MW Prolog – Kubus Dewa

Prolog: Kubus Dewa

 

Di tengah luasnya dataran salju nan berkabut, butir-butir salju tertiup angin dingin yang membekukan dengan indahnya. Saling berbenturan satu sama lain di udara, menghasilkan hawa dingin yang menusuk tulang seakan mengancam untuk membekukan jiwa manusia yang mendekat.

Ini adalah Snowfall Realm (Dunia salju jatuh), salah satu di antara sekian banyak Dunia di Divine Domain (Wilayah Para Dewa). Dunia Snowfall ini selamanya bersalju, mengubah tiap tetes air menjadi salju yang sangat dingin.

Di suatu tempat, di dunia yang terpencil ini, butiran salju tiba-tiba berputar, seakan akan terpengaruh oleh suatu hal. Butir-butir salju perlahan menyatu sebelum akhirnya berpencar dan membentuk pusaran air. Sebuah tirai berkilau, bagaikan terbuat dari air raksa, muncul tiba-tiba. Detik berikutnya, seorang wanita mengenakan jubbah biru laut melangkah keluar dari balik tirai.

Wanita ini memancarkan aura yang agung, rambut hitamnya jatuh ke pundak layaknya air terjun, seluruh tubuhnya memancarkan atmosfer yang murni nan suci. Ia benar-benar bagaikan bunga teratai yang terbuat dari giok bersalju. Namun demikian, wajahnya terlihat pucat dan terlihat bercak-bercak darah di ujung bibirnya, mengacaukan kelembutan aura spiritualnya.

Tirai berkilau itu pun menghilang dan wanita itu memuntahkan darah. Kesadarannya mulai melemah.

“Kakak!”

Sebuah suara feminism terdengar dan sebuah bola cahaya putih muncul dari tubuh wanita yang terluka tersebut. Bola cahaya itu lalu berubah menjadi seorang wanita muda. “Kakak, bagaimana keadaanmu?”

“Aku tidak apa-apa,” Wanita yang mengenakan baju biru laut itu mengibaskan tangannya. Dia, yang sedang terluka berat, terpaksa harus membuat lubang teleportasi dan masuk jauh ke dunia lain di Wilayah Para Dewa. Hal ini membuatnya cederanya semakin parah.

“Di manakah ini?” Sang wanita berbaju biru laut bertanya.

Wanita muda itu mengeluarkan sebuah alat yang terbuat dari giok dan menggunakan kesadaran spiritualnya untuk menyelidiki sekitar sebelum akhirnya menjawab. “Kita sedang berada di Dunia Snowfall”.

“Dunia Snowfall?” Wanita berbaju biru laut terkejut sesaat, lalu ia menghela nafas. “Ada 3 ribu dunia di Wilayah Para Dewa yang berkali-kali aku kunjungi lewat ruang hampa. Siapa sangka, aku malah melarikan diri ke satu-satunya dunia yang aku tidak ingin aku kunjungi. Nama asliku adalah Mu Qian Xue (Snow), dan ini adalah dunia Snowfall. Hujan Salju… Hujan salju… mungkin di sinilah aku akan jatuh dan musnah..”

“Tidak, Kakak, kamu tidak akan, kita….” Saat wanita muda itu sedang berbicara, tiba-tiba terjadi perubahan energi yang hebat. Detik berikutnya, sepasang tangan merobek dimensi ruang. Setelahnya, seorang lelaki berpakaian hitam berjalan keluar dari celah antar dimensi tersebut dan berdiri tegak di udara.

Menyaksikan kehadiran lelaki ini, Wajah sang wanita muda berubah seketika dan kerongkongannya bagai tersumbat sehingga ia tidak mampu berkata-kata.

Lelaki berpakaian hitam itu berwajah tampan dan terlihat hebat, namun kedua matanya memancarkan cahaya merah, membuat mukanya menjadi sangat menakutkan. Setelah melihat Mu Qian Xue, dia tertawa ringan. “Yang Mulia, kita berjumpa lagi.”

Mu Qianxue tetap tenang. Walaupun dia sudah memperkirakan bahwa pihak musuh akan mengejarnya, dia tidak menyangka hal ini terjadi begitu cepat.

Sang lelaki melanjutkan,”Yang Mulia, sangat disayangkan peristiwa ini jadi berkepanjangan. Aku benar-benar tidak punya pilihan lain selain menghancurkan Tanah Suci High Verdant. Bagi makhluk seperti kau dan aku yang memiliki tingkat cultivation yang demikian tinggi, tak ada satu hal pun di dunia ini yang tidak bisa kita miliki. Yang sama-sama kita inginkan adalah kekuasaan dan keabadian yang absolut. Mengapa tidak kau serahkan saja kubus itu kepadaku? Kita bisa berpasangan melakukan semuanya, bagaimana menurutmu?

Mu Qianxue mengalirkan energi di dalam tubuhnya sambil menjawab dingin, “Tidak perlu membahas hal-hal yang tak masuk akal. Tian Mingzi, kau mungkin mampu menghancurkan Tanah Suci High Verdant; tapi kamu harus merasakan akibatnya jika ingin membunuhku.”

“Benarkah? Kalau begitu, tampaknya aku harus mencoba.” Pria yang dipanggil Tian Mingzi tetap bersikeras. Dia membalikkan tangan kanannya, tiba-tiba sebuah pagoda kuno muncul di tangannya. Ini adalah Pagoda Pengekang Dewa, sebuah pusaka pembawa bencana yang mampu mengekang dewa dan merantai iblis. Benda ini juga berfungsi sebagai alat pengangkut yang dapat memuat sepuluh ribu pendekar di dalamnya. Setengah bulann yang lalu, Tian Mingzi menggunakan Pagoda ini untuk membawa sepuluh ribu ahli dari seluruh penjuru dunia persilatan dan membawa mereka ke Tanah Suci High Verdant. Peristiwa ini berujung dengan kehancuran Tanah Suci High Verdant.

Tian Mingzi melemparkan Pagoda Pengekang Dewa ke udara. Berikutnya, cahaya keemasan memenuhi sekitar dan sepuluh ribu ahli bermunculan dari dalamnya. Dalam sekejap, Langit tertutupi bayangan yang tak terhitung jumlahnya.

Sepuluh ribu tubuh berdiri mengapung di udara, pandangan mereka semua tertuju kepada dua wanita tak berdaya yang berdiri di tanah bersalju. Mata mereka dingin dan tak acuh.

Menyaksikan hal ini, Mu Qianxue menyeringai. Dia telah menunggu-nunggu saat seperti ini: Tanah Suci Dark Infernal, Tanah Suci Mystifying Primal, Istana Ancient Anarchic, Pulau Malevolent Blood… Kalian semua berkumpul di sini untuk menghancurkan Tanah Suci High Verdantku. Sebagai balasannya, saya akan menggunakan jiwaku untuk mengubur kalian semua hari ini!

Tian Mingzi berkata, “Mu Qianxue, dalam hal kekuatan dan bakat kau adalah seseorang yang patut aku hormati dan kagumi. Tapi sekarang, kamu telah terluka parah. Tidak mungkin kamu bisa menang melawan sepuluh ribu tokoh persilatan dari Wilayah Para Dewa. Aku sarankan kamu menyerahkan kubus itu dan aku akan mengampuni kamu dan adikmu.

Mu Qianxue tak mengacuhkan kata-katanya. Dia memusatkan pikirannya, sebuah kubus berukuran satu inci kubik berwarna abu-abu dengan inkripsi berwarna hitam di permukaannya perlahan muncul dari telapak tangannya. Ini adalah benda yang menggemparkan seantero Wilayah Para Dewa, yaitu Kubus Dewa.

Mu Qianxue mengalirkan seluruh energi dewanya ke Kubus Dewa. Walaupun Kubus Dewa itu sudah bersamanya selama setahun, dia masih belum bisa memahami rahasia-rahasia yang ada di Kubus Dewa itu. Mungkin Kubus Dewa adalah bentuk kristalisasi dari jiwa seorang Dewa legendaris yang telah gugur. Kubus itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa yang dapat menghancurkan siapapun. Akan tetapi, kekuatan Mu Qianxue saat ini masih belum cukup untuk mengendalikan kekuatan Kubus Dewa itu. Jika dia memaksa untuk menggunakannya, maka jiwanya akan tertelan dan terkunci di dalam Kubus Dewa.

“Yue’er, jangan melawan.”

“Kakak?” Wanita muda tadi tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Mu Qianxue. Pada saat itu juga, Cahaya menyelimuti tubuhnya. Cahaya ini dimaksudkan untuk menembus ruang hampa dan membawa yue’er ke dimensi yang lain.

Mu Qianxue ingin menyelamatkan adiknya terlebih dahulu. Karena setelah dia mengaktifkan kekuatan terlarang dari Kubus Dewa, setiap jiwa kehidupan yang ada di sekitarnya akan tertelan dan hancur. Hal ini juga yang menyebabkan dia tidak bisa menggunakan kekuatan terlarang dari kubus dewa ini di Tanah Suci High Verdant.

“Hehe, Kamu mau menyelamatkan adikmu? Mana mungkin aku mengizinkannya?” Tian Mingzi menggerakkan kedua tangannya membentuk segel. Dia ingin membekukan ruang hampa di sekitarnya, akan tetapi, wajahnya berubah seketika. Kubus Dewa yang ada di tangan Mu Qianxue tampak sedang mengumpulkan energi dengan kadar yang sangat mengerikan sehingga jiwanya pun merasa gentar.

Ini…. Jantung Tian Mingzi berdegup kencang dan segel tangannya berubah. Dia merasakan nyawanya dalam bahaya. Seluruh Energi Primitif Dunia seketika mengamuk, menciptakan pusaran energi di permukaan Kubus Dewa.

“Dengan menggunakan jiwaku sebagai penuntun, aku mempersembahkan diriku kepada Dewa, Jurus Pemusnah Jiwa!”

Mu Qianxue melontarkan kata-kata tersebut dengan dingin dan jelas, tubuhnya berubah menjadi titik-titik cahaya. Jiwa dan kesadaran spiritualnya berubah menjadi arus cahaya dan menyatu dengan Kubus Dewa. Menyaksikan semua ini. Wajah Tian Mingzi berubah seketika. Tanpa ragu-ragu, dia segera merobek dimensi ruang, berniat melarikan diri. Akan tetapi, tepat saat itu juga, energi yang mengerikan dari permukaan Kubus Dewa meledak keluar.

Bagaikan sebuah bintang meledak, area sekitarnya telah berubah bagaikan kertas yang dirobek-robek. Baru saat ini sepuluh ribu ahli dunia persilatan dari Wilayah Para Dewa merasa terancam nyawanya. Mereka yang memiliki kekuatan untuk membuka dimensi ruang, segera berusaha menyelamatkan diri. Sayangnya, apa yang mereka lakukan semua terlambat. Area sekitar sudah dihancurkan oleh energi yang sangat mengerikan dan mengakibatkan pusaran badai yang menyedot mereka semua. Tubuh mereka berubah menjadi debu dan menghilang, jiwa mereka hancur berkeping-keping terkena pusaran badai. Kepingan-kepingan jiwa itu kemudian diserap masuk ke dalam Kubus Dewa.

Kehancuran skala besar dalam dimensi ruang menyebabkan satu bagian besar dari Dunia Snowfall menjadi zona mati. Zona ini berubah menjadi sebuah area penuh bada yang mampu menghancurkan apapun juga. Sementara itu, Kubus Dewa melahap semua pecahan jiwa dan kemudian juga terseret masuk ke pusaran badai di celah antar dimensi, lalu masuk ke ruang hampa.

Chapter 1 – Lin Ming→

Leave a Reply