Skyfire Avenue 2 – Kedai Anggur Gotik Tua

Maaf atas keterlambatannya.

Skyfire Avenue 2 – Kedai Anggur Gotik Tua

Diterjemahkan oleh Aftertolv

Chapter 2: Kedai Anggur Gotik Tua

Tidak banyak pejalan kaki di Skyfire Avenue, karena tempat ini adalah tempat di mana seseorang harus memenuhi syarat untuk berada di sini. Bukan hanya masalah uang. Juga  masalah selera.

Hanya setelah seseorang lulus dari tujuh belas evaluasi yang berkesinambungan dia akan menerima Lencana Skyfire. Tapi tentu saja, itu juga memerlukan biaya. Alasannya adalah: ‘Dana Perawatan Umum Skyfire Avenue’.

Lan Jue berjalan keluar Zeus, wajahnya kembali ke senyuman lemah, normalnya. Kejadian di dalam toko tampaknya tidak berdampak padanya sama sekali.

Ia berjalan ke sisi seberang Skyfire Avenue. Ada bangunan kuno, gotik bergaya Perancis di sana.

Menara tinggi yang tajam, lorong – lorong pintu melengkung, jendela – jendela dengan kaca berwarna yang menggambarkan kisah dari Alkitab, lengkungan – lengkungan gotik, penopang – penopang melayang, kolom – kolom ramping… mereka menciptakan sensasi ringan tetapi megah, seakan sedang melayang di langit. Kerangkanya menyediakan topangan dan kekuatan yang melimpah bagi keseluruhan bangunannya, dengan garis – garis yang langsung naik memberikan kesan yang megah dan luas.

Dibandingkan dengan Toko Perhiasan Zeus milik Lan Jue, bangunan Gotik ini layaknya seekor lewiatan. Di seluruh Skyfire Avenue, faktanya, ini adalah pemandangan yang paling menawan.

Mendorong pintu membuka dan masuk ke dalam, Lan Jue menggosok sebagian janggut tipis di wajahnya. Ia tidak bisa berbuat apa – apa selain mengeluarkan senyuman pahit. Dia akan dikritik lagi oleh orang yang ketat itu.

“Tuan Perhiasan, anda datang.” Seorang wanita cantik yang tinggi dan langsing, dengan rambut keemasan, yang mengenakan gaun instana panjang Perancis kuno, datang untuk menyambutnya. Ia memberi Lan Jue sebuah curtsey Perancis yang baik dan benar.

Lan Jue mengangguk kecil padanya. “Eva, halo. Apakah sang Tuan Anggur sudah di sini?”

Eva tersenyum kecil, menunjukkan delapan gigi putih cemerlang itu. “Beliau di sini. Sang Gourmet dan sang Tuan Kopi juga di sini.”

“Oh?” Secercah kesenangan dan keterkejutan berkilat di mata Lan Jue. “Sang Gourmet juga di sini? Itu hebat.”

Eva tersenyum. “Saya akan mengantarkan anda ke sana.”

Sebuah meja istana Prancis panjang nan mewah yang mampu ditempati dua puluh orang dengan mudah untuk makan malam. Beberapa orang duduk di samping meja itu. Di tempat duduk ujung, ada seorang pria tua yang terlihat berusia lima puluh atau enam puluhan. Dia mengenakan setelan Prancis yang elok, dengan sebuah wig di kepalanya. Dia duduk di sana, tegak tetapi anggun, wajahnya sangat serius.

Di kedua sisinya, ada dua orang yang sedang duduk juga. Satu tinggi dan kurus, mengenakan sebuah kemeja putih dan sebuah rompi hitam. Rambut pendeknya ditata dengan elok. Dia berusia sekitar empat puluh tahun, dan ada senyum lembut di wajahnya.

Yang satunya berusia sekitar tiga puluh lima, dan berperawakan biasa. Dia mengenakan setelan putih, dan rambut keemasan panjangnya disisir dengan sempurna, terjuntai turun dari kedua sisi pelipisnya ke pundaknya, mempesona untuk dilihat. Alisnya cukup tebal, dan matanya sangat besar, tapi di matanya ada tawa yang tak disamarkan, membuatnya terlihat sedikit ‘nakal’.

Tiga orang duduk di sisi lain meja. Seorang pria tua, seorang pria paruh baya, dan seorang pemuda.

Dibandingkan dengan ketiga orang di tempat duduk tuan rumah, mereka tampak sedikit gelisah.

“Hey, apakah hari ini waktunya evaluasi lagi?” Dipimpin oleh si wanita muda, Eva, Lan Jue tiba di meja panjang itu. Dia menarik sebuah kursi di samping pria dalam setelan putih.

“Tuan Perhiasan, kau tidak mencukur atau menyisir rambutmu.” Si orang tua di tempat duduk ujung berkata sembari mengerutkan wajah.

Lan Jue menepuk dahinya. “Aku tahu kau akan mengatakannya. Baiklah, aku yang salah. Meskipun aku baru saja datang karena aku ingin menunjukkan bahwa aku membuat perubahan, dan ingin sedikit mendekatkan diri kepada kalian para tua bangka.”

Sang Tuan Anggur berkata dingin, “Jika kau yang salah, maka kau harus menerima hukumannya. Kau mengerti peraturan kami.”

Si pria dalam setelan putih di samping Lan Jue menundukkan kepalanya, dan berkata dengan sangat ‘cool’, “Setuju.”

Lan Jue melirik ke arahnya, lalu melihat sang Tuan Anggur. “Apa untuk makan malam?”

Bibir si pria dalam setelan putih bergetar. Pada akhirnya, dia tidak bisa menahan tawa.

Sang Tuan Anggur tertawa juga. “Kita bisa membicarakan tentang apa yang akan kita makan nanti. Karena kau bersalah, maka kau akan menangani wawancara beberapa orang selanjutnya. Kau lebih ahli dalam hal ini dibandingkan aku.”

Lan Jue menggelengkan kepalanya. “Tidak. Itu akan menguras kekuatan otakku.”

Salah satu dari tujuh belas evaluasi untuk diterima ke dalam Skyfire Avenue: Anggur.

Sang Tuan Anggur berkata, “Jika hasil dari wawancaramu memuaskan bagiku, anggur malam ini akan kutraktir.”

“Setuju.” kata Lan Jue.

Si pria dalam setelan putih mengerutkan bibirnya. “Tidak bisakah kau menjadi lebih segan?”

Lan Jue berkata dengan tenang, “Maka jangan minum.”

Si pemuda dalam rompi hitam di sisi lain si pria dalam setelan putih bicara untuk pertama kalinya. “Setuju.”

Si pria dalam setelan putih berkata kesal, “Gourmet, mengapa kau selalu ada di pihaknya?”

Gourmet berkata, “Karena dia punya selera yang lebih baik daripada kau.”

Sang Tuan Anggur, di kursi kepala, mengangguk juga. “Itu benar.”

Lan Jue mengarahkan pandangannya ke arah depan. “Kalian bertiga, mari kita mulai. Pertama.” Baginya, kesempatan untuk mencicipi anggur yang baik adalah sesuatu yang tak mau ia tunda jika mungkin.

Wajah si pria tua yang duduk di kursi pertama langsung berubah serius. “Silakan bertanya.”

Lan Jue berkata, “Ini adalah Kedai Anggur Gotik Tua. Apa kau tahu dari mana anggur dari sini berasal?”

Si pria tua jelas – jelas telah menyiapkan ini sebelumnya. Dia langsung menjawab, “Kedai Anggur Gotik Tua adalah salah satu dari bisnis paling awal yang dibuka di Skyfire Avenue saat pertama dikembangkan. Kedai ini berkecimpung dalam jual beli anggur dari berbagai negara dari era sebelumnya. Anggur – anggur ini diawetkan melalui teknologi spasial dan pada dasarnya bisa diawetkan persis seperti keadaan aslinya pada tahun 2020. Sebenarnya, hal yang paling berharga tentang mereka adalah bahwa sekali sebuah botol diminum, satu botol akan hilang untuk selamanya. Maka dari itu, harganya amat tinggi, tapi kemampuan untuk menikmati dan mencicipi anggur – anggur kuno ini adalah tanda seorang bangsawan sejati.”

Lan Jue tidak mengiyakan maupun membantah. Dia melanjutkan, “Apa tipe anggur merah favoritmu?”

Si pria tua bicara dengan kefasihan yang tampak hebat. “Chateau Lafite. Sebuah anggur Prancis kuno dari 1855, salah satu dari kelima Chateau kelas satu di Medoc, Tepi Sungai Kiri dari wilayah Bordeaux.

Lan Jue bertanya, “Jika kita bertujuh akan berbagi sebuah botol Lafite hari ini, dan kau adalah tuan rumahnya, apa yang akan kau lakukan? Tolong jelaskan secara rinci.”

Si pria tua berkata, “Aku akan membukanya dengan hati – hati, lalu menuangkannya sedikit, melihat warnanya, mencium aromanya, lalu mencicipinya. Setelah memastikan bahwa itu belum basi, aku akan membaginya ke semuanya, jadi kita semua bisa menikmati sebotol anggur lezat ini.”

“Kau bisa pergi sekarang.” Lan Jue bersandar ke punggung kursinya dan berkata dengan tenang.

“Aku lolos?” Sebuah raut wajah senang dan terkejut tampak di wajah si pria tua.

Lan Jue menggelengkan kepalanya. “Tidak. Kau tereliminasi.”

Si pria tua berkata dengan terkejut, “Kenapa? Aku tidak salah bilang apa – apa?”

Lan Jue mengerutkan wajahnya sembari berkata. “Kau telah menyiapkannya sebelumnya. Kau tidak benar – benar menyukai anggur, ataupun kau tahu bagaimana caranya minum. Jika sebuah botol anggur Lafite kuno diminum dengan cara yang kau paparkan, itu benar – benar sia – sia.”

“Lafite, tak peduli dari tahun berapa, disimpan secara horizontal. Sebelum meminumnya, hal paling pertama yang harus dilakukan adalah menaruhnya secara tegak dan menyimpannya di penyimpanan anggur selama tiga hari; membiarkannya mengendap. Saat membukanya, kau memang harus menguji waktunya, tapi itu tidak hanya untuk menguji apakah anggurnya sudah basi atau belum. Hal yang lebih penting adalah untuk menentukan kondisi anggur dengan mencicipinya, dan menentukan berapa lama anggur itu harus didekantasi. Salah satu hal yang paling penting bagi penikmat anggur adalah pertanyaan seberapa lama anggur itu perlu didekantasi. Sebuah botol normal Lafite perlu dituangkan ke dekanter untuk didekantasi selama setidaknya dua jam. Jika tidak, itu tidak akan terasa lebih baik dari cuka. Lafite perlu waktu untuk melepaskan aromanya. Jika kau bahkan tidak mengetahui itu, kau jelas – jelas tidak tahu bagaimana cara meminum anggur. Faktanya, kau bahkan belum pernah meminum anggur lezat. Maka dari itu, berhenti membuang waktuku.”

Tidak mau menerimanya, si pria tua berkata, “Tapi semua buku itu bilang…”

Lan Jue tersenyum sinis. “Orang – orang yang menulis tentang Lafite di buku – bukumu belum pernah mencicipinya. Mereka hanya menulis berdasarkan apa yang mereka dengar. Untuk langsung membuka sebuah botol Lafite dan meminumnya adalah sebuah penghinaan baginya. Untuk meminumnya seperti itu, kau lebih baik membuangnya ke sebuah pelembab ruangan.”

Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

 

← Skyfire Avenue 1 – Toko Perhiasan Zeus

Leave a Reply