MW 7 – Innate Divine Strength? Kekuatan tubuh istimewa

Serangan terkuat yang sudah dipelajari Lin Ming di Teknik Meridian Tempur Mengacaukan Kebajikan bukanlah serangan pedang, melainkan serangan tangan kosong!

Sekarang, kekuatan pukulan Lin Ming bisa meninggalkan bekas sedalam setengah kaki di pohon besi. Ketahanan pohon besi tidak bisa dikatakan lebih rendah dari besi. Jika yang dipukul adalah batu, maka batu itu akan hancur berkeping-keping!

Lin Ming menatap tajam Wang Yigao, matanya mengunci ke dada Wang Yigao. Bergerak ke samping, dan dia melancarkan pukulan!

“Bang!”

Terdengar suara meletup, Wang Yigao terlihat memuntahkan darah dari mulutnya sambil terpental. Walaupun dengan perlindungan pelindung fleksibel, walaupun dengan tahapan kedua latihan fisik, walaupun dengan latihan menguatkan tubuhnya, dia masih tidak bisa menerima pukulan ini dari Lin Ming.

Melihat Wang Yigao terjatuh di lantai bagaikan babi mati, penonton terdiam. Wang Yigao telah mengancam untuk mengalahkan Lin Ming dalam 3 gerakan, tetapi hasilnya malah berkebalikan. Lin Ming malah mengalahkan Wang Yigao dalam 3 gerakan.

Dalam setiap pertemuan 3 gerakan jurus, Lin Ming memenangi semuanya. Jika bukan karena pelindung fleksibel, Wang Yigao sudah kalah sejak awal. Apa ini benar-benar pertarungan antara pesilat tahap pertama melawan tahap kedua? Hasilnya benar-benar berkebalikan!

“Senior Liu, apa pendapat anda tentang kejadian ini?” Di tengah duel, seorang pria tua muncul di antara penonton. Di masa mudanya, pria tua ini sudah mencapai tahap kelima dari latihan fisik, yaitu tahap penempaan tulang. Dia sedikit lagi akan mencapai tahap penguatan nadi; namun, dia gagal untuk menembusnya. Seorang pesilat dengan tahap penempaan tulang memiliki masa hidup sama dengan orang normal. Secara alamiah, tubuhnya tidak bisa menahan serangan waktu. Sekarang usia pria tua ini sudah mencapai 70 tahun, dia tidak lagi memiliki kekuatan bertarung. Tapi matanya tetap bisa melihat dengan jelas.

Pria tua itu merenung sejenak sebelum menjawab. “Anak itu lahir dengan Kekuatan tubuh istimewa bawaan!”

Pengklasifikasian bakat atau talenta bela diri, baik itu bakat tingkat satu ataupun bakat tingkat dua sebenarnya adalah pengukuran seberapa cepat dan mudah seseorang bisa menyerap tenaga alam di sekitarnya. Semakin cepat mereka mampu menyerap, maka semakin tinggi bakat bela diri mereka.

Namun, kekuatan tubuh seorang pesilat tidak termasuk hitungan untuk menentukan bakat bela diri seseorang. Hal itu dikarenakan kebanyakan orang memiliki kekuatan tubuh yang sama.

Terkadang, beberapa orang terlahir dengan kekuatan tubuh istimewa. Beberapa bahkan terlahir dengan kekuatan 10x lipat lebih kuat daripada manusia normal dan yang lain bahkan bisa lebih!

Dengan kekuatan yang besar, maka kecepatan pun juga makin cepat. Sehingga, mereka akan memiliki keuntungan dalam pertarungan.

Namun, jumlah pesilat dengan kekuatan tubuh istimewa sangatlah sedikit. Selain itu, tidak banyak dari mereka yang berhasil. Dengan proses berlatih bela diri, kekuatan alam manjadi makin penting dan efek tubuh istimewa seseorang menjadi makin kecil.

“Jadi begitu….” Penonton di sekeliling menganggukkan kepalanya. Penjelasan ini sangatlah masuk akal.

Lin Ming mengambil pisaunya dan melangkah mendekati Wang Yigao. Wang Yigao sekarang berada di kondisi yang mengenaskan. Bajunya sudah tersobek-sobek menjadi potongan benang, darah keluar dari mulutnya dan wajahnya penuh dengan tanah. Wang Yigao merasa ingin bunuh diri. Dia benar-benar kehilangan mukanya karena insiden hari ini. Dia tentu akan menjadi bahan tertawaan di antara teman-temannya di Kota Sky Fortune.

Lin Ming berkata, “Kamu tadi sudah menyepakatinya. 1000 liang emas. Keluarin.”

“Sial!”

Mendengar kata-kata ini, Wang Yigao hampir memuntahkan darah lagi.

Oh, Sial… betapa bodohnya aku! Mengapa aku harus menambah 800 menjadi 100? Walaupun Wang Yigao adalah anak dari sebuah keluarga besar, mengeluarkan 1000 liang emas bukanlah hal kecil!

Insiden hari ini adalah kejadian yang paling mengenaskan dan tidak terlupakan dalam sepanjang hidupnya. Dengan banyak orang sebagai saksi, Wang Yigao tidak bisa menarik kata-katanya.

Selain itu, karena ini adalah kesepatakan duel, dia tidak bisa membalas dendam atau dia akan dikucilkan oleh semu orang. Kecuali, kecuali dia melakukannya dengan diam-diam.

“Uang, bawa keluar uangnya!” Wang Yigao berterika kepada anak buahnya! Hari ini, dia harus mengakui kekalahannya. Tapi, ini bukanlah akhir, dia bersumpah bahwa dia akan memutilasi Lin Ming!

Sekumpulan anak buah Wang Yigao sangat terkejut melihat kekuatan Lin Ming. Jikalau mereka mengeroyok Lin Ming, tidak ada jaminan bahwa mereka akan menang! Benarkah dia masih berada di tahap pertama Latihan fisik?

“Xiaodong, Ambil uangnya,” Kata Lin Ming. 1000 Liang emas bukanlah jumlah yang sedikit. Walaupun Wang Yigao kaya, dia tidak mungkin membawa uang sebanyak itu. Akhirnya, dia hanya bisa mengumpulkan uangnya dan uang anak buahnya.

Dari saat Wang Yigao memuntahkan darah, Lin Xiaodong tidak bisa bergerak karena terkejut. Hanya ketika Lin Ming memanggilnya, dia akhirnya bereaksi: Oh Tuhan! Apakah ini nyata? Lin Ming benar-benar menang?

Lebih-lebih, mereka memenangkan 1000 liang emas. 1000 liang emas! Seluruh kekayaan Lin Xiaodong jika dikumpulkan idak sampai 200 liang emas. Membeli sebuah ginseng darah menghabiskan lebih dari setengahnya!

Melihat kertas uang di tangannya, ekspresi Lin Xiaodong menganga. Kemudian berubah menjadi kegembiraan yang luar biasa dan akhirnya menjadi tawa terbahak-bahak.

Matanya memang tidak besar. Sekarang ketika dia tersenyum, matanya semakin tidak terlihat.

“Haha, Kita kaya, kita kaya! Kamu terlalu baik, apa yang bisa aku ktakan? Terima kasih untuk kemurahan hatimu. Kamu pasti tahu kita sedang kekurangan, dan senior sudah member kami hadiah, terima kasih!”

“Terutama Kakak Gao Yiwang yang merasa 800 liang emas tidaklah cukup dan menambahkan menjadi 1000 liang emas. Mewakili rakyat biasa, aku mengucapkan terima kasih.”

Mendengar kata-kata sarkastis Lin Xiaodong, ‘Gao Yiwang’ yang sudah cedera parah mereka mulutnya penuh darah dan memuntahkan darah lagi. Sebelumnya, dia sudah mengatakan bahwa jika dia tidak bisa mengalahkan Lin Ming dalam 3 gerakan, namanya akan dibaca terbalik.

Sumpahin tuh kakekmu!

Wang Yigao sangat marah sampai dia menggertakkan giginya. Yang lain, wajah mereka merengut ekstrem. Ketika hal itu terjadi, Wajah Lin Xiaodong bukanlah wajah yang menarik. Bagi mereka, Wajah Lin Xiaodong sangat menjijikkan, bahkan bisa membunuh mereka. Setelah menerima kertas uang, Lin Xiaodong meludahi telapak tangannya dengan gerakan yang berlebihan dan mulai menghitung satu per satu.

“dua puluh, tiga puluh, lima puluh, tujuh ratus…”

Lin Xiaodong menghitung tumpukan kertas uang itu 3 kali, kemudian mengernyit dan berkata dengan mata licik, “Delapan ratus lima puluh liang emas, kurang seratus lima puluh. Bukankah kalian orang kaya? Bagaimana mungkin kalian tidak bisa mengeluarkan uang kecil seperti ini?”

Mendengar kata-kata Lin Xiaodong, Wang Yigao hampir muntah darah lagi. Wajahnya terlipat ke dalam, dia menggerakkan tangan kanannya dan suara “ding” terdengar. Pedangnya tertancap di tengah area pertarungan. “Pedang Tajam Hijau, ini bisa dijual seharga 200 liang emas di semua toko senjata. Kita pergi!”

Keenam orang tersebut sebenarnya mau membalas dendam kawanya. Namun, hasil akhirnya malah mereka harus menyerahkan semua barang milik mereka, termasuk pedang mereka. Kejadian memalukan ini adalah yang pertama bagi Wang Yigao!

Melihat Pedang Tajam Hijau, Lin Xiaodong menyeringai. Dia memiliki sedikit pengetahuan mengenai senjata dan pedang tajam hijau memang senjata yang bagus. Paling tidak, pedang itu lebih bagus daripada pedang yang dia gunakan.

Lin Ming berkata. “Jika kamu suka, kamu bisa memakainya.”

Lin Xiaodong menjawab, “Aku tidak bisa melakukannya. Kakak Ming, kamu belum punya senjata.”

Lin Ming menjawab, “Tanganku adalah senjataku. Untuk saat ini, aku belum butuh senjata. Nanti, aku akan mendapatkan senjata yang cocok denganku. Walaupun pedang ini tajam, masih terlalu ringan buatku.”

Lin Xiaodong mengingat pukulan Lin Ming yang menakutkan sebelumnya dan setuju bahwa pedang ini tidak cocok bagi Lin Ming.

“Baiklah, aku akan menerima pedang ini kalau begitu. Tapi, kamu benar-benar menakutkan Kakak Ming. Aku tidak pernah melihatmu seperti itu sebelumnya,” Sejak Lin Ming mulai berlatih bela diri, Lin Xiaodong tidak pernah melihat Lin Ming bertarung. Bagaimana dia bisa tahu bahwa kekuatan Lin Ming sudah terbang jauh mencapai titik ini. Dia percaya bahwa ini adalah hasil dari kerja keras Lin Ming.

Lin Ming menjelaskan, “Wang Yigao tidak menyadari sepenuhnya kekuatan dirinya, dan hanya berada di awal tahap kedua latihan fisik. Selain itu, dasarnya juga tidak stabil. Tahapannya bisa jadi adalah hasl dari obat-obatan. Bahkan Jurusnya pun tidak bisa dikatakan bagus. Menghajarnya bukanlah sesuatu yang membuatku bangga, Tujuan utamaku adalah Zhu Yan.”

Zhu Yang sangat berbeda dari Wang Yigao. Zhu Yan memiliki kekuatan yang besar dan fondasi yang solid. Bakat tingkat empatnya bukan hanya untuk pertunjukan. Sebagai tambahan, dia juga seorang pekerja keras. Lin Ming yang sekarang tidak mungkin mengalahkan Zhu Yan.

Lin Ming menerima kertas uangnya, dan membaginya dan memberikan setumpuk kepada Lin Xiaodong tanpa menghitung. “Ambil ini.”

“Apa yang kamu lakukan? Uang ini semua kamu yang mendapatkan. Aku sudah mengambil pedangnya. Untuk uangnya, aku tidak membutuhkannya. Dengan caraku berlatih, 10 liang emas sebulan sudah sangat berlebih.”

Lin Ming diam sejenak, kemudian tanpa membantah, dia menyimpan kertas uang itu ke dalam dadanya. Di antara dia dan Lin Xiaodong, hal-hal kecil seperti ini tidaklah penting.

“Oke, yuk kita ke pameran.”

“Oh iya! Bener banget! Haha, aku hampir lupa tentang pameran! Sekarang kita punya modal untuk ke pameran, 1000 liang emas brooo… Senior ini tidak pernah melihat uang sebanyak ini sebelumnya! Kali ini aku akan menghabiskannya!”


 

← MW 6 – Bertarung Dengan Tangan Kosong MW 8 – Qin Xingxuan→

Leave a Reply