MW 6 – Bertarung Dengan Tangan Kosong

Wang Yigao merasa bahwa orang yang ada di hadapannya ini memiliki gangguan jiwa. Memang tidak mustahil mengalahkan orang dengan tahapan yang lebih tinggi, tapi diperlukan talenta jenius da nada seorang master yang mengajarinya. Lin Ming adalah pemuda yang miskin, baginya untuk mencapai tahap pertama saja sudah pencapaian yang sangat luar biasa. Tapi melihat talentanya yang biasa-biasa saja, dia berpikir bahwa dia akan menang? Apa mungkin dia kurang tidur? Jangan-jangan dia berjalan sambil tidur sekarang.

Wang Yigao bertanya sambil menyeringai, “Apa yang kamu inginkan?”

“Jika aku menang, aku minta ginseng darah berusia 200 tahun dan 500 liang emas.”

Ginseng darah berusia 200 tahun dan 5 ratus liang emas! Orang-orang di sekitar sana menjadi tak bisa berkata apa-apa: anak ini butuh biaya pemeliharaan yang mahal! Ginseng darah 200 tahun berharga sekitar 300 liang emas, dan total semuanya adalah 800 liang emas! Ini bukan uang yang sedikit; namun, seseorang butuh untuk hidup supaya bisa mengambilnya.

“delapan ratus liang emas?” Wang Yigao mendengus. “Kamu kira kamu berharga segitu? Kamu kira tangan dan kakimu segitu harganya?”

Di Kerajaan Sky Fortune, hidup seorang bangsawan dan orang biasa tidaklah sama. Walaupun Wang Yigao membunuh seseorang, dia mungkin hanya ditahan sebagai hukumannya. Setelah itu, dia hanya perlu membayar 200 liang emas untuk kompensasi.

Lin Ming menjawab perlahan, “Bagi seorang pesilat, kedua tangan dan kaki mereka tidaklah ternilai. Jika kamu tidak bersedia, maka aku pun mengerti. Yang perlu kamu lakukan adalah memutuskan uratmu sendiri.”

“Sialan Kau! Minta mati ya!” Wang Yigao berteriak dengan marah sambil menarik pedang dari pinggangnya.

Wajah Lin Ming tetap dingin sambil berkata, “Kamu belum menjawab pertanyaanku.”

“Huh! Hanya 800 liang emas? Aku bisa memberimu 1000 liang emas! Namun, apa kamu bisa mengambilnya? Senior ini akan melumpuhkanmu. Jika kamu masih bisa bertahan hidup setelah 3 gerakan, maka senior ini akan membawa namanya terbalik!”

Wang Yigao menjadi tidak sabar, bagi Lin Ming ini berarti lebih banyak uang yang bisa dia dapatkan. “Baik, 1000 liang emas taruhannya!”

Dia baru berhenti berbicara ketika pedang Wang Yigao menyerangnya.

Cahaya keemasan yang tidak terlalu jelas terpancar dari pedang, dan sebuah suara pedang terdengar sampai puluhan meter.

Jurus Bela Diri!

Jurus Bela Diri menggunakan tenaga dalam untuk membunuh musuhnya. Ketika Wang Yigao mengklain bahwa dia bisa membunuh Lin ming dalam 3 gerakan, dia tidak hanya emosi semata, tapi dia juga memiliki keyakinan pada jurus bela dirinya! Kesempatan untuk belajar Jurus ini hanya dimiliki tuan muda dari keluarga bangsawan.

Ketika Jurus sudah dikeluarkan, mereka yang tidak memiliki Jurus bela diri akan mengalami kesulitan menghadapinya. Apalagi melihat perbedaan tahapan Wang Yigao dan Lin Ming. Wang Yigao memiliki keyakinan penuh bahwa dia akan menang dengan 1 jurus saja. Alasan dia mengatakan kepada Lin Ming 3 gerakan adalah untuk persiapan apabila ada scenario tidak terduga.

Wang Yigao berasumsi bahwa Lin Ming belum belajar Jurus bela diri apapun dan dia memang benar. Lin Ming hanya bisa menggunakan gerakan biasa untuk menghadapi serangan Wang Yigao.

Ketika para penonton melihat hal ini, mereka merasa bahwa hasilnya sudah ditentukan. Sedangkan hati Lin Xiaodong makin was was. Bagaimana Lin Ming bisa menangkis serangan ini?

Perhatian Lin Ming terfokus pada serangan Wang Yigao yang mengarah ke dirinya. Sejak berlatih Formula Energi Kekacauan Sejati dari Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan, persepsi Lin Ming meningkat berkali-kali lipat. Di mata Lin Ming, Wang Yigao bagaikan binatang buas yang menyerangnya! Beberapa hari terakhir ini, Lin Ming telah menulangi binatang buas yang tidak terhitung jumlahnya. Walaupun binatang itu telah mati, menulangi dan memotong mereka masih membutuhkan teknik untuk mencari celah di antara tulang. Kapanpun pisaunya menghujam, itu akan sangat cepat, akurat dan buas!

Ketika pedang Wang Yigao menyambar, pisau Lin Ming keluar. Tidak ada kalkulasi atau perhitungan dalam gerakan ini; semuanya murni insting. Pisau itu masuk di celah gerakan Wang Yigao, Memotong ke atas dengan sedikit miring.

Bersenjatakan pedang yang mempesona, melawan sebuah pisau biasa, hasilnya tidak seperti yang penonton bayangkan. Lin Ming bergeser ke samping dan menghindari sambaran pedang Wang yigao. Pisau di tangannya kemudian menusuk rusuk Wang Yigao.

“Ping!” Setelah tertusuk pisau. Wang Yigao berteriak, badannya terjatuh ke tanah.

Apa yang terjadi? Para penonton tidak bisa memahami apa yang baru saja terjadi dan diam tidak bergerak.

Sekarang, lubang sepanjang satu kaki muncul di baji Wang Yigao, dari dada ke rusuknya. Namun, tidak ada darah yang mengucur. Cahaya perak terlihat dari lubang itu.

“pelindung badan fleksibel?”

Lin Ming meratap dalam hati. Ternyata Wang Yigao mengenakan Pelindung Badan Fleksibel di dalam bajunya. Jika bukan karena pelindung itu, tusukan tadi sudah bisa mengalahkan Wang Yigao.

“Kamu!” Wang Yigao terkejut namun juga marah, matanya menjadi merah. Dia baru saja ditusuk oleh orang yang tahap bela dirinya 1 tahap di bawahnya! Di hadapan orang banyak! Bagi Wang Yigao yang sombong, ini adalah hal yang tidak bisa diterima.

“Aku mau kamu mati!”

Logikanya, tusukan tadi menunjukkan bahwa Wang Yigao sudah kalah. Tapi, bagaimana mungkin Wang Yigao mengakui kekalahannya? Dia pun sekali lagi menebas ke arah Lin Ming!

Jurus bela diri lain pun diluncurkan!

Lin Ming bagaikan seorang pemburu yang berpengalaman, melihat setiap kelemahan dari binatang liar!

“Ping!” Kejadian yang sama terulang kembali. Kali ini tebasan Lin Ming mengenai sisi kanan dari baju Wang Yigao.

Para penonton menjadi terkejut. Mereka melihat dengan tidak percaya pertarungan ini. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seperti kata pepatah, “Satu inci lebih panjang, satu inci lebih kuat”. Pedang Wang Yigao jauh lebih panjang daripada pisau Lin Ming. Selain itu, Wang Yigao juga menguasai Jurus Bela diri dan memiliki tahapan yang lebih tinggi. Tapi di pertarungan ini, dia terkena tebas 2 kali dengan gerakan yang kelihatan biasa.

“Anak itu… kecepatan tubuh dan pisaunya lebih cepat dari Wang Yigao!” Seorang pesilat yang menonton berkomentar. Seorang dengan tahap pertama mengalahkan seorang dengan tahap kedua adalah kejadian yang tidak biasa!

Kecepatan Lin ming memang lebih cepat dari Wang Yigao, Kenyataannya, perbedaan kecepatannya cukup besar. Ini adalah hasil dari berlatih Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan! Sebelum berlatih pun, keahlian pisau Lin Ming sudah sangat akurat. Namun, kecepatan dan kekuatannya tidak mampu mengikutinya. Sangatlah normal bagi Lin Ming jika dia tidak bisa mengalahkan Wang Yigao yang berada di tahap kedua latihan fisik.

Tapi dengan keberadaan Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan. Situasinya sekarang benar-benar berbeda!

“A a a!” penuh kemarahan, Wang Yigao merobek baju luarnya, terlihat pelindung tubuh fleksibel berwarna silver. Dia sudah kalah dengan orang yang berada 1 tahap di bawahnya. Jika dia tidak bisa balas dendam, maka dia tidak punya muka untuk tinggal di kota sky fortune.

“Aku bunuh kau!” Wang Yigao mati-matian mengerahkan tenaga dalam dari dalam tubuhnya, pedangnya pun bersinar lebih terang daripada sebelumnya. Dia menebas ke arah kepala Lin Ming. Jika tebasan ini mengenai kepala Lin Ming, bisa dipastikan lin Ming akan mati.

Seketika itu juga, Lin Ming melakukan gerakan yang mengejutkan semua orang. Dia melemparkan pisaunya dan menghadapi musuhnya dengan tangan koson!

Semua penonton tidak bisa memahami apa maksud gerakan Lin Ming. Tebasan Wang Yigao ini sudah jelas adalah Tebasan terakhir dengan mengerahkan seluruh tenanga, Jadi, kenapa Lin Ming malah membuang senjatanya di momen kritis seperti ini? Tentu, pisau lebih kuat daripada tangan. Di momen kritis, dia bisa menggunakan pisau untuk menangkis serangan pedang lawannya.

 

Chapter Sebelumnya | Chapter Berikutnya

← MW 5 – Taruhan MW 7 – Innate Divine Strength? Kekuatan tubuh istimewa→

Leave a Reply