun ini disebut Daun Benang Besi.Dinamakan demikian karena cairan hijau yang keluar dengan memerasnya dapat membantu menyembuhkan luka, tetapi juga mengakibatkan rasa sakit bagaikan ada sikat benang besi yang disikatkan di luka.

Lin Ming menggertakkan giginya sambil menahan rasa sakit. Dia pun mengambil kain putih dari dalam tas dan membalut kedua tangannya.

Faktanya, ada banyak obat-obatan lain yang lebih efektif dibanding dengan Daun Benang Besi.Obat-obatan itu juga memiliki efek samping yang lebih ringan, tetapi tentunya lebih mahal.Kondisi Lin Ming membuatnya tidak mampu membeli obat-obatan seperti itu.

Orang tua Lin Ming menjalankan sebuah restoran di Kota Murbei hijau.Namun, restoran ini bukan milik mereka. Restoran ini adalah milik keluarga inti Lin di kota Murbei hijau.

Walaupun nama keluarga Lin Ming juga Lin, tapi garis keluarganya sudah terpisah sejak beberapa generasi dari keluarga inti. Keluarga inti Lin menempatkan kerabat lain ke asset-asetnya yang tidak terlalu penting. Kehidupan Keluarga Lin Ming tergantung dari restoran ini. Setiap tahun, mereka akan diberikan upah tetap dan sedikit komisi. Uang ini sebenarnya cukup untuk mereka bertahan hidup, namun, sangatlah kurang untuk mendanai Lin Ming yang serius belajar bela diri.

Orang tua Lin Ming pada awalnya menginginkan Lin Ming untuk meneruskan bisnis keluarga dan menjadi bagian pencatatan di restoran.Namun, melihat dedikasi Lin Ming terhadap bela diri, mereka memilih untuk mengambil semua tabungan mereka dan membelikan Lin Ming Obat-obatan.

Sejak itulah, tabungan keluarga Lin Ming perlahan-lahan berkurang.Tapi Lin Ming masih saja terjebak di tahap pertama latihan fisik.

Tahapan latihan fisik adalah bagian pertama bagi mereka yang mengejar bela diri.Tahap ini berfokus pada penempaan tubuh fisik dan dibagi menjadi 6 tahap. Tahap pertama adalah Latihan Kekuatan, tahap kedua adalah Latihan Penguatan Tubuh, ketiga adalah Latihan Penguatan Organ, Keempat adalah Pengubahan Otot, Kelima Penempaan Tulang dan Keenam adalah Penguatan Nadi. Setelah melewati semua itu, baru seseorang bisa memasuki Level Primal Assemblage.

Setelah mengoleskan cairan hijau dari Daun Benang Besi di lukanya, Lin Ming beristirahat selama 1 jam supaya obatnya terserap dengan baik. Kemudian dia bersiap-siap dan akan mulai berlatih lagi ketika seorang pemuda gemuk berjalan ke arahnya. Pemuda gemuk ini membawa Pedang Panjang bersamanya. Melihat Lin Ming, dia menyeringai dan berkata, “Kakak Lin, hari ini adalah hari pendaftaran untuk tes masuk ke Perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Apa kakak lupa akan hal ini? Mengapa kakak masih berlatih di sini?”

Nama pemuda ini adalah Lin Xiaodong, dia sedikit lebih muda dari Lin Ming.Beranjak dewasa bersama, mereka berdua memiliki ikatan persaudaraan yang kuat.

Lin Xiaodong adalah keturunan langsung dari Keluarga inti Lin. Namun, bahkan bagi keturunan langsung, terbentuk suatu peringkat.Lin Xiaodong termasuk peringkat bawah.Orang tua Lin Xiaodong juga terlalu sibuk dengan urusan bisnis dan memiliki hubungan dekat dengan orang tua Lin Ming.

Setelah melihat Lin Xiaodong, Lin Ming mengarahkan perhatiannya kembali ke pohon di depannya dan berkata, “Awal seperti ini pasti banyak yang mendaftar. Bahkan untuk mengantri akan membutuhkan waktu satu-dua jam. Pergi ke sana sekarang sama saja dengan membuang waktu.”

“Sialan, bahkan kamu tidak mau menyia-nyiakan waktu sesedikit ini.Apakah kamu harus seperti ini?”Lin Xiaodong berkata sambil berjalan mendekat ke pohon.Melihat bekas pukulan dan bercak darah di pohon, dia melihat tangan Lin Ming yang terbalut kain.Kemudian dia menghela napas dengan wajah kecewa.“Kamu benar-benar gila, sampai-sampai pohon besi saja jadi hancur seperti ini. Namun, dengan caramu berlatih, Rumput benang besi saja tidak akan cukup. Jika kamu meneruskan hal ini, tanganmu akan menjadi lumpuh!”

Lin Ming diam saja.Jalan bela diri adalah jalan yang penuh perjuangan. Mempertimbangkan Bakat kelas tiganya, mencapai Tahap ke 6 yaitu Penguatan Nadi akan sangat sulit. Jika dia tidak berusaha semaksimal mungkin mumpung dia masih muda, maka dia tidak akan bisa mencapai tujuannya. Ketika dia berusaha sekuat tenaga, ada kemungkinan dia bisa menjadi lumpuh karena akumulasi cedera dalam.Tapi, semakin besar juga kemungkinan Lin Ming untuk mencapainya. Setelah dia mencapai tahap Penguatan nadi, dia dapat menempa tubuhnya dan cedera dalamnya akan hilang.

Bagi Lin Ming, ini adalah pertarungan yang dia tidak mungkin mundur. Baginya ini adalah pertarungan dengan nyawa sebagai taruhannya.

Lin Xiaodong menghela napas dan mengeluarkan bungkusan dari dadanya.Dia membuka bungkusan itu dan berkata, “Kakak Ming, ambil ini.”

Lin Ming melihat ke bungkusan yang sudah terbuka itu dan terkejut ketika dia melihat Ginseng Darah berwarna merah di dalam bungkusan itu. Melihat dari penampakannya, usia ginseng ini paling tidak 100 tahun. Ginseng ini adalah obat tingkat tinggi untuk mengobati luka dan menyehatkan darah.Sepotong tipis saja sudah cukup untuk tiap penggunaan.Sebagai tambahan, kekuatan penyembuhan yang dimiliki ginseng ini juga sangat lembut dan kuat. Ginseng darah ini paling tidak berharga 150 Liang Emas, sama seperti penghasilan keluarga Lin Ming selama 1 tahun.

Lin Ming pun terhenti dan dia menggelengkan kepalanya, “Aku tidak bisa menerima ginseng darah ini/”

Walaupun mereka adalah saudara dekat, ginseng darah ini terlalu mahal.Posisi Lin Xiaodong di keluarga Lin sangat rendah, meskipun lebih baik dibandingkan keluarga Lin Ming, harga ginseng ini masih termasuk sangat mahal untuk membantu Lin Xiaodong dalam belajar bela diri.

Lin Xiaodong memaksa Lin Ming dan berkata, “Aku membeli Ginseng darah ini untukmu.Kamu tahu bagaimana aku berlatih, cedera tubuhku tidak lebih dari bau kentut. Menggunakan ginseng ini hanya akan sia-sia. Jika kamu menolaknya, maka percuma saja aku membeli ginseng ini.Aku tidak memiliki ambisi yang besar.Aku hanya ingin melanjutkan kehidupanku sebagai keturunan keluarga Lin, dan keturunanku juga demikian, itu saja sudah cukup bagiku.”

Lin Ming terdiam sejenak sebelum menerima ginseng itu.Kemudian dia berkata, “Baiklah, aku akan menerima Ginseng ini.Demi ginseng ini, aku harus mencapai Tahap Penguatan Nadi.”

“haha.. Begini inilah seharusnya.Tidak hanya kamu harus mencapai Tahap Penguatan Nadi, kamu juga harus mengalahkan si bangsat Zhu Yan itu.Si bangsat itu sudah lama ngeselin banget.

“Zhu yan… Huh…” Lin Ming menghela nafas perlahan.Zhu Yan sudah diterima di perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Selain itu, Zhu Yan saat ini adalah salah satu murid dengan potensi tinggi di Bangsal Langit Dalam, kekuatannya hampir mencapai tahap ketiga dari latihan fisik. Walaupun begitu, Lin Ming sudah menetapkan untuk mengalahkan Zhu Yan sebagai tujuannya. Keputusan ini buka karena Lan Yunyue, tetapi lebih karena dedikasinya untuk mencapai tahapan yang tinggi dalam bela diri. Jalan ini mengharuskan dirinya untuk melewati rintangan demi rintangan; menaklukkan gunung demi gunung. Sedangkan Zhu Yan, dia semestinya merasa terhormat karena menjadi rintangan pertama Lin Ming.

Di Kaki gunung Agung Zhou, berjajar bangunan-bangunan megah dengan panjang sampai 20 li (10km). Ini adalah area operasi bagi perguruan silat Tujuh Kebijaksanaan dan perguruan silat Sky Fortune, dan hari ini adalah hari pendaftaran bagi mereka yang ingin mengikuti tes masuk perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Kerumunan orang berkumpul di lapangan di depan perguruan Tujuh Kebijaksanaan.

Walaupun Ling Ming dan Lin Xiaodong sudah mengantisipasi dengan datang agak terlambat, mereka menyadari bahwa mereka tidak menyangka bahwa jumlah pendaftarnya sangat banyak. Pendaftar dibagi menjadi 3 baris. Setiap barisnya memiliki panjang beberapa meter. Menilai dari antrian saat ini, kira-kira 1 jam diperlukan untuk mengantri mendaftar.

“Kita harus menunggu,” Lin Xiaodong menghela napas dan berdiri lunglai di barisan.

“Ya” Lin Ming menganggukkan kepalanya.

“Hey, lihat orang-orang yang ada di sana,” Lin Xiaodong menunjuk ke arah pintu kecil. Hanya ada beberapa orang di sana. Selain itu, lantainya juga diberi karpet merah.

“Tempat itu adalah tempat khusus untuk bangsawan…” Lin Ming mengenali tulisan di penandanya.

Karena Perguruan Tujuh Kebijaksanaan beroperasi di tanah, bangunan dan sumber daya dari Kerajaan Sky Fortune, sangat masuk akal apabila mereka memberikan penghormatan kepada kaum elit dari kerajaan. Faktanya, tidak sedikit urusan perguruan yang diserahkan kepada kelas elit untuk mereka atur. Salah satu contohnya adalah proses pendaftaran hari ini.

“Sial,” Lin Xiaodong menggerutu. Kebangsawanan adalah gelar yang hanya bisa diberikan oleh keluarga kerajaan dan tidak bisa diturunkan. Walaupun keluarga Lin adalah keluarga yang kaya, tapi bukan keluarga bangsawan.

Lin Xiaodong mengeluarkan sumpah serapah kepada kaum bangsawan untuk meredakan emosinya ketika pintu kecil itu terbuka. Dua pemuda keluar dari pintu itu; salah satunya mengenakan baju biru dengan pedang panjang di pinggangnya. Rambutnya diikat dengan hiasan kepala berwarna emas dan dia terlihat tampan.

Melihat penampilan pemuda ini membuat Lin Ming tersenyum kecut. Dia tidak lain adalah Zhu Yan.

Anak perempuan keluarga Zhu telah menikah dengan keluarga kerajaan dan menjadi selir favorit pangeran pertama. Dengan posisi pangeran pertama di keluarga kerajaan. Kehormatan Keluarga Zhu meroket menjadi keluarga nomor satu di Kota Murbei Hijau. Bahkan, mereka juga mendapatkan gelar kebangsawanan, yang menyebabkan Zhu Yan bisa menggunakan pengaruhnya supaya Lan Yunyue diterima di Perguruan Tujuh Kebijaksanaan.

“Sial, kita akhirnya bertemu dengan si brengsek ini,” umpat Lin Xiaodong.

Zhu yan berjalan beriringan dengan pemuda lain. Beberapa bangsawan menunggu di luar dan akhirnya mengikuti mereka berdua. Kelihatannya Zhu Yan sedang membawa pemuda itu untuk mendaftar. Mereka berdua pun berjalan terus ke arah pintu pendaftaran. Dengan ini, tidak terhindarkan bahwa Lin Ming dan Zhu Yan akan bertemu muka satu sama lain.

Dengan posisi dan kekuatannya sekarang, masih mungkin Lin Ming bisa menang, tetapi dia pasti akan terluka parah. Tapi Lin Ming, memilih untuk tidak lari dan tetap berdiri tegak dengan tenang ketika Zhu Yan mendekat.

Wajah Zhu Yan terlihat terganggu ketika melihat Lin Ming dan Xiaodong. Reaksi pertamanya adalah kaget. Setelah itu, dia mengerutkan keningnya. Melihat Lin Ming membuatnya merasa tidak nyaman. Walaupun dia telah mencuri Lan Yunyue, Lan Yunyue menolak untuk melakukan hubungan intim sebelum pernikahan. Sangat jelas bahwa Lin Ming masih ada di hati Lan Yunyue, tanpa mengesampingkan perasaan bersalahnya. Alasan satu-satunya Lan Yunyue memilih Zhu Yan adalah karena perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Sebagai seorang laki-laki, Zhu Yan tidak bisa menerima bahwa hati istri masa depannya masih berada di tangan laki-laki lain.

“Kamu bernama Lin Ming, benar kan? Wah… sangat tidak terduga kamu akan mengikuti kami sampai ke sini. Dengan keahlian bela dirimu yang masih di tahap satu, kamu mau mengikui tes masuk ke perguruan Tujuh Kebijaksanaan?”

Arti di balik kata-kata Zhu Yan sangat jelas. Dia tidak akan pernah mengizinkan Lin Ming memasuki perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Walaupun kekuatan Lin Ming bukan suatu ancaman baginya, kehadiran Lin Ming di sana bisa menyebabkan Lan Yunyue tidak bisa melupakan Lin Ming.

“Entah aku akan diterima atau tidak, bukanlah masalah. Aku ke sini bukan karena mengikuti siapa pun. Aku di sini untuk menempa diriku menjadi seorang ahli bela diri.”

“Seorang dengan bakat rata-rata sepertimu berani mengutarakan bahwa kamu akan menjadi seorang ahli bela diri? Tidak tahu malu!” Setelah mengatakan hal itu, jari Zhu Yan mengeluarkan suara ringan; setelah itu pedang panjangnya melompat keluar dari sarungnya! Zhu yan menggenggam pedangnya dan menebas udara, melepaskan energy chi dari pedang yang menimbulkan suara belahan udara. Sebuah gelombang transparan menerjang keluar, memotong separuh bagian dari pohon di dekatnya.

Suara “Krak” terdengar akibat banyaknya dahan dan daun yang jatuh ke tanah. Semua yang hadir di sana memelototkan matanya. Kebanyakan usia mereka tidak jauh dari Zhu Yan. Namun, Kemampuan Zhu Yan saat ini sudah meninggalkan mereka jauh di belakang.

Alasan Zhu Yan memamerkan hal ini adalah untuk memberikan tekanan mental kepada Lin Ming, dan menunjukkan kepadanya perbedaan kemampuan antara mereka berdua. “Bakatku adalah bakat kelas empat. Aku sudah mulai berlatih bela diri sejak 12 tahun, mengkonsumsi obat-obatan yang tidak terhitung dan memasuki Sekte Pedang Bangsal Langit di perguruan Tujuh Kebijaksanaan. Aku hampir mencapai tahap ketiga dari Latihan Fisik. Walaupun begitu, aku masih sangat awal dalam perjalanan menjadi seorang master bela diri. Dan, orang seperti kamu yang masih berada di tahap satu berani berbicara untuk menjadi seorang master bela diri?”

Kata-kata Zhu Yan terdengar sangat arogan, Hal ini membuat Lin Xiaodong marah. “Hei kamu yang bernama Zhu! Kamu hanya orang yang lahir 2 tahun lebih dulu daripada kami! Kata-katamu besar sekali? Jika usia kita dibalik, Kakak senior di sebelahku ini hanya akan menggunakan satu tangan untuk melemparkanmu!”

Zhu Yan mengernyitkan dahinya dan melihat Lin Xiaodong. Dia mengambil satu langkah ke depan, energy dari dalam tubuhnya menerjang keluar sambil dia bertanya, “Siapa kamu?”

“Aku…” Karena tekanan dari Zhu Yan, kata-kata Lin Xiaodong tersendat di tenggorokan. Dia mengambil satu langkah ke belakang dan menelan ludahnya dan menepuk-nepuk dadanya sebelum berbicara, “Tuan muda ini adalah Lin Xiaodong, sebaiknya kau mengingatnya!”

“Lin Xiaodong? Hah…. Orang-orang keluarga Lin yang memiliki kualifikasi untuk berbicara denganku bisa dihitung dengan satu tangan. Apa yang membuat kamu bisa berpikir bahwa kamu layak untuk berbicara denganku? Dan itu juga termasuk dirimu Lin Ming! Jika bukan karena Lan Yunyue, kamu tidak layak berbicara kepadaku sama sekali! Aku akan memberimu nasihat ini, seorang pria harus tahu batasan dirinya. Seseorang seperti Lan Yunyue bukanlah seseorang yang sepadan buatmu.”

Seorang wanita dengan bakat bela diri kelas tiga dan juga berparas cantik sangatlah langka di kota murbei hijau. Kebanyakan wanita seperti itu hanya muncul dari keluarga besar. Namun, karena ada kepentingan antar keluarga-keluarga besar itu, mereka tidak mengizinkan putrinya untuk diambil menantu oleh keluarga besar lain. Hal ini bisa menyebabkan keluarga besar lainnya menjadi makin kuat dan kemungkinan mendapatkan keturunan yang memiliki bakat yang tinggi semakin besar. Sehingga, kebanyakan keluarga besar akan meminta dari pihak laki-laki untuk menikah masuk ke keluarga wanita. Hal inilah yang membuat Zhu Yan mengatakan hal itu tadi.

“1000 Liang emas! Mulai hari ini dan seterusnya, aku tidak mau melihat wajahmu lagi!” Zhu Yan berkata sambil mengeluarkan kertas uang dari lengan bajunya.

Kerumunan orang di sekitar menjadi tidak bisa berkata apa-apa. Seribu liang emas adalah uang yang sangat banyak, cukup bagi seorang ahli bela diri untuk membeli obat-obatan tingkat tinggi untuk penggunaan selama 3 tahun latihan.

“Seribu liang emas? Apakah kamu mengira kami ini pengemis?” Lin Xiaodong mendorong uang itu kembali ke arah Zhu Yan. Dalam hatinya, dia hanya berlagak kuat. Bahkan bagi Lin Xiaodong, seribu liang emas adalah uang yang sangat banyak.

Zhu Yan mengibaskan tangannya dan sebuah kekuatan yang kuat mendorong tubuh Lin Xiaodong ke belakang. Zhu Yan menunggu jawaban dari Lin Ming sembari melihatnya dengan tatapannya yang dingin.

Lin Ming mengambil nafas panjang sebelum berbicara dengan perlahan tapi lantang, “Zhu Yan, aku bukanlah bandinganmu dalam hal bakat, apalagi keluarga. Namun, perkembangan seorang ahli bela diri tidak hanya tergantung dari bakat ataupun uang; ada hal lain yang lebih penting… Keteguhan hati seorang pesilat!”

“Kamu menuntut ilmu bela diri semuanya dikarenakan Kemewahan, Status dan kehormatan. Namun, bagiku, aku mendalami ilmu bela diri karena aku memang ingin mendalami ilmu bela diri. Pendalaman ilmu bela diri bukan bagi orang yang punya bakat, bukan bagi orang yang punya kekuasaan dan bukan juga bagi mereka yang punya uang. Pendalaman bela diri ada untuk orang-orang yang jantungnya berdetak demi bela diri itu sendiri! Akan sampai waktunya ketika aku akan melewati pencapaianmu!” Ling Ming berkata dengan penekanan dan suara yang jelas. Semua orang yang berdiri di dekat situ dapat mengerti maksudnya dengan jelas sekali.

Seorang dengan bakat bela diri kelas tiga ingin mengejar seorang dengan bakat bela diri kelas empat. Selain itu, latar belakang keluarga mereka juga sangat jauh berbeda. Anak muda satu ini mungkin sudah gila!

Mendengar kata-kata Lin Ming, Zhu Yan terpaku sejenak sebelum tertawa lepas, “Bagus! Bagus Sekali! Aku akan menunggumu!” Setelah itu, Zhu Yan menyimpan kembali yangnya. Dengan suara “Weng”, pedang panjangnya kembali ke sarungnya. Zhu Yan pun memandang sekilas ke Lin Ming sebelum dia pergi menjauh.

 

Chapter Sebelumnya | Chapter Berikutnya

← MW Prolog – Kubus Dewa MW 2 – Batu Aneh→

Leave a Reply